Kerjaan yg cocok buat Cewek ?

Ini pertanyaan yang akan terdengar rasialis dan sangat tidak peka gender.  Bahkan kalau mau jujur, terdengar sangat diskriminatif.  Hanya saja pertanyaan semacam ini ternyata menjadi pertanyaan tipikal yang menjadi tantangan jaman orang Indonesia selama 50 tahun terakhir, dan mungkin sampai akhir abad 21 ini masih menjadi kotak pandora bagi kita semua.

Berawal dari postingan seorang teman, sebut saja dari mbak izzah di sini :

masalahx papabnbn sama denga saya nich, tp ad embel2 belakangx. sy ingin pindah profesi ke prof yg lebih tenang n nntx bs bagi waktu u keluarga klo sudah married en syaratx sy harus lanjut S2…ya apalg klo bukan jd pendidik n dosen. kerjaan skrg mah benar2 mnguras tenaga, jd berfikir bgm nnt klo sudah married, kan kasihan suami klo terlantar :). mslahx skrg ortu mdesak kpn nikahx?? krn klo lanjut S2 bs2 telat nikah n aku kan cewek :). mslah biaya S2x jg, dlu sih pnah ditawarin kantor u beasiswa tp syaratx hrus ikatan dinas, klo biaya sendiri gmna ya…? spy gak terikat dg siapapun. pusing jg mikirnya…:)

Jujur saja, generasi papabonbon sekarang ini dalam masa pencarian identitas dan itu berarti masa turbulensi.  Mencari bentuk keluarga yang paling tepat, dan proses pembagian tanggung jawab dalam mengelola keluarga yang dirasa paling pas. 

Awalnya, papabonbon merasa, bahwa resep dari satu keluarga akan bisa diterapkan secara umum ke semua keluarga lainnya.  Jadi yang paling paripurna itu yah bentuk keluarga sebagaimana dalam ajaran Islam.  Suami jadi kepala keluarga dan pencari nafkah, sementara istri jadi kepala rumah tangga, bertanggung jawab memelihara keluarga dan kepada pendidikan anak anak.  Kalau ndak seperti itu, yah harus di social engineering supaya sesuai dengan tuntutan tuntunan ajaran Islam.

Belakangan papabonbon merasa gamang.  Tidak semua keluarga di jaman susah ini, bisa tegen, berperilaku secara garis lurus dan bersikap keras dengan pembagian kerja dalam keluarga dengan cara memberikan batasan kaku semacam itu.

And guess what ?  Justru banyak dari keluarga di kelas menengah ke bawah di masyarakat kita, yang karena kondisi ekonomi yang justru sang ibu menjadi penopang tonggak ekonomi keluarga.  Menjadi single parent, pencari nafkah, dan kepala keluarga sekaligus.

Poligami yang dilindungi agama mulia, justru seringkali menjadi causa prima terciptanya sistem keluarga yang timpang tersebut.  Lha terus salah siapa … ?  😦  Kalau seperti itu kan bukan masalah ekonomi, yang sebatas jadi penyebab utamanya.  Masalah ekonomi, justru hanya merupakan sebab sampingan belaka.

Buat yang kalangan muda terdidik, problemanya mungkin memang Baca lebih lanjut

Cashflow Management Ala Carrefour

Oleh oleh dari training cashflow management di Prasetia Mulya plus ditambah ngobrol ngalor di milis, jadi deh sebuah kesirikan ekonomi terhadap sepak terjang Carrefour ini membuahkan sebuah tulisan.  😀

Dari seorang teman :

Secara kasar transaksi kartu kredit itu cuman 97% buat penjual, 3% lagi
dibagi2 — untuk bank issuer, bank yang punya EDC, sama Visa / MC. Kalo gak salah issuing bank punya porsi yang paling gede, kemudian yang paling kecil Visa / MC nya sebagai yang menjadi link dari kedua pihak (issuer dan EDC). Makanya di Glodok pada gak mau pake kartu kredit, karena duitnya dipotong jadi 3%nya kita yang bayar.

Ada beberapa bank yang punya saking banyaknya EDC (yang tempat swipe) mereka menerbitkan kartu sendiri, sehingga gak perlu bayar Visa / MC (contohnya, BCA dengan kartu BCA cardnya). Kalo bank spt ini, mereka dapat semua tuh 3% nya.
 

Mall besar seperti Carrefour, mainannya adalah cashflow management [tiga
persen udah masuk itungan lah]. Dan karena mereka Perancis dan pelit 😀 ,
makanya sekarang ini mereka kerjasama dengan GE Finance mengeluarkan kartu
belanja sendiri. Ini kartu sama aja seperti kartu kredit. Jadi yg 3 persen
itu dimakan sendiri ama Carrefour, karena dia liaise langsung dengan GE
Finance. Itu satu poin untuk urusan bagaimana caranya mengkonversi para loyal customer Carrefour menjadi pelanggan kartu kredit secara terselubung.

Untuk poin dua, urusan main mainin term of payment Baca lebih lanjut

Mengapa Harus Cari Pacar Baru ?

Spoiler Alert : jurnal yang satu ini ditulis papabonbon dalam keadaan jombless berat.  Jomblo enam bulan nih [padahal tiap bulan yah masih ketemu anak istri], tetep ajah masih kanget berat.  Palagi di rumah baru belum ada tv, korat, apalagi AC .. 🙂   Jadi ceritanya merenungi masa masa percintaan dulu, geto lho .. 🙂

===

Setelah lulus dan mulai bekerja di sebuah pabrik elektronik milik Kroya di wilayah mBekasi, papabonbon baru berani memulai hubungan serius dengan seorang akhwat.  Sebelumnya, papabonbon hanya berani menjadi secret admirer sahaja.  Bahkan waktu waktu dulu, akhwat yang diajak serius itu sempat dijadikan mak comblang! [gitu lho], Set dah, parah juga, dari mak comblang berujung ke pelaminan 🙂

Nah, jalan sekitaran 10 bulan, papabonbon di dump.  dipecat jadi calon, gitu deh.  Sedih banget deh rasanya, hueheheh 🙂  Alasan klasik, karena LDR, dan papabobon kurang komunikasi, selama berbulan bulan tidak pernah pulang ke Malang untuk wakuncar, ujungnya dianggap kagak serius.  Daripada bikin galau, doi, memutuskan penyebab masalah di-cut sahaja! Baca lebih lanjut

Expat Kita Memang Sedang Bermasalah [IV]

Ngelanjutin  urusan bermigrasi ria, cari kerjaan di luar negeri dan beraneka ragam masalah yang ada aaach …  🙂

Berikut ini sharing dari mas Tony di Saudi.  Sumber dari curhatan di milis beasiswa.  bagus juga untuk perspektif teman teman yang lagi cari info buat ke Timur Tengah.

Assalamu’alaikum Mbak/Mas Vitri dan Teman2 Mailing list Beasiswa

Terima kasih buat email temen-temen yang banyak masuk ke email pribadi saya.  Saya Tony (seperti posting saya sebelumnya) adalah salah seorang mahasiswa penerima Beasiswa KSU PhD dan research assistant serta dijanjikan (disurat) bahwa PhD program akan dimulai semester II (Februari 2008).

Setelah disini selama 2 bulan dan banyak bergaul dengan komunitas 2 pelajar, konsulat dan TKI/TKW kita di arab serta setelah sering berinteraksi dengan pihak universitas maka beberapa hal yang dapat saya sampaikan kepada teman2 :

Hal-Hal Positif yang ada (PELUANG):

1. Universitas2 di Arab Saudi (berdasarkan seminar internasional yang saya ikuti disini) seperti KSU, King Fath, King Abdullah, dll saat ini sedang bersaing ketat dan membutuhkan mahasiswa S2 dan S3 baik dari Arab maupun dari Internasional dalam rangka meningkatkan reputasi, peringkat, dan penelitian di Universitas mereka. Baca lebih lanjut

Prospek Kerja di Perusahaan Finance/Leasing

Halo teman teman, bagi bagi infonya dong.  Ada rekan kita yang lagi cari info prospek di perusahaan leasing nih …

ahmad ramadhan

Maap ikut nimbrung… sedang cari info prospek kerja di perush leasing/finance,kebetulan nyantol di blog ini..
1) Mohon pecerahan dari papabonbon & rekan2.. saya lulusan S1 manajemen keuangan, pengalaman frontliner bank 2 th, trus keterima program Relationship Manager Development Program, Buana Finance,Tbk (perush leasing alat berat, vessell, mesin pabrik & pembiayaan kredit otomotif)

2) Training selama 6 bulan teori & praktek (teori di prasetya mulia) akomodasi biaya perusahaan, ikatan dinas 18 bulan, kalo resign selama training & ikatan dinas ada penalty 50jt-an, kalo lulus training diangkat jadi pegawai tetap & gaji pokok -+ 2,7jt..

3) Prospek di perush leasing/finance bagus gak seh? Aku agak ragu  keliatannya seh bakal pusing kejar target (yg gak rasional) & nagih bad debt?

4) Trus mo nanya lagi untuk MT Relationship Manager (tugasnya agak mirip kayak Account Officer di bank: marketing kredit & menganalisis kelayakan kredit), berapa standard salarynya?? Thanks a lot sebelumnya…

Pola Hidup Anak Pabrik

Sharing dari mas Emon dan mas Pikko ini terlalu sayang jika tidak kita jadikan bahan perenungan bersama.  Papabonbon goreng lagi deh temanya, biar anget gitu huehehehe 😀  Secara abis lebaran adalah saat yang paling tepat untuk mencari kerjaan baru sampai sekitaran bulan Mei tahun depan.  Lagian bulan oktober kan banyak yang baru wisuda, yah lumayan kan cari pengalaman kerja nyata di dunia pabrikan yang penuh suka duka.  🙂

Spesial kopi susu dari mas Emon.

Kerja di Pabrik

Hmm… sekarang gw kerja di Salah satu perusahaan yg di sebut di atas….
Iya sih, kalo kerja di pabrikan emang ngejarnya di lembur sih….

Kalo dari gw pribadi ada 3 level lemburan:

A. Normal lembur (jam 7 – 7, sabtu masuk 1 kali dalam sebulan 7-4) : 4,5an
B. Medium Lembur (jam 7-7,sabtu full 4 kali dalam sebulan 7-4): >5
C: Heavy Lembur :p (jam 7-9, sabtu 4x 7- 7): >6

Baca lebih lanjut

Mengapa Vega lebih unggul dibandingkan Supra Fit

Bocoran dari teman yang kerja di Kayaba, katanya sih, selain marketing, senjata utama Yamaha adalah pada produknya itu sendiri, alias karena Quality control nya.

Jadi ceritanya begini :

Di Indonesia ada dua perusahaan utama pembuat shock breaker untuk roda dua.  Showa dan Kayaba.  Showa melayani mayoritas Honda dan sedikit Suzuki.  Kayaba melayani mayoritas Yamaha dan sedikit Honda. 

Inside story :

Karena posisi runyam Kayaba ini, meskipun sesama group Astra, kalau pembagian benefit ke karyawan ada peraturan tidak tertulis, tidak boleh melebihi jumlah bonusnya AHM.  Jadi kalau AHM dapat 8 kali gaji, paling banter Kayaba cuman boleh 6 kali sahaja.  Nah, jadi runyam ketika Baca lebih lanjut

Pindah Profesi, Seperti Apa Rasanya ?

Seorang teman, ingin pindah profesi dari database administrator menjadi dosen, for good. Seorang teman lain, menjadi IT marketing pindah jadi dosen karena ingin mengamalkan ilmunya, ada pula yang di konsultan lari jadi pns karena alasan memenuhi keinginan orang tua, sahabat papabonbon, dari R&D perusahaan swasta yang bolak balik di kirim ke luar negeri, terjun jadi pns di DLLAJR untuk kehidupan sederhana yang lebih tenang, dia mencari kedamaian, seorang teman lainnya dari auditor ingin menjadi dosen, dan dia sukses sukses saja, secara sudah memulai karir menjadi asdos selama ini. Ada yang dari peneliti di lembaga swasta pindah jalur menjadi staf dispenda disebuah kota kecil, karena ingin bisa bersama sama dengan istrinya

Ternyata ada banyak alasan, seseorang ingin pindah jalur, pindah profesi. Pantas saja kalau ada bursa kerja dan penerimaan CPNS, yang daftar selalu membludak. Banyak orang tidak happy dan tidak enjoy dengan pekerjaannya sekarang. Baca lebih lanjut

Pilih Jalan Ke Depan

Kakek papabonbon adalah orang Indonesia, asli madura, dan dijamannya sudah mengecap pendidikan belanda, sehingga berprofesi menjadi jaksa, sejak jaman pemerintahan hindia belanda sampai jaman kemerdekaan. Ayah papabonbon dan generasi ebes ini, adalah anak anak kuliahan jaman setelah kemerdekaan. Lapiran senior ini rata rata kuliah di UGM, ada yg Unair dan ada yang di ITS antara tahun 57-70an.

Pakdhe, sebagai anak lelaki yang paling tua malah jebul ndak jadi dokter dari Unair, tapi ambil beasiswa ganefo yang membuat pakdhe ini meneruskan sekolah di Bulgaria, dan belakangan terlunta lunta tidak bisa pulang ke tanah air, dan akhirnya menetap di Belanda. Sedangkan tiga saudaranya, 2 cewek, dan satu cowok [bokap] berurutan akhirnya menjalani hidup keseharian menjadi anak rantau di Jogja sana. Semua kembali untuk berprofesi menjadi pegawai negeri di jawa timur. budhe pertama di dinas pertanian, dan budhe kedua jadi ambtenaar di pemda jatim. Bokap sendiri akhirnya lintas jalur, meninggalkan universitas negeri jember dan SPMA Malang untuk menjadi tentara. Baca lebih lanjut

Hasil Ngobrol Sama Pengusaha Perusahaan Outsourcing

Tiap bulan orang dari perusahaan outsourcing mesti jadwal datang ke tempat papabonbon buat rekonsiliasi hitungan absen dan insentif plus gaji teman teman outsource.

  1. Katanya dari sekian banyak anak buah dia yang ditempatkan di berbagai perusahaan, maka karyawan outsourcing di industri perbankan adalah yg komisinya paling besar. Bahkan ada yang sampai 20 jt. Dan biasanya yang sukses ini berasal dari kalangan suku tionghua. Terutama dari yang kartu kredit dan personal loan.
  2. Di Surabaya banyak banget S1 dan S2 yang apply untuk jadi karyawan outsourcing meskipun gajinya UMR atau bahkan harian. Payahnya, meskipun pendidikan tinggi, banyak yg kena tolak, karena tidak kompeten atau kualifikasi tidak sesuai dengan yang dibutuhkan. Parahnya banyak yang gaptek untuk urusan komputer atau attitudenya parah. Ini yang bikin perusahaan di Indonesia jadi experience minded.
  3. SPG untuk event, meskipun banyak yang tinggi dan cantik, dan rata rata mahasiswi, yang parah dari mereka adalah kedisiplinan [sering telat] dan attitude. Misalnya kalau sedang capek ketika ada event dan harus terus aktif dan berdiri sepanjang acara, mereka malah duduk duduk atau jongkok seenaknya. padahal kan mereka merepresentasikan brand …. 😛