Ternyata banyak Bule Gila di Oz

Sekitar satu dekade yang lalu, saya termasuk yang banga mendengar berita kalau di Australia, bahasa indoensia menjadi salah satu mata pelajaran pilihan.  (Secara di TN, bahasa jepang wajib, dah gitu nggak ada nilai kreditnya sama sekali, bikin de-motivasi huehehehe).

Tapi sekitar lima tahun yang lalu, berita gundah mulai bermunculan.  Mulai banyak sekolah di Australia yang tidak lagi menawarkan bahasa indonesia sebagai mata kuliah pilihan.  Alasannya : kekurangan guru.  Haiyaaa yang bener aja.  gue deh yang pergi.  hahahha :))  sayangnya, problemnya di lisensi.  Sampai nyesel ambil jurusan akuntansi, tahu gitu sastra indonesia saja.   hahahah🙂

image

Belakangan ini kita sibuk sewot dan marah marah sama tetangga satu puak (yang sama sama melayu dan sama sama muslim based community, you know who laaahhhh) karena budaya kita diklaim dan diakuisisi inyong tetangga.  Tapi kalau tahu ada bule di australia yang faseh banget bahasa indonesianya, rasanya rasa sakit hati dan kecewa itu agak sedikit terobati.

Lha sama sama memakai budaya kita toch ? Terus apa bedanya sama si malaise ?  Sepertinya ada beberapa poin yang menjadi pembeda dan akibatnya efeknya sangat bertolak belakang antara sakit hati dengan suka hati.  Misalnya saja :

  • dia bule lho (ternyata masih ada inferiority complex di antara kita, kalau orang kaukasian yang pakai budaya kita, ternyata kitanya malah sumringah)
  • tidak ada intensi untuk meng-klaim sebagai budaya dia dhewek (yah gitu deh, antara sodara yg lebih dekat, lebih seringnya kelahi sendiri – liat aja di Indonesia, hobi banget perang campuh antar agama, antar suku juga, gitu kan)

Kesimpulan sementara :

Karena pengguna bahasa indonesia di oz ini dianggap sebagai orang jauh, tapi apresiatif sama kita, dan gak ada intensi mengklaim sebagai hak miliknya, ternyata konsekuensinya dahsyat.  Rasanya justru welcome banget buat orang Indonesia.

Hints buat malaisie, kalau ingin kita welcome juga ama cara mereka memakai budaya kita, mungkin bisa memakai pendekatan yang sama.  hehehe

Buat yang penasaran dengan blog si bule yg luwes banget berbahasa indonesianya ini, silakan main main ke http://bulejugamanusia.blogspot.com/

PS : gaya tulisan dibuat ala anak gawoel karena mood penulis lagi enak, terpengaruh baca blognya si bule gila.  hahaha … maklum penulis orangnya moody🙂

sekedar renungan tambahan (tadi mau dimasukin, tapi lupa, hahahaha :p)

sampai saat ini, jadi miris kalau ingat bule backpackers masih di pandang sinis yah (hanya karena dianggap mereka nggak spending money banyak).  Sayang juga kan, padahal yang beneran bisa melt in dengan budaya Indonesia dan apresiatif, bukannya malah jenis jenis backpackers kayak gini yah.  secara menelusuri keindonesiaan dengan lebih mendalam dibandingkan yang datang ala turis ?  haha ….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s