Mengapa tdk Pilih Poligami ?

Tulisan ini adalah tanggapan terhadap Ade Armando: 

Mengapa pernikahan secara Islam tidak boleh menolak poligami juga ???

Kalau saya sih menolak poligami bukan sekedar karena gagasan sahaja.  Namun justru dikarenakan oleh fakta dalam keluarga besar kami.  Saya generasi ketiga dari pelaku poligami [kakek saya dari pihak ibu]. Sejak terjadinya poligami, permasalahan dalam keluarga besar, senantiasa berpusar dalam lingkaran masalah poligami ini.  Dari perebutan pengaruh secara diam diam, politik anak kesayangan, pembagian harta waris, klaim terhadap rumah tinggal, klaim identitas, sampai permintaan supaya tidak dianggap sebagai darah dari keluarga besar ini, karena ada saudara yang convert ke agama lain dan tidak mau diketahui oleh keluarga suaminya kalau keluarga besarnya adalah keluarga x, dan bahwa asal usul dirinya adalah dari keluarga yang tercerai berai karena bentrokan poligami.

Posisi saya adalah cucu laki laki, bukan pula cucu lelaki yang pertama, namun toh hawa konspirasi di setiap tarikan napas dalam setiap kali pertemuan keluarga besar terasa menghujam dalam kalbu saya.  Di luar semua orang tampil biasa, berkepribadian menarik, namun motivasi didalam jiwanya yang mewarnai setiap tindakan yang diambil digerakkan oleh luka poligami ini.

Dan ini seperti virus penyakit sosial yang menular, karena generasi kedua setelah eyang kakung pun, punya jiwa playboy yang sama.  Yang mengikat gaya hidup kami, cara berpikir dan bertindak yang entah bagaimana selalu hadir di depan pelupuk mata kami. Seperti di bilang Ari Perdana dan Andya, mungkin ada alasan tertentu sehingga berpoligami bisa dianggap fitrah.  Sebagai lelaki dengan hasrat seksual pun, saya mengagumi wanita wanita cantik dan menarik lainnya.  Why not ? mereka memang menarik kok ..   Hanya kenang kenangan untuk menjadi penerus cita cita keluarga monogamis dan upaya supaya tidak jatuh di lubang yang sama sajalah [yang dimulai oleh ayah dan ibu kami lah], yang membuat generasi kami saat ini berusaha hidup dalam perkawinan monogamis.

Mengapa poligami ini tidak enyah saja dari muka bumi ini ?  mengapa manusia sekarang masih diwajibkan dan harus akreab dengan urusan poligami ini ?  terus terang saja, banyak energi sosial yang habis gara gara urusan satu ini.  Seperti adagium, yang lebih baik adalah mereka yang berani menyongsong kehidupan, karena menjalani hidup lebih berat dibandingkan sekedar mati.  Maka bolehlah kita berkata, memilih pernikahan monogami, lebih terpuji dibandingkan menjatuhkan diri dalam lubang perkawinan poligami.

Dan seperti bung Ade bilang itu pilihan.  Untuk menjalani hidup secara idealis, atau pilih yang praktis sahaja di depan mata.  Pilihan saya untuk saat ini mengidealkan monogamy juga didasari pertimbangan praktis juga kok.  Supaya di masa depan keturunan kami, tidak perlu pusing dengan segala intrik politik dalam keluarga yang diakibatkan poligami di ujung suatu hari.

Regards,
Ari

________________________________________
From:  adenina@cbn.net.id

Saya cuma menyatakan bahwa gagasan penolakan poligami itu pasti tidak datang dari wacana Islam.

Iklan

7 thoughts on “Mengapa tdk Pilih Poligami ?

  1. Biasanya laki-laki bilang saya bisa menafkahi lahir dan batin kenapa tidak boleh, komentar istri pertama dasar kamu bajingan selalu berlindung di ketiak nenek moyangmu aku tidak berdaya kau buat.

  2. satu pasangan saja cukup, tapi ingat jangan selingkuh, kalo kepepet ya poligami lebih baik 🙂

    seburuk2nya poligami kan tetap lebih baik dari zinah

    —-
    me : menikah dengan satu istri saat ini, belum berencana menikah lagi tapi tidak menutup diri kalau hal tersebut bisa saja terjadi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s