Indonesia ICT Award, Kampus gue mana ?
Ditulis oleh papabonbon di/pada Agustus 11, 2008
Wah, bang Romi nulis tentang proses penjurian Indonesia ICT Award. Ceritanya menarik dan bisa menjadi bekal buat kampus lain untuk boost up performancenya dalam kompetisi Indonesia ICT Award berikutnya. Cerita bang Romi bisa banget dilihat di sini.
Beberapa hal menarik ditulis oleh Romi Satria Wahono di blognya. Kebetulan ada refleksi balik dari anak UI juga yang menampilkan berita tentang mengapa UI bisa masuk nominasi. Beritanya ada di sini.
Saya rasa sharing dari Romi maupun anak UI tersebut sangat menarik secara papabonbon ingin melihat Universitas Brawijaya maupun Universitas Airlangga bisa mantep seperti itu juga. Sengaja saya copy paste sedikit di sini untuk sharing kita bersama.
Tiga hal yg menurut papabonbon menarik adalah :
- perpustakaan tetap buka di hari Minggu
- semua publikasi ilmiah yang dimiliki UI bisa diakses dan didownload secara gratis-tis
- internet di UI itu lho … 180 Mbps …. waw waw .. :p
Kalo masalah internet yang cepat sih, papabonbon rasa, internet di Unair, terutama di pasca juga sudah superb. Kalo dipake download udah wusshh wussh wushhh kok
Ganbatte Unibraw !. Maju terus Unair !
—
Telkom Smart Campus Award (TESCA): Best Access and Connectivity
| No | ID | Nama Perguruan Tinggi |
| 1 | IC – 0147 | Universitas Indonesia |
| 2 | IC – 0283 | Binus University |
| 3 | IC – 0370 | Universitas Gunadarma |
| 4 | IC – 0449 | Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga |
| 5 | IC – 0567 | Institut Teknologi Telkom |
Telkom Smart Campus Award (TESCA): Best Content and Application
| No | ID | Nama Perguruan Tinggi |
| 1 | IC – 0147 | Universitas Indonesia |
| 2 | IC – 0283 | Binus University |
| 3 | IC – 0370 | Universitas Gunadarma |
| 4 | IC – 0501 | UNIKOM Bandung |
| 5 | IC – 0651 | Universitas Gajah Mada |
Mas Romi mengatakan bahwa intinya ada 3 faktor utama penilaian: konektivitas internet, konten dan sharing, serta aplikasi. Kalo boleh, saya ingin berkomentar tentang TIK di UI berdasarkan 3 faktor ini, berdasarkan hasil pengamatan saya selama kuliah di UI.
- Koneksi internet di UI. Pertama, Internet di UI memang cepet dahsyat (lihat komentar Mas Romi sebelumnya). Kedua, sivitas akademika UI mudah untuk mengakses internet ini. Selain ada hotspot UI yang semakin lama semakin meluas jangkauannya, ada juga komputer-komputer yang jumlahnya makin bertambah di setiap fakultas di UI. Ditambah lagi dengan kebijakan bahwa perpustakaan tetap buka di hari Minggu. Menurut saya pribadi, akses internet di UI sudah bisa dikatakan hampir sempurna!
- Konten. Mas Romi berharap bahwa semakin banyak universitas yang membuka seluruh publikasi yang hak cipta-nya dimiliki oleh Universitas, seperti jurnal ilmiah, prosiding, skripsi, tesis dan disertasi kepada masyarakat. Jadi, masyarakat bisa mengakses semua ilmu pengetahuan yang ada di UI secara gratis. Tadinya, karena saya tidak tahu, saya ingin menulis bahwa UI tidak melakukan hal ini. Tapi, setelah saya mengecek di perpustakaan UI, saya jadi tahu bahwa semua publikasi ilmiah yang dimiliki UI bisa diakses dan di-download secara gratis-tis!! Hebat bukan, kampus kita ini?
- Aplikasi. Secara perlahan-lahan, UI terus meningkatkan kualitas proses pengelolaan universitas melalui berbagai macam aplikasi, baik online (lewat internet) ataupun offline (tidak lewat internet) yang mempermudah setiap proses di internal kampus kita. Sebut saja satu-satu: SIAK NG, EDOM, Digital Library, Student Centered E-Learning, dan masih banyak lagi aplikasi lainnya!
dnial berkata
ITS dan ITB tidak muncul.
ITS memang harus berbenah. Terutama soal digital library dan open contentnya. Dosen masih khawatir soal hak cipta jika materi ajarnya dipublikasikan dengan bebas.
rx berkata
Hmm, ternyata pesat sekali perkembangan di UI ini. Saya jadi ingat dulu tahun 2000an awal, internet memang sudah gratis di labkom FE. Tapi ampun dah lemotnya hehe….
AJIE berkata
Gunadarma bisa lebih baik lagi nantinya