Mendadak jomblo –> renungan seorang jombloer :p

 

Soul Discovery, Benjamin Woolman, dari album Guitar Fingerstyle mengiringiku menulis diary hari ini. Lagunya lembut, sunyi, khas lonely person in the middle of the night. Dan aku suka. Cocok dengan malam ini, suasana yang tergambarkan di rumah sendiri, sunyi, naik motor [sendirian juga] sehabis cukur rambut di perumahan sebelah. Kulihat langit, gelap, angin berhembus kencang, udara dingin, karena sejak sore mendung tebal, seakan akan ketika hujan turun, semua akan tercurah dari langit.

Hari ini pulang jam 4 sore, antri atm untuk bayar laptop dan transfer ke yayangku, mamabunbun [yang sejak pagi sudah sms, “yayangmu ini, keabisan dokat nih, papabonbon” :p]. Sampai di rumah mandi, main main dengan iBook kebanggaan, terus berangkat cukur rambut dilanjut makan malam di warung padang.

Sampai di rumah duduk nyelenuk di depan komputer lagi untuk ngetik diary ini, uhm …hehehhee ;D, jadi malu, soalnya sebenarnya ini bukan diary, tapi coretan coretan gak jelas, sekedar ekspresi apa yang aku rasakan sebagai lelaki sendirian di malam sunyi.

Aku jadi ingat bapak dan ibu mertua yang saat ini sedang menunaikan ibadah di tanah suci, semoga mereka berdua selamat dan sehat sehat saja selama menjalan ibadah haji. Semoga juga mereka mendapatkan banyak hikmah dari perjalanannya. [mamabunbun dan dende elsi pulang ke banyuwangi untuk jaga rumah bapak dan ibu mertua yang sedang berhaji].

Aku harap demikianlah, apalagi kata teman saya, bung etjip, sampai tahun 2009 ke depan, adalah musim haji yang paling ok. Menurut hitungan beliau, karena sampai 2009, musim haji dilaksanakan ketika masih masuk di musim dingin, sehingga melaksanakan haji tidak perlu berpanas panas ria diantara sekian juta manusia. Sip deh, kalau memang benar demikian.

Hatiku saat ini mengembara, antara memahami diri sendiri dan kesendirian, ingatan pada keluarga, pada bapak dan ibu mertua di tanah suci, para rencana menyeterika setelah menulis diary ini, dan keinginan untuk membawa motor ke jakarta sabtu depan ini. [catat bro, keinginan tersebut sudah tidak terlalu kuat lagi, karena sudah ada iBook di rumah. Aku baru paham dan pasti dengan diriku sendiri ttg iBook itu yg menjungkir balik semua rencana, ketika berhadapan dengan fenomena ini :p ].

Wah, iya nih, ingat iBook, ingat juga pengen bikin iMovie film keluarga, sekaligus ingat juga, kalau dende elsi sudah di bekasi lagi, kalo pulang kerja dilarang duduk nyelenuk di depan komputer lagi lho …. 😀 ada waktu buat “kerjaan”, ada waktu buat anak dan istri. Dan saat saat di rumah adalah saat buat keluarga. Jangan sampai deh, ortu sibuk sendiri di depan kompie, eh, anak juga sibuk sendiri nongkrongin TV.

Pikiran si idealis, sorry mori dori, stroberi, gak mau tuh, gagal sebagai orang tua, sampai anaknya dibiarin nonton smackdown di tv jam 10 malem. Lha itu orang tuanya ngapain aja ??? anak kok ndak dikasih pilihan kegiatan dan disiplin waktu. sampai pilihan kegiatannya dari pagi sampai malam hanya nonton tv ? Hayah, opo tumon dengan para orang tua muda usia di sekitar kita.

 

 

 

Iklan

One thought on “Mendadak jomblo –> renungan seorang jombloer :p

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s