Belajar Memotret-Bagaimana ?

Setelah sekitar setahun ini punya kamera digital, papabonbon merasa tidak ada kemajuan.  Mulai sering nih tidak puas dengan kemajuan diri sendiri.  Sudah mulai bertanya tanya, kalau belajar memotret di mana yah ? Bisa belajar bareng komunitas nggak ya ?

Kalau di sby mau belajar motret di mana yah ?  Ada yang bisa memberi info ?  Kalau belajar di sekolah fotografi sudah keder duluan nih.  Selain keder sama mahalnya biaya kursus, juga keder karena kamera saya bukan DSLR. 

a6-front-tele.jpg

 

gambar dari sini

Kamera papabonbon hanya pocket digital biasa, tapi bisa disetting manual.  Canon powershot A630.  Terus terang main fokusnya sangat kurang.  Dan hal ini nggak bisa diapa apain hehehe … 

Makanya kepinginnya sih, papabonbon mau belajar memotret yg baik dan benar dulu.  Bagaimana caranya mengambil moment, mencari sisi unik dari suatu pemandangan, main shutter dan pencahayaan [yang ini bisa disetting], baru kalau ada dana, beli peralatan yang memadai.

baca juga :

Iklan

6 thoughts on “Belajar Memotret-Bagaimana ?

  1. halo pak, kamera kita bersaudara lho 😀
    Punya saya Canon A700. Saya belajar otodidak motret2 sejak SMA kira-kira 10 tahun yang lalu. Sampai sekarang motret juga berdasarkan feeling dan ga pernah mencermati teori-teori rumit fotografi. Bagi saya selembar foto adalah tandatangan. Bagus jeleknya kita yang menilai terlebih dahulu.

    Nah terkait motto teori tanda tangan itu saya menciptakan rumus saya sendiri yaitu rumus 50+(50-(25<x<0)), halah apa pula itu.
    Gampangnya gini pak, saya pengagum langit. Jadi dalam setiap foto lanscape saya, saya kasihlah porsi langit 50%, sisanya yang 50 % bervariasi diantara unsur-unsur bumi, misalnya tanah+air, tanah+tanaman. Selama ini hanya itu-itu saja yang saya lakukan, dan saya cukup puas dengan hasilnya. Oya, saya segitu terobsesi dengan ketegaklurusan objek, sehingga saya sering pakai GRID ketika memotret.

    Oya, klo ga salah versi manual (M) Canon itu ada permainan cahaya, nah itu juga sering saya uthak athik gathuk 😀

    OK, deh om, kapan nih kita hunting bareng?
    Motto saya, tidak perlu kamera canggih buat bikin foto canggih 😀

  2. bisa di mana aja pah. Menurut gw sih tanyain aja latar belakang pengajarnya. Kayanya sih lebih enak belajar ke dosen-dosen yang lagi nyari tambahan ngajar di luar, mereka lebih toleran masalah peralatan. Kalau di surabaya sih ga tau mau di mana. Jakarta sih banyak tapi ga mau dituduh promosi, ah. Hehehe.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s