Tibet yang Terpinggirkan

Posted: Maret 18, 2008 in Politik

Bacaan dus pengenalan papabonbon tentang Tibet dimulai dari tjersil.  bermula dari Sin Tiauw hiap Lu – alias Pendekar Rajawali Sakti karya Chin Yung yang menceritakan tentang pasangan Yo Ko dan Siauw Liong Lie dengan lawannya Kim Lun Hoat Ong, seorang lhama dari Tibet.  Berlanjut pada kisah Anak Pendekar dengan tokohnya Beng Hoa karya Liang I Shen.   Tokoh Lhama ini juga berulang kali dimunculkan oleh Asmaraman S Khoo Ping Ho.

Tibet mengalami aneksasi di jaman kaisar Kian Liong – dinasti Manchu.  Sejak saat itu, Tibet sulit memposisikan diri sebagai negara yang mandiri.  Pemberontakan komunis di era tahun 60an [cmiiw] makin mengukuhkan keterikatan Tibet dengan China mainland.

Ibaratnya melihat Tibet, seperti kita melihat Timor Timur dengan Indonesia di era orde baru.  dikuyo kuyo secara politik dan militer.  dan tidak mampu bangun menjadi suatu pusat budaya maupun perekonomian.  :(   Dalai Lhama, tokoh spiritualnya bahkan harus terlunta lunta di tanah pengasingan di Amerika.

Komentar
  1. rohmad mengatakan:

    Sebelum comment, ijin nge-link blog-nya ya Om.

    Sebagai sebuah bangsa, Tibet mungkin terpinggirkan. But, sebagai sebuah peradaban spiritual, Tibet sampai sekarang tetap berdiri tegak nan kokoh berdampingan dengan budaya-budaya spiritual besar lainnya.

    Budaya spiritual, keagungannya tidak tergantung dengan budaya (peradaban) materi. Itulah yang ditampakkan oleh Tibet sampai saat ini.

  2. papabonbon mengatakan:

    Kebetulan dalai lama dulu waktu muda kuliah di amerika. Sama kayak deng xiao ping. Ini sangat membantu dalai lama untuk bargain politik luar negeri sekaligus memancarkan komunikasi keagamaan. Apalagi pas jaman itu, new age lagi laris larisnya.

    Aku rasa avataar Aang dan pengendali udara terinspirasi sosok dalai lhama :)

  3. Mas Kopdang mengatakan:

    Pap…
    china ngapain demen sama Tibet?
    apa ada minyaknyah?
    atau semata-mata masalah “pride” seperti sikapnya ke Taipeh..?

  4. Paman Tyo mengatakan:

    bebasken tibet!

  5. [...] soal tibet yang lagi [...]

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s