besar pasak, DARIPADA KENTANG

Arsip untuk ‘Politik’ Kategori

PKS masihkah peduli pemberantasan korupsi ?

Ditulis oleh papabonbon di/pada November 5, 2009

Ada tiga jenis warga negara yang bisa menjadi alat timbangan bagi kita, termasuk jenis warga seperti apakah kita selama minggu terakhir ini :

  • warga apatis, ciri cirinya : hanya sibuk ngobrolin gadged dan urusan kuliah
  • warga kritis idealis : yang ramai ramai mendukung kpk dan hari ini kembali ikut bergabung dalam grup fesbuk “anti evan brimob”
  • warga keluarga besar aparat : sedang galau, mau apatis atau ikutan kritis, di saat yang sama, kalau ngomong nyolot bisa bisa kena “trial by the press” kayak si evan, huahaha :)   gak ngebayangin anggota polisi yg ditugaskan di KPK, mereka mikirnya gimana yah ? :p

http://www.pemiluindonesia.com/wp-content/uploads/2009/07/59136_presiden_pks_tifatul_sembiring__thumb_300_225.jpg

Tapi ternyata ada yang lebih apatis dibandingkan si warga apatis di atas.  Lha, siapakah mereka ?  Ternyata partai politik.  Yang nggak sampai sebulan yang lalu sibuk audisi calon model di Cikeas.  Lebih hermannnn lagi dengan yang terkasih ikhwan kita, yang mewakili partai di kursi menkominfo.  Yup, ke mana kah suara bang Tifatul beserta gerbong PKS, mengapa mengambil jalan yang sangat disayangkan, memilih berdiam diri, tidak berkomentar sama sekali dalam ricuh KPK – Polri.  Dan nggak cuma PKS saja, yang lain juga.  Selama dua tiga hari ini papabonbon menunggu suara dari parpol.  Halah, sepi.   Nggak bisa diharapkan.

Jadi ketika hari ini bang Hok An,  teman di milis AKI mempertanyakan hal yang sama, papabonbon ikut mengamini.  Yep, pertanyaan kita sama, apakah partai politik telah gagal di Indonesia ?  Di luar trial by the press, pembentukan opini penuh nuansa politik via media massa lho yah, dimana akhirnya makin tidak jelas arahnya menjadi bola liar.  Tapi semua sebenarnya bermuara pada satu hal : “rakyat jelas jelas ingin hukum ditegakkan, korupsi diberantas”. 

Jadi pertanyaan pribadi bagi papabonbon : bisa nggak sih partai politik itu menyuarakan aspirasi masyarakat secara tulus tanpa harus dibarengi insentif punya “kursi” dalam kabinet atau perlemen atau pemda ?  dan hari ini sengaja aku catat di blog dan di fesbuk, atas diamnya PKS seribu satu bahasa, supaya aku bisa mengingat di kemudian hari.

Mungkin jawabannya adalah :  Seharusnya bisa, dan sangat mungkin.  Jadi kalau tidak bertindak, apa halangannya ?  Bisa jadi takut dianggap membuat ricuh dan membuat persoalan makin blunder, mungkin juga mengganggap ini bukan masalah penting, atau bisa jadi dianggap bisa merugikan posisi partai, dus, bakalan bisa merugikan perjuangan umat Islam, padahal bisa mendapatkan jatah kursi di kabinet perlu perjuangan keras.  Masa baru dilantik langsung jadi anak bandel ? Kan nggak sopan, bukan ?

Ditulis dalam Politik | 1 Komentar »

17 Agustus 1945

Ditulis oleh papabonbon di/pada Agustus 16, 2009

gambar dari sini

Besok 17 Agustus.  14 tahun sejak lulus dari Lembah Tidar, dan 9 tahun sejak meninggalkan bangku kuliah.  Ingat ingat jaman kuliah dulu, teman teman aktivis sangat hobi mempertanyakan makna kemerdekaan.  Setiap peristiwa, kejadian dan event selalui dicarikan maknanya dengan arti kemerdekaan.  SPP naik, berarti Indonesia belum merdeka.  Presiden masih mbah Harto, berarti kita belum merdeka dari tekanan penguasa.  Kurs rupiah anjlok dari 2,500 ke 14 ribu, tambah kagak merdeka lagi.  BUMN rame rame dijual ke asing, penjajahan jenis baru.

Pada era sekarang ini, dimana euforia demokrasi ditunggangi partai partai Islam untuk berjualan ideologi moral, nampaknya keluhan dan pencarian makna kemerdekaan ini juga ditafsir ulang oleh para aktipis.  Terutama sekali oleh para aktipis yang berada di pinggiran, yang menjadi clandestine dari para clandestine.  Para ninja dari kaum burakumin, yang punya loyalitas tak terhingga pada tegaknya khilafah, namun merasa punya ruang gerak lebih luas dibandingkan para aktipis yang masuk ke partai, yang otomatis ruang geraknya dibatasi oleh paugeran dan norma norma demokrasi.

Hermeneutika dipakai, penafsiran kembali dilakukan, pemaknaan diarahkan pada nilai nilai ideologi yang diyakini lebih tinggi dibandingkan nasionalisme buatan manusia, sintesa pun dihasilkan dan sisi liar pun nampak sudah.  Hasilnya jelas sekali.  Ada bom dimana mana.  Dan jeleknya dengan cara pengecut, tanpa pengakuan jelas siapa musuh mereka, siapa mereka dan apa yang diperjuangkan, dan apa yang mereka inginkan.  Tidak ada pengakuan atau tanggung jawab terhadap pemboman yang terjadi yang mereka lakukan.  Apalagi ketika organisasi islam mainstream lain dan banyak partai islam yang sudah mendapat kursi di parlemen ternyata justru tidak mendukung kegiatan mereka, bahkan beramai ramai menghujat habis habisan.

Jadilah yang mendukung mereka hanya akar rumput islamisme yang sepaham dan diam diam menaruh simpati pada mereka.  Kita semua bersaudara, dan memperjuangkan kemerdekaan yang sama.  Dimana Islam ya’lu wa yu’la alaik.  Islam itu tinggi dan tidak ada yang lebih tinggi darinya.  Jadilah pemboman demi pemboman terus berlangsung.  ada yang ditangkap, toh bom jalan terus.  patah tumbuh, hilang berganti.  Demikianlah perjuangan.  Isy karima aumut syahidan.

Apakah sudah saatnya bagi orang Indonesia yang tidak memperjuangkan negara Islam harus menyerahkan tanah air dan tumpah darahnya pada mereka ? Para pejuang keadilan itu ?  Apakah teriakan bung Tomo yang menjadi operator resolusi jihad dari para Ulama NU di masa itu untuk berjuang melawan penjajah belanda demi tegaknya sebuah Indonesia, negara baru yang tidak berasaskan Islam itu, harus kita akhiri dengan menyerahkan tanah kelahiran ini pada para pejuang syariat ?

Sebuah renungan untuk kita, Indonesia, akankah sunatullah itu berarti menjadi negara yang berwarna warni, polichromatic ataukah homogen, berwarna hijau semata ?

Btw, mengapa harus kita serahkan negara ini begitu saja pada para dpejuang syariat ?  jawabannya sederhana, karena sudah mereka minta.  Kalau negara ini belum menerapkan syariat Islam, maka para pejuang merasa hukum Islam dilecehkan, dan mereka akan berijtihad sendiri dengan membuat bom.  Toh mereka merasa dirinya bukan teroris, yang teroris itu yang Amerika dan Israel.  Bisa kita simak kesimpulan diatas, ada dalam baris demi baris wawancara detik dengan master dari para jihaders ini, ust. Abubakar Ba’asyir.

Rabu, 22/07/2009 12:29 WIB
Ba’asyir: Tidak Ada Aktivis Islam Menjadi Teroris

Bakar Ba’asyir menegaskan tidak ada aktivis Islam yang ikut gerakan teroris. Menurutnya, terlepas salah atau benar tindakannya, para aktivis itu hanya mereaksi tindakan-tindakan pemerintah dan negara-negara barat yang dinilai melecehkan Islam dan hukum Islam.

Tidak ada aktivis Islam yang teroris. Mereka adalah pejuang Islam dengan itjihad mereka sendiri. Teroris yang sebenarnya ya Amerika dan sekutunya itu. Mereka hanya mereaksi serangan permusuhan terhadap Islam yang dilakukan musuh Islam,” ujar Ba’asyir kepada wartawan di Pesantren Al-Mukmin Ngruki, Solo, Rabu (22/7/2009).

Selain itu Pemerintah Indonesia juga dinilai tidak punya nyali karena tidak mau menerapkan hukum Islam dalam pemerintahan di negara yang mayoritas Islam. Menurut Ba’asyir, para aktivis Islam yang disebutnya sebagai para mujahid itu akan dengan sendirinya reda jika hukum Islam diterapkan.

13/08/2009 – 15:54

‘Doa’ Abubakar Ba’asyir untuk Teroris

INILAH.COM, Jakarta – Abubakar Ba’asyir, pimpinan Pondok Pesantren Al Mukmin, Ngruki, Solo, membacakan doa bagi dua jenazah yang terlibat jaringan teroris pembom Mega Kuningan, Jakarta, 17 Juli. Bagi kalangan Islamis radikal, doa simbolis Ba’asyir itu menunjukkan sinyal bahwa Air Setiawan dan Eko Joko Sarjono dianggap sebagai ‘pelaku jihad’, bukan teroris. Mengapa?

Langkah Ba’asyir itu sungguh simbolis, seakan meneguhkan apa yang dinyatakan Orientalis Prof Bernard Lewis sebagai ‘bahasa politik Islam’. Di sini cap teroris oleh pemerintah dan publik dibaca secara berbeda oleh para Islamis. Sebab kelompok yang mengantar jenazah Air dan Eko melihat kedua sosok itu sebagai para ‘jihadis’, bukan teroris. Perbedaan cara pandang ini sangat laten dan itu menandai adanya persepsi yang berbeda secara diametral di antara masing-masing kutub.

“Kutub pemerintah memberikan stigma teroris bagi Air dan Eko, sedangkan kutub kelompok Muslim radikal menganggapnya ‘jihadis’. Ini memang salah satu problem yang menyulitkan langkah membasmi terorisme,” kata Noorhaidi Hasan PhD, peneliti Islam radikal dan dosen Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Yogyakarta.

baca juga :

http://www.detiknews.com/read/2009/07/22/122955/1169335/10/-baasyir-tidak-ada-aktivis-islam-menjadi-teroris

http://inilah.com/berita/politik/2009/08/13/141642/doa-abubakar-baasyir-untuk-teroris/

http://suarapembaruan.com/News/2009/08/14/Editor/edit3.htm

Ditulis dalam Politik, life | 2 Komentar »

SBY curi start kampanye ???

Ditulis oleh papabonbon di/pada Mei 30, 2009

foto berasal dari sini

Ini foto di Bandar Kamal, Madura.  Diambil hari jum’at sore, tanggal 29 Mei 2009.  Rupanya bapak kita tersayang bersama boss Karwo, gus Ipul dan bupati Bangkalan sepakat untuk start kampanye duluan buat partai Demokrat (secara kapan coba bikinnya baliho, kok tahu tahu tgl 29 Mei sudah ready gitu aja di Bangkalan).  Anak kecil juga tahu kalau ada yang main main dengan pembuat aturan, hehehe …

Yeah …  hari gini, secara dosen ane aja berani kampanye MLM di kelas pasca sarjana sebuah PTN negeri terkenal … huehehhe …  So, mari dukung SBY, mari dukung tegaknya moral bangsa ini, dukung balkan kaplale, PKS dan pendekar moralitas lainnya, mari kita makan makan …

Lagipula baliho super duper besar dan guedhenya ini jelas jelas membuktikan kalau di jawa timur ini, aparat pemerintah selevel gubernur, wakil gubernur dan bupatinya rame rame mendukung calon presiden tertentu (incumbent).  Uang pajak rakyat jawa timur dipakai buat petualangan fulitiek ???

 

*ditulis dengan rasa pahit di hati*

NB : jadwal kampanye sedianya 13 Juni-4 Juli 2009 dimajukan menjadi 29 Mei-4 Juli

baca juga :

  1. http://id.news.yahoo.com/antr/20090525/tpl-mendagri-perubahan-jadwal-kampanye-p-cc08abe.html
  2. http://politik.vivanews.com/news/read/59508-kampanye_capres_mulai_29_mei_berakhir_4_juli

Ditulis dalam Politik | Bertanda: , , | 7 Komentar »

Adian Husaini dan Hermeneutika

Ditulis oleh papabonbon di/pada Mei 5, 2009

Mr Adian already graduated from IIUM-ISTAC with his Ph.D degree.  His thesis titled Critical Reading of the Second Vatican Council’s Documents in the Light of the Ad Gentes and and the Nostra Aetate received “Very Good PhD Thesis”. 

Something that I don’t understand is the fact that Mr. Adian well known for his opponent standing against the use of hermeneutics upon religious text.  Then, it is something weird that he use mostly of hermeneutics method for his disertation.

Let us refer “critical reading” to wiki definition :  http://en.wikipedia.org/wiki/Critical_reading

Epistemological issues

Basically is critical reading related to epistemological issues. Hermeneutics (e.g., the version developed by Hans-Georg Gadamer) has demonstrated that the way we read and interpret texts is dependent on our “pre-understanding” and “prejudices”. Human knowledge is always an interpretative clarification of the world, not a pure, interest-free theory. Hermeneutics may thus be understood as a theory about critical reading.

===

The paragraph above explain us that mr. Adian about use Gadamer approach on hermeneutics.  So, what can I say then ?

I love you mr. Adian … :) )

Ditulis dalam Politik | Bertanda: , , , , | Leave a Comment »

Lagi-lagi Malaysia

Ditulis oleh papabonbon di/pada April 21, 2009

Nampaknya selain membantai para gamers travian di server Malaysia, kita juga harus melakukan sesuatu yang lebih fenomenal untuk meruntuhkan kesombongan puak melayu ini.  Di hari Kartini, arogansi mereka makin menjadi.  Coba lihat lihat deh berita berikut ini.

Dada Model Indonesia Disilet-silet Pangeran Malaysia

Seorang model blasteran Indonesia-Prancis, harus mengalami tragedi pahit dalam hidupnya. Selain diduga disekap oleh suaminya, Tengku Muhammad Fakhry, putra dari Raja Kelantan Malaysia, diduga dada Manohara juga disilet-silet.

Hal memilukan itu diungkapkan oleh ibunda Manohara, Daisy Fajarina. “Anak saya disiksa, di bagian dadanya disilet-silet. Itu yang ngomong dari pihak dalam istana yang punya hati nurani dan nggak tega melihat penderitaan anak saya,” jelas Daisy saat ditemui di restoran Ampera, Jl KH Ahmad Dahlan, Jakarta Selatan, Senin (20/4/2009) petang.

Daisy mengaku memiliki bukti atas penyiksaan yang diterima oleh putrinya itu. “Saya juga ada bukti rekaman,” imbuhnya.

Pernikahan Manohara dengan Tengku Muhammad Fakhry sebenarnya dikarenakan oleh sebuah ‘kecelakaan’. Manohara pada awal 2007 mengaku kepada ibunya kalau kegadisannya telah direbut oleh Tengku. Mendengar pengakuan putrinya itu, Daisy mengaku kaget setengah mati.

“Saya merasa kecurian dan tertipu, setiap saya menjabat tangan Tengku dia bersumpah pada saya tidak akan melakukan hal-hal yg maksiat,” tutur Daisy berlinang air mata.

 

Lalu bagaimana nasib Manohara sekarang?

Berita dari detikhot, link nya di sini

Ditulis dalam Politik, life | Bertanda: , , , , , , | 2 Komentar »

kamu invest emas ? are you sure ?

Ditulis oleh papabonbon di/pada Maret 18, 2009

jaman gonjang ganjing 
krisis meraja lela. ekonomi lesu, mau deposito main saham kok rasa rasanya malah tidak aman

beberapa teman berpendapat investasi emas adalah yang terbaik apalagi harga emas sampai 2007 naik terus

masalahnya adalah, kalau semua orang
berpikir demikian apa yang kira kira terjadi ?

akan ada pebisnis yang beli emas banyak banyak, akan ada pebisnis yang bikin reksadana emas akan terjadi harga tidak wajar pada emas

sudah mulai terlihat, permintaan emas dunia  ternyata didominasi reksadana emas

Bahkan emas yang dimiliki para trader ini lebih besar dibandingkan yang dimiliki oleh bank sentral negara negera besar.  Pastinya permintaan real emas untuk industri sedikit banget. 

Harga emas notabene dikendalikan para cukong penimbun emas para spekulan, dan perdagangan emas saat ini sudah buble.

Bagaimana kalau meletus ???

Dan kalau ada yang bilang harga emas itu stabil, silakan lihat grafik di bawah ini, yang garis hitam.  Kenyatannya, harga emas berfluktuasi kok.   Jadi mitos kestabilan harga emas itu tertolak dengan sendirinya.

Ditulis dalam Ek-Biz, Politik, life | 12 Komentar »

Islam, Nazi, Yahudi dan Palestina

Ditulis oleh papabonbon di/pada Februari 16, 2009

foto berasal dari sini.

Kalau bertemu foto semacam di atas, apa pendapat anda ?  FYI, al mukarom Grand Mufty Jerusalem al ustadz Muhammad Amin al Husayni ini adalah salah satu yang paling pertama memberikan dukungan dan pengakuan kemerdekaan Indonesia, sekaligus pendiri Waffen SS di Azerbaijan dan Bosnia.

Papabonbon sendiri, tergelitik membahas hubungan ruwet, yang jalin menjalin, berkelindan tak karuan ini karena baru saja beredar sebuah film berjudul “Defiance” yang diperankan oleh James Bond a.k.a Daniel Craig.

Film ini berasal dari kisah nyata, dan diangkat dari novel yang dibuat oleh Nechama Tec, seorang profesor sosiologi, ahli tentang Holocaust, sekaligus juga seorang Holocaust survivor, dan tentunya juga Yahudi.

Ada pro kontra tentang film ini, terutama jika dikaitkan dengan konteks kekinian.  Kita tahulah bagaimana kekejaman Israel yang membantai penduduk gaza, 1300 orang mati sia sia, belum terhitung orang yang terluka, rumah yang hancur, masa depan yang musnah, dan kebencian yang makin diwariskan generasi demi generasi.

Pandangan kontranya adalah :

- dari kalangan islamist : film ini adalah propaganda yahudi, seolah mereka adalah hero yang sedang mempertahankan diri terhadap serangan teroris arab islam palestina

- dari kalangan right wing amerika/ procons : film ini bergaya hollywood yang rata rata anti israel, apalagi Ed Zwick, sang sutradara pada tahun 1998 pernah membuat film berjudul the Siege yang dianggap pro Muslim.  Pemeo di hollywood seperti biasa adalah ”Hollywood loves the dead Jews, but they hate the live ones. Hollywood loves the Holocaust, but hates Israel.”

pandangan pro nya adalah :

- ada yang bilang, ini film yang pro yahudi banget, tanpa zionisme.  jadi kalau dibilang pro yahudi, atau pro semit, yah memang beralasan sih.  malah film ini dianggap lebih baik dibandingkan film film besutan Spielberg, karena Defiance bisa menampilkan yahudi tanpa rasa bersalah.  Film Munich nya Spielberg katanya masih menyisakan rasa bersalah buat para Jews, dan karenanya Spielberg mendapatkan kecaman di Israel sana.

Btw, kayaknya yang pro sedikit deh, rata rata pada sumir sama film ini, maklum dilema moral, secara Israel baru ngebunuh 1.300 orang, kebanyakan wanita dan anak anak, gitu lho.    hueh  :(

note :

- konon imigran turki dan muslim lain di jerman banyak mendapat gangguan dari neo nazi.  mungkin para imigran itu seharusnya menunjukkan foto foto kyai husayni itu pada kalangan neo nazi itu, supaya jelas, kalau ada persahabatan di antara kita.  

ada foto yang lebih asoy, silakan di check yang di bawah ini.

audiensi dengan Adolf  Hitler

 

Meninjau Waffen SS cabang Bosnia

Baca juga :

Ditulis dalam Politik, hobi | Bertanda: , , , , , , , , , , | 11 Komentar »

Pak Harto jadi PAHLAWAN

Ditulis oleh papabonbon di/pada November 12, 2008

gambar dari sini

“Terimakasih Guru Bangsa

Terimakasih Pahlawan!

Kami akan melanjutkan langkah bersama PKS!”

 

Itulah potongan iklan terbaru Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyambut Hari Pahlawan 10 November. Untuk menggambarkan guru bangsa dan pahlawan yang dimaksud, iklan itu menampilkan foto tokoh-tokoh nasional.

gambar dari sini

Konon golkar dan PKS mendukung jasa jasar besar pak Harto.  Golkar bahkan mengajukan pak Harto sebagai Pahlawan. Sementara PKS memandang pak Harto sebagai guru bangsa.

Herannya, beberapa bulan sebelumnya, Hidayat Nur Wahid disebutkan menolak usulan pak Harto menjadi Pahlawan .   PKS rada rada plin-plan juga nieh :(

Dalam iklan tersebut antara lain diusung Proklamator Kemerdekaan Indonesia sekaligus Presiden RI pertama Soekarno, penguasa Orde Baru Soeharto, Jenderal Sudirman, Bung Tomo, KH Ahmad Dahlan, dan KH Hasyim Asy’ari. 

Sekjen DPP PKS Anis Matta menolak jika dikatakan tayangan iklan itu belum disampaikan kepada pimpinan di DPP PKS.Dia memastikan sudah ada komunikasi sebelum iklan itu ditayangkan. ”Iklan sudah dibahas. Tidak mungkin kita menayangkan iklan yang tidak disetujui. Ini biayanya besar jadi tidak mungkin sembarangan,” tandas Anis kepada SINDO kemarin. 

baca juga :

  1. Golkar : Pak harto jadi pahlawan
  2. PKS Menolak
  3. PKS : Suharto Guru Bangsa

Ditulis dalam Politik | Bertanda: , , , , | 13 Komentar »

Rahm Emmanuel- Kacak Pinggang

Ditulis oleh papabonbon di/pada November 11, 2008

foto dari sini

yeap, kalau di milis milis islam garis keras sudah mulai berdatangan komentar kalau kabinet Obama kebanyakan orangnya clinton dan banyak yahudinya.  Biarlah foto ini disalahgunakan kawan kawan republika, swaramuslim atau eramuslim untuk mendakwa, kalau Rahm Emmanuel benar benar bakalan berperan sebagai serigala berbulu domba. 

huehehehe :D

baca sekilas di wikipedia, tentang profil Rahm Emmanuel.

Political views

  1. During his original 2002 campaign, Emanuel “indicated his support of President Bush’s position on Iraq
  2. According to The Nation, Emanuel is “seen as a strong Israel partisan.”[35] In June 2007, Emanuel condemned an outbreak of Palestinian violence in the Gaza Strip and criticized Arab countries for not applying the same kind of pressure on the Palestinians as they have on Israel

baca juga :

Ditulis dalam Politik | Bertanda: , , , , , | 6 Komentar »

Hari Pahlawan yg Sepi

Ditulis oleh papabonbon di/pada November 10, 2008

10 November adalah hari pahlawan.  Namun hari pahlawan kali ini sepi, karena pahlawan yang sebenarnya, Imam Samudra, ustad mukhlas dan Amrozy telah mendahului kita dua hari sebelumnya.  

 

 

gambar dari media indonesia

 

Mujahid … mujahid …

Isy Kariman Au Mut Syahidan

Hiduplah Mulia, atau Mati Syahid.

Mati satu, tumbuh seribu

Gugur bunga, pahlawanku !

 

baca juga :

Ditulis dalam Politik | Bertanda: , , , , , | 18 Komentar »