Pilih Jalan Ke Depan

Kakek papabonbon adalah orang Indonesia, asli madura, dan dijamannya sudah mengecap pendidikan belanda, sehingga berprofesi menjadi jaksa, sejak jaman pemerintahan hindia belanda sampai jaman kemerdekaan. Ayah papabonbon dan generasi ebes ini, adalah anak anak kuliahan jaman setelah kemerdekaan. Lapiran senior ini rata rata kuliah di UGM, ada yg Unair dan ada yang di ITS antara tahun 57-70an.

Pakdhe, sebagai anak lelaki yang paling tua malah jebul ndak jadi dokter dari Unair, tapi ambil beasiswa ganefo yang membuat pakdhe ini meneruskan sekolah di Bulgaria, dan belakangan terlunta lunta tidak bisa pulang ke tanah air, dan akhirnya menetap di Belanda. Sedangkan tiga saudaranya, 2 cewek, dan satu cowok [bokap] berurutan akhirnya menjalani hidup keseharian menjadi anak rantau di Jogja sana. Semua kembali untuk berprofesi menjadi pegawai negeri di jawa timur. budhe pertama di dinas pertanian, dan budhe kedua jadi ambtenaar di pemda jatim. Bokap sendiri akhirnya lintas jalur, meninggalkan universitas negeri jember dan SPMA Malang untuk menjadi tentara.

Intinya semua jadi pegawai pemerintah gitu deh, seperti semangat jaman di masa itu … :p Dan secara semangat reformasi sekarang ini adalah dunia orang orang sipil, kewirausahaan dan kemandirian finansial, maka papabonbon memilih jalur swasta. Tapi gen sosial masih kental dengan jiwa pns yang adem ayem, alon alon asal kelakon, mau santai, kontemplatif, dan selalu gak punya cukup percaya diri diri membangun bisnis sendiri dan struggle dengan itu.

Jalur generasi papabonbon [setelah lihat para sepupu dan generasi kiri kanan], baru bisa menancapkan kaki sebagai “pegawai swasta”, belum sampai ke tingkatan business owner. Padahal angkatan kita sudah ambilnya jalur sekolah yang tidak ambtenaar minded lho, tapi pilihannya ke fungsi. Sehingga generasi ini, rata rata kuliah di kampus dekat rumah sahaja, ndak perlu jauh jauh [Unibraw, ITS, Ubaya, beberapa sekolah swasta di bandung – karena dekat rumah mereka, ada juga malah yang double kuliah di UGM sekaligus kuliah Theologi di sebuah Seminari – juga karena dekat sama rumahnya di Solo]. Yang jauh dari rumah sepertinya cuman adik adik papabonbon yang berontak dari pattern dan pilih sendiri sekolah ke bandung dan sekarang hidup di luaran, ambil sekolah dengan biaya sendiri di Jepun sana.

Wayyak, semoga generasi berikutnya dari papabonbon sudah bisa mengambil jalur cepat di dunia bisnis dan berswasta ria ini. Mosok kalah sama nagabonar .. 🙂

Iklan

10 thoughts on “Pilih Jalan Ke Depan

  1. Papabonbon harus siapkan duit sebanyak mungkin dari sekarang sehingga bisa mempersiapkan persemaian kebun duit buat Dede Elsi.

  2. hai, nama gw Rabbi or Candra. Papabonbon itu namanya Chandra Bonie Septiawan bukan ?

    Sory kalo salah, gw udah nyari gimana caranya kontak ke elo, tapi blum ktemu. Dari isi tulisan lo, ngingetin gw ke temen gw. Nama panggilannya bonbon

    sukses ^_^

    c u

  3. Jangan terjebak dengan nama. Barangkali orang akan mengasosiasikan bahwa BonBon itu dari Bonie. Bonbon di sini lebih kepada physical appeareance sang empunya nama…karena beliau ini orangnya bulet mirip es bon bon…

  4. Masyaallah……………..?????
    Kok lo gak ngaku ????

    Emang lo ngeliat prospek gak bagus ya dalam diri gw (in relationship as a friend) /// aM NOT A GAY !!!!! ???

    Ya udah, apapun alasnlo ngerahasiain “papbonbon” its oke ^_^
    Moga sukses ^_^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s