Punya Anak Maksimal Tiga, Istri Satu saja

peraturan pemerintah untuk PNS dan rata rata peraturan perusahaan untuk para pegawai swasta ternyata mengandung struktur ideologi tertentu. Misalnya saja, kalau kita cermat dan memperhatikan baik baik, secara langsung maupun tidak langsung :

- istri satu saja, karena yang berikutnya tidak akan menjadi tanggungan perusahaan
- anak maksimal tiga, karena anak ke empat dan seterusnya, dari kelahiran sampai urusan kesehatan dan tunjungan sekolah tidak lagi di cover perusahaan
- anak lekai dan perempuan sama saja, karena tidak dibedakan hak anak lelaki dengan hak anak perempuan

Menurut anda ini peraturan yang adil gak sih ? Alasannya apa yah ?

About these ads

11 thoughts on “Punya Anak Maksimal Tiga, Istri Satu saja

  1. banyak anak banyak rejeki. mempersiapkan anak jadi jundullah, siap untuk jihad fisabilillah, gitu lho … pun banyak anak = banyak konstituen, hidup kampanye partai dengan banyak anak … :)

  2. Akh lu Bon…tapi ancamn krisis pangan memang patut diperhitungkan jika mereka punya semangat makan kuliner ala Papabonbon.Juga bisa semakin membuat tanah amblas karena banyak orang endut.

  3. Dikantorku dulu malah anak yang ditanggung cuma dua, bahkan untuk wanita, anak tanggungan ayahnya. Namun sejak tahun 2004, baik wanita atau pria, anak dan isteri/suami sama-sama ditanggung perusahaan kalau sakit.

    Bayangkan jika anaknya sebelas…perusahaan bisa bangkrut…

  4. ekonomi indonesia sekaran ini berjalan karena konsumsi, lho. malah john maynard keynes, ketika krisis tahun 33 bilang, ketika sedang krisis, perbanyaklah konsumsi … :D consumtion is good. perekonomian jawa timur juga sekarang ini berjalan 50 persennya didukung dari pengeluaran ini. [yg bilang anak BI surabaya]

    habis, bank bank pada pelit sih, duit ndak ngalir di investasi. salahkan banknya dunk … :D

  5. numpukinnya di deposito, asuransi, reksa dana, saham, obligasi. bank komersial kita bukannya sudah bergerak di bidang itu juga … jadi sama saja masuk di lembaga keuangan.

    yg jadi pertanyaan, itu asuransi, reksa dana dan lain lain sudah investasi di mana saja ? masuk sektor real gak ? jgn jgn masuknya ke SBI atau ke bank juga .. :)

  6. Itu yang jadi masalah Pak…sekarang banyak orang yang mau untung tanpa kerja keras dan nggak mau rugi serta ambil resiko. Yang terjadi adalah money breeding tanpa diimbangi dengan usaha produktif nyata. Kalau dalam analisis IS-LM, LM lebih pesat berkembang ketimpang IS. Idealnya, investasi uang juga dibarengi dengan investasi produktif baik dalam bentuk pembukaan usaha baru atau perluasan usaha yang telah ada. Namun, karena memang secara genetis bangsa ini dari dulunya bangsa pedagang, jadi kerjanya cuma cari margin bukan men-create something to be produced.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s