Antara Makhluk Jin dan Manusia

pesan utama dari trilogy bartimaeus adalah rasa saling percaya antara dua ras, jin dan manusia.  diperlihatkan bahwa ptolemy dan kitty jones bersih dari niat memanipulasi kekuatan jin.  bahkan mereka bersedia untuk datang ke dunia lain.

dalam trilogi bartimaeus ini, hanya dua manusia itulah  yang pernah  menyeberangi gerbang yang memisahkan dua alam berbeda ini.  asal cerita nampaknya berangkat dari filosofi barat dengan tambahan bumbu cerita cerita timur tengah dan sekitaran mesir yang diramu secara cerdik.

sayang, sang pengarang kurang mendalami legenda legenda timur.  jika lebih cermat lagi, kisah kisah di dunia timur [terutama china dan india] memberikan ruang apresiasi yang lebih luas dalam hubungan antara golongan jin dan manusia.  misalnya saja legenda ular putih dan siluman wanita rubah.  dua kisah ini adalah kisah pemberontakan ketika manusia menjalin ikatan dengan jenis jin dan mereka saling percaya satu sama lain.  bahkan pihak yang menolak terjadinya saling percaya ini adalah manusia sendiri, yang sifat dasarnya ternyata paranoid.

legenda ular putih, para penentangnya adalah para rahib grotto buddha, sementara siluman rubah penentangnya adalah pendeta tao yang berprofesi sebagai pengejar arwah.

itu yang pertama soal kepercayaan.

kalau kita mau mengelaborasi lebih dalam tentang jalinan rasa percaya antara dua ras jin dan manusia dalam konsepsi timur, maka ada dua hal berikut ini:

a. bentuk hubungan antara jin dan manusia di dunia timur lebih intim.  legenda ular putih dan siluman rubah adalah hubungan intim antara lelaki manusia dengan wanita jin.    kalau dipikir pikir lagi, penolakan terhadap kisah mereka adalah hal yang aneh, karena ada legenda lain berkait kalangan bidadari dengan lelaki petani.  setiap tanggal 7 bulan 7, menjadi titik pertemuan antara legenda si lelaki petani dengan istrinya yang anak dewa.jenis hubungan mereka tidak ditentang oleh manusia, yang menentang adalah ayah si bidadari sendiri, yang berujung dengan menempatkan si gadis di bulan.

b. dalam legenda para ksatria yang tercecer diantara mahabaratha, barathayudha, ramayana, terlihat bahwa manusia memiliki kemampuan untuk sampai pada level tertentu yang perbawanya bisa membuat dunia lain terguncang.  contohnya adalah resi durna, satu satunya manusia yang secara legal yang bisa memperistri bidadari, dan banyak lagi tokoh pewayangan yang tapabratanya bisa membuat mayapada gonjang ganjing.

baca juga:

https://papabonbon.wordpress.com/2007/08/10/amulet-of-samarkand/

https://papabonbon.wordpress.com/2007/11/12/ptolemys-gate/

berikutnya adalah implementasi hubungan di lapangan.  Dalam Ptolemy’s Gate disebutkan upaya penggabungan jin dalam tubuh manusia.  namun celakanya, ternyata sang jin justru menguasai tubuh manusia dan mengakuisisi sepenuhnya.  Bahkan kasus Nouda adalah arwah sang jin lebih kuat daripada fisik manusia yang menjadi tempatnya bernaung.  Akibatnya bentuk manusianya mengalami deformasi secara ekstrim.  Dah, kayak alien ajah, gitu …

kenyataannya masalah penggabungan dua makluk ini nampaknya tidak menjadi masalah dalam kisah kisah dunia timur.  Dari jenis summon/pemanggilan yang:

  1. temporer
  2. jangka panjang
  3. selamanya

pendekar silat aliran tertentu di Indonesia dan China banyak yang mempraktekkan pemanggilan sementara.  jadi si manusia bisa copycat kemampuan dari sosok yang dipanggilnya.  misal saja memanggil sun go kong untuk dipakai bertempur.  jadi tidak perlu belajar ilmunya sendiri yang membutuhkan proses lama.

dalam proses ini juga tidak ada kesulitan sama sekali dengan proses memanggil dan melepaskan kembali jin dari badan manusia.  semua under control.

mau lebih jauh untuk proses penggabungan antara jin dengan manusia secara permanen, kita sering mendengar legenda rakyat tentang orang orang yang setelah matinya, ternyata mayatnya masih utuh dan gentayangan.  kalau dipikir pikir, mungkin seharusnya jin harus dilepaskan dari tubuh manusia sebelum kematiannya.  karena kalau tidak kejadiannya seperti jasad perdana menteri inggris yang gentayangan karena tubuhnya telah disusupi jin honorius. 

Iklan

4 thoughts on “Antara Makhluk Jin dan Manusia

  1. tulisannya jangan digantung dong mas, nanti jadi salah paham “….kalau dipikir pikir, mungkin seharusnya jin harus dilepaskan dari tubuh manusia sebelum kematiannya…” seolah-olah persekutuan antara jin dan ‘manusia biasa’ diperbolehkan, padahal tidak… “hanya nabi Sulaiman AS saja yang berhak untuk hal yg satu ini”. Bahkan Nabi besar Muhammad SAW tidak pernah berteman/bersekutu dg jin dalam hal apapun. jadi kalau ada umat nabi Muhammad SAW yang melakukan persekutuan dg jin atas alasan apapun berarti mereka adalah orang yang Fasiq

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s