Halo-halo papabonbon mania …
Pernah dengar orang memanfaatkan tlethong alias kotoran sapi untuk bahan keramik dan lantai ? Welahdalah, kalau yang orang jaman dulu, jaman masih mbah dan simbok kita, mungkin ada juga orang yang pakai kotoran sapi untuk meninggikan rumah. Lha kalau jaman sekarang ?
Ternyata ada di Jogja, bahkan Syammahfuz Chazali jadi juara Business Plan Pemuda Tingkat Nasional. Coba disimak beberapa komentar.
“Kotoran sapi ini jauh lebih baik sebagai campuran dibanding pasir karena mengandung isolate 9,6 persen, sehingga mempunyai daya ikat yang jauh lebih kuat,” kata Syammahfuz di UGM kemarin.
Menurut Syam, sapaan akrabnya, dari segi ekonomi penggunaan kotoran sapi atau tlethong untuk campuran bahan keramik lebih menguntungkan daripada menggunakan pasir halus. Sebab, harga tlethong jauh lebih murah dibandingkan pasir halus.
“Penggunaan juga lebih irit. Biasanya perajin membuat keramik dengan campuran tanah hitam, tanah kuning dan pasir. Tetapi dengan kotoran sapi, cukup dicampur dengan tanah kuning dengan perbandingan 1:1. Hasilnya lebih ringan hingga 2 Kg dibanding dengan bahan yang biasa digunakan.
wah, mantap juga yah. katanya sih idenya berawal dari sini.
Syam menuturkan, ide pertama melakukan penelitian terhadap tlethong muncul sekitar September 2006. Saat itu ia melihat lantai rumah di Solo menggunakan bahan baku tlethong ini. “Dan ternyata lebih hangat dibanding lantai dengan bahan baku pasir,” ujarnya sambil tersenyum.
baca juga :
6 Komentar
Juli 17, 2008 pukul 6:48 am
Kayak orang suku sasak saja..
Juli 17, 2008 pukul 9:08 am
belajar dari alam. wisdom kali ye …
Juli 17, 2008 pukul 9:09 am
local wisdom maksudnya ..
Juli 17, 2008 pukul 2:44 pm
Kalo mau berhasil, harus pinter meyakinkan orang nih..
Juli 18, 2008 pukul 2:24 am
Wah lucu, gw baca di India zaman dulu bikin semacam lukisan dinding juga pake bahan kotoran sapi, dan lukisannya awet.
Februari 10, 2009 pukul 1:34 am
hii..lucu juga nich