Belut dan Bebek – trademark surabaya

  • Cari bebek goreng dimana yah ? Jawabannya jelas, Suroboyo 😀
  • Kalau masakan belut yang spesial ? Lagi lagi : Suroboyo, jee ! 🙂

Jalan setahun menghuni suroboyo, kenyataannya, papabonbon sudah bolak balik makan bebek, tapi makan belutnya cak poer, spesial belut surabaya, malah baru sekali. maklum baru tahu tempat yang benar setelah ketemu blognya mbak mendol.

Terus terang yah, dua duanya, kalau dipikir pikir, bebek dan belut adalah hewan yang nggilani. penampilannya asli anak itik buruk rupa.  Belut juga sami mawon.  wong, nama masakan spesialnya cak poer saja, “belut elek”.  Coba deh, ke warung bebek, kita akan bertemu ruangan yang panas, berminyak, baunya pun bergulung gulung, mengendap, berat, terkonsentrasi dalam ruangan.  ke warung belut, kalau lihat gorengan belut, yang bukan ala goreng kering, yah masih potongan segede jempol, basah dan berminyak gitu.  Apalagi kalau melihat ember embe berisi air dan belut hidup di dalamnya.  huehehehe  

Sebodoh deh. Kendati penampilak lecek dan kumuh. sing penting, uenaaak !!!.  🙂  hyahahahha.  meskipun sambil berpikir juga.  Apa pemeo, “biar jorok, yang penting enak”, bisa muncul gara gara makluk manis sekelas belut dan bebek yach ?  penampilan kota surabaya, yang terus terang kumuh. Secara trotoarnya banyak dibajak penjual kaki lima pinggir jalan, memang dilema. 

  1. wirausaha hidup dari sana
  2. kehidupan malam dan cangkrukan surabaya, timbul dari sana
  3. tingkat kumuhnya surabaya, juga asalnya dari sana

Bisa gak yah, para pegawai pemda kita, mengatur supaya para penjaja makanan maknyuss ala surabaya bisa tetap dagang, tapi dibuat supaya bersih, teratur, rapi, sementara pedestrian, tempat kita berjalan kaki tetap terjaga.  Maunya sih di segala spot bisa seperti itu.  huehehehehe… kan sayang, kalau pedagangnya harus digusur juga seperti yang terjadi baru baru ini.  Makasar kehilangan lanskap meja warung terpanjang di dunianya, karena revitalisasi pantai.  Sayang sayang kan …  😦  meja terpanjang ini, asal muasalnya dari warung yang berjejer di jalanan sepanjang pantai losari. 

buat bebek, papabonbon ngabsen list yang sudah pernah didatangi :

  • padin, jalan kranggan, dekat bg junction
  • cak bondet, depan unair kampus B
  • tembakan, persis depan tugu pahlawan
  • pertigaan DTC
  • anugerah
  • karang empat
  • barokah – bca kayun
  • cak yudi – perak
  • depan stasiun pasar turi
  • bebek goreng 75 – ngagel rejo barat
  • bebek goreng kayu tangan – ngagel rejo barat arah ke bratang

dari yang dicoba itu.  ada empat varian besar bebek goreng rupanya :

  1. yang pertama mengandalkan minyak dan bumbu bebeknya [cak bondet, 75, barokah, st. pasar turi, padin]
  2. selain itu ada yang mengandalkan bebek kering, bumbunya srundeng [pertigaan DTC, depan IDI – karang menjangan/dharmahusada].
  3. ada yang mengandalkan sambalnya [tembaan, 75, cak bondet, cak yudi – perak].
  4. selain daging yang lembut dan gurih, cara memasaknya yang berbeda dengan biasa [tembaan – bebek kering, karang empat, cak yudi – daging nomer satu, kayu tangan – presto, anugerah sistem bakar] .

Masih penasaran dengan cak yudi perak, yang katanya pakai sambal pencit, mangga muda.  ini genre madura tenan.  Oh ya, mainan mangga muda ini, mirip dengan sambal mangganya ikan bakar makasar.  Apa ini ciri khas orang laut yah ? 

Btw, yang ditulis diatas Ini genre surabaya yah.  kalau mereview masakan bebek ala jawa tengah, ada macam macam lagi, huehehehe 🙂  Tapiiii, juara dunia, masih tetap Itiak Mudo Lado Ijo di Ngarai Sianok, Bukit tinggi.  Tak terkalahkan.  Reviewnya sudah pernah diposting di blog ini.

Nah, bicara belut.  Yah spesial belut surabayanya pak pur – senjata andalannya jelas lewat rasa.  Karena baru sekali ke sana, dan mencoba belut elek, reviewnya sangat terbatas yah.  setelah digoreng.  diatas belut diberi taburan geprakan bawang putih goreng yang sangat generous.  Lanjutnya, dengan rasa daging belut yang maknyus, sambal oke, bumbu nendang.  nasi tambah deh 🙂

Oh ya, kalau Fahmi ke banyu urip dan ketemu warung yang sumpek.  Di ngagel jaya selatan kebalikannya, sepi dan tenang suasananya. jadi bisa meresapi makan belut ini dengan puas.  hahahaha 🙂  Jangan jangan dikerjain mendol, biar penuh perjuangan.  huahahaha 🙂

Alamat Spesial Belut Surabaya:
Jl. Banyu Urip Kidul IV / 39 (Bok Abang) Surabaya
Jl. Ngagel Jaya Selatan No. 119 Surabaya
Jl. H. R. Muhammad No. 249 Surabaya

baca juga :

8 thoughts on “Belut dan Bebek – trademark surabaya

  1. Ping-balik: Cak Yudi Perak « Spesial Belut Surabaya

  2. Mas, tak pikir blog sampeyan ini punyanya Pak Poer..SBS. Lah tibake kok sampeyan malah baru makan belut PAk Poer. heheheh

    KApan-kapan hunting makanan sama sayaaaa ya….

    *thx atas perhatian dan doa untuk bapak saya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s