Hizbut Tahrir dan M16

papabonbon bertanya tanya kepada siapa saja yang kenal dengan orang hizbut tahrir dan orang MUI.  Mengapa orang hizbut tahrir di komisi dakwah MUI bisa membuat pernyataan yang mendukung umat muslim di Indonesia menyimpan M16 ?  Hizbut tahrir via representasinya di MUI mendukung terorisme secara tidak langsung ?

===

Saksi ahli dari MUI di berita detik . com katanya setuju orang muslim menyimpan senjata di rumahnya [bukan sekedar kelewang, tapi yg disimpan M16].   Setelah ditelisik beritanya secara lebih cermat, ternyata saksi ahli MUI ini aalah oom gatot alias Muhammad al Khattat dari hizbut tahrir.

Apa maksud kesaksian ini ? Ini lagi sidang kasus ainul bahri alias abu dujana, yg pernah dikasihani waktu penangkapan dulu itu oleh densus 88. sepertinya HT kok malah mendukung terorisme lebih berlarut larut …😦

berita bisa dilihat di sini :

1. detik dot com klik ajah.
dan
2. blog oom wiryanto dewobroto di sini.

===

Senin, 03/03/2008 17:44 WIB
Saksi Ahli dari MUI: Islam Izinkan Menyimpan Senjata
Gagah Wijoseno – detikNews

Jakarta – Agama Islam tidak melarang umatnya menyimpan senjata. Senjata dibutuhkan untuk membela diri dan jihad.

“Senjata untuk jihad di jalan Allah. Boleh untuk memiliki senjata,” kata Wakil Sekretaris Komisi Dakwah MUI Pusat Muhammad Al Khaththath.

Hal tersebut disampaikannya dalam acara sidang kasus teroris dengan terdakwa Abu Dujana alias Ainul Bahri di PN jakarta Selatan, Jl Ampera Raya, Jakarta Selatan, Senin (3/3/2008).

Saat ditanya senjata apa yang dimaksud oleh Dujana, Khaththath menjelaskan agar disesuaikan dengan zaman. Zaman rasul itu pedang dan tombak, maka masa kini bisa senjata api.

“Islam tidak membatasi,” jelasnya.

Menyimpan senjata dimaksudkan juga untuk persiapan untuk membela diri. Khaththath menerangkan, dalam Islam membela harta dan kehormatan hukumnya adalah wajib.

Membela saudara sesama muslim hukumnya wajib. Namun harus dilakukan di lokasi di mana ada muslim yang terzalimi.

“Jihad dilakukan di mana tempat Muslim diserang,” pungkasnya.

Abu Dujana dituduh atas kepemilikan senjata api. Senjata seperti M-16 dan revolver lengkap dengan amunisi pernah dipamerkan di persidangan.
(gah/mly)

11 thoughts on “Hizbut Tahrir dan M16

  1. Seperti saya tulis di blog-nya pak Wir, saya belum nemu bagaimana konteks ucapan saksi ahli itu. Tapi satu hal yg saya bingung, kenapa ada saksi ahli MUI di sidang ini?
    Mudah-mudahan hakim mengabaikan keterangan/pendapat “saksi ahli ini”.
    Bener-bener bingung sama persidangan “terdakwa teroris” indonesia.

  2. Wah…wah…kami saja kekurangan senjata, ini malah mau menyimpan senjata. Marilah kita sama-sama bangun Indonesia dengan damai dan perbuatan nyata. Akan lebih baik semangat perjuangan kawan-kawan itu disalurkan dalam langkah nyata memerangi kemiskinan. Sehingga, kasus meninggalnya seorang Ibu dan anaknya di Makassar kemarin tak perlu terjadi lagi di bumi Indonesia ini. Bukankan kepemimpinan Khalifah Umar sudah memberikan contoh yang amat nyata mengenai hal ini?

  3. Ping-balik: Perlunya Fit and Proper Anggota MUI « to live to love to leave legacy

  4. Baca lengkapnya dulu mas sebaiknya….
    yang dikatakan saksi ahli
    di baris2 terakhir
    ….namun harus dilakukan di lokasi di mana ada muslim yang terdzalimi

    maaf hati2 bung klo bicara

    nani bisa dituntut balik lho

    kita bersaudara jangan mau dipecah belah

  5. Ya, ainul bahri alias abu dujana menyimpan M16 di jawa tengah. persidangan jelas, membahas tindak kriminil yang dilakukan si abu dujana. so, si gatot ini melegitimasi aktivitas si abu dujana buat nyimpen senjata di jawa tengah.

    jawa tengah daerah konflik ? yg bener ajah!

  6. marilah kita menanggapi permasalahan tidak hanya melihat satu sisi tanpa melihat sisi yang lain. setiap muslim memang berhak menyimpan senjata dirumahnya tetapi tetap ada batasannya yaitu untuk membela diri karena dalam islam membela harta dan kehormatan hukumnya wajib.
    ketika senjata itu digunakan oleh umat muslim untuk membela diri dari serangan musuh ya jelas tidak apa-apa, misalnya jika negeri kita diserang oleh Amerika secara tiba-tiba lalu apa yang akan kita lakukan jika kita tidak memiliki senjata dirumah kita apakah kita harus lari dulu ke markas TNI atau Polri untuk mengambil senjata? atau apakah kewajiban membela harta dan kehormatan bangsa dan negara hanya menjadi tanggungjawab TNI dan Polri saja? sebagai catatan banyak umat muslim yang memiliki senjata api dirimahnya coba saja tanya kepada anggota TNI dan Polri mereka juga umat muslim kan. lalu banyak juga pejabat/pengusaha yang memiliki senjata api karena mereka mendapatkan ijin dari pihak berwajib.
    walaupun demikian memang benar jika senjata api yang kita pakai bukan untuk membela diri dan menjaga harta dan kehormatan ya jelas salah, islam tidak membenarkan hal-hal yang diluar aturan islam.
    sebagai saksi ahli ust. al-khatath hanya menjelaskan hak setiap muslim untuk memiliki senjata api bukan untuk menyalahgunakan senjata api tersebut.
    sebagai umat muslim kita harus selalu husnudzon terhadap sesama muslim dan dilarang su’udzon karena jika kita saling menuduh, menyudutkan salah satu pihak itulah yang diharapkan oleh kaum kafir agar islam selalu terpecah belah.

    Islam bersatu tak dapat dikalahkan.
    semoga kita semua senantiasa dirahmati Allah SWT. Amin…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s