Kapan Valentin Mulai Komersil ?

Umat Islam Mayoritas orang Indonesia belakangan ini dibiasakan untuk dengan rajinnya menghina dan menghujat tidak ikut ikutan merayakan Perayaan Valentin meskipun orang Asia, termasuk bangsa Mesir, Persia, Jepang dan China merayakan hari kasih sayang sejak dahulu kala. Kalau mau lebih jauh lagi, orang Meksiko, Denmark, Norwegia, Rumania, dan lain lain juga punya acara yang sama. Silakan check di “Perayaan Kasih sayang Di Berbagai Belahan Dunia

Yang lucu, papabonbon diberitahu oleh rekan kita di dunia maya  sora dan anto kalau Vatikan pada tahun 1969 sudah menghilangkan Hari Valentin sebagai hari libur resmi dari kalender.  Namun saat itu masih ada beberapa komunitas lokal yang merayakannya, termasuk sekitar sejuta penganut katolik tradisional.   Berita lengkapnya ada di http://en.wikipedia.org/wiki/Valentine’s_Day#Chaucer.27s_love_birds.  Update info : Lebih jauh dari itu, bahkan ada upaya upaya dari beberapa kalangan di Vatikan sendiri untuk  melenyapkan nama si Valentin ini [untuk selamanya] dari daftar para saint yang resmi dan diakui.  Ada yang mau bikin petisi online nya ?  🙂

Seperti biasa, biang kerok perayaan valentin secara besar besaran dan komersil adalah Amerika. Tahun 1847, seorang oknum warga amerika bernama Esther Howland (1828-1904) dari Worcester, Massachusetts melakukan upaya pertama kali pembuatan kartu ucapan valentin secara besar besaran. [Massal, lha wong namanya juga dagang. komersil gitu lho … kudu economic of scale]. Ayahnya memang memiliki toko stationary yang besar. Bu Howland ini sendiri mendapat inspirasi dari perayaan valentin di Inggris. Untuk memperingati kiprah bu Howland ini, Asosiasi Kartu Ucapan Selamat Amerika [Greeting Card Association] memberikan hadiah tahunan berupa “Esther Howland Award for a Greeting Card Visionary.

Siapa yang menjadi defender pelaksanaan Valentin ?

Sejak pertengahan abad ke 20, perayaan valentin ini mulai berkembang jadi tradisi tukar menukar kartu dan kado. Biasanya berupa bunga atau coklat. Sejak tahun 80an, industri berlian mulai menggarap dan mengkomersialisasi acara perayaan valentin ini secara serius.  Jadi buat penentang acara valentin, yang tidak setuju bukan para pemuka agama kristen.  Melainkan industri kado, industri mainan, industri coklat, industri bunga hias, dan industri berlian.  Tidak lupa departemen store dan cafe cafe di mana mana yang sudah merasakan nikmatnya jualan meningkat dengan membonceng perayaan valentin.

Kembali ke Laptop, ngomong ngomong, minggu kemarin ketika papabonbon menjemput mamabunbun dan dendek Elsi, papabonbon sudah membawakan buket mawar. Lalu tanggal 13 dan 14 Februari kemarin sudah disibukkan dengan tes BPK[tiga hari gak pulang dari kost kostan di Mampang]. Sepertinya sih, akhir minggu ini papabonbon ingin membeli coklat [kejutan], supaya hari minggu jadi makin romantis. Bagaimana dengan hujatan anda ?

Iklan

10 thoughts on “Kapan Valentin Mulai Komersil ?

  1. Langsung komen… (baru dapet pingback 😛 )

    Euh, ngomong2 hari raya yang banjir hadiah nggak cuma Valentin doang lho. Budaya Natal juga kok… (e.g. tebar hadiah oleh Santa Klaus diadaptasi jadi memberi hadiah utk anak-anak).

    Demikian pula hari raya Idul Fitri (“Lebaran”) di dunia muslim; juga diwarnai saling berbagi baju baru dan hadiah lainnya — terkadang malah berupa uang. 🙄 Bahkan di Yogya ada tradisi “Sekaten” (pakai gunungan nasi kuning + bagi2 lauk), utk memperingati kelahiran Nabi Muhammad.

    Hari raya memang sering terkait dengan memberi hadiah (lho? 😛 ). Mungkin karena semangat berbagi pada sesama ya? 😀

    Btw, salam kenal… 😉 .

  2. kakang mas sora,

    ini baru mengkritisi valentin kok 😀 btw, saya sih ndak pusing pusing amat. cuman curious ajah. btw, ttg gunungan di acara sekaten. ini adaptasi dari budaya china. di pulau bangka, tiap perayaan tahun baru china, juga ada gunungan yang sama. sekaten minded banget deh.

    Saya bacanya dan makin menyadari hal ini, ketika baca bukunya Andrea hirata yang pertama. Diceritakan dengan sangan jelas dan filmis.

  3. @ papabonbon

    btw, ttg gunungan di acara sekaten. ini adaptasi dari budaya china. di pulau bangka, tiap perayaan tahun baru china, juga ada gunungan yang sama. sekaten minded banget deh.

    Ooh, iya ya? Baru tahu sekarang 😛 . Waks, bukannya sekaten-minded — habis kalo mikir gunungan pasti larinya ke sana. Habis dari dulu tahunya nasi tumpeng raksasa cuma di Yogya 😛 .

    Btw, thx 4 info yah. Bukunya Andrea Hirata yang “Laskar Pelangi” bukan? Kalau nggak salah sih itu buku pertamanya Andrea; cuma nggak tau pasti juga sih.

  4. yah, kalau papa bonbon bilang sih, jgn terpaku dengan kulitnya. mendingan pada diri sendiri dan keinginan mengekspresikan kasih sayang, baik pada pasangan, orang terdekat, keluarga. waktu terserah ajah. cuman kalo dibikin hari special emang lebih kerasa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s