the simple Kopral Jono

Selasa malam kemarin papabonbon berkunjung ke rumah kopral jono.  Seorang teman yang saat ini berlevel Senior II di divisi business assurance di EY – alias tukang auditor.  Begitu bertatap muka, segera sadarlah papabonbon kalau kopral jono ini, jelas jelas seorang yang humble dan sederhana dan pilihan hidupnya tidak macam macam. 

Bagaimana ceritanya kok bisa ketemuan ?

Sederhana banget.  Selain selama kuliah kita juga teman gulung koming dari dulu, sehingga meski sudah setahunan tidak ketemu dan beberapa kehilangan kontak, lain lainnya kita masih satu paham dan ngerti satu sama lain.  Dimulai dari ritual Papabonbon update data di milis angkatan tempat papabonbon dulu kuliah.  Dilanjutkan dengan pemberitahuan ala kadarnya kepada yang mbaurekso di kota buaya, plus seperti biasa tanya sedikit ini itu dan dikasih pertanyaan ultimate yang sekarang lagi jadi trademarknya papabonbon“Aku lagi cari rumah kontrakan nih.  Budget 5 jutaan.  Bisa kurang atau lebih, deviasi, 1 jutaan lah”. 

Info segera datang.  Panggilan dari SBY segera disambut oleh kopral Jono besok harinya dengan informasi lokasi rumah yang available [di daerah Buduran dan harga antara 3-4 jt] dan dilanjutkan obrolan via email untuk janjian untuk ketemuan. 

Done.  Silaturahmi bisa memperluas pintu rejeki dan menghangatkan jiwa jiwa yang kesepian.  Jadilah kita ketemuan.  Agak sangsi sebenarnya kalau urusan rumah, jadi memang papabonbon niatkan untuk berakrab ria sahaja.  Karena kualitas dan lokasi yang ditawarkan dibawah expektasi papabonbon.  Masuk kategori third choice lah.

Kopral Jono di jaman kuliah

Profiler kopral jono memang sosok sederhana, ndak pernah ngawaki kepingin jadi jetset atawa seleb.  Hidup dengan gaya sederhana secara kopral berasal dari keluarga petani di Bangil, Pasuruan.  Jaman kuliah pun masih berniat ngekos di tempat termurah, 30 rb di jaman tahun 2000an.

Gaji yg 5 jutaan pun hanya dibelikan yang secukupnya saja.  Rumah seharga 69 juta, lokasi sekitaran sidoarjo – jalan layang, ambil yang hoek dan dan benar benar direnovasinya [masih tahapan sangat awal] dengan tidak menggunakan dukungan dana dari mertua yang mantan pembantu rektor di sebuah PTN.  Keluarganya memang bukan jenis orang orang bertulang besar.

Karir

Nampaknya kopral Jono perlu sentuhan para headhunter secara serius, karena belio masih berpandangan kalau lompat lompat karir di Surabaya tidak terlalu menguntungkan.  Problem pertama adalah, “Tawaran sih banyak yang masuk, Beberapa teman malah merekomendasikan ke orang yang lagi butuh.  masalahnya ketika ngeliat kondisi beberapa temen.  Masak cuman digaji 7 juta, tapi disuruh pegang posisi direktur ?” katanya.   Di saat yang sama, belionya juga tidak berpikir untuk merambah Jakarta.  Lha sudah kebanyakan invest di jawa Timur je.  Selain itu, kebanyakan perusahaan yang ada di Surabaya [yang kantung wirausaha ini] rata rata dikelola dengan sistem family company.  Lha, gaya berbisnis seperti ini kan memang jadi barrier to entry, membatasi gerakan para outsider.  Apalagi yang sedari awal sudah merasa bukan saudara, beda agama, beda warna kulit, beda budaya, beda preferensi, beda pulak cara berpikirnya.

Demikianlah, kendala anak daerah, tidak mau jabatan terlalu prestisius, meskipun sebenarnya ini bisa dipakai sebagai batu loncatan ke organisasi yang lebih oke.  Pilihan cara hidup yang lebih sederhana, anybody ?  Simple life.

Agak beda memang dengan perpektif seorang teman milis di apakabar, pak John Gunawan, dengan pemeo saktinya “Do more,be happier, life better”.

Eniwei, busway, ditengah kontroversi pilihan pandangan hidup ini, Papabonbon ucapkan dengan sungguh hati, “Good for you Kopral Jono, dan perjuangannya”.

Iklan

5 thoughts on “the simple Kopral Jono

  1. Wah, kalau “berlevel Senior II di divisi business assurance di EY – alias tukang auditor” aja katanya gajinya masih kalah sama bininya yang fresh grad DBA di KSEI berarti EY itu nggak manusiawi ya nggaji karyawannya? Emang bukan perusahaan gede ya EY? : )

  2. Aneh, aku kemarin komen kayaknya error, kok belum muncul. 😦

    1. Kopral jono di cerita di atas, bukan Anjar. Kopral jono ini rekan papabonbon, teman kuliah, yg bekerja di EY SBY.
    2. Sejak 2004, gaji SBY dan JKT memang dibedakan lagi. Sehingga gaji Anjar di Jkt dgn level lebih rendah malah lebih besar dibanding rekan papabonbon di SBY.
    3. Anjar 3 tahun, kopral jono 5 tahun di EY. namun levelnya hampir kebalap yg diJKT. ini juga menunjukkan jenjang karir di SBY lebih sulit didaki. maklum persaingan dan kompetisi lebih rapat di daerah, ruang gerak dalam struktur organisasi juga lebih sempit.
    4. kopral Jono sudah masuk zona kenyamanan, sehingga berpindah dari kemapanan di EY SBY adalah hal sulit baginya.

  3. Biar namanya Kopral, yang penting gajinya jenderal!!! Papabonbon mah nggak perlu pusing mikirin gaji, kan ada aset perpetua income di Malang.

  4. Sekarang gini, seperti disebutkan diatas gaji kopral Jono 5jtan. Ini pure permainan logika ya Bos.. Kalau kopral Jono digaji segitu di EY SBY sementara katanya Anjar di EY JKT digaji lebih besar dr kopral Jono. Let’s say 6-7 jt lah. Na trus berarti gaji bininya di KSEI yang katanya lebih besar itu berapa? 8jt (pernah diklaim Anjar ngalahin Conoco yang fresh grad Conoco semua orang tahu sudah berada di kisaran 8-9jt bahkan bisa lebih utk program MT/GEDPnya)? Gila pa segitu? Utk ukuran freshgrad sangat tidak masuk akal. Trus fakta aneh lainnya adalah Anjar pernah bilang kalau dirinya 2004 sudah lulus di salah satu comment postingannya, sementara mengaku pernah berkarir sbb : OSS Engineer at PT Excelcomindo Pratama Tbk, Application Support at PT SCS Astragraphia Technologies, Internship at PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. Oke, mgkn sebagian dr experience itu diperoleh semasa masih duduk di bangku kuliah. Let’s say Anjar lulus ptghn 2004, berarti begitu lulus Anjar lsg masuk EY logikanya kalau memang sudah mengabdi di EY selama 3 th. Na trus experience di 3 company tadi itu “disambi” semasa kuliah? Wow, benar2 super duper IT guy doski… Salut bgt deh gw…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s