Bondan Winarno dan Menikmati Hidup

Oom Bondan rada jengkel, karena ketika beberapa hari yang lalu terkena TIA – bukan stroke, beberapa paramedis yang menanganinya, sempat mengomel :”bapak sih, terlalu banyak makan enak”. Huaaa, secara doi emang jagonya makan makan dan jalan jalan, pastilah sebel kena dakwaaan gitu. Apalagi ketika oom Bondan yg saat ini berusia 56 tahun bisa membuktikan kalau tekanan darah, gula darah dan kolesterolnya berada dalam ambang normal.

Yah, yang menyebabkan oom Bondan mengalami kelelahan fisik tersebut adalah karena jadwal kerjanya yang gila gilaan. Hilir mudik bebrapa negara dan dalam berbagai acara dalam seminggu terakhir. di akhir emailnya di milis jalansutra, pak Bondan yang baik ini juga mengingatkan kembali dirinya sendiri, untuk slow down dan lebih menikmati hidup.

Bener juga sih pak. Jangankan bapak yang sudah senior. Yang masih muda macam papabonbon aja, juga bercita cita untuk lebih menikmati hidup dan memberikan waktu lebih banyak dalam rangka kebersamaan bersama keluarga.

  • Pindah ke Surabaya, supaya bisa spend waktu secara lebih reasonable dan bertanggung jawab bersama keluarga.  jam kerja pukul 8 sampai jam 16.30.  Sementara tempat kerja lama membuat papabonbon harus bergegas dari rumah jam 6 pagi dan di rumah jam 7 malam.  Ketika kursus Perancis di CCF bahkan jam 5 pagi harus berangkat, dan sampai di rumah antara jam 11 sampai jam 12 malam.  Benar benar hari yang melelahkan, sementara nilai tambah yang didapat, tidak sesuai harapan.
  • Bisa punya waktu untuk pengembangan diri. Tempat kerja lama tidak memberikan waktu dan fasilitas lainnya untuk hal ini.  Semoga nih, bisa melanjutkan cita cita untuk sekolah lagi 😀
  • Bisa lebih sering mudik, dan mengunjungi keluarga besar lebih sering. Ketika ke Padang beberapa waktu yang lalu, papabonbon dan teman teman merasakan bahwa hospitality, keramah tamahan teman teman di daerah adalah menakjubkan. Sisi kehidupan yang humanis, dan sudah terlupakan di kita kita yang manusia Jakarta.
  • Yang pasti bisa melihat matahari terbit dan terbenam, bersama dendek elsi di pagi dan sore hari.  Hidup pun tidak disia siakan di jalan, hanya disebabkan karena masalah kemacetan.  What a wonderful life.

Ok, sampai ketemu lagi, dalam cara hidup yang lebih baik … 😀

Iklan

4 thoughts on “Bondan Winarno dan Menikmati Hidup

  1. Pilihan yang menarik…. Saya juga sempat dipersimpangan jalan seteah tidak aktif bekerja, apa mau bekerja lagi dari pagi s/d malam seperti dulu, atau bagaimana bisa meluangkan waktu lebih banyak bersama keluarga…dan hanya sesekali bekerja.

    Kadang, jika waktu kita penuh, kita jadi kurang istirahat, kurang berolahraga…bagaimana bisa berolah raga…berangkat pagi2 dan pulang malam…..ketemu matahari hanya Sabtu Minggu, itupun kalau tidak ada tugas luar.

    Semoga pilihan papabonbon, membuat keluarga makin damai…dan bisa menyempatkan waktu untuk mengupgrade pengetahuan….kuliah lagi….asyiiik…

  2. olahraga nih, bu, yang penting banget. soalnya kerja makin sibuk dan pulang makin malam, malah membuat pola makan kedodoran. papabonbon sangat perlu olahraga. semoga futsal dan renangnya bisa jalan lancar di surabaya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s