besar pasak, DARIPADA KENTANG

Arsip untuk Juli, 2009

Gone with the Wind

Ditulis oleh papabonbon di/pada Juli 25, 2009

Asdi Yasin

temen yg sesama ikastara dan rumahnya dekat sama rumah papabonbon yah satu ini, bang Asdi Yasin, TN2, setahun di atas ane.  Lumayan juga tetanggaan dan jadi temen mampir dan dolan setahunan ini. 

Ketemu nggak sengaja waktu ngantar Elsi lihat sekolahnya yang baru.  Ternyata rumah si abang persis di depan gang sebelah, seberangnya sekolah.  Bang Asdi ngantar anaknya, si Rauf buat masuk playgroup.  Papa sendiri ngantar Elsi untuk masuk TK A alias TK nol kecil.

bang asdi n the gank

Yah, dua bulan yang lalu bang Asdi Yasin keterima buat ngelanjutin S2 di Universitas Pertahanan.  Jadi deh keluarga boyongan balik ke Magelang, sementara si abang merantau di Bandung.  Sukses bang buat sekolah dan karirnya.  Ntar kalo balik Surabaya lagi, kabar kabari bang.  Huehehhe

Ah, lucu tapi aneh rasanya ditinggalkan oleh teman yang mulai dekat. Apalagi perumahan sekitar kami tetangganya belum banyak.  Rumah yang sepi, terasa menjadi makin sepi.  Jiaaa …

Ditulis dalam silaturahim | Bertanda: , , | 2 Komentar »

House of Sampoerna – Revisited

Ditulis oleh papabonbon di/pada Juli 22, 2009

Pulang kantor jam 17.15, bentar lagi maghrib.  Pilihannya, langsung pulang dengan resiko macet di jalan seperti biasa atau maghriban dulu di kantor.  Akhirnya papabonbon membuat pilihan ketiga, mampir dulu sekejab ke House of Sampoerna.  Memotret sebentar, dan … voila … mumpung ada pinjeman Panasonic DMC FX-100 dari si etja.

Sekalian pengen ngetes, gimana sih hasil jepretan si mungil FX-100 di malam hari.  Dan inilah hasilnya.  Lumayan ciamik lho.  Serius !!! (Tapi menurut pengamatan subyektif papabonbon lho).

P1000486 P1000489 P1000477 P1000472  P1000471 P1000469

Ditulis dalam hobi | Bertanda: | Leave a Comment »

Pilih Nasi Padang depan kantor atau Bebek Goreng pak Slamet ?

Ditulis oleh papabonbon di/pada Juli 22, 2009

plang

dilema nih, bebek goreng pak Slamet kan sekarang buka cabang juga lho di Surabaya.  nanti siang makan Nasi Padang Ampera depan kantor yang super duper maknyuss atau ke Pak Slamet yah ?

buat yang penggemar bebek tapi masih asing dengan tersohornya pak slamet, saya kasih beberapa hints :

  • levelnya setara dengan HT Karang Empat, Cak Yudi Perak ataupun Papin
  • kalau suka bumbu ukep yg merasuk ala Kalasan (sedikit manis), yup, bebek pak Slamet ini pilihan yang tepat sekali, karena dia berasal dari Solo, yang sudah tersohor dari jaman baheula untuk bumbu yang meresap, dan rasa maknyuss yang dalam
  • buat yang suka sambal, hmmm, jangan dilewatkan deh, sambal korek pak Slamet ini beneran ciamik, pedes dan bikin kemringet tarikannya
  • rasa dan tekstur daging bersatu padu, bumbu yang meresap, dan daging yang sangat empuk ala makanan Solo menjadi pengalaman ultimate yang tak terungkapkan

akhir kata, doa papabonbon adalah, semoga penggemar kuliner dan pemakan bebek di Surabaya ini tidak membaca iklan bebek goreng pak Slamet ini di harian Jawa Pos hari minggu.  Semoga warungnya biasa saja, tidak terlalu rame, jadi papabonbon tidak ada saingan buat makan di sana.  hueheheh :)

 

 

  •  

Ditulis dalam kuliner | Bertanda: , , , , , | 7 Komentar »

Kembali ke Tanah Leluhur

Ditulis oleh papabonbon di/pada Juli 21, 2009

Urusan orang Yahudi kembali ke tanah mereka dari pengasingan, ternyata bukan kejadian baru-baru ini tok.  Tapi sudah terjadi dari dulu, sudah bolak balik malahan. 

Dan dari jaman dulu, yang namanya orang baru balik ke tanah leluhur, dan ketemu tanah mereka sudah dihuni orang lain, pastinya menimbulkan konflik berkepanjangan.  Bahkan terhadap orang Yahudi yang masih tersisa di tanah tersebut pun timbul konflik juga.  Samaria, yang masih bertahan di sana di masa pengasingan, malah ujungnya kena dikucilkan balik.  Weleh weleh.

Habis searching di wikipedia, menarik juga buat direnungkan :

The Samaritans (Hebrew: Shomronim, Arabic:  as-Saamariyun) are a religious group of the Levant. Religiously, they are the adherents to Samaritanism, a parallel but separate religion to Judaism or any of its historical forms. Based on the Samaritan Torah, Samaritans claim their worship is the true religion of the ancient Israelites prior to the Babylonian Exile, preserved by those who remained in the Land of Israel, as opposed to Judaism, which they assert is a related but altered and amended religion brought back by the exiled returnees.

orang Samaria lagi sembahyang (gambar dari wikipedia)

tapi klaim ini malah mendapat tentangan dari sesama Yahudi yang baru kembali dari pengasingan (mereka diasingkan oleh orang Assiria dan boleh kembali ke tanah mereka di jaman Cyrus – raja Babilonia.  baca lagi tulisan papabonbon ttg Esther sekitar dua tahun yang lalu).

Ancestrally, they claim descent from a group of Israelite inhabitants who have connections to ancient Samaria from the beginning of the Babylonian Exile up to the beginning of the Common Era. The Samaritans, however, derive their name not from this geographical designation, but rather from the Hebrew term (Šāmĕrım), "Keepers [of the Law]". In the Talmud, a central post-exilic religious text of Judaism, their claim of ancestral origin is disputed, and in those texts they are called Kuthim, allegedly from the ancient city of Kutha, geographically located in what is today Iraq. Modern genetics has suggested some truth to both the claims of the Samaritans and Jewish accounts in the Talmud

ini orang Yahudi yang baru balik dari pengasingan dan melihat bekas ibukota mereka luluh lantak, dan tanah mereka sudah dihuni oleh orang lain.

According to the Jewish version of events, when the Judean exile ended in 538 BCE and the exiles began returning home from Babylon, they found their former homeland populated by other people who claimed the land as their own and Jerusalem, their former glorious capital, in ruins.

According to 2 Chronicles 36:22–23, the Persian Emperor Cyrus the Great permitted the return of the exiles to their homeland and ordered the rebuilding of the Temple in Jerusalem (Zion).

yang lucu juga, etnis Pasthun di Afghan dan Pakistan (yg sekarang jadi suku suku Utara yg pegang kendali di Afghan setelah Taliban Era, ternyata punya hubungan sangat dekat dengan tradisi Yahudi. Katanya malah keturunannya.

The Pashtuns are a predominantly Muslim people, native to Afghanistan and Pakistan, who adhere to their pre-Islamic indigenous religious code of honour and culture Pashtunwali. They traditionally claim descent from the Lost Tribes. The Yousafzai (Yusafzai) are a large group of Pashtun tribes. Their name means "Sons of Joseph". There are also similar names in other areas of the region, such as the disputed land of Kashmir. There are a variety of cultural and ethnic similarities between Jews and Pashtuns. A visit by a Western journalist in 2007 revealed that many currently active Pashtun traditions may have parallels with Jewish traditions. The code of Pashtunwali is strikingly similar in content and subject matter to the Mosaic law.

Oh ya, ada berapa orang samaria sekarang ini ? Gak banyak, ternyata tinggal 700 an orang.  Karena sempat ada urusan pemberontakan di jaman duluuuuu banget, dan di jaman kekhalifahan Islam, ternyata mereka sempat dipaksa masuk Islam.  Weleh, yang bener ???

Although historically they were a large community — up to more than a million in late Roman times, then gradually reduced to several tens of thousands up to a few centuries ago — their unprecedented demographic shrinkage has been a result of various historical events, including most notably the bloody repression of the Third Samaritan Revolt (529 CE) against the Byzantine Christian rulers and the mass forced conversion to Islam in the Early Muslim period of Palestine. According to their tally, as of November 1, 2007, there were 712 Samaritans living almost exclusively in two localities, one in Kiryat Luza on Mount Gerizim near the city of Nablus (Shechem) in the Palestinian territories’ West Bank, and the other in the Israeli city of Holon.

NB : btw, curious juga, itu orang orang Samaria yahudi tinggal di Tepi Barat, kan di wilayahnya Muslim, apa mereka kagak dibantai yah ?  *garuk garuk kepala*

baca juga :

http://en.wikipedia.org/wiki/Samaritans

http://en.wikipedia.org/wiki/Ten_Lost_Tribes

Ditulis dalam life | 3 Komentar »

Nyobain Panasonic Lumix DMC FX-100

Ditulis oleh papabonbon di/pada Juli 20, 2009

Lensa Leica, bo! dan udah widescreen.  yah,sejatinya sih, papabonbon nggak nyari widescreennya sih.  cuman pengen tahu aja, kalau dibandingkan dengan canon A630 milik papabonbon bedanya dimana gitu.  hehehe …

  • 12 MP
  • aperture range F2.8 – F5.6
  • resolusi maksimal 4000 x 3000
  • optical zoom 4 x

papabonbon harus mengakui dua hal :

  1. fokusnya lebih maknyus dibandingkan canon.  mungkin karena titik fokus yg bisa diambil juga lebih banyak, bisa kelihatan dari foto foto dibawah ini.
  2. baterenya kendati sesama lithium polimer (sama dengan pentax kemarin maksudnya), tapi lebih tahan lama.  Kenapa yah ???.

Oh ya, bedanya dengan canon, warna yang diambil (di siang hari) nampaknya lebih oke di canon, mungkin karena canon tuh alirannya soft tone.  foto elsi kalau diambil pakai canon nampak lebih lembut garis garisnya, dan warnanya lebih ke soft, sementara memakai panasonic ini gambar dengan warna warna tegas yang dihasilkan, elsi yang sedang mandi juga nampak begitu coklat :p  Jiaah.

 

 

P1000419 P1000418

untuk dua foto dibawah ini, diambil ketika menjelang senja.  jembatan suramadu sebelum maghrib, dan satu lagi jalanan setelah maghrib.  overal, gambar yang dihasilkan panasonic lebih tegas dibandingkan yang dihasilkan canon.  (ini penilaian secara perasaan lho yah).  hehehe ….

 

P1000434 P1000427

 

baca juga :

http://www.dpreview.com/reviews/specs/Panasonic/panasonic_dmcfx100.asp

Ditulis dalam hobi | Bertanda: | Leave a Comment »

Jacatra under attact

Ditulis oleh papabonbon di/pada Juli 18, 2009

Teroris lagi lagi teroris.

Fenomena dunia modern atau kemunduran karena impor konflik dari timur tengah (asia barat) sana yah ?  Weleh weleh.  Menunggu kecaman dari PKS, salafi, hizbut tahrir, Majelis Mujahidin, Ansharut Taudid, dll terhadap kelakuan aktivis garis keras semacam ini.  Bukannya apa-apa, mereka yang selalu memakai bahasa teror dan kekerasan dalam penyebaran ideologinya, selayaknya bertanggung jawab ketika kekerasan atas nama agama itu benar benar terjadi.

 

Atau yang saya lihat, jalan lain bagi mereka yang baik hati, dan rikuh untuk menunjuk langsung pada kelompok yang suka memakai bahasa kekerasan ini, akan menggunakan alibi – kasian MU gak jadi main di Indonesia. Rugi tiket dan seterusnya.

image  imageimage

 imageimage

 

gambar dikumpulkan dari berbagai topik di kaskus.us

Ditulis dalam life | Bertanda: | Leave a Comment »

Ngetes Pentax x70

Ditulis oleh papabonbon di/pada Juli 13, 2009

image

gambar dari sini

dapat pinjam dari bro wiroesableng.  dipake buat motret motret nih pas lagi jalan-jalan.  lumayan juga spesifikasinya.

  • 12 MP
  • optical zoom 24 x
  • bisa makro (dua jenis makro, satunya makro biasa, dan satu lagi makro sampai kedekatan jarak 1 cm)
  • udah image stabilizer

image

gambar dari sini

overall kalau dibandingkan dengan Canon A630 gamannya papabonbon, bedanya adalah :

  • lampu flashnya si pentax lebih fleksibel punya
  • hasil potret pakai makronya ciamik punya
  • baterenya boros, secara 4 x AA 2700 mAh vs 1 x lithium polimer.  yg punya canon bisa dipake 3 mingguan, sementara si pentax hanya beberapa jam saja (seharian seh) udah mulai minal minul baterenya.
  • gak ada modus otak atik warna kayak di canon
  • kalo motret di tempat gelap, sama aja gak beres kayak si canon

beberapa foto hasil jepretan pake pentax x70

IMGP0492 IMGP0435

kalau yang dibawa ini ngetes makro nya (makanan di Pronto bisa terlihat moi)

IMGP0238 IMGP0237

Ditulis dalam hobi | Bertanda: | 2 Komentar »