Krisis Melahirkan Kesempatan

Ada banyak obrolan tentang krisis, PHK, merger perusahaan yang menyebabkan board of director dikocok ulang, kesempatan baru bagi para talent muda. Tapi di posisi mana kita bisa memanfaatkan kesempatan ini ?

Kadang diam menunggu, justru berakibat :

  1. ditawari pindah bagian ke divisi lain, tanpa kompensasi apapun
  2. kalau tidak mau pindah bagian, berarti bersedia di PHK, karena divisi kita dihapus
  3. kalau kita orang baru di perusahaan itu, dipindah bagian berarti masuk ke tempat di mana orang tidak terlalu mengharapkan kehadiran kita. 
  4. padahal kalau pilih PHK, pesangonnya sedikit 😀
  5. kalau kita orang lama, mau nego sama siapa biar dapat posisi ?
  6. kalau krisis tejadi, karena para harimau dan beruang diatas lagi bunuh bunuhan, kita bisa bebas dari eksesnya gak ?  kalau kita dikira ikut salah satu klik, bagaimana caranya lepas dari “pandangan negatif itu” ?  bagaimana caranya naik posisi [minimal save dan ada prospek deh] setelah pertempuran selesai ? 
  7. kalau para harimau dan beruang akhirnya selesai bertempur.  Apakah aman, jika kita langsung “setor muka” pada pihak yang stay setelah pertempuran reda ?

jadi pertanyaan sebenarnya, ketika krisis kita bisa dapat “posisi diatas angin” itu, caranya bagaimana sih ?

Kasih saran saran, dunk.  Hehehehe!

11 thoughts on “Krisis Melahirkan Kesempatan

  1. Buat sebagian orang, krisis ekonomi adalah jalan terbaik untuk berburu aset strategis. Sewaktu pasar jatuh, itu juga waktu terbaik buat borong saham murah.

    Saya pikir bukan bagaimana kita bisa dapat “posisi diatas angin” itu, melainkan, siap saja supaya ketika kesempatan datang, kita tinggal embat. Manusia cuma bisa mempersiapkan diri sehingga ketika hidden role of chances muncul secara tiba-tiba dan tak sengaja, manusia bisa memanfaatkannya untuk melahirkan perbaikan.

    Seberapa sukses penemuan dan perubahan terjadi tergantung pada kesiapan kita itu sendiri. Kita cuma bisa menyiapkan kail dan umpan terbaik yang kita bisa — dan tentu saja berdoa.

  2. Bagaimana halnya dengan krisis nurani? Alih-alih melahirkan kesempatan, krisis ini justru memperburuk krisis yang dialami bangsa ini.

  3. @ nofie : sekedar kenal, tanpa ada ikatan hutang atau balas budi dan kapabilitas yg diakui, kan tetap saja gak bisa jadi “penjahat termashyur”.

    jadi balik lagi, sebenarnya apa saja sih, yg harus disiapkan ?

  4. kendati sering mendapat isu boycott produk barat, namun di industri FMCG level global makin dikuasai peruahaan besar dari barat :

    – nestle membeli ades jadi nestle water [ jadi mereka sudah kuat di industri kopi, susu, air, dan makanan olahan lain].
    – danone fokus ke dairy product dan beverages, di level global mereka akan membeli numico dan di level lokal mereka sudah membeli aqua. dan danone biscuit dijual ke kraft
    – sebaliknya, industri rokok, sejak phillip morris beli sampurna dan main di kretek, mungkin kita akan mulai melihat kretek indonesia di luar negeri. di jerman sana, jarum sudah mulai pasang iklan 😀
    – key chain, juga sejak 2004 dikuasai oleh carrefour dan giant/hero. terlepas dari mainan mereka untuk pooling order, main potong invoice secara semena mena dan mainin TOP yg bikin para suppliernya resah.

  5. heee…. papabonbon kayaknya menyinggung gw nih..
    in my hb case ada bbrp tawaran di dalam (termasuk dari dept yang dulu -awal kerja- dia apply for). Terakhir ditawarin ke regional dept (asia pacific) which is more challenging and prospective. Makanya gw tadinya ngira dia mau ambil itu.
    Eh the night before decision, dia sms lagi: ambil mana? hahaha…

  6. sebenarnya tidak menyinggung seseorang tertentu secara khusus sih, mbak fau. karena hal semacam ini, sedikit banyak pernah dialami oleh kita semua.

    selama di perusahaan korea, papabonbon lebih dari sekali memilih pindah bagian, dan mengalami selama tiga tahun dari 6 tahun di sana, ada saja departemen yg dilikuidasi. jadi melihat dari dekat gitu lho, peristiwa nahas bagi beberapa orang, dan peristiwa menggembirakan bagi the rising star. melihat juga sang rising star yg kemarin begitu cemerlang, di saat sekarang justru masuk dalam kotak.

    masuk di tempat baru pun, langsung melihat beberapa pola huru hara. baik yg baru terjadi, sedang terjadi, dan akan terjadi 😀

  7. weleh … weleh …..
    Kita harusnya baik sama semua orang, jangan cuman baik sama boss doang ( yesman tuh namanya ).
    Kalo emang kita punya prestasi baik di perusahaan, ngapain kita bingung?
    Kalo kita orang yang biak .. eh baik, perusahaan gak akan melepas kita begitu saja.
    Ngapain perusahaan “nendang” orang baik-baik dari perusahaan?
    Intinya, jadikan diri kita MAHAL, biarkan mereka berpikiran “Nggak banyak orang sperti kita” di mata mereka.
    Gimana ?

  8. Sepanjang karir saya, perusahaan mengalami gelombang PHK 3 x. Ada juga orang2 yang mundur, karena merasa tak cocok lagi, karena sejak akhir tahun 90 an persaingan makin ketat, dan dituntut untuk terus berubah menyesuaikan dengan keadaan. Dan perusahaan memang beberapa kali mengalami reorganisasi, PHK, restrukturisasi besar2an, dan banyak orang yang pintar meninggalkan perusahaan karena tak yakin perusahaan akan eksis.

    Yang diusahakan, adalah ikut dalam perubahan tersebut (malah diusahakan ikut dalam tim), karena lebih baik kita tahu masalah sebenarnya, seberapa besar risiko perusahaan dimana kita bekerja, sehingga kita bisa mengantisipasi. Dan berdasar pengalaman, sebaiknya memang kita mempunyai kemampuan yang fleksibel, sehingga bisa ditempatkan di divisi manapun. Istilah ditempat saya, menjadi seperti rumput, dimanapun bisa tumbuh.

    Jika ada gajah dan beruang bertempur, sebaiknya kita profesional dan tak memihak manapun, karena atasan akan selalu melihat siapa yang kompeten, karena mencari orang baru juga tidak mudah.

    Pernah saya dipanggil atasan baru…beliau berkata …”Saya tahu anda dekat dengan pak X (atasan lama), tapi saya juga dikasih informasi bahwa anda bekerja profesional. Tolong bekerja baik, dan berikan dukungan, seperti anda mendukung pak X”…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s