Jumlah PNS vs BUMN di Indonesia

  • pns non Guru di depdiknas : 200 rb
  • pns Departemen Agama : 182 rb
  • pns Depkeu : 72 rb
  • pemda DKI : 92 rb

bandingkan dengan

  • PT telkom : 30 rb
  • Pertamina : 20 rb
  • PLN : 52 rb
  • PT POS : 26 rb
  • Bank Mandiri : 18 rb

Ternyata, pns di departemen agama lebih banyak dibandingkan jumlah pegawai pertamina, telkom, PLN, pos, dan bank Mandiri dijadikan satu.  Menurut kalian realible ndak ?  :p

ternyata juga, pns non guru sampai 200 ribu orang, apa itu perlu ? non guru lho … bayangkan !

About these ads

14 gagasan untuk “Jumlah PNS vs BUMN di Indonesia

  1. pegawai departemen agama itu penghulu semuah?
    atau bagian nyatet akte nikah, cere’ dan bikin biro perjalanan haji terbesar di dunia?

    nah, apalagi di depdiknas kok isinya birokrat yang gak ngajar? lha jadi ngurusin apa? gonta-ganti kurikulum, tender buku baru atau urusan jual LKS..?

    Ah, sedih ane ngeliat faka kayak ginih..

  2. mungkin gara2 itu ya APBN sebagian besar habis buat belanja rutin pegawai saja. Jadi gak sempet lagi bikin2 infrastruktur… Sedikit koreksi karyawan Telkom sekarang sekitar 25 rb.

  3. mang udah ada alternatif kalo departemen mereka pegawainya dirampingkan? mau pada kerja dimana? udah ada alternatif belum mereka mo ditaru dimana?

    bagusnya yang di depdiknas non guru, suru ngajar aja dikampugn.

  4. sekedar pemberitahuan…
    bahwa gaji PNS guru sekarang tidak “sesedih” PNS yg lain krn guru ada tunjangan fungsional. Dan pemerintah sekarang ini juga sedang memperjuangkan kesejahteraan guru.
    ada lima kementerian yang mendapat aloaksi anggaran besar diantaranya PU dan depdiknas. jadi adalah salah kalau dibilang gak sempet bikin infrastruktur..

  5. Survei gaji BTI Consultant dalam majalah SWA 2009 : Bidang Migas. Gaji Presdir Rp 125-250 juta perbulan, dengan tunjangan : tunjangan rumah, mobil, THR, opsi saham, bonus, klaim transpor, klaim ponsel, bonus prestasi, biaya pengobatan dan rumah sakit beserta keluarga, Jamsostek, dana pensiun, tunjangan liburan, keanggotaan golf. Gaji Direktur Rp 80-125 juta perbulan, Gaji Manajer Rp 30-79 juta perbulan, Gaji Manajer Junior Rp 11-50 juta perbulan dan Gaji Staf (officer) Rp 5-16 juta perbulan.
    Bidang Perbankan. Gaji Presdir Rp 130-200 juta perbulan, dengan tunjangan : program kepemilikan mobil, kredit rumah, personal loan, asuransi jiwa dan kesehatan, klaim transpor, tunjangan sopir, klaim ponsel, bonus level senior, pembagian keuntungan, keanggotaan eksekutif, bonus prestasi dan Jamsostek. Gaji direktur Rp 60-130 juta perbulan, Gaji Manajer Rp 20-60 juta perbulan, Gaji Manajer Junior Rp 10-20 juta perbulan dan Gaji Staf Rp 5-10 juta perbulan.
    Bidang Telekomunikasi. Gaji Presdir Rp 100-200 juta perbulan dengan tunjangan : mobil dan sopir, klaim bensin dan parkir, bonus retensi, opsi saham, bonus manajemen, keanggotaan klub, klaim ponsel, biaya pengobatan dan rumah sakit, asuransi. Gaji Direktur Rp 60-100 juta perbulan, Gaji Manajer Rp 16-60 juta perbulan dan Gaji Staf Rp 5-16 juta per bulan.
    Bidang Perkebunan. Gaji Presdir Rp 107-164 juta perbulan. Gaji Direktur Rp 35-100 juta perbulan, Gaji Manajer Rp 12-30 juta perbulan, Gaji Manajer Junior Rp 6-10 juta perbulan dan Gaji Staf Rp 3,6-8 juta perbulan.
    Bidang Asuransi. Gaji Presdir Rp 100-150 juta perbulan, Gaji Direktur Rp 60-80 juta perbulan, Manajer Senior Rp 15-40 juta perbulan, Manajer Junior Rp 9-15 juta perbulan dan Staf Rp 3-7 juta perbulan. Sementara Gaji pokok PNS berdasarkan PP no 8 tahun 2009 :
    Golongan 1A dengan masa kerja 0 tahun sampai golongan 1D dengan masa kerja 27 tahun Rp. 1 Juta-Rp. 1,6 Juta perbulan
    Golongan 2A dengan masa kerja 0 tahun sampai golongan 2D dengan masa kerja 33 tahun Rp. 1,3 Juta-Rp. 2,3 Juta perbulan.
    Golongan 3A dengan masa kerja 0 tahun sampai golongan 3D dengan masa kerja 32 tahun Rp. 1,6 Juta-Rp. 2,7 Juta perbulan.
    Golongan 4A dengan masa kerja 0 tahun sampai golongan 4D dengan masa kerja 33 tahun Rp. 2 Juta-Rp. 3,4 Juta perbulan.
    Pendapatan maksimal PNS : Seandainya ditambah tunjangan keluarga, tunjangan fungsional, tunjangan jabatan yang besarnya 2-4 kali gaji pokok maka seorang pejabat PNS tertinggi setingkat Dirjen golongan 4A masa kerja 33 tahun mendapatkan gaji maksimal Rp.10-20 Juta perbulan. Pengecualian hanya untuk PNS Departemen Keuangan yang menerima Tunjangan Khusus Pembinaan Keuangan Negara (TKPKN) Berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 289/KMK.01/2007 dan 290/KMK.01/2007 : Dirjen dan pejabat eselon satu menerima TKPKN antara Rp32,54 hingga Rp46,95 juta per bulan, sehingga pendapatan total setelah ditambah gaji pokok dan tunjangan keluarga bisa Rp. 60 Juta perbulan. PNS Departemen Keuangan dibawah Dirjen bisa mendapatkan Rp. 1,3 Juta-Rp. 24 Juta perbulan. Itu karena Depkeu yang punya APBN hingga sombong bisa menaikkan gajinya sendiri. Tapi PNS yang sederhana tidak sombong di pemerintah daerah dan instansi lain seperi Bappenas, Departemen Perdagangan gajinya Rp. 1 Juta sampai Rp. 3,4 Juta perbulan. Jika diadu kepandaian pegawai Depkeu lulusan Ekonomi versus pegawai Bappenas lulusan Ekonomi belum tentu pegawai Depkeu unggul.
    Artinya : Pegawai di bidang Migas, Perbankan, Telekomunikasi, Asuransi dan Perkebunan semur hidup kerja bisa menabung rata-rata Rp. 15 Juta x 12 bulan = Rp. 180 Juta x 30 tahun masa kerja total Rp. 5,4 Milliar ditambah bunga bank, rumah dan mobil total hartanya bisa Rp. 8 Milliar sampai 10 Milliar.
    Pegawai PNS Departemen Keuangan seumur hidup kerja bisa menabung rata-rata Rp. 10 Juta x 12 bulan x 30 tahun masa kerja total Rp. 3,6 Milliar ditambah bunga bank, rumah dan mobil hartanya bisa Rp. 5 Milliar sampai 8 Milliar. Ditambah berbagai sampingan tidak heran pegawai Depkeu makmur.

  6. Hehehe…..selalu menarik kalo ribut ttg gaji.

    Sip. Tapi saya selalu bersyukur dengan gaji yang saya terima di salah satu BUMN terkemuka di Indonesia

    best regards,
    Rifky®

  7. sebagaimana disinggung bahwa pns diknas non guru saja 200 ribu, maka sebelum otonomi daerah, semua guru (kecuali guru agama, terutama agama islam) statusnya adalah pns diknas. setelah ada otonomi daerah, guru2 ini berstatus sebagai pns dinas pendidikan setempat, alias digaji lewat apbd, bukan apbn. tapi toh pns non guru diknas saja sudah 200 ribu.

    untuk depag, mayoritas pns adalah guru agama baik yang mengajar di sekolah negeri maupun swasta (madrasah). kalo banyak berita bahwa guru madrasah statusnya bukan pns, atau malah sekedar honorer/tidak tetap, maka itu berarti dari 182 ribu pns depag, ternyata masih belum bisa mengakomodasi banyak guru agama. depag atau kementerian agama hingga saat ini gak kena otonomi daerah. berarti gaji pns guru atau non-guru di daerah masih diambil dari apbn.

  8. Yg penting kan sebenarx kuantitas sama kualitas seimbang. Dgn jml pnduduk sekitar 240 jt, jml pns (aktif dan pensiun)sekitar 6,8 jt jwa, polri dan tni (aktif dan pensiun) sekitar 1,2 jt jwa, kmd bumn yg aktif skitar 1,5 jt jwa. Apakah sudah rasional antara yg mengurusi dgn yg diurusi? wallahualam…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s