Street Photography, Black white + cuci dewek

papabonbon benar benar ndak nyangka, dari dslr, akhirnya pindah jadi pengikut kultus kamera film jadoel.  Yah, rada ngehip lah ini komunitas berkat anak anak Lomo yang fight back to 60’s. hehehe …

genre yang sekarang diamati dan diminati papabonbon adalah street photography.  spesifik karena senjatanya adalah kamera film jadoel yg gak nakutin orang, enteng, jepretnya pakai film b/w. pakai item putih ? yess. jadinya eksotik. asalkan memotret dengan benar dan mencucinya dengan benar. dan yang paling penting fun dan gak mahal ?  masa sih ? iya, serius deh.  coba yah, papabonbon ceritain dikit.

nyetrit itu fun

obyek potret gak jauh jauh. ada di sekitar kita.  pasar ke pasar, perkotaan. memotret manusia, atau lingkungan yang di huni manusia, menceritakan tentang makhluk manusia, interaksinya, perbuatannya.

ada kebanggaan sendiri ketika berhasil menaklukkan film murmer andalan lucky shd 100 yang biasanya ngeglow kalau ada cahaya atau langit.  (psst rahasianya, pilih angle yg sedapat mungkin kagak berhubungan ama langit, atau pakai lensa plastik –> mju ii atau seagull, atau anda lagi beruntung huehehe😀

semangat itu juga makin bertambah ketika kita cuci film dan hasilnya bagus.  item putihnya asli, bukan hasil plug in photoshop.  nah, itu baru keren.  soalnya melalui tiga tahap, mastering kamera, mastering komposisi, dan mastering developing / cuci film.

fotografi dengan film itu jaman sekarang : murah meriah

  • kamera : asahi pentax ME dan lensa 50mm f1.4 di toko lima jaya, malang, harga 500 rb
  • film : lucky shd 100 black & white : 9 rb, kodak color 200 : 10,5 rb (bali indah, jl slompretan)
  • cuci film : micro fm dan acifix –> 12,5 rb (bisa buat cuci 5 roll)
  • scanner : 10 rb di copal, atau kemarin akuisisi canoscan 4400f harga 850 rb patungan sama analogers sby

yang paling penting sih kepuasannya.  karena tidak pernah membosankan.  hehehe …  fotografi digital acap kali membosankan, karena segala sesuatunya serba instan. serba pakai plug in.  banyakan di depan komputernya daripada pegang kamera di jalan jalan buat jepret.

belum lagi nyoba nyetrit, orang keburu kabur, karena kita bawa kaera segede gaban, atau nekat jepret di mall, didatangi satpam karena dianggap fotografer serius yg pengen jepret yg jelek jelek di mall.  hehehe😀

4 thoughts on “Street Photography, Black white + cuci dewek

  1. Ping-balik: Soerabaja : 2010 « besar pasak, DARIPADA KENTANG

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s