Tahu Telor, Pangsit Ayam, Ketan Bubuk

Baru tadi siang di sebuah milis yang para penghuninya rajin berdebat dan bersilat lidah secara ideologis, papabonbon menulis dengan gaya rada flirting (nulisnya ke temen cewek soalnya hihihi), “Ngapain perang, lebih asyik bikin anak dan makan enak”.  Yup, bener banget, makan enak hehehe …. apalagi sabtu dan minggu kemarin, papabonbon habis mudik ke Ngalam bareng keluarga.  Sebagai warga Ongisnade yang baik, selain sembah sungkem ke bapak ibu, menjalin silaturrahim, tentunya tidak dilewatkan wisata kuliner.

Kan tujuannya mulia, spend money di tempat tujuan wisata, supaya bisa memutar rejeki para aremania tercinta, hohoho !!!.  Yah, dua hari di Ngalam, lumayanlah.  Kita ketemu tahu telor pujaan hati, pangsit mie dan ketan bubuk.  Dua yang pertama kita belinya di Ngaglik, itu jalan turunan antara arif margono dengan rst soepraoen.  bukanya jam 7-9 malam, dan telat dikit aja, tempatnya dah antre panjang banget :))

kiri tahu telor dan kanan pangsit mie ayam

sedikit deskripsi untuk tahu telor dan pangsit mie

Tahu Telor

  • bisa juga ditemukan di serbejeh
  • ada potongan daun bawang, tauge dan acar ketimun
  • ditaburi krupuk putih yang generous
  • tahunya beda dengan tahu tek yang langsung di potong potong, kalau di tahu telor, setelah tahu digunting gunting, selanjutnya didadar kembali.  setelahnya disiram dengan bumbu kacang yang mengandung petis plus campur kecap kedele yang mlekoh (bisa pilih pedas – kombok tiga, cukupan lombok dua atau satu saja) atau tidak pedas (biasanya ditambahi gulanya)

Pangsit Mie Ayam

  • pangsitnya di ngaglik generous sekali, karena lebar lebar banget, dan bebas ngambil banyak banyak hehehe
  • standarnya mie rebus dengan ukuran rada besar gelondongnya (gilig), dengan kondimen ayam.
  • tentang ayamnya ini dibahas di jalan sutra dagi daging ayam (bagian putihnya) biasanya dada, yang direbus dalam kuah bumbu, selanjutnya dikeringkan, dan digiling, jadi penyajiannya sudah dalam bentuk halus berkeping keping.
  • kondimennya ini beda genre dengan mie ayam jakarta, yang biasanya ayamnya seperti sudah dicacah lalu disemur.
  • oh ya, rasanya baru keluar kalau sudah dibubuhi saus kecap merah banyak banyak hehehe :D  (gak sehat yah … :p  )

terus minggu paginya, kita jalan jalan ke aloon aloon kodya dekat hotel tugu – splendid, menikmati segarnya duara pagi di Malang Kota bunga, plus menikmati Ketan Bubuk dengan siraman gula jawa nan maknyussss … :p

buat yang belum pernah tahu ketan bubuk, papabonbon kasih gambarnya gede deh. biar puas lihatnya. 

  • bahan dasarnya dari ketan
  • bubuknya adalah bubuk kedelai atau bubuk kacang.  sudah dilah halus, dengan rasa sedikit asin dan manis.
  • sedangkan warna agak ekcoklatan selain ditaburi bubuk kedelai dan parutan kelapa, ketannya juga disiram gula jawa cari yang manis.  maknyus deh pokoknya, dan mengenyangkan😀

jaman papabonbon masih smp dulu, kalau minggu pagi biasanya sepedahan sama si oom (masih musimnya sepeda federal).  dan mampirnya di ketan bubuk ini, sambil teh anget.  hemmm.  asik banget😀

suasana aloon aloon malang –> hijau segar hehehe😀

One thought on “Tahu Telor, Pangsit Ayam, Ketan Bubuk

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s