Sudah Jatuh, Tertimpa Tangga
Ditulis oleh papabonbon di/pada Oktober 30, 2007
Berita di Jawa Pos hari minggu tanggal 28 Oktober 2007 kemarin, memberitakan seorang PSK yang tertipu hadiah motor via sms. Sang penipu meminta korbannya untuk datang ke tempat penjualan penjualan voucher, meminta semua voucher hp yang ada disana, dan menggesek semua nomernya. Setelah ratusan voucher digesek, sang penipu pun hilang dari peredaran, dan tidak bisa dilacak teleponnya.
Akhirnya sang pemilik gerai pulsa itu melaporkan sang ibu PSK dan diamankan di kantor polisi.
Papabonbon trenyuh membaca hal itu. Sudah si ibu ini harus menjalani kehidupan kelam sebagai PSK, pun begitu tertipu lagi. Sudah jatuh, tertimpa tangga. Pikir punya pikir, papabonbon kok yah ingat sama tulisannya den bagus Bahar di sini.
Sepertinya sang ibu PSK yang sejatinya cara berpikirnya sederhana ala Mediocristan, tidak akan kuat menerima gaya hidup penuh kejutan ala Extrimistan. Sedikit sentuhan ala Extrimistan [yang ternyata tipuan] akan sangat berbahaya bagi kehidupan para mediocristan. Seperti kata mas bahar di bagian akhir tulisannya, “nenek bilang itu berbahaya … !”. Ehm, itu kata kata saya sih, cuman oom Bahar mau bilang, kalau secara psikologis dan mental cara hidup oang dari Mediocristan memang berbeda dengan Mediextristan maupun Extrimistan
Jadi merenung, itulah sebabnya ada begitu banyak orang skeptis dan murung di dunia ini, yang berusaha memproteksi diri mereka dari gaya hidup yang berbeda. Alih alih hanya diterapkan pada diri sendiri, mereka juga meminta orang lain berpikir yang sama dengan diri mereka.
Intimidasi terhadap gaya hidup yang berbeda, entah itu terhadap Mediextristan maupun Extrimistan jadi sangat gencar disuarakan. katanya tolak demokrasi, tolak globalisasi, tolak budaya kafir, tolak pluralisme, tolak pornografi, hancurkan kaum liberalis, ini bagian dari ghozwul fikri, tolak hegemoni barat, hancurkan kaum sepilis, dan seruan semacam semua buatan barat hukumnya harom ! Dan sebagainya dan seterusnya.
Kadang papabonbon berpikir, ternyata tokoh yg dilawan oleh para pendakwah Mediocristan dalah para punggawa di masyarakat Mediextristan maupun Extrimistan yang dengan sendirinya gaya hidup dan cara hidupnya memang sangat berbeda dengan mereka. Dan dengan sendirinya kaum yang berbeda itu padahal kan juga butuh aturan hidup yang lebih suitable dan fit dengan pembawaan alami mereka. Kalo ndak, bisa breakdown lah …
GRaK berkata
banyak kata-kata yang aneh di sini
papabonbon berkata
aturan hidup sederhana, untuk orang sederhana
aturan ruwet, buat orang ruwet
aturan ekstrim, bagi kaum yang ekstrim
ibu psk yg tertipu adalah dari kalangan orang sederhana yang mencoba hidup di tegah komunitas orang ruwet, jadilah dia bulan bulanan
para pemuka agama, FPI, HTI dan lain lain adalah orang sederhana urban dari wilayah pedesaan yang memilih hidup secara sederhana, namun ingin menerapkan aturan sederhana kepada semua orang ditengah kota jakarta yang ruwet, jadilah banyak yang bertanya tanya ….
kalau blognya oom Bahar Rian Passa yang di link “di sini” di artikel itu, tentang orang mediocre, mediocristan dan extrimistan itu sebenarnya tentang pilihan cara hidup dan bagaimana mereka bertindak secara ekonomi. rupanya, adonan oom bahar itu agak cocok untuk membuat modelling ribut ribut agama dari sudut pandang sosiologi ……….