Rawon Mana yg Paling Enak ?

Teman teman jalansutra surabaya tahun lalu sempat membandingkan 4 rawon enak di surabaya.  Salah satunya yang dipertandingkan waktu itu adalah: rawon setan

Nah, yang dibawah ini adalah rawon setan.  Secara lokasinya dekat – di depannya hotel J.W marriot, dan bukanya warung ndak perlu nunggu jam 11 malam lagi, maka papabonbon malah sudah ke Rawon Setan ini 4 kali.  Sedangkan ke yang lainnya malah belum pernah.  Wakakakkaka 😀  Padahal rawon bu Endang pecahannya rawon setan ini saja malah lebih enak lho.  belum nyoba rawon lain yg direkomendasikan teman teman JS ini sih. 

Oh ya, selain daftar 4 rawon yang disebutkan, ada yang merekomendasikan rawon di restoran Ria.  Lokasinya di jl. Kombes M. Duryat, persis seberangnya hotel cendana.

dan berikut ini hasil review ngadu rawon di milis js.

http://groups.yahoo.com/group/jalansutra/message/59154

Keluarga JS-ku,

Saya punya utang. Gak tanggung-tanggung, setahun lamanya! Maksud saya
utang review. Untuk event adu rawon yang dilaksanakan bulan Desember
kemaren. Tadinya sih kepending, agar hasil scoringnya diitung secara
ilmiah. Ada tabulasinya, ada persentasenya. Sedikiiittt ilmiah gitu lah.
Tapi berhubung food-scientistnya pindah ke Cikampek, tinggalah saya dan bu
Erni mbulet ngotak-ngatik kertas survey, seperti dua monyet mencari cara
membuka kelapa. Hasilnya nol besar.

Rencananya ada empat rawon yang kita adu. Adu gembul maksudnya. Rawon
dibeli dari 4 tempat ternama di Surabaya. Rawon Setan di depan JW Marriot,
Rawon Depot Srikandi di Jalan Pajajaran, Rawon Taman Bungkul di Nguling…
ya enggak ada lah, Rawon Taman Bungkul ada di Taman Bungkul atuh. Plus
Rawon Pandegiling yang ternyata kehabisan karena Cipto sibuk beli helm
baru *apa hubungannya coba?*

Rawon diangkut ke Jemursari Selatan II oleh secret delivery officer
(halah!) untuk menjaga kerahasiaan identitas sang rawon. Dan saya menerima
pesan rahasia yang di-encrypt ‘kresek item rawon srikandi, kresek putih
rawon setan, saya datang telat!’

Bahkan yang punya rumah pun tidak mengetahui rawon mana kreseknya warna
apa. Walhasil, berjejerlah tiga jenis rawon dalam pemanas. Masing-masing
dinomori satu sampai tiga, bersanding dengan sambal-nya sendiri-sendiri.
Ada juga side dish (yang ini tanpa nomor) yang yummy dan kaya akan
kolesterol: paru, babat, usus, kentang dan telor asin. Saya buka rahasia
ya Saudara-saudara, telor asin yang katanya wuenak itu, dibeli di
Supermarket Sinar huehehe

Setelah rawon siap, dan mencicipi pukis Arab yang segede-gede gambreng
yang dibawa dr. Astri, beriringan lah kita ke ruang makan dengan wajah
sukacita dan penuh pengharapan. Metodology penilaian telah dijabarkan
dengan sukses oleh Ibu Erni. Kertas penilaian dan pensil sudah ditangan.
Dan berteriak lah Lily Choo “Ini Rawon Setan yaaa????!!!” Ada deh….
saya membela diri mati-matian. “Iya ini pasti Rawon Setan!” kata Lily
lagi, yang pakeukeuh-keukeuh sama saya. Lily keukeuh bilang itu Rawon
Setan karena temennya emang doyan makan di sana setiap ke Surabaya. Saya
keukeuh ngeles kesana-kemari.

Acaranya meriah sekali. Padahal cuma beberapa orang terpilih yang datang
heuehehe… Tapi soal icip-icip jangan ditanya, kalah deh Ibu Tuti
Soenardi juga. Icip rawon no. 1, kurang banyak, kurang kerasa. Tambah
daging, tambah kuah. Gak apdol kalo gak pake nasi. Ditambah sesendok nasi,
sendok tembok maksudnya, tambah toge, tambah sambel, plus kerupuk udang.
Mak nyusss…. Ritual yang sama untuk Rawon no. 2 dan no. 3. Udah makan
rawon no. 3, kok lupa ya rasanya rawon no. 1, nyoba lagi ah dari awal.
Tapi, saya aja yang berbuat seperti itu. Yang lain, beda-beda tipis lah.

Usai pengujian (baca: makan-makan), saatnya penghitungan. Semua penguji
sudah duduk manis di ruang tamu, menikmati kue Bika Ambon, oleh-oleh Lily
dari Jakarta, pukis Arab dan buah-buah pencuci mulut. Seperti yang
dikatakan sebelumnya, proses tabulasi mengalami hambatan, sehingga saya
desperate untuk dilakukan vooting.

Secara sampai hari ini, masih belum ketemu juga hasil tabulasinya, saya
sampaikan kesan-kesan mendalam untuk masing-masing rawon. Juwaranya,
overall score adalah Rawon Srikandi!! Outstanding applaus untuk kualitas
kuah yang pekat, berwarna lebih gelap dan daging yang bebas lemak.
Diindikasikan ada campuran bumbu kari selain bumbu rawon yang konvensional
sehingga rasanya terasa lebih ‘rich’. Pun demikian, ada penguji yang lebih
menunggulkan Rawon Taman Bungkul, yang lebih ‘honest’. Lebih menjaga
kepakeman resep rawon seperti yang diturunkan nenek moyang (tsahhh). Cuma
lemaknya itu lho, gak kuwat….

Yang mengejutkan buat saya, tapi sudah diprediksikan oleh Lily, Rawon
Setan berada di urutan ketiga. Wuenak sih, but nothing special. Apakah
penurunan kualitas terjadi setelah terjadi pemisahan ownership dari Mbak
Endang ke Saudara-Mbak Endang? Hanya Mbak Endang yang tahu!

Demikian siaran tunda dari acara ngadu rawon. Mohon maap, sori dori mori
baby kalau ada kata-kata yang ngawur. Secara saya masih kliyengan nyari
selisih kurs akhir tahun 2006. Terima kasih juga kepada semua pihak yang
mendukung acara ini. Trima kasih, trima kasih.

Salam,
Herru

21 thoughts on “Rawon Mana yg Paling Enak ?

  1. semolowaru dekat its dan kenjeran yg perumahan TNI AL yah. set dah, emang minim makanan enak tuh 🙂

    dari kenjeran ke kya kya aja, deket kok, atau ke kapas krampung ada ayam goreng chi chi dan bebek bakar anugerah. dekat situ ada jl. karangempat, di sana ada bebek goreng karang empat yg tersohor itu.

    di jl kenjeran sendiri, dkt atm bca di jl kenjeran – yg dekat pabrik itu ada yg jual cap cay enak banget 🙂

  2. kalau menurut saya sih ga ada yang nyaingin rawon setan yah !!! top Bgt !!! ga terlalu manis , ok , karena saya ga orang jawa kali ya…. saya makannya sampai berkeringat2… nambah , walaupun berakhir diare berat gara-gara kepedesan !!!!

  3. Coba ke Rawon di depan bioskop Purnama – Keputran. Kalo seneng yang dagingnya suwir-suwir (kaya nasi krawu Gresik), pasti cocok di situ… Tapi siap-siap keluyuran malem lho, soalnya kalo ndak salah bukanya di atas jam 8 malem…

    Rawon Nguling yang di Kutai biar cuma cabang juga lumayan kok…

  4. Pernah coba rawon pasar pucang? Bukanya malam juga diatas jam 9. Kata adikku (yg dulu) di Unair ok tuh. Aku pernah coba tapi butuh perbandingan dengan rawon setan, nah yang itu butuh lidah Abang, secara saya cuma bisa bedain enak dan nggak enak banget. Klo rawon setan masih kalah ya saya khan gak perlu sampai mimpi2 kepengin tuh rawon 🙂

  5. bon, ada rawon di daerah jakarta selatan gak? gue pengen nyobain nih jadinya. Satulagi, elu tahu doner Kebab khan? dimana gue bisa dapetin tuh makanan di jakarta? ada info gak?

  6. Saya sebagai orang yang lahir dan besar di Malang, kok ya belom pernah nyobain sekalipun rawon Setan. :(( tragis banget.
    Tapi menurut sampai saat ini sih rawon paling enak tuh Rawon Nguling yang di Malang.
    Kalo yang aslinya di Nguling, kering kuah. =))

  7. Kalau rawon mah saya sih sudah setahun ini jarang.
    Habis biasanya nenek yang masakin sudah tiada.
    Buat aku nggak ada rawon yang paling enak selain rawon buatan nenek.
    Rawon setan mah lewat atuh kang..

  8. rawon nguling yg dimalang [deket tuh sama rumah papabonbon di ngalam] emang enak.

    btw, aku ketemu rawon pasuruan, enak banget,d i jalan jolotundo. tempat tidak meyakinkan, tapi maknyusss.

    btw, evelyn, neneknya yg jago maak rawon di madura juga kah ? sumenep yah ?

  9. menurutku di sidoarjo ada lo rawon yg maknyusss banget,tempatnya di rumah makan candi cairo.alamatnya di jl raya candi.tuh rawon maknyuus n original bgt

  10. ada depot rawon baru nih…
    RAWON THAILAND
    Jl. Kedungsari, Sby
    (depan pangkalan taxi silver)
    aku dah pernah coba, rasanya top. Agak pedas, dagingnya pake daging iga.
    Patut dicoba…

  11. Setahun disni baru ngrasain rawon yang jawa timur bgt rasanya itu rawon di Stasiun senen depan loket lebih tepatnya… Rasanya pas di lidah… Meskipun dari kuah terlihat kurang kental… Tp masalah rasa… sipsss dah…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s