Muhammad Nur Hayid – detikcom *Jakarta* – Inilah daftar tunjangan yang diterima anggota DPR per bulan. Data ini dikeluarkan oleh bagian anggaran tertanggal 22 februari 2005.
Fasilitas anggota DPR RI, 2004-2009:
A. Gaji pokok dan tunjangan
1. Rp 4.200.000/bulan
2. tunjangan
a. Jabatan Rp 9.700.000/ bulan
b. Uang paket Rp 2000.000/bulan
c. Beras Rp 30.090/jiwa/bulan
d. Keluarga:
suami/istri (10% X Gaji pokok Rp 420.000/bln)
anak (25 X Gaji pokok Rp 84.000/jiwa/bulan)
e. Khusus pph, pasal 21 Rp 2.699.813
B.penerimaan lain-lain
1. Tunjangan kehormatan Rp 3.720.000/bulan
2. Komunikasi intensif Rp 4.140.000/bulan
3. Bantuan langganan listrik dan telepon Rp 4.000.000
4. Pansus Rp 2.000.000/undang-undang per paket
5. Asisten anggota (1 orang Rp 2.250.000/bulan)
6. Fasilitas kredit mobil Rp 70.000.000/orang/per periode
C.Biaya perjalanan
1. Piket pulang pergi sesuai daerah tujuan masing-masing
2. Uang harian:
a. Daerah tingkat I Rp 500.000/hari
b. Derah tingkat II Rp 400.000/hari
3. Uang representasi:
a. Daerah Tingkat I Rp 400.000
b. Daerah Tingkat II Rp 300.000
(keterangan: lamanya perjalanan sesuai program kerja, dan sebanyak-banyaknya 7 hari untuk kunjungan kerja per orangan, dan 5 hari untuk kunjungan kerja tim komisi/gabungan komisi)
D. Rumah jabatan
1. Anggaran pemeliharaan
– RJA Kalibata, Jakarta Selatan Rp 3.000.000/rumah/tahun
– RJA Ulujami, Jakarta Barat Rp 5.000.000/rumah/tahun
2. Perlengkapan rumah lengkap
E. Perawatan kesehatan uang duka dan biaya pemakaman
1. Biaya pengobatan (oleh PT Askes)
– Anggota DPR, suami/anak kandung/istri dan atau anak angkat dari anggota yang bersangkutan.
– Jangkauan pelayanan nasional:
Di provider diseluruh Indonesia yang ditunjuk termasuk provider ekslusif untuk rawat jalan dan rawat inap.
2. Uang duka :
- wafat (3 bulan X gaji)
- tewas (6 bulan x gaji)
3. Biaya pemakaman Rp 1.050.000/orang
F. Pensiunan
1. Uang pensiun (60% x gaji poko) Rp 2.520.000/bulan
2. Tunjangan beras Rp 30.090/jiwa/bulan *(ism)*
11 Komentar
Agustus 22, 2008 pukul 11:17 am
DPR: singkatan dari…:
Duitnya Punya Rakyat
Agustus 22, 2008 pukul 2:29 pm
Para tai kucing begini nggak perlu dibatar mahal lah apalagi pake pensiun segala. Cuma sedikit yang punya otak dan nurani di DPR. Udah bgeo dibayar mahal pulak!!!
Agustus 22, 2008 pukul 3:55 pm
Maksudnya, agar mereka berpikir dengan tenang kalee….
Agustus 22, 2008 pukul 11:41 pm
totalnya berapa jadinya..? saya ndak bisa hitung sebanyak itu je…
Agustus 24, 2008 pukul 6:25 am
tidak heran begitu banyak yang ngiler kepingin jadi anggota DPR. cuma yang sampe sekarang membuat saya bingung ini kenapa mereka tidak sungkan kepada rakyat kalau bekerja tidak dengan sungguh sungguh. Rakyat yang protes di depan gedung DPR malah dicuekin, pagar ditinggikan. Lah anggota DPR ini kan jongosnya rakyat, rakyat ini kan juragan. Rakyat tidak ada wakil juga gak patheken, DPR gak ada rakyat jelas gak mangan…sampe sekarang saya gak mudheng cara berpikir mereka…
Agustus 24, 2008 pukul 8:37 am
Lha DPR isinie kan wong ueeedaaaan kabeh!!!
Agustus 26, 2008 pukul 2:02 pm
Hebat ya masih bisa tidur, travelling dgn santai, dll. Padahal makan gaji buta…..,, mgkin ud kehabisan malu. Apa mau ta’kulakno???
Nopember 18, 2008 pukul 5:54 am
Gaji nya segini, tapi bayar buat nomor urut jadi bisa eM- eM an. halah.
Nopember 25, 2008 pukul 2:23 am
weleh, pengalaman pribadi yah, oom ..:p
Desember 22, 2008 pukul 6:53 am
buat kang Agung.. maksud ‘gaji segini’ teh apa? Kecil ya? Ya ampunn.. segimana gedenya kang, ya? Bayar nomor urut Em-em-an? Kebayar ga kang? canda ah…
Januari 6, 2009 pukul 2:57 pm
Rangkuman [penghasilannya dihitung per bulan]
Gaji pokok : 4.200.000
Tunj. Jabatan : 9.700.000
Tunj. Uang Paket :2.000.000
Tunj. Beras : 30.090/jiwa/bulan
Tunj. Keluarga :
suami/istri : 420.000
anak 84.000
——————————————————-
16.434.090
Ya, buat mereka uang 16.434.000 itu mungkin kecil. Buat saya, besar sekali habis belum pernah punya gaji segitu. Ngga kepikiran kerja apa buat punya gaji segitu. Kalau saya selalu < 1,5 juta/bulan. Anak 2 orang. Istri nda ibu rumah tangga. Rumah numpang sama mertua. Belum ngasih mertua buat masak, mbayar listrik/air, sama bantu-bantu lainnya. Syukur masih “bahagia” entah sampai kapan. Harusnya, anggota DPR bersyukur, yach. Gaji bulanan mereka besar deh menurut saya.