Desmon J Mahesa + Pius Lustrilanang masuk Gerindra

Baru dapat kabar dari milis alumni.  Dua orang korban penculikan jaman awal reformasi 97-98, ternyata ikutan jadi caleg di partainya oom Prabowo.  Lucu kan, habis diculik belakangan malah ikutan partainya si penculik.  :p

welahdalah. 😀

Pius Lustrilanang [gambar dari sini]

Lha terus Wiji Thukulnya kemana ?  Jangan jangan ganti nama dan kawin lagi …  :p

baca juga :

buat yang belum akrab dengan dua nama ini dan sepak terjangnya, mari dikutipkan beberapa yang menarik 😀

Pius Lustrilanang

Pebruari 1998
Pada tanggal 14 Pebruari, Pius Lustrilanang diculik oleh Tim Mawar, satuan tentara elite KOPASSUS dibawah kendali KODAM. Penculikan berlangsung kira-kira pada pukul 15.30 WIB di depan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta (RSCM) . Penculikan ini diakui resmi oleh Departemen Pertahanan.

April 1998
Pada pagi hari tanggal 29 April, Pius memberikan kesaksian di depan KOMNAS HAM, Mayjen (Purn) Samsudin, Albert Hasibuan dan puluhan wartawan. Pada petang harinya, ia tiba-tiba langsung terbang ke Belanda. ‘Pelarian’ ini didukung oleh (alm) AA Baramuli, mantan ketua Dewan Pertimbangan Agung (DPA) dan para aktivis HAM untuk Indonesia di Belanda, yaitu Indonesia-House. Untuk sementara, Pius ditampung di rumah saudara Reza, di Lizzy Annsinghstraat, Amsterdam.

Mei 1998
Siang hari, sekitar pukul 14.00, terjadi pertengkaran yang hebat antara (mantan) Presiden Habibie dengan (mantan) Jendral Prabowo, Panglima Komando Strategis Angkatan Darat di Istana Negara. Habibie menuduh Prabowo mengetahui dan memerintahkan Tim MAWAR untuk menculik para aktifis.
Pada saat ini, Pius mengaku, yang menculiknya lulusan AKABRI.

Juli 1998
Pius pulang ke Indonesia setelah dua bulan melakukan gerakan kampanye anti kekerasan dan militerisme di Eropa. Tiba-tiba Pius pindah haluan, mendaftarkan diri menjadi caleg PDIP di Bogor. Namun karena posisi ini tidak didapatkannya. Pertemuannya dengan Amien Rais di Eropa ternyata tidak membuahkan ‘posisi empuk’ di Indonesia.

1999
Pius menjadi anggota Partai Amanah Bangsa, duduk sebagai anggota di Seksi Pemuda. Diakui secara resmi oleh PAN.

Akhir 1999
Pius bertemu Prabowo di Kuala Lumpur. Pius mengatakan bahwa pada saat itu Prabowo berkata kepadanya “Saya hanya prajurit. Tugas saya memenuhi perintah. Diantaranya adalah menculik kamu”. Pada saat ini, Prabowo sudah dipecat dari TNI. Banyak simpang-siur mengenai kewarganegaraannya, apakah ia masih WNI atau sudah menjadi WNJ (Warga Negara Jordania).

2000
Pius kembali ke PDIP, mencoba membentuk pasukan paramiliter sendiri. Pasukan tersebut ia beri nama BRIGASS, singkatan dari Brigade Siaga Satu. Pasukan ini dilatih juga oleh Tim Mawar, beberapa mantan Kopassus yang dahulu pernah menculik Pius. Beberapa pihak mengangap ini adalah  hal yang aneh sebab PDIP tidak mempunyai dana khusus untuk hal ini, mereka percaya bahwa Pius didanai/meminta-dana dari Prabowo.

2002
Pius  membawa BRIGASS untuk berdemo di Gedung MPR. Saat ini, ia mulai tidak menyukai PDIP dengan mengatakan “PDIP jangan mengkhianati amanat demokrasi”. Ia membawa laskarnya untuk berdemo dengan senjata lengkap.

2005
Tanggal 30 Maret 2005, Radio Nederland melaporkan, Pius mendukung Gerakan Pembaruan PDI dengan membawa  7000 orang massa dari Jawa Tengah dan Jawa Timur. 700 orang dintaranya diperlengkapi senjata pentungan dan sangkur.
Satu hari sebelumnya, di Bali, Pius melengkapi Brigade Siaga Satu dengan 476 sangkur. Senjata tajam yang dikenal sebagai pisau bayonet. Biasa diletakkan di ujung senjata laras panjang.

 

Saat ini,  beberapa orang menganggap Pius sebagai aktifis yang sukses. Beberapa diantaranya menganggapnya sebagai loser. Yang pasti… dilihat dari catatan media dan publik, Pius mempunyai Sindrom Stockholm. (*atau bisa jadi Prabowo yang jatuh cinta kepada Pius, hehe*)

51 thoughts on “Desmon J Mahesa + Pius Lustrilanang masuk Gerindra

  1. kakakakaka…pancen Pius iki pelawak sejati…
    coba lihat wajahnya bisa disejajarkan sama tukul…

    ini namanya pengkadalan republik indonesa..
    jangan jangan dia ini manusia telik sandi binaan prabowo…
    weleh weleh kadohen mikire….

  2. wah beruntung nih banget nih bisa liat wajah saudara seperjuanganku mas pius ma desmon, aku rere wijayakusuma mantan aktivis prodemokrasi di surabaya 1998 BERSAMA DITA, SOLEH, SAFI’I KEMAMANG, BUDIMAN SUJATMIKO dan laen2. yang tergabung dengan SOLIDARITAS MAHASISWA INDONESIA UNTUK DEMOKRASI (SMID), ALUMNI TEKNIK UNITOMO SURABAYA 1988.

    selamat berjuang mas! jangan lupa akan NASIONALISME RELIGIUS, karena hanya itulah salah satu alat untuk mempererat persatuan dan kesatuan bangsa, patriot bangsa harus berjiwa nasionalisme religius di dalam dadanya yag selalu berkobar-kobar demi revolusi bangsa!

    MERDEKA!

  3. Ada beberapa ralat:
    1) Saya diculik tgl 4 Februari, Bebas 3 April 1998
    2) Kesaksian di Komnas HAM tgl 27 April 1998
    3) Sempat bergabung dengan PAN di tahun 1998, tapi karena warna sektarian yang masih sangat kental dalam tubuh PAN saat itu, saya memutuskan keluar.
    4) 1999 bergabung dengan PDIP sebagai caleg DPR RI no 2 dari Bogor
    5) 11Nopember 2000 membentuk Brigass sebagai alat perjuangan untuk melindungi demokrasi. Mereka yang revolusioner (belajar teori revolusi) pasti paham. Perlu dicatat: tidak ada campur tangan dari kopassus. Dana dicari dari kawan2 PDIP.
    6) Istilah Stockholm sindrom mungkin tidak tepat. Saya tidak pernah takut kepada ancaman pembunuhan para penculik. Jika takut pasti tidak akan pernah ada kesaksian di Komnas HAM. Saya menawarkan istilah baru yakni “Mawar Sindrom”: kekaguman para penculik akan keberanian yang ditunjukkan oleh orang yang pernah mereka culik, dan berbalik mendukung dan berkolaborasi.
    7) Perlu dicatat bahwa saya adalah pihak yang menang (dalam perang dengan ORBA), bukan pihak yang kalah.
    8) Masuk ke Gerindra adalah sebuah pilihan politik rasional. Negeri ini butuh pemimpin yang punya visi jelas dalam mengangkat kembali martabat Indonesia sebagi bangsa yang besar.
    9) Salam buat kawan2 yang membaca rubrik ini. Garbage in garbage out. Dengan reverensi sampah, hasilnya pun tulisan sampah. Sorry ya…

    • “Mawar syndrome”, bang? cukup menarik. kayak penculik Soekarno yang di Rengasdengklok. Yang diculik jadi Presiden, yang menculik akhirnya jadi menteri. Sukses terus bang, apapun pilihan yang penting buat NKRI.

  4. ya maklum aja lah, jaman kampanye…ada yg njelek2in ada yg bagus2in…..susah cari orang jujur kali ya…tapi kebohongan yang dipaparkan secara sitematis-kronologis juga bisa dianggap benar…at the end, my words againts yr words…..klo gk takut Tuhan sih….

    salam damai Indonesia

  5. bung pius perlu ketahui bahwa GERINDRA partai yang bung ikuti menurut pandangan saya, sebelumnya mohon maaf ” GERINDRA ANTI KRITIK dan SARAN” terbukti di situsnya tidak ada kolom kritik dan saran. sama dengan kayak dulu dunk jaman orde baru ketika sang mertua berkuasa!

  6. Buat bung Rere,
    Duh, kok gampang banget ya ngasih label. Mau ngritik dan ngasih saran? Silakan ke Facebook. Cari saja Prabowo Subianto. Beliau bersedia kok berdialog langsung…

  7. Dunia dapat berubah. manusia juga berubah. apa yang sempurna, akan selalu berakhir dengan ketidaksempurnaan. begitu sebaliknya. ketika menjadi aktivis komitmen kita memang sangat idealis. dan ini adalah sesuatu yang normal. tanpa sengaja, saya masuk pada blok ini. kebetulan nama saya disebut-sebut. saya menjadi tertarik.
    lama juga saya tidak melihat muka teman-teman. dan ini adalah sesuatu yang normal.
    mungkin begini saja: apa yang dapat kita lakukan, mari lakukan. termasuk dengan desmon dan pius. kita menjadi aktivis adalah untuk merebut kekuasaan. selain dari itu tidak ada lagi. yang penting sadar dengan siapa dan apa yang bersama di kekuasaan. salam untuk kalian semua.

  8. Nasionalisme Religius? Om, jelasin dong artinya. Sejak kapan nasionalisme dan religi bisa dipersandingkan dengan ‘damai’? Trus di ranah praxis seperti apa? Utopia? Ga tau juga deh…

    • Iya nih, agak2 absurd juga nasionalisme religius. bentuknya kayak apa? India? Iran? Basi banget sih. pilihan cuma dua, mau jadi religius atau sekuler. jangan campur2 lah. makin bingung dan tidak jelas jadinya.

  9. Cak Bonbon…wah blog sampeyan diparani aktivis selebritis…keren dong…
    Tapi saya kok gak mudeng ya…berteman dengan yang dulu pernah nggebukin…podo ambek PDIP sing mesra ambek Golkar…padahal biyen di kuyo kuyo.
    Pancen pulitik nggarai endas ngelu…
    wis dulinan Vespa ae yo cak…kapan mampir nang ngalam…

  10. buat pius dulu aku salut,tapi sekarang jadi bingung.masuk gerindra sebagai pilihan yang rasional?maksudnya imbalannya lebih menarik dan menghasilkan(materi)ketimbang apa yang diperjuangkan sewaktu jadi aktivis,gitu?emang sih jadi aktivis kayaknya ngga menghasilkan duit,tapi pius kan dihormati dan dikagumi karena perjuangan tanpa pamrihnya?betul,pius?..

  11. Pius kecewa ya, tidak dapat medali penghargaan “Bintang Mahaputera” sebagai orang yang berjasa dalam reformasi? Loncat dari satu parpol ke parpol lain, gagal pula mendapatkan posisi empuk? Seiring bertambahnya usia, lama-lama sudah “ngerti uang” juga toh? Saya ngerti cara pikir Anda, “saya yang bersusah payah memperjuangkan reformasi untuk negeri ini, hingga nyawa jadi taruhan, hasilnya negeriku tetap melarat, aku juga tetap melarat, tapi tokoh-tokoh eks Orba kok “cuma ganti baju” dan tetap bercokol di pucuk kekuasaan”…he…he…he… Saya bagaimanapun masih tetap respek dengan rekan-rekan dari eks ISJ pimpinan Bapak Sandyawan yang hingga kini tetap eksis dan konsisten di pembinaan anak-anak pinggiran kawasan Cawang.

  12. Huuuuuttt…. ada istilah baru lagi nih… nasionalis religius. Ini pasti kerjaannya aktivis PMKRI. Ke laut aja sana… Ide-ide kalian sejak awal Orba terbukti gagal semua! Bersama tentara, tangan kalian terlanjur berlumuran darah “alledged communist people”, kok mau ngomong religius?

  13. Pius……, lu benar2 jdi pengkianat perjuangan kwn2 lu yg melahirkan orde reformasi. nyawa kwn2 lu hilang tak berbekas hanya krn kejinya pasukan mawar dibawa kendali PRABOWO. kini, lu telah bersekongkol dengan PRABOWO, pelaku dan otak dibalik pelanggaran HAM Berat. Lu layak menerima penghargaan dan masuk dalam rekor Muri “AKTIVIS YANG TIDAK ADA IDEOLOGI”. Lu skarang dengan mudah berkampanye bahwa penculikan dulu kesalahannya adalah kebijakan pimpinan bukan bawahan alias PRABOWO TIDAK BERSALAH. Pius… Pius…. Pius, lu benar2 jadi MESIN CUCInya Prabowo…, Lu layak disebut sebagai anjingnya prabowo. Pius…, apa yang lu cari…????????

  14. Pius Kamu saya tunggu di pengadilan akhirat dan akan saya vonis masuk neraka bersama pengagum mu Prabowo juga soeharto…Dosa lain kamu adalah sebagai pelacur politik..kamu tidak punya hati dan tidak solider dengan Wawan anaknya Bu Sumarsih dan pengorbanan nyawa lainnya…PIUS KAMU BIADAB….

  15. teruskan perjuanganmu, karena Indonesia butuh orang yang mempunyai komitmen tinggi seperti Anda, masalah pindah gerbong itu sudah biasa, dimana kita bisa berkolaborasi untuk menuju Indonesia yang MERDEKA, karena sampai saat ini kita belum merasakan alam kemerdekaan yang diharapkan oleh para pendahulu kita……….
    teruskan …. teruskan…….. perjuangan kita masih panjang…..

  16. Selamat datang di panggung politik, kamerad. Di mana tidak ada hitam dan putih. semuanya abu-abu. kalo masih mahasiswa, masih aktivis, kita harus katakan hitam kalo itu hitam, dan putih kalo itu benar-benar putih. tapi ketika sudah masuk ke ranah politik, kita juga harus dewasa dalam memahami problematika politik. jangan menggunakan pemikiran aktivis untuk memahami perkara politik, sebab tidak akan nyambung. kalo seorang aktivis mengkritisi perkara politik, itu sah sah saja. I really mean it. supaya kita semakin dewasa dalam berpolitik yang sehat.

  17. kurang banyak tuh 200 jt, dpt rumah model apaan???

    http://us.detiknews.com/read/2010/08/02/114250/1411631/10/dpr-usul-dana-rumah-aspirasi-rp-200-juta-tiap-anggota?991102605

    DPR Usul Dana Rumah Aspirasi Rp 200 Juta Tiap Anggota
    “Pagu anggaran untuk rumah aspirasi Rp 200 juta per anggota, totalnya sekitar Rp 122 miliar. Itu sudah disahkan dalam anggaran DPR 2011 yang totalnya Rp 3,3 T termasuk anggaran rumah aspirasi tersebut,” ujar Wakil Ketua BURT DPR Pius Lustrilanang kepada detikcom, Senin (2/8/2010).

  18. sdr. Pius …Apakah anda pernah bertanya kpd. Prabowo tentang kerusuhan Mei 98 …Siapa dalangnya? Siapa yg bertanggung jawab mengorganisir kelompok satuan khusus pemicu kerusuhan dan pemerkosaan serta pembunuhan etnis Tionghoa?

  19. Pius: Pembahasan Dana Rumah Aspirasi Jalan Terus
    Rabu, 04 Agustus 2010 | 10:42 WIB
    Besar Kecil Normal

    TEMPO Interaktif, Jakarta – Meskipun mendapatkan kecaman dari berbagai pihak, pembahasan dana rumah aspirasi dipastikan akan terus berjalan. Wakil Ketua Badan Urusan Rumah Tangga Pius Lustrilanang menegaskan bahwa semua keputusan ada di Panitia Kerja Aspirasi dalam BURT. “Panjanya akan terus jalan, nanti kita lihat bagaimana keputusan panja, apakah akan ditolak atau tidak,” ujar Pius saat dihubungi Tempo, Rabu (4/8).

    Anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari Partai Gerindra ini menyatakan, secara hukum dana rumah aspirasi ini lebih kuat dibandingkan dua ide sebelumnya, dana aspirasi dan dana desa. “Rumah aspirasi ini adalah amanah dari Undang-Undang MD3 (MPR,DPR, DPD, dan DPRD), ini tatibnya juga sudah ada,” ujar Pius.

    = cek cek cek….rakyat mana yang dibela..???..=Naudzubillahi min dzalik Cak

  20. Susah deh klo udh dpt posisi enak bak kacang lupa kulit..

    Dulu mati2an jadi aktivis, sekarang udh jd wakil ketua BURT ngomong kyk gini :

    “Kalau bicara kemiskinan ya sudah sejak Indonesia merdeka rakyat Indonesia miskin. Tidak ada hubungannya antara pembangunan gedung dengan kemiskinan,” ujar Wakil Ketua BURT DPR Pius Lustrilanang kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (1/9/2010).

    Pius mengatakan, DPR bekerja untuk rakyat. Sudah seharusnya DPR mendapat penghargaan berupa fasilitas gedung yang layak.

    “DPR kan menganggarkan untuk rakyat, sudah ada porsinya untuk rakyat dan sudah ada porsinya untuk DPR,” papar Pius.

    Pius berharap rencana pembangunan gedung baru tidak terus dimusuhi. Sebab, pembangunan ini bagian dari langkah reformasi.

    “Kecuali ingin agar DPR yang lebih baik juga ditunda,” tutupnya.

    MONEY TALKS!!!

  21. pius.pius…
    tipikal aktifis ga pake otak.
    masa ga ada hubungan duit yg mau dipake utk bangun gedung dpr dengan kemiskinnan rakyat?tuh liat dimedan korban gunung meletus, liat di padang korban gempa bumi, di aceh , dll..

    otak lu ditaroh di mana piuss..kataya aktifis..malu2in aja lu..dodol
    Dengan duit segitu, bisa bbantuin rakyat dengan membuat fasilitas umum,sekolah, jalan yg bolong2…ini malah buat spa/gym…bodoh amat lu ..

    wakil rakyat apa lu ini..

    ngaku2 aktifis memperjuangkan kepentingan rakyat..padhal buat nyambung idup lu sekeluarga yahh..

    cepat2 lah lu tobat pius..duit yg lu makan itu duit rakyat,utang negara, apbn yg dibayar pakai pajak2 rakyat..

    pake otak kalo mau ngomong soal rakyat kedepannya..bikin malu aja lu

    monyet

  22. pius dan seperti kebanyakan aktifis lainnya memiliki pola yang serupa. para koruptor orba dulu juga aktifis era soekarno, sekarang modus sama kembali terjadi.

    selama hukum masih memble, aktifis pun bisa melacur bersalin rupa. duit duit duit.

    pius, sayang sekali reputasi gemilang anda hancur karena uang. semoga sukses dengan ide gedung baru DPR nya. omong-omong, mark up anda lumayan juga. 1.8 T untuk gedung kantor? hotel mewah di bali aja cukup 400 M. luar biasa kekuatan uang.

  23. Skrg modusnya udah ketahuan…, zamannya soekarno, org yang berdemo th 1966 terus menjadi anggota dewan di zamannya soeharto, banyak makan uang rakyat, dalihnya ga beda jauh dengan sdr. pius.
    Terus org yg berdemo th 1998 sampai kejatuhan soeharto, skrg menjabat sebagai anggota dewan jg, ya… sama jg mengatas namakan rakyat untuk kesejahteraan pribadi. ….. btw, mas Ronggo warsito sedikit banyak ada betulnya jg ” …….. yang ga ikut EDAN ga KEBAGIAN “.

  24. Aktivis itu juga manusia, saat ini tergantung hati nurani mana yang baik dan yang buruk karena semangat perubahan meningkat sesuai dengan kebutuhan.
    Tolakan hati nurani tetap bicara ketika sebuah iming2 demo dana cash/koordinator, sepeda motor terbaru, HP terbaru dan sertifikat sarjana yang diberikan dari sang serigala untuk seorang aktivis kampus.
    Semua tetap sama, hanya nilai dan ada penambahan yang berbeda. Aktivis tetap aktivis tapi bekal orang tua dan keyakinan hati akan agama yang membedakan apakah seorang aktivis tetap pada jalur yang sesuai dengan hati nurani kebenaran atau hanya kebanggaan dan kemewahan menjadi jalur hidup penutup hati nurani.

  25. dulu gak kepake sekarang jd kepake.dulu lawan sekarang jd lawan. dulu benci politik sekarang karena uang jd politikus……mana ada aktivis sejati. HEPENG MENGATUR NAGARAON.
    dah banyak contohnya..termasuk kakakberadik yg di DEMOKRAT sekarang,

  26. oooooh…
    ”SELAMAT ATAS BMW BARUnya, Pak Yang Terhormat PIUS” oh y? Gaji dr DPR banyak juga y? Belum setaun menjabat uda ganti BMW terbaru aja deeeeee… pake buat demo lg ajaaaaaaa… Atau g skalian ganti helicopter y? Lagi musim banjir lho… Kan sayang kl sepatu kemplingnya baaaasssssssaaaaaaah…

  27. Pius pius … rai-mu wuelek njekek, podo karo ati-mu, wis lali mangan sego godong, saiki mangan pork schnitzel … ndisik rendeman wae nang kali, saiki kok pengen spa ning gedung DPR anyar, asu asu!

  28. Ada beberapa aktivis 98 yg skrg ngga jls grs perjuangannya krn sdh jd komisaris independen beberapa BUMN.

    Perjuangan mereka kini apa ? Jgn2 cuma jd “lintah” BUMN. Gaji & segala fasilitas membuat mereka lupa garis perjuangannya. Yg lbh parah ada yg dulu (kata)nya Aktifis Buruh yg sangat kritis, namun stlh dpt kursi empuk di Depnakertrans mjd loyo.

    Jd mnrt sy perjuangan Bung Pius msh “terhormat”lah drpd mereka2 itu, msh terlihat walaupun agak samar2 😉

  29. Prabowo Subianto adalah orang yang tidak segan-segan melakukan hal-hal yang ekstrim, seperti penculikan, pembunuhan, dan lain-lain, demi mencapai ambisinya guna menjadi seorang DIKTATOR!

    Sejarah Reformasi dan keterlibatan seorang Prabowo Subianto sebagai DALANG (Aktor di belakang layar) dalam berbagai Pelanggaran HAM Berat di Republik Indonesia pada kurun waktu tahun 1998 telah membuktikannya dengan sangat jelas!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s