Cara Kontrol Kartu Kredit

Dua bulan berjalan dengan kartu kredit. Rasanya cukup mantap memakai kartu kredit dengan alat kontrol yang sebelumnya dipersiapkan. Btw, alat kontrolnya apa saja ?

Cukup 4 poin di bawah ini.

  1. planning keuangan tahunan
  2. rencana keuangan bulan berjalan
  3. memilih transaksi apa saja yang akan kita daftarkan dalam one bill payment kartu kredit
  4. segera miliki user id dan pw website kartu kredit

planning keuangan tahunan akan memberi anda big picture aktivitas keuangan dalam setahun, sedangkan rencana bulan berjalan akan mengontrol nafsu anda saat ini 🙂 wakakakak ! 

one bill payment akan sangat menolong anda dengan cash management yang lebih baik, tidak perlu mengingat banyak tanggal dan banyak jenis tagihan yang berbeda beda.  nah, kontrol dari sisi manajemen kasnya, ya anda harus mengerti betul, apa saja yang akan jadi konsekuensi keuangan di bulan berikutnya [item by item], karena itu akses kepada detail item tagihan kartu kredit jadi mutlak dan crucial.

Setelah memiliki semua alat diatas,  anda siap maju ke medan perang.

  1. let’s flow. belanja sesuaikan dengan rencana atau rambu rambu dari rencana keuangan bulan berjalan.
  2. kontrol tagihan yang ada di website, dan segera check jika ada tagihan yang bukan transaksi yang kita lakukan, komplain juga jika aa tagihan one bill yang belum dicharge oleh kartu kredit. kita tidak mau listrik kita diputus, atau telepon kita mati mendadak bukan ?
  3. proses dari daftar one bill payment sampai aktif pembayaran sekitar satu bulan. selama itu kita harus rajin check dan komplain.
  4. segera bayar tagihan kartu kredit jika billingnya sudah muncul di system. oh ya, kita bisa minta billingnya dikirim via email, jadi bisa cepat dan bisa langsung kita cocokkan dengan data di website.
  5. update laporan keuangan bulan berjalan, mana saja yang over dan mana yg spare, jadi bahan evaluasi untuk pola belanja kita. mana yang harus dihemat, mana yang sengaja dilebihkan untuk meningkatkan kualitas hidup 🙂

eh, ribet yah ? 🙂 dan pelit pedit ala orang keuangan :p hyakakakkaa

note :
modul bawaan numbers [spreadsheetnya apple] sangat efektif untuk membuat rencana keuangan tahunan dan kontrol bulan berjalan. simulasi grafiknya juga memudahkan kita melihat dan merombak pola belanja dan setting target jumlah tabungan supaya tercapai di akhir tahun. direkomendasikan untuk dicoba 🙂

Salah Kaprah Samenleven

Seorang teman sedang mencoba membuat kalimat. “Bukannya mereka tinggal bareng? Samen leven kalau kata mbah-mbah di kampung”.

Ternyata kalimat ini salah. Mengutip seorang teman di milis sebelah 😦

“Samen leven” dengan kata bendanya “samen leving” itu artinya hidup bersama sebagai masyarakat, sebagai de maatschappij. Sedangkan kalau “kumpul kerbau”, hidup bersama tanpa wedlock, ada kata lainnya, samen wonen.

Jadi, Samen leven itu konotasinya sosial oom. Kira kira artinya kayak dalam kalimat “hidup bersama dalam masyarakat, kita tidak boleh bersikap mengedepankan ego, harus menenggang rasa pada aturan aturan dalam bermasyarakat”.

Seorang teman lain menambahkan dengan lebih jelas.

“Iya, di bhs jerman juga Zusammenleben konteksnya sosiologis. Setahu saya Zusammenwohnen baru didefinisikan sebagai cohabitation, walau bisa juga diartikan tinggal bersama orang lain (seperti dalam WG). Lalu kenapa samen-leven itu di Indo bisa diartikan kumpul kebo yah?”

Bikin Keju dari ASI ?

hari ini dikasih info blog yang menarik sama si dinotz anak bandel.  welah si maknyak satu ini sudah mulai browsing sana sini rupanya.

Melihat foto di blog yang ditunjukkan sama Dini, wah, familiar nih.  kayaknya meutia Chaerani yah.  itu kalo gak salah temen main di multiply dulu.  hehehe.  nah, setelah baca beebrapa artikel, baru nyadar saja, kalau ternyata mbak Rani ini bisa bikin postingan kontroversial juga.  Kirain dulu doi anak baik baik ajah, huehehehe 🙂

Misalnya saja seperti di sini : http://indrani.net/2006/03/breast_milk_cheese

Idenya seru juga sih, meskipun kalau bisa jadi kejunya, jadi pertanyaan, orang dewasa kayaknya kagak boleh minum deh … 🙂  Kasihan juga soale, buat ibu bekerja di dunia modern kan apa saja dilakukan buat memberikan asi pada bayinya.  Termasuk di freezer.  Bahkan kalau kelebihan sampai diberikan buat balita tetangga yang membutuhkan.

Btw, ortunya boleh kagak yah makan itu keju dari ASI ? kayaknya buat yang balita saja deh ya.  Serasa kanibal makan daging manusia gitu hehehehe 🙂  Palagi, orang yang punya ASI ada di depan kita.  Tapiii, untung juga kejunya batal, gagal dalam proses pembuatan, jadi kontroversialnya kagak keterusan.  Eniwei, it’s nice to meet another interesting blog.  di link ach … ! hehehehee 😀

Tambah teman baru juga nih.  Secara dulu tahunya cuman mbak Rani saja, sekarang jadi belajar kenal juga dengan suaminya Indi Soemardjan dan anak mereka yang dipanggil “noe”.

Senja Hari

Libur tiga hari nih! Ngapain aja yah? Kegiatan sih sekitar di rumah aja. Potret dan jeprat jepret beberapa tempat yg rada asik. Kan cari momen di antara usual nd convenience place. Belanja, cari kado, nganter anak observasi TK.

Salah satu yang mengasyikkan dari rumah yang lokasinya dekat pantai adalah kita bisa setiap saat main ke pantai.

Nah, si elsi, anakku semata wayang itu paling suka naik motor dan selalu minta duduk di depan demi merasakan angin sepoi sepoi. Apalagi kalau baru dari jalanyang naik, lalu betemu dengan jalan yang melandai turun. Wuuusssshhh! Begitu. Hehehe

Elsi juga paling suka naik odong odong dan sejenisnya. Begitulah, ketika sore ini kita jalan jalan ke pantai, menikmati matahari senja dan pantai yang sepoi sepoi anginnya. Ha… Di sana ada yg pasang mainan kereta keretaan yang bisa dinaiki. Kontan tawa riang gembiranya semerbak, sambil elsi berlari lari kecil menuju kereta api.

Alhasil naik kereta deh, sampai dua keliling! Hohoho. Gimana yah? Rasanya hati ini yang jadi ayah dan melihat anaknya bergembira, jadi bahagiaaaaa sekali.

Fotonya diupload besok yah!

Ayo … Pulang !

Setelah dua hari meliburkan diri di Malang, waktunyalah untuk kembalipulang ke rumah.  Ayo, Elsi, mas Hamam, dik Sultan, siap siap yah …

yah, elsinya malah lari lari.  Menggemaskan, nih anak 🙂

suasana stasiun kereta api Malang-Kota.

di dalam kereta, Elsi masih ceria ceria ajah.  sibuk lihat pemandangan kiri kanan. 🙂

sudah sampai di stasiun sidoarjo, tapi dendek elsi dan mama malah ngantuk.

Dendeknya apalagi … 🙂

Main Ke Kebun Binatang

Biarpun ndak jadi juga main ke Kebun Binatang Ragunan, akhirnya keluarga bonbon berhasil juga main ke Kebun Binatang Surabaya.  Kebun Bunatang terbesar di Surabaya, yang sayangnya, terlihat kurang terurus.  Sedihnya .. 😦  Apalagi ketika minggu tanggal 11 Januari kita ke sana, Surabaya baru dilanda angin kencang.  Alhasil banyak pohon roboh, termasuk di kebun binatang ini.

Untung tidak ada buaya atau singa yang lepas !!!  huehehehe

itu dendek Elsi dan mama bunbun ! 

salah satu acara di kebun binatang adalah foto tiga generasi :p  sebagai pengingat pada abad Darwin, kalau kita masih berkerabat 🙂  Biar makin mantafp !!!!

Elsi gak usah takut sama orangutan.  kan masih kerabat… ???  🙂

btw, papabonbon baru tahu lho, kalau rusa itu ternyata matanya sendu …. :p Baca lebih lanjut

Besaran Biaya Hidup di Indonesia

Dari teman yang kerja di BI.  Wah, Sby ternyata lebih mahal dibandingkan Balikpapan yah.  Gak nyangka …  Bisa buat referensi nih.

===

Klo di kantorku, ada istilah Indeks Konjungtur (IK) dalam komponen perhitungan gaji pegawai. Nilai IK mencerminkan besarnya biaya hidup di kota tsb (jadi gaji pegawai golongan X di Jakarta akan lebih tinggi daripada rekannya di Tasikmalaya).

IK ini konon disusun berdasarkan survei yang bisa dipertanggungjawabkan secara metodologis. So, mungkin bisa jadi referensi tentang biaya hidup di beberapa kota di Indonesia.

Ini adalah IK untuk 2007 (biasanya direvisi setiap awal tahun). Angkanya mungkin tidak bermakna, tapi besaran relatif-nya (relative magnitude) bisa bermanfaat untuk mengukur biaya hidup di suatu kota dibandingkan kota lain.

Batam 167
Jakarta 167
Jayapura 167 Baca lebih lanjut

Pilih Mana: Astro atau Indovision ?

Akhirnya jum’at kemarin keluarga papabonbon lengkap boyongan, dan sampai senin kemarin acaranya belanja kulkas dan kompor [karena yg dulu dijual hehehehe 🙂 – niatan pengen ganti baru padahal – dasar konsumtif ….].

Btw, kepengen pasang tv kabel.  rumah papabonbon dekat pantai, sekarang musim hujan.  enaknya pasang astro atau indovision yah ?  lupakan kabel vision karena gak masuk areanya …

kata orang orang sih: 

  1. kalau suka bola ambil astro, kalo suka film ambil indovision
  2. kalau astro sering terganggu cuaca, kalau indovision terganggu wifi, bajaj lewat, sinyal bts [cuaca sih yg kawatir – dekat laut dan musim hujan]
  3. astro lebih murah, banyak channel anak anak ddan pendidikan, tapi gak ada fashion tv.  emang kagak nonton gituan sih .. 😀  minimal sekarang ini hehehehhe 🙂

baca juga:

http://www.mediakonsumen.com/Artikel534.html

Mengapa Harus Cari Pacar Baru ?

Spoiler Alert : jurnal yang satu ini ditulis papabonbon dalam keadaan jombless berat.  Jomblo enam bulan nih [padahal tiap bulan yah masih ketemu anak istri], tetep ajah masih kanget berat.  Palagi di rumah baru belum ada tv, korat, apalagi AC .. 🙂   Jadi ceritanya merenungi masa masa percintaan dulu, geto lho .. 🙂

===

Setelah lulus dan mulai bekerja di sebuah pabrik elektronik milik Kroya di wilayah mBekasi, papabonbon baru berani memulai hubungan serius dengan seorang akhwat.  Sebelumnya, papabonbon hanya berani menjadi secret admirer sahaja.  Bahkan waktu waktu dulu, akhwat yang diajak serius itu sempat dijadikan mak comblang! [gitu lho], Set dah, parah juga, dari mak comblang berujung ke pelaminan 🙂

Nah, jalan sekitaran 10 bulan, papabonbon di dump.  dipecat jadi calon, gitu deh.  Sedih banget deh rasanya, hueheheh 🙂  Alasan klasik, karena LDR, dan papabobon kurang komunikasi, selama berbulan bulan tidak pernah pulang ke Malang untuk wakuncar, ujungnya dianggap kagak serius.  Daripada bikin galau, doi, memutuskan penyebab masalah di-cut sahaja! Baca lebih lanjut

Mengapa tdk Pilih Poligami ?

Tulisan ini adalah tanggapan terhadap Ade Armando: 

Mengapa pernikahan secara Islam tidak boleh menolak poligami juga ???

Kalau saya sih menolak poligami bukan sekedar karena gagasan sahaja.  Namun justru dikarenakan oleh fakta dalam keluarga besar kami.  Saya generasi ketiga dari pelaku poligami [kakek saya dari pihak ibu]. Sejak terjadinya poligami, permasalahan dalam keluarga besar, senantiasa berpusar dalam lingkaran masalah poligami ini.  Dari perebutan pengaruh secara diam diam, politik anak kesayangan, pembagian harta waris, klaim terhadap rumah tinggal, klaim identitas, sampai permintaan supaya tidak dianggap sebagai darah dari keluarga besar ini, karena ada saudara yang convert ke agama lain dan tidak mau diketahui oleh keluarga suaminya kalau keluarga besarnya adalah keluarga x, dan bahwa asal usul dirinya adalah dari keluarga yang tercerai berai karena bentrokan poligami.

Posisi saya adalah cucu laki laki, bukan pula cucu lelaki yang pertama, namun toh Baca lebih lanjut