Sharing : Outsourcing Yang Bagus
Ditulis oleh papabonbon di/pada Mei 7, 2008
Nokia Siemens itu outsourcingnya telkomsel lho … Mbak mbak yang manis di XL Centre itu juga outsourcing lho, bahkan backoffice di Bang Niaga juga karyawan di koperasi karyawannya. Kalau di mall banyak yang menawarkan kartu kredit, itu banyak mahasiswa yang nyambi kerja jadi outsourcingnya sales kartu kredit. divisi kartu kreditnya pun di outsourcingkan juga, seperti panin misalnya. makanya salesnya biasanya dilarang punya kartu nama, pastinya yang dikasihkan adalah kartu nama customer servicenya.

gambar dari sini
Di tempat papabonbon, aktivitas Sales, Administrasi dan IT di outsourcingkan, tidak semua, namun justru yang ujung tombak berhubungan langsung dengan konsumen. Misalnya :
Outsourcing di tim sales :
- Sales promotion
- Telemarketing
- ahli gizi
- detailer
- bahkan logistik dan distributornya pun outsourcing berlevel nasional
Outsourcing di Administrasi :
- admin sales
- office boy
- penerima tamu
Outsourcing di IT :
- hardware tidak dibeli, sistemnya leasing, jadi tiap tiga tahun komputer akan diperbaharui
- software, systemnya outsourcing juga,
- urusan jaringan lagi lagi dioutsourcing juga
pertanyaan : Apakah remunerasi pegawai outsourcingnya bagus ?
Yang papabonbon lihat adalah sebagai berikut :
- semua karyawan diikutkan jamsostek
- perhitungan gaji sistem harian, namun setelah ditotal pasti diatas UMR
- mendapat insentif bulanan dari principal
- mendapat insentif kuartal dari principal
- mendapat THR
- mendapat bonus tahunan
- jatah cuti 12 hari dalam setahun bisa tetap diambil dan tetap dianggap masuk kerja [tidak mengurangi gaji]
- asuransi kesehatan diikutkan jamsostek, sudah terbukti yang sakit dapat penggantian sesuai standar, dan outsourcingnya benar benar mengurus karyawan yang sakit atau mendapat kecelakaan
- jam kerja 8 jam sehari, selalu tenggo.
Note :
- untuk selevel surabaya, outsourcing untuk pekerjaan diatas, take home pay mendapatkan antara 1.5 juta – 2 juta per bulan, ok atau tidak ?
- karir memang stagnan sih, kecuali ada internal vacancy dan dia memiliki kualifikasi untuk pekerjaan tersebut. jadi bisa pindah ke principal atau jadi semacam supervisor di perusahaan outsourcingnya.
- kerja di outsourcing justru bisa tenggo setiap hari, secara pressure kerjanya untuk pekerjaan tertentu tidak terlalu berat. misal telemarketing dan admin. kayaknya kok bagus buat mahasiswa/mahasiswi dan lajang yang mencari pengalaman kerja pertama atau ibu yang punya anak, dan tidak berpretensi mengejar karir.
baca juga :
FraterTelo berkata
papabonbon,
syukurlah kalau tenaga kerja outsource di tempatnya papabonbon mendapatkan nasib yang baik.
ngodod berkata
huehehehe, ternyata gak “separah” yang saya bayangkan…
http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/05/tgl/09/time/065044/idnews/936505/idkanal/10
Sonny berkata
Ralat… Nokia Siemens itu bukan outsourcing Telkomsel tetapi merupakan vendor. bedanya apa? googling aja ya hehehe
outsourcce ternyata tidak seburuk yang dibayangkan kok. Cm kenapa saya kok bayanginnya yang buruk2 aja ya
koko berkata
Enggak ada itu yang namanya outsource yang baik . . . kalau outsourcenya memang baik, tentu sudah ditarik jadi karyawan tetap. Dan kalau outsourcenya ngerasa dirinya baik, tentu sudah ngelamar ke tempat lain jadi pegawai tetap.
Jadinya adanya outsource yang tidak baik atau setengah baik.
papabonbon berkata
schlumberger, pama persada, united tracktor itu perusahaan outsourcing lho. ada orang mereka yg kemudian jadi permanent di oil company, ada yang lebih suka loncat loncat, ada juga yang hepi dengan jadi pegawai kontrakan dari satu outsourcing ke outsourcing lain
Vi berkata
hum.. jDi bingung.. outsourcing itu sebenernya baek apa nga yah… >.<
dr sisi karyawan kyknya ada asiknya juga.. klo ga cocok di satu perusahaan gampang pindahnya.. hehe…
Doni berkata
Terus terang, aku belum pernah jadi pegawai tetap, awal2 sih rasanya pengen banget untuk menjadi pegawai tetap. tetapi setelah 4 tahun lebih menjadi pegawai kontrak, sekarang aku malah berfikir berkali-kali untuk jadi pegawai tetap, karena income dan posisi bargain kita malah jauh lebih kuat dibanding pegawai tetap, incomepun bisa beberapa kali lbh besar dari yang tetap. malah lompatan karier juga lbh cepat, gak terbelenggu sama vacancy di satu perusahaan.