Makasar dan Kulinernya [6]

Jalanan macet, dan orang Makasar harus rela stack di jalan.  Banyak lagi yang ngawur dan yang nekad meski lampu merah, toh tetap dengan santainya menjalankan kendaraannya melintas jalan atau menikung.  Padahal ada pak Polisi … 😦  Gimana ndak tambah macet yah …

Tapi kemacetan seperti itu sepertinya sudah dimaklumi kalau kita ingin makan pallu basa di jalan Serigala.  Tapi jangan harap bisa menikung antrian.  Para pelayan di sana sangat jeli dalam memahami perilaku pelanggan.  🙂

Lihat saja deh, orang kalau mau makan di sana harus pasang badan, ngantri di depan orang yang sedang makan.  Buat catatan, ini potret diambil hari Minggu, 16 desember sekitar jam 09.30 pagi lho …    Jadi memang sudah dikondisikan kalau mau makan pallubasa ini badan sudah dalam kondisi panas dan berkeringat.  Jadi makannya balas dendam dot com.  hehehe 3x.

Pallubasa datang dalam mangkok kecil.  Jadi kalau kamu tergolong makhluk pelahap segala, pasti akan minta tambah.  Modelnya seperti soto sulung, tapi dagingnya tidak berlemak, kalaupun ada, jenis daging putih, full daging dan rupa rupanya, dengan kuah yang yummy, superb, tebal apalagi diberi tambahan kuning telur.  Makin mak cess gitu deh.  Tambah gurihnya lagi karena diberi semacam srundeng, gitu lho …  Yang heran, kuahnya kental, tapi rasanya segar dan tidak terasa jejak lemak yang biaanya nyendal.  Sesuatu yang tidak disukai dalam ragam klasik soto daging ala madura.

Jalan serigala ini tempatnya ndak kentara, dan banyak lho yang memutuskan ndak jadi makan melihat antreannya itu [lha bisa berdiri sejam bok, baru bisa kebagian kursi].  Termasuk si Hiras / Turnip yang sejak dahulu kala menemukan warung ini dan senantiasa memutuskan tidak mau antre   🙂  Warungnya juga cuma warung tenda ukuran 7×3 m deh kayaknya.  Lokasinya persis di pinggir jalan.  Tapi yang ngantre mobil di sekitar situ memenuhi ruas pinggir jalan di kedua sisi.  Ini dia warung tendanya, dengan para motor pengantre di depannya…. 🙂

Tuh kan warungnya ndak ngawaki..!  Padahal ada sementara orang yang memberikan pujian setinggi langit [dan papabonbon yakin dengan tulus ikhlas].  Palubassa jalan serigala adalah makanan paling enak di dunia.  Pallubasa ini biasanya menjelang jam 13.00 setelah makan siang sudah habis.  Jadi silakan gigit jari kalau nekad ke sini.

Tapi ada info menarik, beberapa waktu ini katanya pallubasa jalan serigala buka sampai malam.  Ini dia fotonya …  jadi bukan hoax lho ya, hehehe …. 3x

Yang berdua ini Bambang dan Ingrid [panggilannya Eeng, adik iparnya BEW], santai santai di luar warung setelah perjuangan berat makan pallubasa.  leha leha sambil mengeringkan keringat yang bercucuran hehehehe ….  🙂

.

.

.

yeah, komennya sama kok, teman teman !.  Adik iparnya bengbeng nih cakep juga yah ..kikiki 3x …… 🙂

Iklan

2 thoughts on “Makasar dan Kulinernya [6]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s