di LN, tapi mau bayar pajak

Sejak satu dasawarsa terakhir makin banyak saja orang Indonesia diaspora yang bekerja di luar negeri, masih memegang paspor Indonesia.  Banyak yang bertanya tanya, bagaimana caranya bayar pajak yah ?  pun rekan rekan di singapura juga sering sekali pulang pergi ke Indonesia, namun kebingungan, bagaimana caranya untuk klaim fiskal ?

diskusi di web ikastara, ada jawaban dari cerryan rushadi berikut ini :

  1. solusi spy fiskal bisa dikreditin yah kudu punya npwp bang, ini juga pernah saya tanya ke dosen saya,
     
  2. pada prinsipnya subjek pajak dalam negeri (soalnya gak bisa dibilang harus WNI) yang sudah memenuhi syarat (telah memperoleh penghasilan/objek pph) wajib memiliki NPWP,
     
  3. nah menurut dosen saya bagi mereka yang di LN sampai saat ini ditjen pajak belum concern utk ekstensifikasi pajak kepada mereka, dikarenakan ditjen pajak masih menganggap kontribusi mereka terhadap devisa negara…..
     
  4. lagian mereka juga dah dipotong PPh di negara tempat mereka bekerja mungkin nantinya DJP bakal concern juga (klo udah gak ada yg digali di Indonesia lagi kali ya…..)

hemmm, jadi penasaran juga sih tapinya, secara daftar 100 orang terkaya di s’pore itu ternyata banyak yang indonesia origin.  belum lagi kelas menengah dan kaum terdidik indonesia yang berkarir di sana.  catat : yang dapat beasiswa kuliah di NTU dan NUS harus mengganti loan sekolah mereka, dan mereka diberi permanent resident gratis selama lima tahun untuk melunasi loan.  Jadi kesimpulan sementara, orang Indonesia di spore sebenarnya wajib pajak yang potensial lho … 🙂

herannya pemerintah rencananya akan menerapkan tarif yang lebih tinggi 20 persen bagi karyawan yang tidak punya NPWP, namun potensi pajak di luar negeri dibiarkan begitu saja. 

ada pertanyaan sejenis dan ulasannya juga di beberapa blog.  silakan mampir ke :

diskusinya menarik karena ada ilustrasiperhitungannya, dan dijelaskan juga peraturan peraturan terkait.  papabonbon kutipkan sedikit di bawah ini :

Fannytirtasari wrote :

Halo,

Saya mau menanyakan perihal SPT untuk TKI seperti kami yang sudah mempunyai NPWP tetapi tidak bekerja di Indonesia lebih dari 2 tahun. Kami sudah tinggal dan bekerja di Singapura selama 2 tahun.
Bagaimanakah cara kami melaporkan SPT mengingat kami tidak bekerja di Indonesia dan sudah dikenakan pajak di Singapura? Apakah kami melaporkan SPT dengan isian didalamnya NIL?  Mohon pencerahannya.

Terima kasih banyak.

dan dilanjut dengan contoh ilustrasi sebagai berikut

“Mengenai isianya NIL apa tidak dilihat juga apakah penghasilan sudah diatas atau dibawah PTKP baru kemudian dikalikan tarif PPh baru dikurangi dgn kredit pajak yg berasal dari luar negeri.”

1.) Mungkin bisa lebih detail menjelaskannya dengan contoh kasus mas? misal gaji kami SGD$1000 yang berarti sekitar Rp. 6,5jt. di singapura kami sudah kena pajak resident 3.5% dari gaji setahun. Berapa yg harus kami laporkan di SPT?
2.) Bukankah Indonesia dan SIngapura ada perjanjian tidak ada double tax? Apakah jika sudah kena di sini masih kena juga di Indonesia?

terima kasih. Maaf merepotkan.

jawaban dari link yang sama sebagai berikut.

Rekan fanny,

Penghasilan yang diperoleh di Singapura tetap dilaporkan di 1770S sebagai penghasilan luar negeri. Pajak yang telah dipotong di Singapura diperlakukan sebagai kredit pajak (PPh Pasal 24) dengan memperhatikan perhitungan tertentu.  Dengan asumsi hanya bekerja di Singapura sebagai TKI, status single maka ilustrasi perhitungan di 1770S-nya sbb:

Pajak yang telah dipotong di Singapura = 3,5% x Rp 78.000.000,-
= Rp 2.730.000,-

Jumlah penghasilan neto = Rp 78.000.000,- (6,5 Juta x 12 bulan)
PTKP = Rp 13.200.000,-
—————
Penghasilan Kena Pajak Rp 64.800.000,-

PPh terutang :
5% x Rp 25 Juta = Rp 1.250.000,-
10% x Rp 25 Juta = Rp 2.500.000,-
15% x Rp 14,8 Juta = Rp 2.220.000,-
——————
Rp 5.970.000,-

PPh Pasal 24 yang boleh dikreditkan :

Rp 78 Juta
———— x Rp 5.970.000,- = Rp 2.730.000,- (mana yang lebih kecil)
Rp 78 Juta

Jadi, PPh yang masih kurang dibayar = Rp 3.240.000,-

SPT 1770S berstatus KURANG BAYAR.

Lho, tadi di atas ada kata kata aneh.  mengapa dipilih yang mana lebih kecil ?

Rekan Fanny,

PPh Pasal 24 yang dapat dikreditkan dalam 1770S adalah jumlah yang terkecil antara pajak rill yang telah dipotong di luar negeri dengan hasil perhitungan kembali dengan formula tertentu.

Pajak riil yang telah dipotong di luar negeri = Rp 2.730.000,-

Perhitungan kembali dengan formula tertentu :

(Jumlah ph di luar negeri / Total jumlah ph dalam negeri dan luar negeri) x PPh terutang :

(Rp 78 juta/Rp 78 juta) x Rp 5.970.000 = Rp 5.970.000 (tidak ada Ph Dalam Negeri).

Karena hasil penghitungan kembali lebih besar dari pajak riil maka yang diakui sebagai PPh Pasal 24 yang dapat dikreditkan adalah Rp 2.730.000

eniwei, yang kurang dari ilustrasi di atas adalah tentang klaim fiskal nya hehehehe 🙂  Lha jumlahnya lumayan banget lho, 1 jeti tiap kali jalan.

Iklan

5 thoughts on “di LN, tapi mau bayar pajak

  1. makanya jangan punya NPWP dulu kalau mau ke spore. dengan perbedaan penghasilan kena pajak di indonesia dengan di spore, bisa terjadi :

    1. di spore gak termasuk orang yg wajib bayar pajak [masuk limit PTKP]

    2. padahal kalau di indonesia udah masuk kategori wajib bayar pajak 10 jutaan dalam 1 tahun …. 🙂

    huahahahah, jadi ngajarin nakal. 🙂

    • lebih tidak bijak lagi kalo orang yg tukang nerima pajak korupsi penerimaan pajak…
      lebih tidak bijak lagi orang yg make hasil pembayaran pajak rakyat untuk gedein rumahnya…
      lebih tidak bijak lagi orang yg make hasil pembayaran pajak rakyat untuk didepositoin dan bunganya lari ke rekeningnya…
      oh indonesiaku…. 😦

      • inaf inaf .. heuheuheu …

        btw, untuk dirjen pajaknya sudah lumayan banyak perkembangan positif sih. yg repot adalah karena otonomi daerah, banyak raja raja kecil di daerah yg sembarangan membelanjakan uang pajak dari rakyat ..

        (idealis mode on)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s