Hanung Bramantyo-Ayat2 Cinta & Blognya

Selain Joko Anwar[Janji Joni] yang suka ngeblog di multiply, ternyata Hanung Bramantyo [Jombo; Ayat Ayat Cinta] ternyata juga suka ngeblog.

Dan blognya Hanung ini seru juga.  Karena dia gak malu malu cerita banyak hal dan curhat di blognya.  Baca baca deh di link di bawah ini.  Sama kayak blognya Aditya di www.suamigila.com yang juga membuat kesengsem pembacanya. 

http://dearestmask.blogs.friendster.com/my_blog/

bahkan ada yg ngebikin e-booknya [buset, ini legal ndak yah].  eniwei, busway, bisa dilihat di sini : http://www.ziddu.com/downloadfile.php?uid=ZKugm5ioarObluKnYaqgkZWnXqyalg%3D%3D1

kalau mau baca blognya mas Akhdian yang membuat ebooknya bisa di sini

18 thoughts on “Hanung Bramantyo-Ayat2 Cinta & Blognya

  1. yang saya tw wanita bercadar indentik dengan menutup rapat aurat ny tp mengapa aisyah pakai cadarny setengah2? hanya hidung dan mulut yg ia tutupin tp keningny kelihatan lebar bgt?
    aurat wanita itu terkecuali muka tp mengapa aisyah terlihat mata tangan ny? wanita bercadar itu jgnkan yang haram untuk diperlihatkn, yg sunah saja tdk diperlihatkan.
    afwan saya komentar seperti ini

  2. Woalah…kapan e tayangnya A2C ??
    28 februari ??? Lama amir…
    ehya mas… klo bleh sedikit berkomentar nih…
    sebenarnya banyak karakter yang g cocok :
    1. Nurulnya kan dalan novel itu sosok akhwat yang gimana gitu…”Menutup banget” klo bisa seharusnya jilbabnya emang lebar bt and pake manset, trus juga pake kaca mata kan ceritanya? aq lihat di trailernya koq g’, pake jilbab pendek pula…

    2. Noura, ini yang g cocok bgt… sazkia itu kan oriental g tampang mesir ???
    sedangkan di novel Nourakan org mesir, emang sih putihnya dapet, tapi keqnya lebih cocok luna maya atau tampang blesteran lainnya

    3.Bahaddur, ini nih yang nagco bgd, bahaddur kan hitam, kekar, dan berkumis tebal…tapi kok g cck bgd sih, di film, putih, kurus, tampangnya indo pula ;-(
    Klo buat ngomentarin coment mbak azizah tentang aisyah…
    yang namanya film diangkat dari novel seharusnya emang sama, harus malah ! tapi kan tak harus sama dengan kentyataannya.

    aisyah digambarkan sebagai wanita bercadar saja kan ? seperti apa bentuk dan modelnya qt g tahu…soalnya kang abik g terlalu merinci…jadi, menurut sya yah itu sah-sah saja… malah lebih kreatif, karena membuka kesan bahwa yang bercadar itu “ga’ menakutkan” tapi malah kelihatan cantik dan anggun.

    klo buat aisyah dan fahrinya saya bisa katakan “Cocoklah” tapi, untuk karakter yang lain masih kurang pas dengan yang asli…tapi, apapun itu saya tetep tertarik untuk menonton, meskipun bukan dari segi “Cerita yang pas” tapi dari seni perfilman itu snediri…”Lighting, setting, dan lain-lainnya”

    ditunggu segra, semoga tak mengecewakan…

    ALLAHUAKBAR !!!

  3. saya sgt terkesima dgn perjuangan ms hanung slma pembuatan film AAC, pnh dgn perjuangan….hingga akhirnya film itu jadi, bth pengorbanan yang tdk sdkt.meski baru melihat sekilas AAC di vidio klip lgunya rosa, mmg kyknya ada beberapa yang krg sesuai dgn yg di gambrkan di buku, tp menrtku nilai plus bt ms hanung yg dah brni menyudtradarai film rreligius spt itu di tgh mrk2nya tontonan yg tdk mendidik.Kang abik prnh memaparkan bhwa untk mewjdkn sebuah film yg bnr2 sm dgn crt asli bk, maka dlm pembuatan film (religius) mulai dr “hulu ke hilir”nya hrs org yg tau soal syariat, tp kenyataannya di indo blm bs, jd setdknya film ini sdh memberikan warna tersendiri & dpt mjd atmosfir baru bg dunia perfilman, khususnya di Indo.sukses bt ms hanung, mdh2an tdk kapok membuat film yg bernuansa religi lg.semangat!!!

  4. saya dah liat premiere nya AAC kemarin tgl 18 feb ini…
    banyak yang saya sayangkan seperti..
    -aisyah terlihat sinis dr pada di novel
    -naora saskia mecca
    -pak brutos dan josef mana ya????
    -fahri kebanyakan nangis…
    -kurang haru
    -ada scene nu green tea di mesir…(loh kok?)
    -apartemennya kurang mewah.. setahuku bertingkatkan apartemennya..
    -harta aishyah ga disebut
    aduh masih banyak.. ya..
    tapi ya melihat perjuangan kang hanung buat film ini jd termaafkan…

  5. Well waktu pertama kali mau nonton filmnya yang terpikir cuma satu, menikmati film ini tanpa mengingat cerita pada buku nya, dan hasilnya TOP banget deh.
    Memang menurut aku, sulit kl cerita dari buku kang Abik yang lumayan tebel gitu di buat dalam satu film dengan durasi 120 menit. Sudah cukuplah dan hampir semuanya dapet. Gambaran Aisyah,,benar-benar memperlihatkan seorang “perempuan”pada umumnya, cemburu,,pastilah tapi tidak terlepas keimanannya di akhir cerita. Kalo aku,,,aku pinjem jempol dari tangan-tangan lain karena 4 jempol yang aku miliki ga cukup buat aku acungin ke kang hanum,,,,Terus kang memproduksi film Islam,,,ini adalah satu satu jalan buat berdakwah,,,Selamat buat semua kru AAC.

  6. TOP bgt dueh…salut bgt sama film nya…meski banyak yg koment gak mengena tp buat aq pribadi itu dah sangat luar biasa….terus berkarya yaw kang hanum…

    indonesia sangat butuh tontonan (film) seperti itu,,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s