Buku Si Khaled

Wah lucu juga nih. Ketika mati lampu beneran baru bisa menikmati kegunaan laptop. Jadi mainan dan buat ngetik ngetik di kala gelap …:p Saat ini waktu menunjukkan pukul 23.36 hari kamis malam, tanggal 15 Maret 2007.

Tadi itu baru menyelesaikan bab ke 4 dari buku Khaled M. Abou El Fadl. Buku yang menarik. Judul edisi indonesianya, Melawan “Tentara Tuhan” Yang Berwenang dan Yang Sewenang wenang dalam Wacana Islam. Judul aslinya “And God Knows The Soldiers” : The Authoritative and Authoritarian in Islamic Discourse.

Foto diambil dari site : http://www.uscirf.gov/…/ abouelfadl.html

Papabonbon tidak membahas isi buku itu. Terlalu rumit lah untuk ditulis sekarang. Papabonbon hanya ingin bercerita sedikit saja, mengapa setelah membaca sebagian buku tersebut, papabonbon merasa buku ini menarik.

Pertama, buku ini ditulis oleh seorang dengan latar pendidikan fikih islam di Saudi sekaligus pendidikan Hukum di Yale dan Princeton, Menjadi menarik ketika kapasitas ini digunakan untuk memotret fenomena masyarakat muslim migran di amerika.

Kedua, buku ini dimulai dengan eksplorasi mendalam mengapa pemikiran puritan yang cenderung simplifistis dalam memandang masalah manusia, justru menjadi trend dunia Islam saat ini.

Alhasil, ada potret yang kuat dan penuh pemaknaan ketika membaca buku ini. Dengan alur yang kronologis dan sistematis, dan pembahasan yang menukik dan contoh soal yang mantap.

Papabonbon memujikan buku ini pada khalayak.

Cover buku diambil dari : http://www.langtoninfo.co.uk/imagedetail.asp?isbn=0761820833 

Ada satu paragraf menarik yang dikutip Khaled M. Abou El Fadl dari sejarawan muslim klasik terkenal Ibn Khaldun* [w.808 H / 1406 M] dalam karya epiknya Muqaddimah. Mengejutkan bagi papabonbon bahwa Ibn Kaldun* sudah memikirkan masalah kritik matan hadits dan mempercayai metode ini.

Ibn Khaldun* menulis :

Dalam hal riwayat, jika seseorang hanya percaya pada [metode] transmisi tanpa menilai [riwayt-riwayt itu] berdasarkan prinsip-prinsip tindakan manusia, asas asas politik, sifat dasar peradaban, dan kondisi-kondisi pergaulan sosial, serta tanpa membandingkan sumber-sumber lama dengan sumber-sumber kontemporer, masa kini dan masa lalu, niscaya orang tersebut akan terjerumus ke dalam kekeliruan dan kesalahan-kesalahan, serta bisa melenceng dari jalur kebenaran.

Para sejarawan, penafsir [al qur’an], dan perawi perawi terkenal sering kali terjerumus dalam kekeliruan karena menerima begitu saja [autentisitas] riwayat dan peristiwa-peristiwa tertentu. Ini karena mereka bersandar hanya pada transmisi, apakah itu bernilai atau tidak. Mereka tidak [dengan teliti] memeriksa [riwayat-riwayat] itu dari sudut [pokok-pokok] prinsip-prinsip [analisis historis] atau membandingkan riwayat-riwayat itu satu sama lain, atau mengujinya menurut standar-standar kearifan atau menyelidiki sifat dasar manusia. Di samping itu, mereka tidak menetapkan autentisitas riwayat riwayat itu berdasarkan standar standar penalaran dan pemahaman. Akibatnya, mereka melenceng dari kebenaran dan tersesat di belantara kekeliruan dan khayalan.

* Abu Zayd Abd al Rahman ibn Muhammad Ibn Khaldun, Al Muqaddimah [Beirut: Dar Ihya al Turats, t.t), hlm. 9-10. Sebagaimana dikutip dalam Melawan “Tentara Tuhan” Yang Berwenang dan Yang Sewenang wenang dalam Wacana Islam, Khaled M. Abou El Fadl, Penerbit Serambi, hal 51, November 2003.

Iklan

One thought on “Buku Si Khaled

  1. Mempertanyakan pendapat Ibn Khaldun, bukankan perawi hanya melakukan periwayatan dan meneruskan isi riwayat. Serta autentisitas tentunya dinilai dari keadaan, misalnya isi teks, yang tidak berubah. Keberadaan kondisi2 di sekitar turunnya suatu riwayat saya kira tidak mempengaruhi suatu riwayat autentik atau tidak. Ya, kondisi2 tersebut memang berpengaruh ketika dilakukan penafsiran suatu riwayat kemudian diterapkan, namun tidak dapat mempengaruhi autentisitas suatu riwayat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s