<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Sufiah Yusof : Homeschooling as a living hell</title>
	<atom:link href="http://papabonbon.wordpress.com/2008/05/14/sufiah-yusof-homeschooling-as-a-living-hell/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://papabonbon.wordpress.com/2008/05/14/sufiah-yusof-homeschooling-as-a-living-hell/</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Tue, 05 Jan 2010 17:13:34 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: Lukman Nurhakim</title>
		<link>http://papabonbon.wordpress.com/2008/05/14/sufiah-yusof-homeschooling-as-a-living-hell/#comment-7496</link>
		<dc:creator>Lukman Nurhakim</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 25 May 2008 12:48:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://papabonbon.wordpress.com/?p=322#comment-7496</guid>
		<description>Seru juga..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Seru juga..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: papabonbon</title>
		<link>http://papabonbon.wordpress.com/2008/05/14/sufiah-yusof-homeschooling-as-a-living-hell/#comment-7478</link>
		<dc:creator>papabonbon</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 May 2008 01:52:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://papabonbon.wordpress.com/?p=322#comment-7478</guid>
		<description>bisa dimengerti dan dipahami , oom fertob.  apalagi buat seorang manusia yang selama bertahun tahun hidup dalam eksploitasi dan kendali dalam ranah otak ...

btw, aku pernah baca autobiografinya john stuart mill dan komentarnya tentang sistem pendidikannya di masa kecil yang juga sekeras masa kecil sufiah.  bentar yah ditulis.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>bisa dimengerti dan dipahami , oom fertob.  apalagi buat seorang manusia yang selama bertahun tahun hidup dalam eksploitasi dan kendali dalam ranah otak &#8230;</p>
<p>btw, aku pernah baca autobiografinya john stuart mill dan komentarnya tentang sistem pendidikannya di masa kecil yang juga sekeras masa kecil sufiah.  bentar yah ditulis.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: goldfriend</title>
		<link>http://papabonbon.wordpress.com/2008/05/14/sufiah-yusof-homeschooling-as-a-living-hell/#comment-7476</link>
		<dc:creator>goldfriend</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 May 2008 14:23:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://papabonbon.wordpress.com/?p=322#comment-7476</guid>
		<description>@ papabonbon :

Karena bagi beberapa orang yang mempunyai kemampuan otak yang luar biasa alias pintar, alasan untuk menjadi pelacur (melacurkan tubuh) adalah sebuah pilihan dilematis ketika dia tidak mau melacurkan otaknya. :) Dan itu ada di bukunya Dee-Supernova 1. Agak mirip-mirip dengan buku Perempuan di Titik Nol-nya Nawal el-Sadaawi. 

Apalagi bagi mereka yang tidak mau terikat, independen, berpikiran terbuka, dll. Segala hal yang berkaitan dengan &quot;melacurkan otak&quot; mereka tentang dengan keras, karena itu adalah penjajahan terhadap suatu kualitas yang lebih tinggi dari manusia. Sehingga pilihan lainnya adalah melakukan pekerjaan2 yang berkaitan dengan tubuh dan personifikasi tubuh. Pelacuran adalah salah satu pilihannya.

&quot;Ente dapat menyicipi tubuhku tapi tidak otakku&quot;. :lol:

Ini memang pemikiran baru. Sangat jarang tapi mungkin saja jadi alasan. Apalagi misalnya tidak ada tanda trauma psikologis yang jadi alasan Sufiah memilih menjadi pelacur. Alasan kebebasan, dalihnya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ papabonbon :</p>
<p>Karena bagi beberapa orang yang mempunyai kemampuan otak yang luar biasa alias pintar, alasan untuk menjadi pelacur (melacurkan tubuh) adalah sebuah pilihan dilematis ketika dia tidak mau melacurkan otaknya. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Dan itu ada di bukunya Dee-Supernova 1. Agak mirip-mirip dengan buku Perempuan di Titik Nol-nya Nawal el-Sadaawi. </p>
<p>Apalagi bagi mereka yang tidak mau terikat, independen, berpikiran terbuka, dll. Segala hal yang berkaitan dengan &#8220;melacurkan otak&#8221; mereka tentang dengan keras, karena itu adalah penjajahan terhadap suatu kualitas yang lebih tinggi dari manusia. Sehingga pilihan lainnya adalah melakukan pekerjaan2 yang berkaitan dengan tubuh dan personifikasi tubuh. Pelacuran adalah salah satu pilihannya.</p>
<p>&#8220;Ente dapat menyicipi tubuhku tapi tidak otakku&#8221;. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Ini memang pemikiran baru. Sangat jarang tapi mungkin saja jadi alasan. Apalagi misalnya tidak ada tanda trauma psikologis yang jadi alasan Sufiah memilih menjadi pelacur. Alasan kebebasan, dalihnya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: aa culun</title>
		<link>http://papabonbon.wordpress.com/2008/05/14/sufiah-yusof-homeschooling-as-a-living-hell/#comment-7468</link>
		<dc:creator>aa culun</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 May 2008 06:58:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://papabonbon.wordpress.com/?p=322#comment-7468</guid>
		<description>Wah...masih terhormat TKW asal Indonesia yang kerja di Malaysia walaupun hanya sebagai pembantu rumah tangga. Daripada warga Malaysia?/Inggris? yang jadi pelacur.

#tertawa terbahak-bahak#</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Wah&#8230;masih terhormat TKW asal Indonesia yang kerja di Malaysia walaupun hanya sebagai pembantu rumah tangga. Daripada warga Malaysia?/Inggris? yang jadi pelacur.</p>
<p>#tertawa terbahak-bahak#</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: papabonbon</title>
		<link>http://papabonbon.wordpress.com/2008/05/14/sufiah-yusof-homeschooling-as-a-living-hell/#comment-7455</link>
		<dc:creator>papabonbon</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 May 2008 05:33:15 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://papabonbon.wordpress.com/?p=322#comment-7455</guid>
		<description>@ bang fertob

kekerasan dalam rumah tangga --&gt; pembebasan melalui feminisme --&gt; pelacuran ... :p

gue heran bang, kenapa kok kudu membandingkan dengan kisah di supernova.

1. sufiah yusof juga pernah ngerasain kerja halal, jadi penjaga warnet
2. dia kuliah jarak jauh, buat master ekonomi di universitas london tersebut
3. kehidupan primer dia justru bukan kuliah, tapi melacurnya

apa faktor faktor itu bisa dibandingkan dengan motif yang ada di novelnya dewi lestari ?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ bang fertob</p>
<p>kekerasan dalam rumah tangga &#8211;&gt; pembebasan melalui feminisme &#8211;&gt; pelacuran &#8230; :p</p>
<p>gue heran bang, kenapa kok kudu membandingkan dengan kisah di supernova.</p>
<p>1. sufiah yusof juga pernah ngerasain kerja halal, jadi penjaga warnet<br />
2. dia kuliah jarak jauh, buat master ekonomi di universitas london tersebut<br />
3. kehidupan primer dia justru bukan kuliah, tapi melacurnya</p>
<p>apa faktor faktor itu bisa dibandingkan dengan motif yang ada di novelnya dewi lestari ?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: goldfriend</title>
		<link>http://papabonbon.wordpress.com/2008/05/14/sufiah-yusof-homeschooling-as-a-living-hell/#comment-7452</link>
		<dc:creator>goldfriend</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 May 2008 15:42:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://papabonbon.wordpress.com/?p=322#comment-7452</guid>
		<description>@ adhiguna :

Eh, bisa juga di balik, mau goblok kayak apa kalau naluri pelacur ya tetap pelacur. Atau, mau religius kayak apa kalau naluri pelacur ya tetap pelacur.

Intinya, pelacur itu naluri dan nggak berhubungan dengan hal lain. :lol:</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ adhiguna :</p>
<p>Eh, bisa juga di balik, mau goblok kayak apa kalau naluri pelacur ya tetap pelacur. Atau, mau religius kayak apa kalau naluri pelacur ya tetap pelacur.</p>
<p>Intinya, pelacur itu naluri dan nggak berhubungan dengan hal lain. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Adhiguna</title>
		<link>http://papabonbon.wordpress.com/2008/05/14/sufiah-yusof-homeschooling-as-a-living-hell/#comment-7451</link>
		<dc:creator>Adhiguna</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 May 2008 14:33:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://papabonbon.wordpress.com/?p=322#comment-7451</guid>
		<description>mantap. Mau jenius kayak apa kalau naluri placur ya tetep placur, saya juga pernah ketemu mantan pelacur sedang S3 Economics di ETH Zurich, cewek Indonesia lho hehe...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mantap. Mau jenius kayak apa kalau naluri placur ya tetep placur, saya juga pernah ketemu mantan pelacur sedang S3 Economics di ETH Zurich, cewek Indonesia lho hehe&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: goldfriend</title>
		<link>http://papabonbon.wordpress.com/2008/05/14/sufiah-yusof-homeschooling-as-a-living-hell/#comment-7449</link>
		<dc:creator>goldfriend</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 May 2008 11:03:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://papabonbon.wordpress.com/?p=322#comment-7449</guid>
		<description>Masih tetap ikutin pertanyaannya Budipru :

Kalau dikait-kaitkan, berarti ada hubungan sebab akibat antara homeschooling, feminisme, dan pelacuran ? :lol: 

Saya kok malah jadi teringat novel Dee : Supernova yang pertama. Dimana seseorang memilih utk melacurkan badanya ketika dia tidak mau melacurkan otaknya. Sebuah pilihan dilematis.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Masih tetap ikutin pertanyaannya Budipru :</p>
<p>Kalau dikait-kaitkan, berarti ada hubungan sebab akibat antara homeschooling, feminisme, dan pelacuran ? <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' />  </p>
<p>Saya kok malah jadi teringat novel Dee : Supernova yang pertama. Dimana seseorang memilih utk melacurkan badanya ketika dia tidak mau melacurkan otaknya. Sebuah pilihan dilematis.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: adhe</title>
		<link>http://papabonbon.wordpress.com/2008/05/14/sufiah-yusof-homeschooling-as-a-living-hell/#comment-7416</link>
		<dc:creator>adhe</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 May 2008 02:00:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://papabonbon.wordpress.com/?p=322#comment-7416</guid>
		<description>Mungkin pak ary ginanjar bisa membantu dengan konsep ESQ nya...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mungkin pak ary ginanjar bisa membantu dengan konsep ESQ nya&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: papabonbon</title>
		<link>http://papabonbon.wordpress.com/2008/05/14/sufiah-yusof-homeschooling-as-a-living-hell/#comment-7404</link>
		<dc:creator>papabonbon</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 May 2008 15:18:37 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://papabonbon.wordpress.com/?p=322#comment-7404</guid>
		<description>kalau baca baca konsep homeschooling bunda halimatun, ibunya sufiah, sebenarnya sangat komprehensif kok.  tapi kok jadinya, anaknya tetap pilih jadi pelacur yah ?  aneh ...

coba deh yang penasaran main main dan baca baca di http://hyusof.com/</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kalau baca baca konsep homeschooling bunda halimatun, ibunya sufiah, sebenarnya sangat komprehensif kok.  tapi kok jadinya, anaknya tetap pilih jadi pelacur yah ?  aneh &#8230;</p>
<p>coba deh yang penasaran main main dan baca baca di <a href="http://hyusof.com/" rel="nofollow">http://hyusof.com/</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
