Gimana nih bapak & ibu Pemda ?

Infrastruktur rusak dimana mana. Apalagi setelah hujan yang diikuti banjir selama 6 bulan terakhir.  Salah satu bentuk keprihatinan akan hal itu bisa kita temukan dalam curhatnya bang kombor di sini.  Yang digugat adalah jalan yang rusak arah ke Sukabumi.  Papabonbon kutipkan berikut ini :

Edan. Lepas dari tol Jagorawi, sepanjang jalan dari Ciawi menuju Sukabumi benar-benar tidak bisa dinikmati. Jalanan rusak (padahal kondisi jalanan menanjak dan menurun) ditambah di setiap kecamatan yang dilalui selalu saja macet. Sebut saja Cicurug, Parung Kuda, Cibadak dan Cisaat. Semua tempat itu — yang saya duga kota Kecamatan — memiliki pasar. Pasar itulah yang menjadi biang macet. Yang lebih parah lagi, macet dibumbui dengan jalan yang penuh lubang dalam. Komplit deh untuk membuat kepala pecah.

Padahal sebelumnya kondisi jalan Sukabumi itu mulus bener.  Setidaknya kang kombor mengakui bahwa ketika 2005 melewati jalan itu, enak enak aja tuh.  Bung Etjip juga menyebutkan kondisi jalan sekitar pemilu 2004 juga masih maknyuzz punya.

Wah, itu “dulu”-nya pasti sebelum pemilu 2004. Soalnya gw terakhir pernah dari Bandung balik ke Jakarta lewat Sukabumi/Puncak dan jarak Bandung-Jakarta tersebut cukup ditempuh dalam waktu 1 jam 35 menit saja. Rute Bandung – Tol Padalarang, exit di Padalarang (ya iya lah, waktu itu kan tol Cipularang belum jadi ), lewat padalarang/bumi parahyangan terus sampe cianjur, sukabumi dan puncak, masuk tol jagorawi, turun di GatSu/Kuningan.    …..

Tahun 2004 itu jalannya emang mulus banget. Apalagi jalan sesudah keluar dari kota Cianjur yang lurus dan panjang itu (gak tahu nama jalannya), mulusnya amit-amit… TOP. Sekarang mungkin hancurnya yang amit-amit kali yee….

Hal ini patut disayangkan, karena potensi pariwisata Sukabumi akan kehilangan pesonanya, jika untuk mencapai lokasinya saja sudah penuh perjuangan.  Seingat papabonbon, Sukabumi terkenal dengan Lido dan Selabintana, juga tempat divingnya para backpackers di Pelabuhan Ratu.  Oh ya, di sana, tidak lupa, ada Mak Erot yang sangat terkenal itu …. 🙂 .  Sukabumi memang terkenal dengan udaranya juga dingin, sejuk, gadis gadisnya yang cantik dan segarrr punya.

Padahal selain alamnya yang sangat mendukung untuk berwisata, Sukabumi juga sudah mulai dilirik untuk lokasi pabrik.  Bahkan ditengarai, jalan banyak yang rusak karena sudah mulai banyak pabrik yang bermunculan di kiri kanan jalan sebagaimana ditengarai Oggy dan kang Kombor.

yang bikin parah sebenernya pabrik2 (korea, dll… kebanyakan garmen kali ye) sepanjang cicurug sana…

Protes :

Dengan adanya pabrik seharusnya Pemdanya responsif, harus memelihara infrastrukturnya. Mosok nerima pajaknya, tapi jalan kagak di rawat. Jangan sampai kayak industri di daerah Legok, Tangerang yang sudah ramai ramai pindah tempat karena jalannya ancur, gak dipelihara. Masalahnya banyak penambangan pasir dan batu di sana. Jalan ancur kagak karuan.

Kalau investornya sudah pindah semua, baru nyaho tuh pemda.

curhat, teringat :

  1. gudang distribusi tempat kerja papabonbon dulu terpaksa pindah ke cibitung, karena infrastruktur yang dijanjikan Pemda tidak dirawat
  2. ada cukup banyak vendor yang mau gak mau ikut serta relokasi, mengikuti ke mana principalnya pindah.  bahkan antisipasi, principal belum pindah, vendornya pindah duluan.
  3. principal pun untuk pabrik kedua dan ketiganya memilih membangun di sekitaran bekasi dan cikarang, di kawasan industri saja [yang sudah jelas tertata rapi].  kapok, tidak mau membangun di kampung, kendati sejarahnya si principal dulu di Korea, sukses membangun kampung jadi kota berbasis industri [kerja sama yang mantab dengan pemerintahnya]. 

 

Iklan

9 thoughts on “Gimana nih bapak & ibu Pemda ?

  1. Saya kira, Jl. Raya Sukabumi merupakan jalan provinsi sehingga Pemprov Jawa Barat yang harus bertanggung jawab. Kecuali, kalau jalan itu merupakan jalan kabupaten, tanggung jawabnya ada pada Pemkab Sukabumi.

    Orang dari Jakarta mau ke Pelabuhan Ratu jadi malas lewat jalur itu. Bisa-bisa mereka milih lewat Bandung.

  2. Wow, is that right? Sukabumi is my city. O Sukabumi I miss you very much. Then how can I go back there? I heard there will be new roadway from Bogor to Sukabumi. How is it going? Since the past time Bogor-Sukabumi never changed, it was a really tire trip. O Sukabumi when will you change? Salam to Sukabumi.

  3. saya kemaren barusan jalan-jalan ke lido lakes..
    gileeeeeee…
    itu mobil padat merayap!
    dari jakarta jam 11 nyampe lido jam 14.30..itu hari biasa (kamis)…

    pulangnya, berhubung, kapok, lewat jalan alternatif batutulis..
    enak..disuguhi pemadangan ciamik..

  4. Wah Sukabumi ya….keren euy…apalagi jalan dari Pelabuhan Ratu trus ke atas …Cisolok…naik lagi ampe ke Bayah…wah keren abiz…dari Bayah jalan lagi mpe ke Pantai Bagedur ato belok ke arah Pantai Sawarna….wah…..tidak terlukiskan dengan kata-kata deh…

    Cuman iya ih…jalanannya amit-amit…
    yah…semoga yang pengen ke Mak Erot, ato yang pengen surving di Sawarna gak surut semangatnya karena jalan yang rusak abizzzz….

    nyebelin emang…

  5. Sukabumi…Kangen déh klo dngr nma ntu…Jd inget pulang euy!Tp…Pas waktunya balik, baru nyampé ciawi aj dah trasa ‘jag-jig-jlug’nya jalan raya sukabumi, ditambah macet na di bbrp tempat! Kayanya ga trasa lagi déh sjuknya skbmi skrg!Ya…Mdh2n aj smuanya kan brubah, stlh jabar punya pmimpin yg baru…Mdh2n jgn mnang tampang n ktenaran aj ya!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s