Kemana saja corvet eks Jerman Timur ?

No.		Nama		Tahun Dibangun	  Dibangun di		
1	Kapitan Pattimura	1983/93		VEB Peenewerft, Wolgast
2	Untung Suropati		1983/93		VEB Peenewerft, Wolgast
3	Nuku			1982/93		VEB Peenewerft, Wolgast
4	Lambung Mangkurat	1985/94		VEB Peenewerft, Wolgast
5	Cut Nyak Dien		1982/94		VEB Peenewerft, Wolgast
6	Sultan Thaha Syaifuddin	1982/94		VEB Peenewerft, Wolgast
7	Sutanto			1981/95		VEB Peenewerft, Wolgast
8	Sutedi Senoputra	         1981/94		VEB Peenewerft, Wolgast
9	Wiratno			1981/94		VEB Peenewerft, Wolgast
10	Memet Sastrawiria	         1981/95		VEB Peenewerft, Wolgast
11	Tjiptadi		         1985/96		VEB Peenewerft, Wolgast
12	Hasan Basri		1982/96		VEB Peenewerft, Wolgast
13	Iman Bonjol		1984/94		VEB Peenewerft, Wolgast
14	Pati Unus		1983/95		VEB Peenewerft, Wolgast
15	Teuku Umar		1984/96		VEB Peenewerft, Wolgast
16	Silas Papare		1984/96		VEB Peenewerft, Wolgast

gambar dari blognya oom Azmi – bossnya http://www.tandef.netdi sini

Persenjataan :

  1. Rudal Permukaan-ke-Udara SA-N-5 Grail : 2 peluncur Fasta 4M 4 laras (total 8 pucuk rudal).  Jangkauan maksimum 4 km (2,2 mil laut) dengan hulu ledak 1,15 kg, berkemampuan anti pesawat udara, helikopter, berpemandu infra merah.
  2. Meriam AK-725 57 mm/80 : 1 pucuk laras ganda, kecepatan tembakan 120 rpm, berjangkauan maksimum 6 km (3,2 mil laut) dengan berat amunisi 2,8 kg, dengan pemandu tembakan Muff Cob, anti kapal, pesawat udara, helikopter, rudal balistik, rudal anti kapal. (bukan AK-257 seperti yang tertulis di Angkasa maupun Commando)
  3. Meriam AK-230 30 mm: 1 pucuk laras ganda, kecepatan tembakan 500 rpm, dengan jangkauan maksimum 5 km (2,7 mil laut) dengan berat amunisi 0,54 kg, anti kapal (terbatas), pesawat udara, helikopter, rudal balistik, rudal anti kapal.
  4. Torpedo Honeywell Mk 46 : 12 pucuk, berpeluncur tabung Mk 32 (324 mm), jangkauan tembak 11 km (5,9 mil laut) dengan kecepatan 40 knots dan hulu ledak 44 kg, berkemampuan anti kapal selam. (menggantikan torpedo SET-40UE 400 mm)
  5. Roket Anti Kapal Selam RBU-6000 : 2 pucuk laras dua belas (total 24 roket), berjarak maksimum 6 km, berhulu ledak 31 kg.

Yeah, dari 39 kapal yang dibeli, yang bisa dipakai hanya 16 ea.  Sisanya jadi besi tua deh.  Dasar mbak Tutut Ralat, keseluruhan 39 kapal sudah diretrovit dan dioperasikan.  listnya ada di bawah.

baca juga :

aKHirnya JaDi Jugak beli SUKhoi

pemirsa : “Ah, gosiip yah ….  🙂  ”

papabonbon : “Bener kok, ini yang bilang adiknya oom yusril”

buat yang nggak percaya silakan main main ke blognya oom yusron ihza.  doi sih ngakunya tanggal 7 oktober kemarin baru saja ketok palu buat beli sukhoi.  huehehehe …. 😀

Tapi ada ……  nya tuh … seperti biasa, selalu ada yang aneh dengan urusan beli senjata, misalnya saja :

  1. pesawat itu dibeli tanpa kelengkapan assesori atau senjata apa pun juga sehingga tidak bisa menembak musuh
  2. pesawat Sukhoi itu dibeli dengan cara counter-trade atau imbal beli yang mirip dengan perdagangan barter. Dalam kenyataannya, hampir tidak ada satu pun komoditas yang dapat dikirim ke Rusia untuk membayar, ujungnya hutang Sukhoi itu harus menjadi beban APBN yang nota bene menjadi beban rakyat
Yang ane jadi bahan penasaran adalah klausul seperti dibawah ini.  Ada yang bisa memberikan pencerahan, barangkali ?

Banyak liku-liku dan hal-hal yang harus kami (Komisi I DPR RI) pertimbangkan dalam memberikan persetuan pembelian Sukhoi yang tidak murah dan bernilai 335 juta dollar untuk enam buah pesawat tersebut. Masalah mengapa Dephan membeli melalui perusahaan KNAPO dan bukan dari IRKUD (di mana spesifikasi dan effisiensi pesawat itu memiliki beberapa perbedaan) tentu merupakan salah satu masalah pula.

 

baca juga :