Salah Kaprah Samenleven

Seorang teman sedang mencoba membuat kalimat. “Bukannya mereka tinggal bareng? Samen leven kalau kata mbah-mbah di kampung”.

Ternyata kalimat ini salah. Mengutip seorang teman di milis sebelah 😦

“Samen leven” dengan kata bendanya “samen leving” itu artinya hidup bersama sebagai masyarakat, sebagai de maatschappij. Sedangkan kalau “kumpul kerbau”, hidup bersama tanpa wedlock, ada kata lainnya, samen wonen.

Jadi, Samen leven itu konotasinya sosial oom. Kira kira artinya kayak dalam kalimat “hidup bersama dalam masyarakat, kita tidak boleh bersikap mengedepankan ego, harus menenggang rasa pada aturan aturan dalam bermasyarakat”.

Seorang teman lain menambahkan dengan lebih jelas.

“Iya, di bhs jerman juga Zusammenleben konteksnya sosiologis. Setahu saya Zusammenwohnen baru didefinisikan sebagai cohabitation, walau bisa juga diartikan tinggal bersama orang lain (seperti dalam WG). Lalu kenapa samen-leven itu di Indo bisa diartikan kumpul kebo yah?”

Iklan

5 thoughts on “Salah Kaprah Samenleven

  1. Wah… Soal itu tanya saja simbah-simbah di Jawa sono. Sejak kecil dulu sering mendengar istilah kumpul gudel itu dengan istilah samen leven. Kali aja ada tokoh yang salah mengutarakan istilah itu pada awalnya.

  2. Cohabitation

    n.

    [L. cohabitatio.]

    1. The act or state of dwelling together, or in the same place with another. Feltham.

    2. (Law) The living together of a man and woman in supposed sexual relationship.

    atau di Wikipedia
    http://en.wikipedia.org/wiki/Cohabitation
    Cohabitation is an emotionally- and physically-intimate relationship which includes a common living place and which exists without legal or religious sanction.

    yang entry padanannya dalam bahasa Belanda adalah
    http://nl.wikipedia.org/wiki/Samenwonen

    sedangkan http://nl.wikipedia.org/wiki/Samenleving
    padanannya http://en.wikipedia.org/wiki/Community
    btw di wikipedia.id http://id.wikipedia.org/wiki/Komunitas artikelnya pendek banget 😦

  3. Banyak sekali penyerapan bahasa asing yang salah kaprah ketika diindonesiakan, salah satu contohnya mungkin di atas. Karen agenerasi tua akan habis masanya, baiknya kita bisa mengganti konotasi diatas dengan DP (domestic partnership). Mungkin ini lebih mengena ketimbang zusammenleben.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s