RENCANA BESAR : 5 HARI 4 MALAM DI RANAH MINANG

Ini itinerary sebelum diotak atik minggu kemarin di pasfest bareng bang Budi dan bang Goklas. Yang pasti kita rencana nginep tiga hari di bukti tinggi dan sehari terakhir di Padang. Hari ke empat, pengennya sih, kalo bisa ke pulau Sikuai. Yah, sangat tergantung cuaca, waktu dan modal. Wong ide ide tempat di itinerary di bawah ini rencananya bakalan di reduce 50 persen. Kita lebih menyukai in-depth experiencenya dibandingkan turis sovenir yang acaranya cuman datang, foto foto, belanja, pergi.

Ndak puas dan ndak berbekas aja sih rasanya hueheheheh :p Oh ya, dan jangan lupa, acara perburuan kuliner Padang ala Bondan Winarno, secara kota Padang tercinta ini gudang makanan enak hueheheheh ….

Hari 0 : Kamis 18 Januari 2007

  • Datang ke Padang siang hari, karena papabonbon dapat tiket Air Asia QZ 7524 jam 15.40. sampai di Padang sekitar maghrib deh. Rencana sih pengen makan makan di Padang ajah deh. Pssst program kulinernya juga udah dibikin lho hueheheehe

Hari 1: Jumat, 19 Januari 2007

  • Rombongan utama berangkat dari rumah dengan bus DAMRI pukul 05.00 WIB ke Bandara Sukarno-Hatta, Cengkareng. Terbang ke Bandara Katapiang, Padang dengan pesawat Air Asia QZ 7526 pukul 07.30-09.10 WIB. Pastikan mobil sewaan dan supir sudah siap menjemput.
  • Tepat di tepi jalan, sebuah air terjun deras mengucur dari ketinggian tebing batu yang curam setinggi sekitar 40 m, Air Terjun Lembah Anai mendadak menyeruak di depan mata. Untuk memasuki wilayah air terjun, cukup membayar tiket seharga Rp. 1.500 per orang.
  • Sempatkan makan siang di RM. Sate Syukur, Padangpanjang. Satenya lembut dan sangat lezat.
  • Mampir di Batusangkar, lalu mengunjungi Istana Pagaruyuang, Istana Silinduang Bulan, Batu Basurek, dan Batu Batikam.
  • Setelah itu, melaju ke Bukittinggi dan bermalam di Hotel Cinduamato (Jl. Cinduamato No. 96/0752-21346), harga Rp. 60.000-75.000.

Hari 2: Sabtu, 20 Januari 2007

  • Seusai sarapan, arahkan mobil ke Payakumbuh. Tak ada salahnya mengagumi Rumah Gadang Koto Nan Ampek yang konon berusia 500 tahun.
  • [Nikmati tebing curam Taman Nasional Lembah Harau, sekumpulan tebing 100-150 m tingginya. Tiket masuk hanya sebesar Rp. 1.000 per orang. ]
  • Mampir di Ngalau Indah, gua dengan susunan stalagmit dan stalagtit berwarna indah. Tiket Rp 2.000 per orang dan Rp. 2.000 per kendaraan.
  • Makan siang di Bukittinggi.
  • [Mampir di Hutan Bunga Raflessia.]
  • Menuju Danau Maninjau, sebuah danau yang indah. Perjalanan ke sana sangat memesona. Silih berganti, nikmati pemandangan sawah dan pepohonan lebat di antara tebing-tebing. Tatap puas-puas panorama Sungai Landir, Puncak Lawang, dan Kelok 44. Ini adalah nama akrab untuk jalan berkelok-kelok tajam menuju Danau Maninjau. Makan-makan sambil menikmati Danau Maninjau.
  • Jangan ketinggalan untuk menikmati asyiknya mandi sore di Air Panas Alamanda, sebelum menuju hotel untuk bermalam.
  • Bermalam di Hotel Cinduamato (Jl. Cinduamato No. 96/0752-21346), harga Rp. 60.000-75.000.

Hari 3: Minggu, 21 Januari 2007

  • Seusai sarapan, Ngarai Sianok telah menanti. Lembah subur sepanjang sekitar 15 km dengan tebing curam berketinggian 100-150 m. Mengagumkan!
  • Di salah satu sisi ngarai, bersantai di Taman Panorama yang ditata manis dan dilengkapi kios-kios cinderamata. Tiket masuknya hanya Rp. 2.000 per orang.
  • Terdapat sebuah terowongan yang dipakai para prajurit Jepang di masa PD II, Lubang Jepang. Dibangun sekitar 2 m di bawah permukaan tanah Kota Bukittinggi.
  • [Mampir di Desa Pandai Sikek untuk berbelanja kain tenun dan ukuran. Setelah itu, melaju ke Koto Gadang yang terkenal dengan kerajinan peraknya.]
  • Benteng Fort de Kock adalah pilihan wisata sejarah yang tak boleh dilewati. Berdiri megah di puncak Bukittinggi, berbagai peninggalan bersejarah masih dapat ditemui.
  • Setibanya di Bukittinggi, jangan lupa mengunjungi Jam Gadang di kawasan Pasar Atas. Senja hari adalah saat yang paling tepat, saat lampu mulai dinyalakan. Lalu mampir juga di Pasar Bawah.
  • Kembali bermalam di Hotel Cinduamato (Jl. Cinduamato No. 96/0752-21346), harga Rp. 60.000-75.000.

Hari 4: Senin, 22 Januari 2007

  • Bangun sebelum matahari terbit dan nantikan sinar pertamanya di ufuk timur, tepat di atas jajaran Bukit Barisan. Nikmati juga sapaan mentari menerpa puncak menara Jam Gadang.
  • Usai sarapan, bergegas meluncur ke Padang melalui Solok yang memiliki pemandangan khas dan lucu, yaitu beruk pemanjat kelapa membonceng santai di atas sepeda motor tuannya.
  • Dalam perjalanan, bisa beristirahat di Danau Singkarak. Namun, danau yang terkenal dengan hasil alam ikan bilih yang lezat ini terasa sangat kurang dirawat.
  • Kunjungi Padang Scenic Point, sebelum memasuki Indarung. Tak jauh dari situ, mampir ke Danau Kembar dan Taman Hutan Raya Dr. Mohammad Hatta.
  • Setiba di Padang, bermalam di Putri Kemala Balqis Beach (Jl. Hang Tuah No. 227/0751-28780), harga Rp. 120.000-210.000.

Alternatif jika cuaca cerah

Langsung menuju Pantai Bungus ke Pulau Sikuai, 45 menit dari Pantai. Di Pulau ini kita bisa menikmati Pulau dengan pantainya yang indah dan bisa snorkling. Menginap di Pulau Sikuai. Besok siangnya langsung ke Padang, makan siang dan mengunjungi beberapa tempat di Padang lalu menuju Bandara.

Hari 5: Selasa, 23 Januari 2007

  • Bangun sebelum matahari terbit dan nantikan sinar pertamanya di ufuk timur.
  • Menuju Pantai Air Manis di Padang untuk melihat Batu Si Malin Kundang.
  • Jangan lupa, singgah juga di Pelabuhan Teluk Bayur dan Pantai Bungus.

  • Kunjungi pula Taman Siti Nurbaya di lereng Gunung Padang yang masih dipercaya sebagai peristirahatan terakhir Siti Nurbaya.
  • Mampir di Taman Budaya yang sering mengadakan berbagai acara, [dan Museum Adityawarman. Sayang, museum ini kurang terawat dan koleksinya sedikit.]
  • Kalau masih sempat, mampir di Jembatan Siti Nurbaya.
  • Meninggalkan Padang dari Bandara Katapiang, dengan Air Asia QZ 7525 pukul 18.30-20.10 WIB.

Catatan: untuk kuliner nanti disisipkan, menyusul!

 

Iklan

11 thoughts on “RENCANA BESAR : 5 HARI 4 MALAM DI RANAH MINANG

  1. seneng banget perjalanan 5 hari 4 malamnya. seru pasti bisa ngejalanin itu semua. spesial untuk pulau sikuai. itu aja yg belum pernah gw jalani…

  2. posting mbak Feby di milis jalansutra
    Mumpung masih hangat-hangat nya cerita tentang Pesona minangkabau, saya jadi ingin bercerita sisi lain dari pesona minangkabau. Bila mendengar kata minangkabau, yang akan terlintas di benak kita adalah nikmat nya nasi kapau dan lezatnya sate mak syukur,atau keindahan alam danau maninjau dan megahnya istana pagaruyuang. Tapi Sumbar bukan itu saja, Sumbar juga memiliki keindahan pantai yang luar biasa dengan hamparan kepulauan yang sangat indah.
    Tepat satu minggu sebelum keberangkatan rombongan Jalan sutra ke bumi minangkabau, saya sudah terlebih dulu menginjakan kaki di ranah minang ini, bersama dua orang teman kami memulai penjelajahan pesona sumatera barat dengan mencicipi indahnya pantai, dengan berbagai pertimbangan, termasuk budget dalam pemilihan pulau ini maka Pulau Sikuai adalah menjadi pilihan kami, Pulau sikuai merupakan salah satu pulau di Sumbar yang memiliki keunikan dan keindahan alam tersendiri. Pulau ini terletak diantara pulau-pulau yang ada di pesisir selatan sumbar. Untuk mencapainya pun hanya membutuhkan waktu kurang lebih empat puluh lima menit dengan menggunakan speed-boat dari Pelabuhan Bungus.
    Petualangan dimulai dengan perjalanan menuju Pelabuhan Bungus, Jalan yang berkelok serta menaiki bukit menjadi suguhan pemandangan yang sangat menarik. Dari atas bukit dapat kita nikmati hamparan birunya laut, pemandangan kota padang dan juga nampak kesibukan pelabuhan teluk bayur. Selain itu juga, di sepanjang jalan bisa kita lihat monyet-monyet bergelantungan dengan bebasnya di pepohon. Hal ini membuat kita lupa akan kondisi jalan berkelok-kelok dan naek turun yang biasanya membuat mabuk darat.
    Tepat Jam sepuluh lima belas kami sampai di Pelabuhan bungus, pelabuhan ini adalah pelabuhan kecil yang jaraknya hanya beberapa kilo dari pelabuhan teluk Bayur. Nampak sekali sepi, karena tidak banyak kapal yang merapat di pelabuhan ini, karena kapal-kapal besar yang digunakan untuk berdagang atau untuk penumpang akan berlabuh di pelabuhan Teluk Bayur. Hanya tampak beberapa kapal nelayan kecil yang merapatkan kapal-kapalnya di pelabuhan ini.
    Ada info menarik saya dapatkan di Pelabuhan bungus ini, yaitu ada kapal feri ke pulau mentawai yang merapat 1 minggu dua kali. Biaya ke pulau mentawai juga tidak terlalu mahal dari Bungus ini cukup merogoh kocek Rp.65.000,- (kelas VIP, ruangan ber-AC) kita sudah bisa sampai ke kepulauan mentawai, menggoda sekali for next trip kayakna bisa di coba janji saya dalam hati.
    Kembali ke Sikuai, untuk jadwal penyebrangan kepulau sikuai dalam satu hari dua kali yang di atur oleh pihak resort, pertama jam setengah sebelas dan yang kedua jam tiga sore. kami memilih yang jam setengah sebelas. Sampai di pelabuhan bungus kami sudah di tunggu oleh pihak hotel yang mengabarkan speed-boat nya sudah siap tapi kami masih harus menunggu satu rombongan lagi dari Jakarta yang belum datang.
    Sudah menunggu hampir 15 menit, rombongan dari Jakarta itu belum datang juga, akhirnya kami di perintahkan untuk naik ke speed-boat dan langsung berangkat ke Pulau Sikuai. Selama perjalanan menuju pulau Sikuai, kembali mata kami dimanjakan dengan keindahan alam dari pantai pesisir suamtera barat ini. Nampak sebelah kiri jejeran pulau-pulau kecil dengan pesona pasir putih yang menarik. Dan di sebelah kanan seluas mata kita memandang, hamparan laut biru yang luas. Sesekali kami berpapasan dengan kapal-kapal nelayan traditional yang sedang menangkap ikan. Semua ini menyadarkan saya akan kebesaran Sang pencipta.
    Ombak yang tenang, pemandangan yang indah menjadikan perjalanan empat puluh lima menit ini terasa sangat singkat, akhirnya kami tiba di anjungan kapal Pulau Sikuai. Pulau seluas 5 hektar ini telah menjadi kawasan wisata yang di kuasai oleh kelompok pusako dengan resort Sikuainya, jadi selain karyawan resort dan tamu,maka tidak ada lagi penduduk di pulau ini.
    Pertama kali menginjakan kaki di pulau ini, saya langsung mengaggumi apa yang ada di depan saya. Bukit yang menjulang di tengah pulau, deretan bungalo-bungalo yang tersususun rapih dan saya makin kagum melihat jernihnya air laut sehingga saya bisa melihat ikan yang berlari-lari di dalam jernih nya air. Air lautnya berwarna biru tua dan sangat bersih.Turun dari kapal, kami disambut dengan welcome drink, air kelapa muda woww segarnya, setelah melakukan aktifitas check in, kami langsung membawa peratalatan renang, alat snorkling dan perbekalan makan dan langsung berjalan kaki menyusuri bibir pulau mengikuti jalur tracking yang telah di sedikain pihak resort untuk mengelilingi pulau ini. Sinar matahari yang terik tidak kami hiraukan. Selain pemandangan yang sangat menggoda, sepanjang jalur tracking ini masih banyak pohon-pohon yang rindang yang menaungi kita dari terik matahari.
    Pulau Sikuai masih tampak sangat asri dan bersih, serta memiliki hutan dan alam yang belum terusik, Sesekali saya berhenti sejenak untuk menganggumi pemandangan yang ada di depan mata, hamparan laut luas, ombak yang pecah di batu karang, burung bangau yang sedang memangsa ikan-ikan kecil, hanya suara
    debur ombak dan suara-suara khas hutan yang terdengar, saya merasa seperti terdampar di tengah pulau yang tidak berpenghuni.
    Setelah menemukan tempat yang tepat akhirnya kami berhenti dan membuka perbekalan makan siang. Menu makan siang kami adalah nasi kapau dengan lauknya usus dan ayam bakar, Semua makanan itu kami beli di kota padang sebelum menyebrang ke pulau Sikuai,karena menurut informasi yang kami dapatkan kalau makanan di pulau ini sangat sulit, harus membeli dari resort dengan harga yang luar biasa mahal dan rasa yang tidak jelas, makanya kami sudah mempersiapkan makanan untuk makan siang dan makan malam, karena untuk sarapan besok pagi sudah di siapkan oleh pihak resort.
    Menikmati lezatnya nasi kapau di hamparan pasir putih, sesekali harus menggeser tempat karena di gusur riak ombak,laut biru, angin sepoy-sepoy
    membuat saya berpikir ini adalah piknik terindah saya. Setelah kenyang dan puas bermain-main air kami melanjutkan perjalanan kembali.
    Akhirnya kami menemukan tempat yang cocok untuk berenang dan snorkling. Walaupun terumbu karang nya sudah mati tapi kami masih bisa menikmati pemandangan bawah laut di pulau sikuai ini. Masih banyak iringan ikan warna-warni yang menggoda, semakin dalam kita menyelam semakin indah pemandangan bawah laut nya.
    Tidak terasa 2 jam sudah berlalu, cuaca yang tadi nya cerah berubah, hujan turun dengan deras nya, kami langsung berhenti berenang menuju bungalo untuk
    mandi dan istirahat.
    Di tengah pulau Sikuai ini ada perbukitan kecil, yang di puncaknya ada sebidang tanah lapang, dan diberi nama Sunset Plaza. Di sini, setiap sore kita bisa meyaksikan ke eksotikan alam yaitu, matahari tenggelam. Setelah cuaca kembali cerah dan capek kami hilang, kami langsung berjalan menaiki puncak bukit melalui tangga-tangga yang telah ada, lumayan melelahkan, tetap semua rasa lelah itu hilang setelah kita sampai di puncak bukit. Pemandangan yang luar biasa menyambut kami di puncak bukit, susunan pulau-pulau kecil sekitar Sikuai tampak bertebaran, sekelompok burung terbang melintasi kami, wow luar biasa. Sayang cuaca tidak cukup cerah, sehingga kami tidak bisa melihat matahari tenggelam, tapi pancaran lampu-lampu dari kapal-kapal nelayan yang tampak dari kejauhan sangat cantik, pancaran lampu-lampu itu tampak seperti kunang-kunang yang terbang di tangah kegelapan, sangat indah.
    Ketika malam tiba, karena seharian sudah lelah beraktifitas akhirnya kami sudah tidak sanggup lagi untuk menikmati suasana pantai di malam hari, setelah makan malam di teras bungalo kami lihat langit tidak cukup cerah karena tidak terlihat taburan bintang maka kami memutuskan untuk tidur,Desir lembut suara ombak menjadi musik pengiring kami tidur, terasa ada kedamaian yang hadir…
    Pukul setengah enam, kami sudah bangun,rencananya kami hanya ingin berjalan-jalan di pinggir pantai, tetapi setelah melihat air laut yang sangat tenang kami tergoda untuk melakukan kegiatan snorkeling lagi, Kurang lebih 10 menitan asyik bersnorkeling ria tiba-tiba kami di hampiri oleh perahu nelayan yang menawarkan jasa untuk mengantarkan kami ke keliling kepulauan, karena menurut nelayan itu pemandangan bawah lautnya lebih bagus daripada di sekitar resort, setelah menawar dari harga seratus ribu ke dua puluh lima ribu untuk sejam pemakaian kepal akhirnya kami rela di bawa pak nelayan ke tengah laut, dan ternyata memang benar, pemandangan bawah lautnya lebih indah, ikan-ikan nya lebih berfariasi baik warna maupun bentuk nya. Setelah puas bermain-main dengan ikan-ikan akhirnya kami kembali ke bungalo.
    Untuk kepulangannya pun pihak hotel juga memberikan 2 kali jadwal penyebrangan dalam 1 harinya, yang pertama jam setengah Sembilan dan yang ke-dua jam set 1 siang. Karena schedule hari ini cukup padat dengan sangat terpaksa kami harus mengakhiri petualangan di Pulau Sikuai ini, sehingga kami ikut dengan kapal yang berangkat jam setengah Sembilan.
    Setelah sarapan pagi ala kadarnya (jangan pernah berharap lebih soal makanan kalau mau berlibur ke pulau ya.), tepat jam setengah sembilan kami meninggalkan pulau Sikuai, Pantainya, Jernihnya air, fasilitas hotel…keramahan karyawan hotel…
    Jadi, jika anda membutuhkan liburan ketempat yang sangat tenang, di kelilingi oleh pantai dan pulau yang indah yang sangat ekosotik di Sumatera
    Barat dengan budget yang tidak terlalu besar maka Sikuai bisa menjadi pilihan yang pas, Selamat Mencoba.
    Resort Sikuai :
    Sikuai island – Padang, west sumatra.
    HP : 08197523487 – 081374135591
    contact person : Ibu Neneng atau Bapak. Syarif
    Foto-foto dapat di lihat di : http://febee.multiply.com/photos/album/60
    Best Regrds
    Febi

  3. wow…perjalan yg mengasyikkan sekali tuch…gile gw yg notabene gede di Minang ja blm pernah punya trip yg selengkap itu…ckckckck..jd pengen..krn gw klo mudik..gk sempat jalan selengkap itu…silaturahmi ke keluarga….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s