Saatnya Berangkat Lagi !

Pernah membayangkan nggak, suatu kehidupan yang membuat kita harus pindah rumah berkali kali, bekerja tidak dalam satu lokasi tetap di satu periode tertentu, dan perasaan dikejar kejar karena hal itu belum usai dan masih terus menghantui kita kemanapun kita pergi ?

Ternyata jaman sekarang, pekerjaan yang sifatnya seperti itu semakin banyak dengan berbagai variasinya.  Contoh saja seperti teman papabonbon ini :

ms Rinrin yang auditor BPK baru saja mendapat informasi kalau akan ditempatkan di semarang.  Padahal dia baru menikmati ayem tentremnya hidup di Surabaya 2 tahun dan sedang dalam proses membangun rumah dengan loan ke bank [tempat misoanya kerja sih!], dalam jumlah yang lumayan, lha ratusan jut.  Rumah memang harus diikhlaskan untuk dikontrakkan ke teman atau kerabat … 😛

cak Slatem, dari ujung Jakarta coret, si doi baru pindah ke Semarang untuk mendekati keluarga yang saat itu tinggal di Cilacap.  Rumah di sana juga baru di renovasi, apadaya sang istri yang jadi pns di perusahaan energi milik negara dipindah tugaskan ke magelang.  Yah lebih dekat sih dari semarang, tapi jadi gondok juga dong ….

mas Wid yang jagoan ngaudit di Karipka – pemeriksa pajak, tiap 2-3 tahunan sekali kudu siap siap pindah ke lokasi penugasan yang baru.  kapan mau settle dan kawinnya nih, mas ?

Bung Umar, tentara penjaga tanah negeri ini, juga secara rutin 4 tahunan akan mengisi pos barunya.  Begitu juga bang Aep yang pak pulisi, pindah dari satu polda ke polda lain.  jangan bayangkan para aparat bisa leluasa dengan rumah dinas mereka lho.  Lha wong ganti kunci rumah dinas tipe 45, ada biaya ganti kunci 60 juta, bok !

Satu teman bilang sudah siap dan meenrima dengan keadaan ini.  Konsekuensinya jadi orang pemerintah , bro !.  Teman yang orang marketing lain lagi,  aha, orang marketing malah setahun bisa pindah dua sampai tiga kali.  Teman yang tentara justru bilang, inilah yang membuat terlena, rumah dinas, listrik dan air gratis, sudah menjelang waktu baru sadar belum punya rumah dan tidak punya kampung halaman.

Kemarin tiba tiba merenung ajah sih, ternyata gitu yah, rasanya jadi petualang.  Are you ready untuk jadi petualang lagi … ?  Soalnya kita kan bukan jomblo lagi, tapi sudah punya buntut yang kudu dipikirin, gimana pengaruhnya moving bolak balik dari satu tempat ke tempat lain ke psikologi –> perkembangan jiwa anak kita.

Iklan

4 thoughts on “Saatnya Berangkat Lagi !

  1. Dulu sih ikut ortu pindah-pindah…sekarang tetap di Jakarta walau macetnya makin menggila. Betul kata Foke, serahkan kepada ahlinya…ahli macet dan Jakarta untk semua…semua kendaraan pribadi. Mending di Kenjeran deh…sambil nungguin kali-kali ada hiu paus yang terdampar. Mbon…Ambon lu ye…

  2. Dulu sih ikut ortu pindah-pindah…sekarang tetap di Jakarta walau macetnya makin menggila. Betul kata Foke, serahkan kepada ahlinya…ahli macet dan Jakarta untuk semua…semua kendaraan pribadi. Mending di Kenjeran deh…sambil nungguin kali-kali ada hiu paus yang terdampar. Mbon…Ambon lu ye…Putu Mahardika Phd dimana?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s