Makasar dan Kulinernya [1]

Makan ikan bakar lah … tempatnya di Paotere. Emang bener boss, di sini ikannya segar, gede gede, murah, dan rasanya yummiii ….

Saat itu papabonbon makan di warung ikan bakar di dekat pantai Losari. Nama tempatnya Paotere. Ini dia alamatnya kalau ingin pergi ke sana.

Saat itu kami berempat. Teman teman makan ikan cepa yang besarnya selengan. Papabonbon sih waktu itu hanya makan kerapu sunu. Gedenya ??? Cuman segede bantal saja! hahahahaha.

Ikan cepanya seekor 18 rb, sedangkan kerusakan untuk kerapu sunu itu 30 rb. Dahsyat !!!!

Di atas tuh foto teman yang kebagian jadi tersangka 🙂 Karena duduknya persis di depan si kerapu sunu. So, kenapa kerapu sunu ? Rekomendasi dari teman yg eks Kelola Mina Laut, ikan paling enak di Makasar ya si Kerapu Sunu ini. Dan memang, bahkan dia lebih lembut dibandingkan Kakap Merah [yang papabonbon makan beberapa hari setelahnya].

Iklan

14 thoughts on “Makasar dan Kulinernya [1]

  1. keren euy…jadi inget watu makan ikang bakar di daerah bayah sana….kurang lebihnya sama deh….murah, gede2, enak dan alamiah…..btw, ada yang dibawa pulang gak bon?boleh dunk….ha…ha…ha

  2. Iyaaaa…Gw perna ke sana pas makan siang sampe harus antri saking ramenya itu rumah makan. Ikannya seger, sambelnya enak, lebi pas kalo dimakan pake sayurnya yang bersantan ituh (gw lupa apa namanya)

    Jadi pengen lagi…

  3. jadi pertanyaan sih sebenarnya, mengapa di makasar dan papua ikannya segar segar, tapi daerah lain ndak seterkenal makasar buat urusan kulinary ikannya ? medan dan tanjung pinang terkenal budaya ikan lautnya juga, palembang dan banjar masin dgn budaya ikan sungainya.

  4. makassar gitu loh pak…
    karena emang sulsel makanan sehari2nya ikan.
    di surabaya saya baru terbiasa makan ayam tiap hari, yang dulunya ikan sebagai lauk utama..

  5. wah, untung belum sampai tahapan menjadikan bebek goreng sebagai menu utama 🙂 btw, surabaya dekat sama pantai, tapi budaya makan ikannya malah kurang tergarap. padahal bawean tuh, ikan banget … rada mirip tanjung pinang malah .. karena orang sono campuran madura – arab, dan sering melaut ke tanjong pinang.

  6. di Makasar sempat makan juga ulujuku alias gulai kepala ikan. sama sama enaknya dengan gulai kepalaikan khas Padang, namun ada bedanya.

    Andalan dari ulujuku khas makassar adalah pada keseragaman jenis ikan. misal, di pak Faisal, khusus hanya kepala kakap merah jenis tertentu [yg paling enak], yang belinya dari Kemila [pecahannya Kelola Mina Laut], ada juga lho yang spesialis ulujuku kepala Kerapu. Papabonbon aja belum nyoba hehehehhe. selain itu bumbu kepala ikan di makasar kendati pakai santan, arahnya lebih ke asam segar.

    sementara kalau kepala ikan di padang lebih ke gurihnya santan. meski ada beberapa varian yang mainnya juga di rasa asam segar ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s