Rafting – Songa – Noars – Probolinggo

Papabonbon ngidam ngidam rafting di Probolinggo nih.  Awal tahun ini sudah survey ke sana, dan belum kesampaian juga buat ngejabanin yang namanya rafting ini.  Hueheheh ….. Padahal sudah dapat proposal untuk potongan harga dari rate 235 rb ke hanya 160 rb an.

image image

Itu foto waktu Januari kemarin liat lokasi.  Ada juga foto foto seru hasil berburu dari website.

 

foto dari sini

foto dari sini

Pokoknya begitu melihat lihat suasana, lokasi dan foto fotonya, kami kepengen banget lah main di sana.

image

Panteslah oom Adjie Massaid niat banget bikin tempat rafting juga di sana (namanya Regulo).  Lokasinya memang mantap sih.  katanya Gajahmada saja dulu tetirahnya di sini.  Jadi memang sudah dari sononya, dari jaman kerajaan kerajaan, tempat ini sudah dieksplorasi dan diakui sebagai tempat adventure yang asik.

Di situs Songa rafting di sini dikatakan

Mengunjungi bumi Probolinggo saat ini ibarat menyusuri kembali perjalanan Hayam Wuruk lebih dari 500 tahun silam. Konon, menurut cerita rakyat, tak lama setelah Mahapatih Gadjah Mada dari Kerajaan Majapahit berhasil menyatukan wilayah Nusantara di tahun 1357 Masehi, Raja Hayam Wuruk adalah orang pertama yang menjadi saksi atas keindahan panorama alam Probolinggo.

Lantaran kagum dan terpesona oleh keindahan panorama di sana, Hayam Wuruk sempat berlama-lama bercengkerama di tempat itu. Tempat Hayam Wuruk bercengkerama itu kemudian disebut sebagai prabu linggih, yang lambat laun mengalami perubahan lafal menjadi Probolinggo. Dan….starting point yang dipakai Songa Raftingsalah satu yang disinyalir sering dipakai mandi Mahapatih Gadjah Mada.

Sungai Pekalen, terletak 25 km dari kota Probolinggo tepatnya terbentang di antara tiga kecamatan berturut-turut yaitu kecamatan Tiris, kecamatan Maron, dan kecamatan Gading. Bantaran sungai yang bisa diarungi berjarak 29 km yang terbagi atas 3 area. Dan Songa membagi paketnya menjadi 3 bagian ; Sungai Pekalen Atas berjarak 12 km, Sungai Pekalen Tengah berjarak 7 km, dan Sungai Pekalen Bawah berjarak 10 km.

 

Karakteristik sungai berbelok dan bertebing, Panorama alam yang indah, puluhan jeram (grade 2 s/d 3+) yang exotic dan menantang, kemegahan air terjun, dan kemolekan gua-gua kelelawar, serta masih ditemuinya beberapa satwa langka seperti burung elang, burung kepodang, monyet, biawak, linsang, tupai dll menjadi daya tarik tersendiri yang dapat Anda nikmati selama perjalanan.

Songa rafting dan Noars punya jalur atas, tengah dan bawah, sementara Regulo mainnya di jalur bawah (Regulo kayaknya paling aman kalau dengan keluarga dan anak anak, karena mirip dengan jalur irigasi yang sering dipakai rafting di Kasembon Malang atau di Kali Elo Magelang).  Kalau jalur atas terus terang ekstrim abis, dan petualangan banget deh.

baca juga :

  1. http://www.songarafting.com/main/about.html
  2. http://backpackerindonesia.wordpress.com/2008/08/16/noar-rafting/

NB : katanya sih Noars sudah dibeli sama Songa

 

peta base camp Songa (dari sini)