Subprime Mortgage – Yang Bikin Gonjang Ganjing USA

Ditulis oleh papabonbon di/pada Agustus 13, 2007

Jadi gonjang ganjing ini mulai terasa sejak pertengahan 2006, ketika Ekonomi Amerika mulai bearish.  Rate bank sentral Amerika juga beranjak naik untuk mengantisipasi.  Dari rate 1 % saat ini sudah diangka 5.25 %.  Subprime mortgage di Amerika saat ini banyak mengalami kredit macet, dan ini menyebabkan ketahanan ekonomi Amerika “ternyata” goyang.

Rusuh rusuhnya diwarnai pula saling ancam antara China dan US.  FDA membanned produk China yang mengandung formalin dan logam berat Pb, sementara China gantian mengancam akan menggelontor devisa dalam bentuk dollar yang sebagian berupa T-bills – Surat utang pemerintah amerika.

Jadi subprime mortgage itu, hewan macam apa sih ?

Inget gak, kalau kita jalan di mall, atau lagi sibuk sibuk di kantor, trus ada yg nawarin kartu kredit atau pinjaman tanpa agunan ?  Heran juga mereka bisa aja dapat nomer hp kita :P  Bahkan, juga teman kantor yang ikutan jadi sales dadakan sering banget bawa brosur kredit rumah pun atau kredit kendaraan bermotor dan asuransi juga sih kekekke ?  Padahal seringkali kita nggak merasa perlu perlu banget [gue kan konservatif, gak mau punya utang, gak mau punya kartu kredit], atau kadang, kita gak ngerasa kompeten buat ambil kreditan karena keuangan kita mepet banget?.  Bahkan ketika iseng apply gara gara dibujuk bujuk terus tiap hari oleh teman sebelah cubikal kita, ternyata kita sendiri yang terkaget kaget karena prosesnya kok gampang banget.

Yup, karena suku bunga rendah, dan banyak bank [lokal maupun asing, jeee] yang curang membuat anak perusahaan berupa multi finance [alih alih menyalurkannya ke sektor riil - usaha produktif], akhirnya di pasar bebas dewasa ini, ada banyak sekali tawaran kredit konsumtif.  Konsumtif lah, lha wong jarang diantara kita yang menggunakannya untuk usaha produksi.  Ya gak .. ya gak … :D

Fenomena gampangnya memberikan banyak kemudahan untuk pinjaman/loan sehingga disadari atau tidak, telah menurunkan  kualitas kredit.  Hal inilah yang disebut sebagai subprime lending.  Karena kualitas kreditnya rapuh, maka goncangan sedikit saja, juga membuat krisis kecil.  Contohnya kenaikan BBM, langsung penjualan kendaraan bermotor goyang, begitu juga kredit macet langsung menjamur, dan banyak dealer yang bankrut.

Nah, kalau subprime mortgage ini sendiri dikaitkan dengan bisnis properti.  Intinya subprime mortgage adalah kredit yang diberikan pada pihak pihak yang mendapat banyak privilege sehingga mempengaruhi kualitas kredit  di bisnis properti. Nah, sekarang, menurut kamu sendiri :

  1. perusahaan properti sekarang sudah over belum dalam membangun perumahan ?  masih match antara supply and demand gak ?  Apakah rumah menengah bagi kaum berpendapatan menengah sudah mencukupi ?  Menurut kamu rumah mewah dan apartemen dengan harga tidak terjangkau apakah sudah terlalu banyak dibangun ? 
  2. harga perumahan yang ditawarkan masih realibel & terjangkau masyarakat nggak ?
  3. approval kredit untuk perumahan sudah asal asalan belum ?
  4. cara cara gak sehat untuk menggenjot perekonomian ini bisa menimbulkan bubble.  Nah, coba deh dilihat lagi historynya.  Kalau bisa disebut sebagai Bubble, hal ini terjadi di sektor properti sudah berapa lama ? kalau sudah lama, berarti gak jauh jauh lagi dong. Menurut kamu, yang namanya bubble, nantinya bakal meletus gak gelembungnya ? [baik dalam waktu dekat maupun jangka panjang].  Kalau setuju bahwa yang namanya bubble bakal meletus, dengan sistem ekonoi yg saling tergantung ini, mungkin gak, kalau efeknya bakalan makin rawan jika dipicu dari ekonomi global ?.

Kalau hal hal diatas jawabannya rata rata “ya”, yah nampaknya memang krisis serupa di amerika bukan impian lagi untuk Indonesia …. :D

Perlu di catat juga, konon, uang yang masuk di sektor property ini adalah uang money laundering dari dana yang sebelumnya diparkir di luar negeri ketika krismon.  Karena itulah, begitu krisis pulih sedikit, dan ekonomi mulai jalan meski ditopang sektor konsumsi, namun pembangunan properti langsung melejit gila gilaan.

Jadi apa hal hal di atas sudah mencukupi untuk memprediksi housing market bubble ?  Kalau di Sidoarjo sih, housing market correctionnya disebabkan Lumpur Lapindo :D   Extraordinary case.  Disaster, bencana alam, gitu deh.  Tapi yang secara terjadi secara alamiah karena kondisi ekonomi, sejujurnya papabonbon belum mampu menjawab. 

13 Tanggapan ke “Subprime Mortgage – Yang Bikin Gonjang Ganjing USA”

  1. papabonbon berkata

    beberapa link yg berguna buat baca baca, dgn pros ‘n cons tentunya :

    http://www.kompas.com/kompas-cetak/0708/06/utama/3741010.htm
    http://forum.kafegaul.com/showthread.php?t=166202
    http://www.korantempo.com/korantempo/2007/07/31/Ekonomi_dan_Bisnis/krn,20070731,25.id.html
    http://www.e-bursa.com/berita/content.php?sour=ID&id=70803040118218185&d=20070803

  2. papabonbon berkata

    catat :
    di jurnal sebelumnya papabonbon mengkhawatirkan dampak berkelanjutan dari ekonomi global yg sedang rentan karena kondisi keuangan di USA. efek global tersebut, tentu sulit diperkirakan tanpa memiliki data yg cukup untuk melihat potret kondisi ekonomi antar negara dan tingkat ketergantungan ekonominya.

    sedangkan di jurnal ini papabonbon mengandaikan kondisi yg sama, yg terjadi di USA bisa terjadi juga di Indonesia. tentu saja kondisi itu tidak akan tercipta dalam sekejap mata. namun kita bisa buka mata buka telinga untuk mengamati.

  3. baca analisanya kwik kian gie?
    di Bisnis Indonesia kemaren?
    Kondisi Subprime yang lagi “penuh problema” diperparah kondisi spekulan para investor dunia..

  4. Bona berkata

    Makanya…beralihan anda ke sistem ekonomi syariah. Aman dunia dan akhirat.

  5. papabonbon berkata

    spekulan sebenarnya sangat berjasa. merekalah yang menyerap resiko. tanpa spekulan, maka gak akan ada yg beli investasi yg di back dengan subprime mortgage.

    cuman kan sekarang ini fundamentalnya yg berbicara, ketika ekonomi amerika melambat, maka para debitur yg masuk kategori subprime mortgage ini mulai “krodit matjet”.

    jadilah semua yg berkaitan dgn subprime mortgage ini ikutan kolaps.

  6. papabonbon berkata

    @ bona.

    sampean belum tahu toh, kalau tahun 80an akhir ada bank islam di inggris yg bankrut karena nggak menerapkan prudential banking ?

  7. Bona berkata

    Itu kan masalah compliance. Yang kita bicarakan adalah fundamentalnya. Bank apa pun either Islamic or conventional, secara sunnatullah kalau nggak nurut aturan bakalan ancur.

  8. Bona berkata

  9. sayasaja berkata

    Sekarang ini di Indonesia sudah banyak orang yang “biar tekor asal sohor”. Nah itu hasil gesek kartu kredit. Nah para subprime borrowers ini kalo di AS bikin ketar-ketir Goldman Sach & BNP Paribas serta bikin pusing George Bush, kalo di kita bikin seneng “debt collector”. :)

  10. papabonbon berkata

    @ bona. wah, kayaknya jadi main personal nih. sori terpaksa harus dihapus komentar ente.

  11. papabonbon berkata

    @ bona.

    tulung dijelaskan mengapa :

    1. di indonesia dan di malaysia, aturan syariah bisa dibengkokkan jadi jualan hutang –> obligasi syariah.

    2. tolong dijelaskan mengapa skema dengan konsep bagi hasil [mudharabah]di bank islam justru gak favorable. yg sering dipakai justru cost plus [murabahah]. akibatnya kredit di bank syariah sangatlah mahal.

  12. mriyandi berkata

    Emmmm
    Menurut saya… itu terjadi karena kualitas kreditnya yang diberikan kepada usaha property jelek atau kreditnya ngak layak.
    Di harian kompas pernah diulas mengenai usaha pembangunan apartemen yang semakin marak di jakarta. Disitu dijelaskan bahwa satu apartemen dengan 2 kamar seharga 200 juta. Dan pada waktu itu apartement tersebut sedang dibangun, tetapi seluruh ruang apartement telah terjual habis. (laris manis bo!!!)
    Di daerah muara angke Dua Rt di gusur oeh pemerintah setempat, sebgai gantinya, pemerintah setempat bekerjasama dengan sebuah yayasan (saya lupa namanya) membangun 2 rumah susun untuk 80 KK. Alhasil RT-RT lain yang berada di Muara angke minta digusur, karena rumah susun tersebut hanya diperuntukkan bagi para keluarga yang tergusur.

    Ada beberapa hal yang dapat saya tangkap dari kejadian diatas:
    1. Masyarakat Indonesia masih butuh rumah. Sehingga perminttan terhadap rumah masih tinggi
    2. Bisinis property merupakan bisnis yang lumayan menjanjikan di Indonesia.
    Dan tingkat pengembaliannya pun tinggi

    jadi selama pemberian kredit dibidang property dilakukan secara selektif maka Indonesia kemungkinan kecil mengalami kejadian yang sama seperti amerika.

    Pa2bon2 kalo boleh saya kasi saran, gimana kalo topik yang dibahas adalah efek dari rusuhnya perekonomian amerika terhadap perekonomian indonesia khususnya pada pasar saham dan pasar surat berharga, Karena ada indikasi bahwa para investor dalam negeri mulai menarik investasinya. walaupun para pemain dalam negeri ini investasinya kecil, tapi jumlah mereka banyak sehingga total dana yang ditarik pun cukup besar..

    Terima Kasih

  13. ihedge berkata

    saya lagi bahas topik ini juga bro. mari2 diskusi di sini :D

Tinggalkan Balasan

XHTML: Anda dapat gunakan tag ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>