Islam, Nazi, Yahudi dan Palestina

foto berasal dari sini.

Kalau bertemu foto semacam di atas, apa pendapat anda ?  FYI, al mukarom Grand Mufty Jerusalem al ustadz Muhammad Amin al Husayni ini adalah salah satu yang paling pertama memberikan dukungan dan pengakuan kemerdekaan Indonesia, sekaligus pendiri Waffen SS di Azerbaijan dan Bosnia.

Papabonbon sendiri, tergelitik membahas hubungan ruwet, yang jalin menjalin, berkelindan tak karuan ini karena baru saja beredar sebuah film berjudul “Defiance” yang diperankan oleh James Bond a.k.a Daniel Craig.

Film ini berasal dari kisah nyata, dan diangkat dari novel yang dibuat oleh Nechama Tec, seorang profesor sosiologi, ahli tentang Holocaust, sekaligus juga seorang Holocaust survivor, dan tentunya juga Yahudi.

Ada pro kontra tentang film ini, terutama jika dikaitkan dengan konteks kekinian.  Kita tahulah bagaimana kekejaman Israel yang membantai penduduk gaza, 1300 orang mati sia sia, belum terhitung orang yang terluka, rumah yang hancur, masa depan yang musnah, dan kebencian yang makin diwariskan generasi demi generasi.

Pandangan kontranya adalah :

– dari kalangan islamist : film ini adalah propaganda yahudi, seolah mereka adalah hero yang sedang mempertahankan diri terhadap serangan teroris arab islam palestina

– dari kalangan right wing amerika/ procons : film ini bergaya hollywood yang rata rata anti israel, apalagi Ed Zwick, sang sutradara pada tahun 1998 pernah membuat film berjudul the Siege yang dianggap pro Muslim.  Pemeo di hollywood seperti biasa adalah “Hollywood loves the dead Jews, but they hate the live ones. Hollywood loves the Holocaust, but hates Israel.”

pandangan pro nya adalah :

– ada yang bilang, ini film yang pro yahudi banget, tanpa zionisme.  jadi kalau dibilang pro yahudi, atau pro semit, yah memang beralasan sih.  malah film ini dianggap lebih baik dibandingkan film film besutan Spielberg, karena Defiance bisa menampilkan yahudi tanpa rasa bersalah.  Film Munich nya Spielberg katanya masih menyisakan rasa bersalah buat para Jews, dan karenanya Spielberg mendapatkan kecaman di Israel sana.

Btw, kayaknya yang pro sedikit deh, rata rata pada sumir sama film ini, maklum dilema moral, secara Israel baru ngebunuh 1.300 orang, kebanyakan wanita dan anak anak, gitu lho.    hueh  😦

note :

– konon imigran turki dan muslim lain di jerman banyak mendapat gangguan dari neo nazi.  mungkin para imigran itu seharusnya menunjukkan foto foto kyai husayni itu pada kalangan neo nazi itu, supaya jelas, kalau ada persahabatan di antara kita.  

ada foto yang lebih asoy, silakan di check yang di bawah ini.

audiensi dengan Adolf  Hitler

 

Meninjau Waffen SS cabang Bosnia

Baca juga :

Islam bukan Pedofil

Lha hiya toh ya, islam itu agama mulia.  Indah akhlaqnya.  Berikut ini bantahan dari ust. Asep Sobari LC, kalau kalau ada yang ingin menghubungkan antara pernikahan ustad Puji dengan perilaku pedofilia Rasulullah.

http://sejarahperadabanislam.blogspot.com/search/label/Ummul%20Mu%27minin

MELURUSKAN KEMBALI RIWAYAT PERNIKAHAN `AISYAH RA.

Oleh: Asep Sobari, Lc.

 

Pada bagian Appendix B dari buku yang berjudul Muhammad SAW; The Super Leader-Super Manager karya Dr. M Syafii Antonio M.Ec, tertulis judul yang cukup menarik ‘Meluruskan Riwayat Pernikahan Rasulullah SAW-`Aisyah ra.’

 

Dikatakan menarik karena dari tulisan tersebut dapat disimpulkan, `Aisyah ra. tidak dinikahi Rasulullah saw. pada usia 6 tahun dan tentu juga tidak mulai serumah dengan beliau saat berusia 9 tahun, sebagaimana yang dikenal luas saat ini. Menurut tulisan ini lagi, berdasarkan kajian yang dibuatnya, sebenarnya saat `Aisyah menikah, usianya sekitar 17-18 tahun dan serumah dengan Rasulullah saw. pada usia 19-20 tahun.

 

Benarkah demikan? Untuk menjawabnya, kita harus tahu lebih dulu pandangan para sejarawan muslim tentang masalah ini. Kemudian mengkritisi argumentasi-argumentasi Dr. Syafii Antonio yang membawa kepada kesimpulannya itu. Setelah itulah kita baru akan mendapat jawaban yang tepat.

 

Pernikahan `Aisyah menurut Sejarawan

Riwayat pernikahan `Aisyah ra. dengan Rasulullah saw. tentu sangat populer sehingga hampir dipastikan semua sejarawan muslim memuat peristiwa tersebut di dalam karya-karya mereka. Disini kita akan menelusuri pemaparan beberapa sejarawan saja, tapi dengan kapasitas yang cukup representatif.

 

Muhammad ibn Sa`ad (w.230H): “`Aisyah ra. lahir pada awal tahun 4 Kenabian. Rasulullah saw. menikahinya pada bulan Syawal tahun 10 Kenabian, saat baru berusia 6 tahun tepat satu bulan setelah pernikahan Rasulullah saw. dengan Saudah”. (al-Thabaqat, 8/79).

  Baca lebih lanjut