Makanan Sehat, Makanan Rumah

Kalau mas Dudi, pusing, karena gaji 8 juta kok ujung ujungnya ngepas, papabonbon saat ini bisa paham sih. Punya dua dapur memang high cost economy.

Bagaimana nggak, selama di sby, berat badan papabonbon naik cepat sekali karena makannya suka milih. Milih yg enak enak dan berlemak. Dari bebek goreng, pecel mintanya nambah paru atau empal. Makan sego sambel juga ndak cukup sama tahu tempe sahaja, menu iwak pe, terung dan dadar jadi andalan. Semasa ngekost di karang menjangan juga sukanya beli kare kambing, dan kalau lewat daerah pande giling tidak upa mampir cari kikil kambing. Wakakakka ….

Padahal waktu dulu masih hidup aman tenteram, sehat sentausa di bekasi, pengeluaran sebulan kayaknya mentok di angka 3 jt an, jadi bisa nabung sejuta secara teratur.[yang ternyata langsung habis lagi begitu dipakai buat renovasi rumah, yang biayanya ternyata naudzubillah min dzalik itu …. :D].

Dan kalau diruntut ke belakang, niatan nabung buat reserve 1 tahun gaji + nabung buat sekolah lagi itu senantiasa terpakai habis. Antara lain buat invest tanah di kampung, habis buat oper kredit rumah belakang [yang bukan investasi yg bijak karena perumahan papabonbon nyelempit banget, merupakan perumahan third tier, dan susah dijual lagi, pun jauh ke mana mana]. Pengeluaran mudik lebaran juga termasuk pengeluaran mahal lho. Mahal banget malah. Setahun 2 kali mudik, sama saja habis 5 jutaan. Ta’iye.

Yakkk cukup, cowok memang sering tergoda ngobrolin soalan duit dan gaji. Apalagi kalau termasuk orang pelit seperti papabonbon. Padahal tadinya cuman mau bilang, “Kalau di kost di surabaya makannya sering yang berlemak jenuh dan jauh dari yang namanya buah dan sayur – sampai memerlukan untuk ikutan fitnes segala. Selama di Bekasi ini, papabonbon empat sehat lima sempurna”. Bolak balik ketemu buah, makanan berserat, sayur sayuran, juice. Kemana mana juga sambil olahraga – naik sepeda pancal – ini sih, karena motor sudah dicangking ke sby. Hehehehhee

Yang heran, pengeluaran istri dan anak, kok bisa sama dengan papabonbon di sby. Ini pastinya karena papabonbon sudah di zona kenyamanan, mau yang enak enak, serba instant, ndak mau soro. Penyakit orang kerja, dengan dua dapur. Long Distance Relationship.

Pantes, ada teman PNS yg bilang. Kalau mau pns kerja rajin dan kagak korupsi, kalau mutasi usahakan masih di satu propinsi. Kalau kejauhan [kayak istri anak masih di Batam, suami ditaruh di Ternate, malah korupsi menjadi. Wong doi ndak pernah di kantor, mudik ngendon aja di rumah dia di mbatam. Di kantor cuman tiga hari doang, tanda tangan surat surat [ambil jatah setoran] dan ambil gaji.

Iklan

7 thoughts on “Makanan Sehat, Makanan Rumah

  1. Tambun mah jauh kemana-kemana. Lagian jangan suka diturutin makan yang enak-enak melulu. Sebetulnya itu kan tinggal pengendalian diri anda. Dulu waktu masih mahasiswa masih bisa makan pecel murah dan sering menghadiri acara kampus biar dapat makan.

    Makanya keluarga langsung saja bawa ke SBY biar nyaman tentram lahir bathin.

  2. Gimana kalo bang bonbon mulai cari kuliner rendah lemak di surabaya kayaknya ada juga. Pernah orang kantor bawa sayur asem enak banget. Ato makan di Dapur Sunda aja, banyak menu nabati khas sunda, tapi mahale polll, hehehe..

    Btw maksudnya sehat di kantong juga ya.. 😀

  3. Ga bisa ngrantang?

    Saya dan suami kan juga berpisah rumah terus…Bandung-Jakarta. Awalnya suami kost dan ngrantang, baru setelah punya rumah kecil, ada pembantu cowok yang nemeni. Jadi di Bandung saya hafal makanan murah dan enak…maklum suami punya diabetes, jadi harus banyak sayur dan buah, serta semua serba di pepes dan di bakar/di rebus.

  4. duit itu goib..dan selama gaji papabonbon masih dalam bentuk duit, bukan beras, lintingan rokok atau emas berlian, maka tanpa sadar bisa raib entah kemana.. bisa ke perut, dvd, ongkos minjem buku di tunjungan bahkan sekadar membeli pulsa.

    mengatur keuangan keluarga adalah hal paling krusial, sensitif sekaligus paling enak untuk dilupakan dan disepelekan. Pura-pura nggak tau aja, kalau tabungan makin tipis..

    Ada baiknya, tabungan bukanlah hasil pengurangan konsumsi atas gaji.
    Namun tabungan adalah adalah konstanta pengurang gaji untuk mendapatkan nilai konsumsi.

    Bukan begicuuu..?

  5. @ mas kopdang
    waduh, gubrak deh. istilahe mas kopdang susah sekali …:D

    @ bu Edratna
    walah, saya kok baru mikir ttg ngerantang ini yah, bu. padahal ibu saya dulu sering jadi pengelola proyek nasi rantangan jaman saya kecil. lucu juga sih, ngerantang .. 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s