Mie Goreng Jawa

Sejak tugas audit di pontianak bertahun tahun yang lampau [ cihiieee masih diinget juga:p], aku udah pasang asumsi kalo orang jawa tengahan itu, jago masak mie goreng, ama makanan yang berkuah kuah model sup atau gulai. Bukannya apa apa, karakter makanan orang sono, yang suka manis dan kuah kental, cocok banget ama makanan sejenis mie goreng, mie rebus, nasi goreng, gulai kambing dan lain lain. hehehehhhe

Nah, ceritanya aku punya langganan berbagai masakan bebek di daerah bekasi timur. lokasi tepatnya, persis seberangnya pintu gerbang depsos bekasi timur. sampingnya bakso ino. ndak jauh dari pom bensin. [ancer ancer ini sangat diperlukan buat para penggemar kuliner]. Singkat cerita, kemarin malam, aku ngajakin si Misbach, buat makan gulai bebek yang slurrp di sana. Sayangnya si bapak yang punya warung ternyata lagi tutup. Kayaknya dia mudik deh .. suspicious hueheheheh 😀

Segera, Misbach, yang baru pindah rumah ke area bekasi timur dan belum menguasai medan ini aku bawa ke second choice, yang ndak kalah otrenya. Bakmi Jawa. Ndak cuman bakmi goreng seh sebenarnya, ada mie kuah, ada juga bihun, dan dengan berbagai variasi, bisa pakai sayap, ati ampela, ceker dan kepala ayam, bahkan …… pakai brutu [huehehehhee … anda nekad mau coba xixixi]. Kalo suka yang berat dan ingin tewas makan yang enak enak, direkomendasikan juga “Nasi goreng Kambing” nya. Huenak .. heehe

Weladalah, lupa, loasinya dekat ama lampu merah Bulak Kapal yah.  Sebelah kanan jalan kalau dari arah BTC.  Diapit oleh warung bubur ayam dan warung macam macam gorengan ati, ampela, usus, babat ala sunda.  [sebenarnya pilihan gorengan jerohan di warung sebelah tuh asik juga, sayang aku ndak cocik [emang cocik yah :p bukan salah tulis] dengan sambelnya yang menurut aku ndak sesuai dengan lidahku.

Sebagaimana layaknya penjual yang melegalkan dirinya dengan embel embel jawa, dia menata warung andalannya dengan anyaman bambu dengan motif batik batik. Dan yang paling penting, perlengkapan masaknya pakai standar anglo. Lengkap dengan arangnya. Hmmmm, makan malam yang ditingkahi dinginnya udara malam dan gerimis hujan, rintik rintik, membuat acara menungu makan malam jadi makin nikmat. Lapar bok, dan karena masaknya pakai anglo harus sabar menunggu.

Aku narsis aja, cuman cerita masakan yang aku pesan yah. Mintanya Mie Goreng Jawa, pedessss. Minumnya pakai teh manis anget. Teh manisnya jawa tengahan, ndak nyegrak seperti minuman jawa timuran, yang suka bablas dengan gula batunya yang over. Teh bikinan orang jawa tengah dan jogja, selalu bernuansa lembut, gulanya moderat, enteng di mulut dang tenggorokan. Coba deh, sekali sekali dibedakan. Lama lama anda akan tahu bedanya, dan terkejut ketika sadar. Tehnya orang jogja dan jeteng, lebih nikmat daripada bikinan arek. Hueheheheh padahal aku iki arema asli, je …

Mie Goreng Jawa datang, sepiring full, dengan aroma yang tebal dan menggigit. Khas jawa tengahan pada mie gorengnya adalah bumbunya yang berasa, nendang, aromanya keluar. sepintas kalau ndak tahu, bisa dibandingkan dengan ketebalan rasa mie aceh. Orang aceh juga suka mienya dibuat dengan penuh aroma dan racikan bumbu. Karena menggorengnya pakai anglo, maka panasnya mie lebih terjaga, selain ini juga membuat rasa bumbunya bisa keluar sepenuhnya.

Sampai sendokan ke sepuluh, saya ingat kalau mau makan mie nya harus main tiup tiupan dulu, tapi ini jadi lebih asik, karena suapan demi suapan mie jawa ini, membuat kita berusaha menambah sendokan berikutnya lebih cepat. rasa pedasnya [seperti permintaan] keluar dari cabe yang diulek kasar, dan bumbunya yang tebal berasa, berasal dari bawang merah, bawang putih, dan mungkin merica, yummi dan orgasmic. jejak gorengan telur dan potongan ayam dan kulitnya, tidak membuat mie goreng jadi tebal berlemak. Rasanya bisa membaur dan saling melengkapi. Berbagai bahan yang dipakai bisa tampil enteng dan utuh, dugaan saya, pengaruh masak pakai anglo bisa membuat komponen bahannya menyatu dengan sempurna.

Sambil makan mie goreng yang nikmat ini, sambil mikir, walah, kasian juga yah, anak anak Indonesia di luar negeri, ndak bisa sharing makan mie goreng Jawa yang nikmat lezat ini.

Iklan

14 thoughts on “Mie Goreng Jawa

  1. Apakah Papabonbon juga punya rekomendasi tempat makan enak murah meriah di daerah Jatiwaringin/Rawamangun (yang merupakan tempat mainku, hihihi…) ?

  2. set deh, cay. daerah situ kan bukan jajahanku 😀 cuman sugiri TN3 selalu merekomendasikan pecel madiun yang enak di rawamangun situ.

    entar deh, kalo udah nyobain beneran, baru bisa kasih rekomendasi :p

  3. Jadi ingat kalau sedang di Sleman suka makan mie jowo di sebelah utara Pasar Tempel (pasar dekat jembatan Krasak). Makannya pasti malem. Mie jowo panas yang dibalut udara dingin Tempel serasa nikmat.

  4. pertama, diinformsikan bahwa di Prancis sudah lama ada Restoran Indonesia tempat teman teman eksil itu lho. Ada Ibrahim Isa Bramijn, Sobron Aidit, Asahan Aidit, dan lain lain.

    yang kedua, orang Vietnam banyak di Perancis secara negara mereka dulu jajahan Perancis. Mie Pho nya enak lho … wekekekeke makanya ke Vietopia doang …

  5. je veux connaitre le koki au restaurant indonesia maintenant merci, dis donc alors j’ëspere que tout le monde allez bien.je vous attend

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s