Dilema Blackberry

Mas kopdang dalam salah satu jurnalnya mengangkat tema blackberry.  wah, bertepatan dengan papabonbon yang sekitar waktu itu juga sedang menggali info sebanyak banyaknya tentang blackberry.  Salah satu info yang bermanfaat ada di blog id-blackberry.  Bisa dilihat di sini.

 

Sayangnya benda ini, blackberry memang seperti pedang bermata dua, di satu sisi, asik banget!, namun juga bisa bikin orang ketagihan, dan berubah jadi autis.  Mas Kopdang mengistilahkan dengan pertanyaan, “si teman ini kerja di firma hukum atau di roxy sih?”  heheheehe 🙂

Pagi ini papabonbon bertemu pertanyaan menarik di milis id-blackberry yang kira kira mempertanyakan hal seperti di atas.  Jadi si penanya ingin memberikan fasilitas blackberry bagi anak buahnya, terutama yang fungsi pekerjaannya butuh untuk dihubungi setiap saat.  Nah, hanya satu hal yang jadi ganjalan, bagaimana jika anak buahnya malah jadi autis ?  Ada cara gak supaya blackberry bisa diarahkan hanya menjadi alat produktivitas saja ?

Dear Rekan²

Saya mulai menggunakan BlackBerry™ sejak Akhir November 2007. Awalnya, saya merasakan BlackBerry™ kontra produktif terhadap kerjaan….tapi setelah semakin mengerti ttg BlackBerry™ saya malah menjadi lebih produktif dengan mengunakan BlackBerry™

Oleh karenanya, saya memilih staf yang akan cocok dan diberikan fasilitas handheld BlackBerry™ Namun, saya ada perasaan kuatir jangan sampai staff yang diberikan fasilitas BlackBerry™ bisa menjadi autis sehingga kerjaan ngak beres² .

Oh ya semua pake bis dan belum terpikir pake Bes.

Pertanyaanya…bagaimana mengkontrol staff yg sudah mendapat fasilitas BlackBerry™ supaya menjadi lebih produktif, Pastilah, saya berkeinginan fasilitass BlackBerry™ di semua cabang bisa meningkatkan produktivitas, bukannya jadi counter produktif krn Autis :5

BRgrdZ,

nah, ramailah berbagai jawaban muncul.  intinya pemakaian blackberry dengan BES – setting kantor dgn IT policy, bisa dibuat sedemikian rupa ekstrimnya, sehingga blackberry hanya bisa digunakan untuk menerima dan mengirim email di lingkungan server kantor saja.  fungsi lain benar benar di non-aktifkan.  Catat, minimal ada 20 orang jika langganan BES di Indosat.

1. IT policy bisa kasih proteksi sampai brp jauh ya? Apakah bisa sampai memprotek shg kita ga bisa akses email selain kantor, gak bisa akses wap, ga bisa akses YM?

Bisa ga seorang staff pakai BES nya kantor tapi tanpa mengikuti IT policy?

Cheers

===

2. Kalau gak salah, bca ya, gue lupa. Bb mrk cuman bisa send receive email kantor doang.  Just that. No more features.

===

3. Iye serem bener it policy nya tuh. Sama di disable in macem2 dari
provisioningnya juga.

Nah, masukan lain adalah sistem control yg sifatnya himbauan, bukan sekedar kebijakan yang strenght dengan menghilangkan unsur fun sama sekali.

Untuk menjawab/meresponse pertanyaan bpk coba simak case berikut ini pak :

1. Pernakah bpk kawatir pengadaan PC di kantor dpt membuat staff bpk hanya main game yg ada di pc tersebut ?  ( Tidak usah bpk jawab di millis renungkan saja krn bpk sdh tau jawabannya dan cara mengatasinya khan )

2. Coba lakukan dgn pendekatan makna yg sama pd point 1 pada BB di tempat bpk.

3. Tanyakan,, berapa lama bpk menyadari bhwa BB bermanfaat bagi bpk dn kerjaan ? Apa yg bpk lakukan untuk memahami positif menggunakan BB … Krn sdh paham menggunakanya apa bpk bisa mempercepat pemahaman staff bpk sehingga di enjoy menggunakan BB..  Jika bisa,,, maka bandingkan manffatnya kedepan bagi kemudahaan bekerja….

4. IT Policy sebaiknya yg bersifat protect yg confidential. Jika perusahaan
mengunakan IT policy hanya untuk membatasi fun ….jangan harap menggunakan BB akan effectif

# gunakan Konsep anti marketing agar tdk jd paranoid #

5. Jangan percaya point point di atas
#lakukan saja #
Hehehehehe. Met bobok bos

 ===

Hehehe, kontroversinya seru kan.  inggris dan perancis saja perlu kontroversi panjang sebelum membolehkan para karyawannya menggunakan blackberry dalam mendukung pekerjaan. 

Nah, kira kira nih ya, di Indonesia ini kebijakan yg seperti apa yah yang paling cocok dan efektif.  Sepertinya yang strength seperti gaya BCA yah ? huehehehe

baca juga:

http://kopidangdut.wordpress.com/2008/02/06/dilarang-pakai-blackberry/

4 thoughts on “Dilema Blackberry

  1. Lha, kasih sih kasih aja..
    BlackBerry mau buat main-mau buat lainnya asal kerjaan beres gak ada masalah toh?

    Itu saran dari pegawai sekelas Mas Kopdang yang masih ngarep atasan mau menghibahkan BB..

    😆

  2. ga di kasih BB aja banyak tuntutan, gmana kalo di kasih yach..?
    secara kantor gw malah ga butuh yang mobile.. hehehee

    btw, oom lucky sebastian emang ratjoeners sejati tuchh..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s