Menjelajah Bali dengan Skutik

Sudah lama papabonbon ingin ikutan touring, naik motor, jalan-jalan ke wilayah pedesaan.  Keinginan itu sudah lama tertunda, berbagai acara main sudah di setting, tapi belum ada yang terlaksana.

Kalau mau hitung-hitungan, acara touring klub Kymco ke Anyer, acara mudik lebaran naik motor yang dilarang oleh mamabunbun, rencana rafting ke Probolinggo yang belum jadi juga itu, termasuk mau touring bersama temen kantor ke pasar klewer solo yang kagak jadi kenyataan.  Jadilah touring itu diam-diam mengejawantah menjadi sebuah obsesi jiwa.  Secara jalan-jalan terakhir itu yah waktu dolan ke Makasar, dan itu boleh dibilang sudah setahun yang lalu.  Kalau mau jujur juga, dolan ke Makasar hitungannya belumlah petualangan.  Tapi lagaknya kalau dalam kriteria Koper dan Ransel, statusnya masih Koper.  Papabonbon kepingin petualangan model Ransel punya.

 

Jadi begitulah, ketika ada order untuk kerjaan kantor di Bali, sekaligus papabonbon mencoba mencari info, kalau ke Bali model backpackers, apa yang menarik dan asik buat dilakukan.  Ternyata keliling Bali pedalaman juga moi lho.  Set dah, beneran nih, sewa skuter matic dan jalan-jalan melihat alam, lihat rice field seperti dulu papabonbon ingat di sekitaran Ubud bagus banget pemandangannya.

Selidik lagi lebih dalam, buka-buka lagi arsip di milis jalansutra, menyesuaikan dengan urusan kantor, jadilah, acaranya, Rabu dan Kamis ini urusan kantor, kamis malamnya ketemuan dengan teman-teman dari Ikastara Bali, dilanjut Jum’atnya petualangan ke arah Bedugul untuk lihat lihat Rice Terrace, dan hari Sabtunya menjelajah Ubud.  Nyari persewaan Kymco dan kepengennya yang Trend SR ternyata susah punya, jadilah papabonbon menyerah, dapat pinjeman Pario dari temen kantor oke juga dah.  hehehe …. sorry yah, kymcoers .. :p  terpaksa melakukan kudeta nih, hohoho …

Kejadiannya sih, sampai jum’at siang dipenuhi acara menyiapkan tugas kuliah SIM buat temen kampus, plus kelamaan dolan di pantai Kuta dan ngapalin jalan sekitar Kuta sih, baru habis itu lanjut ke arah Jatiluwih seperti rekomendasi Ajie adik TN angkatan 14 yang orang Tabanan.  So, kita menurunkan ekspektasi lah, secara ke Bedugul memang kurang waktu dan lebih jauh dari dugaan.  Lagian yang dicari memang Rice Field nya kok, jadi Jati Luwih mestinya sudah lebih dari cukup.

yang diatas adalah terasering di Jati Luwih, yang dibawah di Ubud

Selama dua hari jiwa ini terisi dengan suasana mistis yang menyenangkan.  Jatiluwih definitely exceed expectations.  Luar biasa.  Bali dengan konturnya yang naik turun bergunung-gunung memang sangat cucok buat skutik mania.  Yang asik lagi, bali jalannya pada mulus, enak banget dah dipakai ngebut , pemandangan alam di kiri kanan jalan juga indah.  Ndak mboseni.  Capek capek berkendara di tengah udara sejuk dan sawah yang hijau keemasan disambung dengan berendam ala onsen.  Di spring water, pemandian alam air panas gitu lho ….

Not bad, kolam privatnya teratur dan sangat nyaman, dengan lantai batu alam yang lumayan datar tapi tidak licin, air hangatnya menyegarkan.  10 rb, worth to try lah … ukuran kolam juga lumayan lebar 2.5 x 2 meter, kalau dihitng dari luar mungkin 2.5 x 2.5 lah.

Tentu saja semua keriaan itu akan sia sia tanpa wisata kuliner, hohoho …

 

itu Iga Bakar (setengah kilo bok – di loyang pajang terisi penuh, bisa dapat 12 ribs) – bisa didapatkan di Naughty Nuri’s yang tahun 2008 menjadi resto paling spektakuler di Bali.  katanya huehehe …. )seperti yg tertera dalam potongan majalah di warungnya)

Overal, buat para bikers, touring ke Bali adalah sangat menyenangkan dan sangat direkomendasikan.  Saya sebagai anak gunung, puas banget dengan kontur alam di Bali.  Die die must try lah !.

5 thoughts on “Menjelajah Bali dengan Skutik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s