Mengapa Si Grandong Dimusuhi ?

Grandong yang satu ini tidak ada hubungannya dengan si grandong cucu mak Lampir itu.  Si Grandong yang satu ini adalah mesin bubut yang dimodifikasi sehingga bisa matching dengan alat slep padi, dan bisa dikendarai ke sana kemari [movable] seperti truk.  Sampai sampai ada yang bertamu selama lebaran dengan mengajak seluruh keluarganya naik grandong dari satu rumah ke rumah yang lain … 😀

Alat ini banyak ditemukan di sekitaran Banyuwangi, bahkan orang Bali mulai belajar membuat alat sejenis.  Namun belakangan ini, grandong yang sangat inspiring ini mulai dimusuhi banyak orang …  tanya kenapa ?

Banyak orang yang kehilangan pekerjaan dan sumber penghasilan.  Bayangin deh, periuk nasi elo terguling, dan isinya dicolong orang.  Persis kejadiannya seperti dalam “Who moved my cheese”

Lha, pakdhe, memangnya siapa saja sih, yang merasakan kerugian dari kehadiran si grandong ini ?

  1. para buruh tani, yang rata rata hidupnya subsisten dan cuman punya tanah sepetak nggak jelas, dan hidupnya sangat tergantung pada pekerjaan “memburuhkan diri” di bidang pertanian, dari pembenihan, menanam, dan memanen, sekarang bisa tergusur 80 persennya gara gara si grandong ini.  gimana tidak, wong slep padinya hadir di lokasi … 🙂
  2. para pemilik slep padi [terutama yg slep tradisional atau slep yang masih kasar] jelas tergusur juga.  hasil slep dari grandong ini jelas masih harus di slep ulang untuk mencapai hasil yang prima.  tapi untuk lapisan pertama, para pemilik usaha slep yang dulu juragan kaya, langsung tersikat habis.
  3. grandong ini menghasilkan sampah dimana mana, bekas selepan padi terserak berantakan memenuhi jalanan.  Tatakrama perpadian yang harmoni dengan alam yang sudah berlangsung sejak jaman baheula tergerus perilaku pak grandong.  Tua tua kampung yang susah payah, mentradisikan beres beres sisa selepan grandong ini.

Ada kemajuan di satu sisi, dan ada yang jadi korban di sisi lain.  Terkadang papabonbon bertanya tanya apa hakekat kemajuan dan teknologi itu yah ?  Apakah grandong ini jadi hasil olah budaya adiluhung atau sekadar menjadi senjata pemusnah massal ? [pada tatarannya sendiri lho yah ….].

Iklan

3 thoughts on “Mengapa Si Grandong Dimusuhi ?

  1. hakekat kemajuan dan teknologi itu terjadi beriringan pada saat suatu teknologi dimanfaatkan demi kemajuan atau pencapaian maksimal. kalau dimanfaatin dengan seharusnya bisa menguntungkan semua pihak. Namun, bersaing antara tradisional dengan teknologi adalah sulit. mau tidak mau para buruh manusia harus mengikuti perkembangan zaman. bila tidak, tentunya akan tergilas oleh zaman itu sendiri. seperti yg Papabonbon bilang para pemilik usaha slep yang dulu juragan kaya, langsung tersikat habis. 😀

  2. Dalam satu surat kabar, Wiranto menyindir SBY dengan mengatakan politikus jangan jadi penyanyi terkait dengan pelucuran album lagu-lagu ciptaan SBY yang dinyanyikan tidak oleh SBY sendiri. Wiranto mungkin lupa, bahwa dia sendiri pernah mengeluarkan album dan bahkan menyanyikannya sendiri selepas dari jabatan Panglima ABRI. Album tersebut bahkan di-CDkan. So, memang benar-benar negeri aneh dan lebih lucu ketimbang Thukul, orang-orangnya lupa ingatan bahkan bisa dikatan sakit jiwa. Koq semua ambisi pengen jadi presiden? Kenapa nggak ada yang ambisi membantu orang miskin dengan sungguh-sungguh melalui hartanya. Heuh…(dengan tone seperti di Editorial MI).

  3. memang benar grandong di musuhi, Seharusnya grandong tidak boleh beroperasi. setelah saya melihat sendiri ternyata banyak menimbulkan masalah di lingkungan yang seharusnya tidak di kehendaki.
    1. kalau beroperasi di jalan bs mengganngu orang yg mau lewat
    2. menimbulkan polusi ( udara, suara, lingkungan) contoh : sekam di buang sembarangan,
    3. jalan di jalan raya, padahal menurut UU lalulintas tidak boleh
    4. tidak mempunyai ijin usaha dan tidak membayar pajak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s