besar pasak, DARIPADA KENTANG

Wah, Depkeu Memang Di Luar Perkiraan

Ditulis oleh papabonbon di/pada Juli 25, 2007

Ngintip sedikit blognya mas Rudi Handoko.  Wah, rame rame depkeu kemarin memang gegap gempitanya di luar perkiraan yah.  Lha kemarin papabonbon memberikan informasi standar TKT – Tunjangan Kerja Tambahan bagi rekan pajak yang bekerja di KPP Modern / LTO. 

Lha Depkeu sekarang ini menerapkan tunjangan – TKPKN yang jumlahnya memang bikin semaput.  Dengan angka seperti ini kerja di KPP Modern maupun di KPP yg biasa biasa aja – duh, istilahnya apa yah, kok lupa – jadi kagak ngaruh.  Apa angka ini bukannya membuat mereka yang bekerja di KPP modern jadi demotivated ?  Khawatirnya papabonbon sih huahahahha ….

Berikut ini daftar TKPKN nya …

Konon sumbernya dari : Kepmenkeu No. 289/KMK.01/02007

110 Tanggapan ke “Wah, Depkeu Memang Di Luar Perkiraan”

  1. Kang Kombor berkata

    Ngiri ya sama lulusan STAN yang kerja di pajak. Sebelumnya bisa kong-kalikong sama wajib pajak untuk menggelapkan pajak, sekarang untuk mengganti aktipitas kongkalikong itu mereka dikasih insentip.

  2. papabonbon berkata

    di beacukai insentipnya malah lebih gedhe daripada di pajak, lho, kang .. :D

  3. doeytea berkata

    @Kang Kombor
    Wah, ternyata hidup ini cuma mutar muter aja ya. Tahun 1990 saya masuk STAN karena terpaksa gak punya dana tuk kuliah di tempat lain. Saya iri juga sama temen-temen yang bisa kuliah di ITB, UI atau UGM. Mereka rata-rata berhasil secara finansial. Perasaan iri dan sesal saya baru bisa hilang setelah lebih dari 10 tahun bekerja. Kini situasinya jadi terbalik banyak orang seperti Kang Kombor iri sama lulusan STAN. Tapi kalau masalahnya tunjangan pegawai Depkeu naik, rasanya bukan hanya lulusan STAN yang perlu jadi sasaran iri. Di DJP saja banyak pegawainya lulusan S1 (bukan dari STAN) dari berbagai perguruan tinggi baik negeri maupun swasta. Dan rata-rata mereka lebih besar penghasilannya dari lulusan STAN karena mereka memiliki jabatan, secara kepangkatan lebih tinggi dan umurnya pun masih muda-muda. Dalam hati kecil, sayapun iri kepada mereka. Jadi, memang hidup ini cuma “sawang sinawang saja” . Rumput tetangga biasanya memang kelihatan lebih hijau. :-)
    Wah, jadi curhat juga nih. Maaf ya komentarnya kepanjangan.

  4. Gunadi berkata

    Udahlah…nggak usah mikirin duit mulu, mendingan kita bantu anak-anak jalanan yang tak bisa sekolah dengan sebagian TKPKN yang diperoleh. Silahkan hubungi Papabonbon untuk koordinasi.

  5. [...] untuk menjauhi topik-topik ini untuk ditulis. Alasannya karena udah banyak juga yang nulis seperti disini dan biasanya juga bakalan dibahas disini. Namun suatu kejadian luarbiasa kemarin, membikin tangan [...]

  6. papabonbon berkata

    grade TKPKN Depkeu sudah berhasil di upload :D

  7. papabonbon berkata

    cukup masuk di grade 17 [dari 27 grade] – 9.3 jt
    dan dapat kerjaan di KPP modern – 5.6 jt
    plus ditambah denan gaji pokok – 1.2 jt
    potong pajak, katakanlah – 1 jt

    maka penghasilannya sudah 15 jt. realibel kan ?

  8. papabonbon berkata

    btw, mas sugeng. dari pada pusing dgn hawa jkt. bagaimana kalau kita telaah lagi angka angka di atas ini. dari LIPI bisa pindah ke depkeu gak, kira kira ?

    atau, isu terkini saja deh, ada lowongan depkeu gak tahun ini ?

  9. papabonbon berkata

    refleksi tentang gaji yg sebaiknya diterima. dari mas dudi – pegawai pajak.tulisannya bagus sekaligus renungan buat kita.

    http://doeytea.wordpress.com/2007/08/03/berapa-sebaiknya-gaji-pegawai-pajak/

  10. Gunadi berkata

    Yah, bagus maksudnya beliau harus bersyukur karena untuk ukuran PNS sudah jauh di atas rata-rata. Saya kira kalau membandingkan dengan gaji staf pajak dari perusahaan yang minimal 10 juta, yah mestinya nggak perlu dibandingkan karena company memang benar-benar menghasilkan profit, sedangkan tugas orang pajak merupakan salah satu fungsi negara yang dimana negara seperti Indonesia scope of state masih besar. Mestinya Mas Dudi harus malu dengan para Guru yang nasibnya sebagai PNS (di luar DKI) masih kembang kempis. Juga buat para ilmuwan PNS yang masih underpaid tidak sebanding dengan kapabilitas dan pendidikannya (di Pakistan, gaji peneliti = gaji menteri). Depkeu katanya profit centre institution dan rawan korupsi apalagi membukukan diri sebagai pemilik rekening liar (RELI) paing banyak di negeri ini. Bangsa ini sudah jutaan kali tahu bahwa pendidikan dan IPTEK adalah kunci agar bisa tetap survive di kancah persaingan dunia, tapi berjuta kali juga bangsa ini lupa dan akhirnya malah bangga cukup hanya menjadi objek pasar dari para kampiun ekonomi global. Untuk hal ini, saya kira refleksi dri Mas Dudi adalah suatu hal yng ironical dan tak ada satu value yang bisa direnungkan di tengah makin terpuruknya bangsa ini.

  11. Gunadi berkata

    Tambahan, kalau bisa dikatakan tulisan Dudi tersebut cenderung “show off” dan “riya” di negeri yang Gemah Ripah Loh Koq Miskin terus ini.

  12. papabonbon berkata

    halo oom, udah dibalesin tuh ama mas dudi di blognya …

  13. mriyandi berkata

    Waduh ada sistem grade ya sekarang…
    emmm. Mohon dibenarkan jika saya salah, jadi sistem grade itu semacam reward and punismnet ya?? bt pegawai Depkeu??? Yang gradenya bagus gajinya gede, yang males2an gajinya kecil..
    Trus saya ingin menanyakan standar penilain untuk grade tersebut gimana?? didasarkan pada apa??? beban kerjakah atau yang lainnya???
    Mohon jawabannya,
    Terima kasih

  14. Gunadi berkata

    Baca link berita di detik.com berikut ini mengenai rekening liar yang dimiliki Depkeu:

    http://www.detikfinance.com/index.php?url=http://www.detikfinance.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/08/tgl/20/time/180704/idnews/819378/idkanal/4

  15. papabonbon berkata

    walah, yg orang Depkeu sendiri, konon masih belum jelas dgn urusan grade ini. jadi yg saya tahu baru tunjangan untuk yg KPP modern sahaja. sementara kalau TKPKN yg baru launching awal bulan ini, saya malah nambah gelap lagi …

  16. bHell berkata

    parah dah ahh Indonesia… mending gak usah ada acara ultah ke 62 aja sekalian,, wong gak ada kemajuan!

  17. Gunadi berkata

    Hua ha…ha…ha…selamat datang di zaman kegelapan.

  18. papabonbon berkata

    btw, IHSG dah naik lagi di angka 2000an. cuman kurs rupiah jadi menguat dan butuh intervensi.

  19. doeytea berkata

    Wah, postingan saya ternyata dibahas di sini ya. Pak Gunadi ada juga di sini ternyata. Sekedar info juga buat Pak Gunadi, di perumahan tempat saya tinggal juga ada banyak guru pak. Letaknya di daerah Kedungwuni Pekalongan. Tepatnya di perumahan Pisma Griya Permai. Istri saya pun seorang guru. Dan saya tahu persis kehidupan guru. Saya lihat keadaan ekonomi mereka gak jauh beda dengan saya. Malah kalau dilihat dari rumahnya. Rumah saya termasuk paling jelek dibandingkan rumah para guru itu. Anda boleh saja tidak setuju dengan reformasi di depkeu in, namun yang jelas reformasi ini telah menampakan hasil di mana perilaku korup sudah jauh berkurang. Wajib Pajak pun sudah tidak takut lagi dengan aparat pajak. Pelayanannya juga semakin baik. Dan langkah nyata itu jauh lebih baik daripada sekedar menyalahkan keadaan tanpa langkah nyata. Berkeluh kesah saja tidak menyelesaikan masalah. Gaji guru, dosen peneliti yang masih rendah tentu patut diperbaiki. Saya pun sangat menyadari hal ini. Cuma langkah memperbaikinya dari mana? Itu yang harus kita pikirkan sama-sama.

  20. dalban berkata

    jadi begini, dengan adanya grade tsb diatas, jumlah penghasilan yg akan diterima di kantor yg sudah modern (ingat ya…kantor modern), relatif tidak berubah banyak (karena grade yg baru ini menggantikan hitung2an tunjangan yang lama).
    grade ini yang menentukan adalah atasan langsung berdasarkan kinerja (dengan batasan2 tertentu, misalnya untuk pegawai golongan IIIa, grade maksimalnya 11 dan grade minimalnya 9)

  21. doeytea berkata

    @papabonbon,
    Grade 17 itu termasuk tinggi. Saya saja dengan pangkat III B dan masa kerja hampir 15 tahun, masuknya grade 9, 10 atau 11. Grade ini juga didapat oleh lulusan S1 yang sudah kerja sekitar 7 tahun. Grade tinggi itu untuk pejabat-pejabat kok. Terus dengan berlakunya TKPKN baru ini, tunjangan yang 5,6 juta hilang kok.

  22. dalban berkata

    maap ada kesalahan grade yg saya sebut diatas adalah grade untuk gol 3b

  23. Gunadi berkata

    Waduh, lama banget lima belas tahun baru III/B. Peneliti hanya menang pangkat seperti saya yang baru tujuh tahun jadi peneliti sudah III/C tetapi masalah duit kalah jauh dengan III/B PNS di DJP.

    Langkah-langkah untuk memperbaiki gaji-gaji pencerdas otak bangsa ya…mulai dari Depkeu dan BI dengan cara tidak korupsi, tunjangan eselon I para pejabat Depkeu dikurangi hingga 50 persen (kan sudah dapat duit dari status komisaris ex-officio di BUMN). Lalu pajak jangan digelapkan lagi (memang tidak ada jaminan 100% dengan reformasi birokrasi di Depkeu tak ada lagi oknum yang makanin duit rakyat…lha wong duit…godaannya tetap aja gede biar udah digaji selangit juga). Kemudian kurangi juga tunjangan jabatan bagi para elit-elit birokrasi dan BI serta pegawai BI (ini masih seperti sistem kolonial dimana elit justru disuplai oleh rakyat mulai dari ujung rambut hingga ujung kaki), kurangi tunjangan anggota DPR/DPRD. Harus ada ukuran dan pengontrolan akan utilisasi dari duit pajak yang dikumpulin. Orang pajak jangan hanya mengatakan orang bijak taat pajak sementara orang pajak sendiri tak bernurani makanin duit rakyat. Harus dikembangkan budaya bahwa taxpayer lebih mulia dibandingkan dengan petugas pajak dan birokrasi. So sehingga kalau aparat birokrasi menyimpang, tinggal tunjung hidungnya dengan ujung senapan SS-1.

  24. papabonbon berkata

    @ mbak fau : sudah terjawab kan kira kiranya bagaimana …

  25. fau berkata

    hah? kok saya yang disaut..
    sampe sekarang tetep belum jelas, tapi sebenernya bukan itu fokus saya. Fokusnya adalah gimana kenaikan gaji ini bener2 bisa berdampak positif: korupsi berkurang drastis dan profesional.

    Bagaimana kalau ternyata tidak berhasil? Tapi ukuran keberhasilannya apa? Lha data WP saja dirahasiakan ke BPK kok. Jadi gimana tau kalau ada penyelewengan selain pengaduan WP?
    Apa jalan keluarnya ya?

  26. Gunadi berkata

    @Fau,

    Untuk bisa berdapak positif, tidak cukup hanya dengan external stimulant seperti kenaikan remunerasi, perlu juga mentalitas yang berintegritas tinggi. Akhirnya kembali kepada moral dan etika sang pegawai, nah…persoalan ini memang sulit apalagi urusannya dengan duit di negara yang gembr-gembor konsumerisme dan hedonisme jauh melebihi warga Jepang sana.

  27. hana berkata

    waduh… kenapa hanya depkeu aja yg diomongin, kalo mo lihat income tinggi, yg lebih tinggi lagi tuch…..Bank Indonesia! untuk perbandingan di thn 1999 gaji office boy di BI (lulusan SMA, masa kerja 1,5 th)=1,6jt, satpam/supir di BI =2jt, di thn yg sama lulusan STAN 1994 income hanya 1 jt, bandingkan…!!! ….berapa gaji staf/pegawai/pejabat BI sekarang…..?

  28. papabonbon berkata

    tentang pegawai BI, bukannya OB dan satpam/sopir sudah di outsourcing. malah waktu jaman dulu sering main ke BI, 2 kali ketemu mereka lagi demo kenaikan gaji. karena gajinya nyaris di bawah UMR.

    nah kalau pegawai administrasinya BI, emang nayamul tuh.mana ndak pusing ama ekonomi makro dan statistik, huehehehe :D

    ngobrol sama temen BI, paling enak di tunjangan rumahnya. kalau nggak kebagian rumah dinas, dia dapat tunjangan rumah sebesar 2 jutaan per bulan. setahun sama saja 24 juta :D itu anak BI di level awal yah. dibandingkan sama anak BSM di level AO yg tunjangan kontrak rumah 10 juta, atau manajer operasional yg 15 juta per tahun, jelas lebih makmur di BI.

  29. papabonbon berkata

    cuman jadi masalah buat orang BI, terutama di kota kecil. sabtu minggu harus nemenin bossnya, main golf atau kongkow kongkow gak jelas. dan wajib upacara tiap 17 agustusan dan hari senin. apalagi kalau ada pejabat datang dari jkt. wah, wajib pasang muka manis dan munduk munduk.

    ini kan sangat menyebalkan bagi generasi muda jaman sekarang. bayangkan sabtu minggu harus hilang waktunya buat urusan gak jelas.

  30. fau berkata

    Kenapa Depkeu lebih disorot dibanding BI?

    Pertama, mungkin karena rakyat merasa lebih “terhubung” dg Depkeu. Urus pajak, ekspor-impor, naik turun saham, jalanan bolong, sekolah mahal, gak ada pekerjaan, phk, dsb… ngga semuanya memang lsg nyambung, tapi ya namanya pemahaman masyarakat: tugas pemerintah yang pegang duit negara. Siapa? Depkeu.
    BI urusannya moneter, terlalu mercu suar bagi rakyat umum.

    Kedua, mungkin karena jumlah karyawan BI yang jauh lebih sedikit dibanding karyawan Depkeu.

    Kemungkinan ketiga, PNS yang keliatan kaya biasanya dari pajak atau beacukai.

    BI memang lebih tinggi gajinya dibanding rata2 pegawai swasta. Kalo sekolah ke LN, mereka ga terima beasiswa dari pihak luar, tapi beasiswanya disetor ke BI, dan BI ngasih ke mahasiswa ybs dg rate khususnya. Ngiler ngga Papabonbon? Orang BI sekolah di LN “gajinya” sama dg native S1 pengalaman 5-7 thn.

    Sekarang lagi buka lowongan PNS BI tuh.. hayu papabonbon ngelamar.

  31. papabonbon berkata

    lewat umur nih sekarang, hehehhe … mana yg S2 ama LM UI dibikin batasan usia 28 juga. pun udah dua kali test BI, nyangkut di tahap kedua, lom jebul juga … :p

  32. Azis Arisudi berkata

    Ya…iyalah mana ada karyawan BI pusing mikirin “dampak” dari indikator-indikator makroekonomi either monthly or year on year (YoY) yang merupakan bagian tugas urusan riset moneter BI itu sendiri. Peduli setan mau harga minyak goreng sudah menembus angka Rp 10.000/liter, langkanya minyak tanah akibat langkah konversi energi yang kurang perhitungan, dan melambungnya harga beras. Singkatnya, mau laju inflasi berapa pun tidak pusing (walau tugas BI juga yang menjalankan “inflation targetting” untuk menjaga stabilitas harga).

    Mengenai pegawai BI yang harus nunduk-nunduk di lingkungan kerja yang super birokratis plus harus nemenin bosnya di akhir pekan itu memang opportunity cost yang harus dibayar. Misalnya, sebagai dosen di sebuah PTN, saya memiliki tingkat otonomi yang lebih luas dan tidak harus unggah-ungguh gaya feodal atau kasarnya “carmuk”, karena dengan jabatan fungsional, naik pangkat ditentukan oleh aktivitas dan produktivitas saya dengan nilai kredit. Harga “kebebasan” tersebutlah yang tak dimiliki anak-anak BI sampai-sampai mau menikmati duit mereka yang bejibun dengan keluarga saja tak sempat. Cobalah anda baca riset-riset yang mencoba mengkaji the economics of happiness Mbon…

  33. papabonbon berkata

    btw, ada protes dari temen di KAP ttg itungan mas doytea.

    agak janggal nih, penglaman ku mana ada cm staff accounting pajak slry-nya bs nyampe 10-15 jt, salah ambil bukti potong pajaknya kali. manager acc. aja di perush. yang omsetnya 130M, banter paling 10jt.
    trus klo target penerimaan pajak 140 M, menurutku jangan terlalu dikorelasikan dengan salary yang kita terima lah, yah kalo kita kerja di Marketing boleh lah pake model itung2an kayak gitu.

  34. doeytea berkata

    Data itu saya ambil dari formulir 1721 A1 kok. Saya tidak salah ambil data karena saya kenal persis dengan orang-orangnya. Memang angka itu belum dikurangi dengan PPh Pasal 21 nya. Mengenai jabatan staff saya simpulkan dari sering hilir mudiknya ke kantor pajak.Mana mungkin kalau manager nya kan?
    Mengenai korelasi target penerimaan pajak dengan imbalan, saya setuju tidak bisa dikaitkan. Kalau seperti itu paling enak di KPP LTO, targetnya besar banget. Dan kasihan yang di daerah, target 140 M itu paling sama dengan target se kantor. Saya sampaikan data itu sebagai gambaran saja kok.

  35. lophe2 berkata

    salam kenal buat pak doeytea. orang pekalongan juga pak? dulu saya sekolah di SMAN 1 Pekalongan lulusan 2004. Mungkin Bapak kakak kelas saya.Alhamdulillah kemarin baru diwisuda dari STAN. Sekarang masih magang BPK.

  36. the_guh berkata

    Salam kenal juga untuk semuanya, Bapak2… Ngobrolin TKPKN Depkeu w’ gaji orang BI emang ndak akan ada habisnya. Saya aja yg kerja disitu belum terima apa-apa tuh sampai detik ini. Jadi, kalau orang2 di republik ini ngomongin soal gaji (setahu mereka, TKPKN itu ya gaji juga.red) pegawai Dekeu yg naik (tapi pastinya blum.red) seakan-akan bumi Indonesia ini heboh… Semua protes, kontra dan apalah namanya… Padahal hal itu saya nilai sebagai harga yg harus dibayar kalau memang tingkat korupsi (yg kata Trasparency Int’, Indeks Persepsi Korupsi di Indonesia cuma naik 0,1% dari 2,3 mjd 2,4.red) akan dibenahi. Saya yakin itu apalagi konsekuensi yg harus dipenuhi pegawai juga berbanding lurus dengan kenaikan itu ditambah sekarang kinerja tiap pegawai juga diawasi dan pengawasan makin ketat. Kata-kata apriori harus disimpan dulu.. Lihat dulu hasilnya… kalau memang jelek, kan bisa turun juga tuh gaji..
    Jika dibandingkan dengan pajak+bea cukai, ditjen yg lain memang gak ada apa-apanya (saya aja males kalau ketemu tmen seangkatan dulu di STAN-bawaannya takut iri-) tapi berpikir aja positif, emang rezeki itu beda-beda.. maaf nih, pendapatnya panjang, papabonbon!!

  37. H Rhoma berkata

    Wah masalah gaji/tunjangan lagi nih..
    kyknya dasar emg prinsip dasar tunjangan depkeu sdg berbalik (bisa jd bagus utau sebaliknya) dari corrupt preventive menjadi performance based.
    emg benar firasat pa2bon2 bisa jadi kpp modern demotivated
    TAPI yg jelas bangsa ini HARUS benar2 MENGAWASI prilaku dan kinerja pegawai depkeu.. spy bukan malah jd awal masalah pemborosan uang negara
    Kalo feeling saya sih.. 1) tahun 2008 bakal harus banyak sanksi tegas (baca: pecat) bagi peg depkeu yg nakal 2) Pengurangan pegawai mesti kudu dimulai terutama diarahkan buat yg underperformance (dateng, absen, baca koran, chatting). Secara teorinya.. agar reform nya benar2 BERHASIL.

  38. H Rhoma berkata

    Buat pak GUNADI,

    Sabar aja pak jangan sewot dulu.
    Setuju bgt peneliti2 juga mesti dapat penghargaan (jgn ambil contoh pakistanlah mo ambruk itu negara ;) ,memang pendidikan dan IT penting bgt buat kelangsungan negara ini TAPI kendala yg dihadapi emg dana APBN yg terbatas. So dimulai dari yg paling korup dulu (ala singapore) spy diharapkan pendapatn negara jg meningkat.
    btw di neg tempat saya belajar skrg sempet ketemu bbrp temen LIPI, emang “mati angin” org2 institusi ini, makanya byk yg sekolahnya dilama2in sampe postdoc berulang2 atau lompat ke swasta (buat yg ilmunya langka dan benar2 kompeten di bidangnya malah bingung byk ditawarin)

    KENAPA GAK IKUTAN AJA PAK? daripada makan ati lama2 stress sendiri

    -smile-

  39. papabonbon berkata

    performance based di depkeu itu yg susah, berkait dengan mentalitas orang HRDnya … :D sementara di setjen kayaknya belum segitunya deh …

  40. H Rhoma berkata

    mantep nih pa2bon2 tau byk ttg depkeu.. jgn2 aslinya kerja di BIN he3x
    iya setjen/biro sdm termsk bagian yg plg parah.. byk zombie di situ hiiiii ;-)

  41. Mas Kopdang berkata

    Saya pegawai BI..
    alias Blogger Indonesia..hehehe..
    ;)

  42. wee berkata

    wah..enak ya, jadi pegawai negeri..kerja nyantai, gaji gede, pajak ditanggung pemerintah lagi…
    kalo kita2 yang kerja diswasta. untuk dapet gaji gede, kudu kerja lembur ampe pagi and dikejar2 deadline, terus tiap bulan gaji dipotong pajak dalam jumlah yang ga sedikit, padahal hasil pembangunan ga berasa…apalagi kalo dah liat berita pejabat korup..hiks…pedih…kita yang kerja mati-matian, bayar pajak bener, tapi mereka yang secara tidak langsung dibayar oleh pemberi pajak kok malah korup…..duh…:(

  43. intan kurnia berkata

    mau tanya sesuatu niy…..

    peraturan yang mengatakan kalo tarif PPN untuk penyerahan obat-obatan pada apotek ato instalasi farmasi di rumah sakit ,dari yang semula 2% x jml peredaran bruto berubah jadi 10% untuk obat rawat jalan tuw ada di Surat Edaran Dirjen Pajak Nomor berapa?
    Terima kasih buat perhatiannya…..

  44. yanti berkata

    kok ada berita tentang gaji pegawai BI sih? Ada nggak?
    Jangan2 cuma beritanya aja diluar yang heboh.. karena temenku yang pegawai BI (masuk tahun 1997), trus beasiswa keLN pernah cerita gajinya ke gw, n nggak segede yang dihebohin..

    biasa..gaji sering heboh gede diluarnya aja

  45. papabonbon berkata

    @ intan kurnia,

    cb liat kmk/253/kmk.03/2002

  46. Khuzainus Sajja'a berkata

    Liat aja apa kualitas pelayanan di kantor pajak akan semakin baik ato ???

  47. pooh berkata

    hee,, mw numpang kut-kutan.. kaya’nya heboh bangetz ni,, cuma mw komentar “tiap orang punya sudut pandang yang berbeda,, lihat, dengar dan jangan lupa rasakan”

  48. papabonbon berkata

    harus jadi pegawai BI dan depkeu dulu dong … ? :p

  49. pooh berkata

    hweheeee…. dah basi y lo aku nimbrung sekarang..??? biz nggak pernah ikutan nimbrung, kata pak ustadz nggak baik.. h3, setuju pa2bon2 :p kalo nggak jadi pegawai BI dan depkeu kita mana tahu.. enak nggak enaknya, gaji gede lom tentu enak.. mendingan pada sukurin aja deh keadaan masing2 dan tettep berusaha kalau pengen kaya’ yang di atasnya..

  50. hani berkata

    Itu sih namanya curang dan mau selamet sendiri. Gak ngaruh dong dengan kenaikan harga BBM..
    Masa mentang2 yang ngurusin duit trus dapetnya paling banyak. Tega banget..

  51. Dian Pakarti,SE berkata

    kl aq sich setuju begitu Gaji PNS naik Okkkk

  52. dr ika berkata

    secara logika, jika pegawai pajak tidak diberi tambahan tunjangan, tingkat korupsinya akan semakin tinggi. apalagi yang penempatan luar jawa yang notabene hampir tidak ada barang yang harganya murah. daftar TKPKN di atas masih ja…….uh lebih rendah dibanding uang yang harusnya disetor ke negara. bagi orang pajak, karena sudah bergaji modern, mudah-mudahan bisa menghilangkan budaya KONG KALINGKONG dengan WEPE………….

  53. bedjoe berkata

    yuk kita bersama-sama memperbaiki tidak hanya dengan kata tp kerja nyata dengan partisipasinya
    (bagi yg memenuhi kualifikasi)
    http://ppns.depkeu.go.id

    Bergabung Bersama Kami Membangun Bangsa
    “Departemen Keuangan menawarkan 2.630 posisi bagi para sarjana Indonesia untuk menjadi calon pejabat di 12 unit Eselon I Departemen Keuangan yang tersebar pada 1.063 kantor di seluruh Indonesia.”

    Departemen Keuangan adalah salah satu departemen yang mempunyai fungsi strategis, karena hampir seluruh aspek perekonomian negara berhubungan dengan kebijakan Departemen Keuangan, antara lain perencanaan, penyusunan, serta pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Selain itu, terdapat pula kebijakan perpajakan; kepabeanan dan cukai; dan penerimaan negara bukan pajak. Termasuk pula kebijakan di bidang penyusunan dan alokasi anggaran; perbendaharaan negara; pengelolaan kekayaan negara; perimbangan keuangan pusat dan daerah; pengelolaan utang; serta pasar modal dan lembaga keuangan non-bank.

    Departemen Keuangan memiliki kantor yang tersebar di seluruh Indonesia, yang memberikan layanan langsung kepada masyarakat, dengan jumlah pegawai mencapai 63 ribu orang. Oleh karena itu, menjadi wajar bila publik menuntut profesionalisme birokrasi Departemen Keuangan yang mampu menghasilkan kebijakan yang berkualitas dan pelayanan yang terbaik kepada publik.

    Untuk memenuhi tuntutan tersebut Departemen Keuangan melaksanakan Reformasi Birokrasi yang bertujuan untuk (i) menciptakan aparatur negara yang bersih, profesional, dan bertanggung jawab, serta (ii) menciptakan birokrasi yang efisien dan efektif sehingga dapat memberikan pelayanan publik yang prima.

    Proses Reformasi Birokrasi yang saat ini tengah berjalan membutuhkan sumber daya manusia yang profesional, kompeten, bebas dari segala bentuk korupsi, dan penyalahgunaan jabatan serta memiliki keinginan untuk senantiasa memberikan pelayanan publik yang sebaik-baiknya, mampu memenuhi rasa keadilan masyarakat, dan mendahulukan kepentingan rakyat.

    Apabila anda, putera-puteri terbaik Indonesia, berminat serta mempunyai kemampuan, integritas, dan komitmen kuat untuk memberikan pelayanan terbaik pada masyarakat, sekaligus berkeinginan berperan dalam proses transformasi bangsa menuju masyarakat adil, makmur, dan berperadaban tinggi, kami memberikan kesempatan untuk bergabung bersama di Departemen Keuangan.

    Departemen Keuangan menawarkan 2.630 posisi bagi para sarjana Indonesia untuk menjadi calon pejabat di 12 unit Eselon I Departemen Keuangan yang tersebar pada 1.063 kantor di seluruh Indonesia.

    Selamat Bergabung.

    Sekretaris Jenderal

    Mulia P Nasution
    NIP 060046519

  54. papabonbon berkata

    Umur lewat nih, huehehehhe … :) )

  55. bedjoe berkata

    kan bagi yg memenuhi kualifikasi..hehe…

    tp kyknya blm resmi launchingnya
    so d tunggu aja biasanya d umumkan d media cetak juga…:)

  56. Paijoe berkata

    Pengumuman: pegawai Depkeu khusunya eks. STAN tuch kerjanya pindah-pindah antar pulau, dengan gaji segitu kalo kebetulan pegawainya orang jawa trus pas tugas di Irian buat ongokos hidup & mudik juga puyeng… please donk jangan liat penghasilannya aja…. stres tuch yang penempatan jauh-jauh, kalo wang sinawang ya enakan guru.. liburan panjang tanpa cuti…mutasi paling satu kota…???
    pasrah aja pada Alloh n selalu berusaha supaya dapat penghasilan yang banyak tapi khalal toch hidup gak di dunia aja looh…

  57. ryan berkata

    AH, PAPABONBON SOK TAU, KALO GAK TAU TUH
    TANYA2 DULU, BARU NULIS. JANGAN ASAL NGOMONG AJA.

  58. rere berkata

    ngaha aina ngoho….udah lah rejeki udah ada yang ngatur…ngono yo ngono mung ojo ngono………..

  59. rere berkata

    untuk pelaksana gol III B grade-nya tertinggi 12,diatasnya udah untuk eselon IV keatas………,btw dengan grade segitu tapi jauh dari istri/anak karna pindah2, MAU?

  60. vebry berkata

    ah jngn intensif pns depkeu aja yg naik,tuh pikirkan tenaga honornya yg gak diangkat2 udah belasan thn kok gak diangkat

  61. Lukman berkata

    he he lumayan

  62. koko berkata

    di setjen ma BKF ada insentif kaya yg di BC ato pajak ga??

  63. papabonbon berkata

    sama kok kang, di sana juga ada. tapi yah itu grade untuk tunjangan berdasarkan KPI –> kerjaannya juga.

    tapi pada intinya, gak kalah lah … :D

  64. papabonbon berkata

    btw, kalau s1 baru masuk, dgn grade tertinggi –> kalo bisa dapat, dan ditaroh di pemeriksa, bisa lho 9 juta per bulan.

  65. Bedjoe berkata

    Dpt info lgsg d up date nih..;-)

  66. papabonbon berkata

    wajib lah, kang mas … hehehe …

  67. papabonbon berkata

    btw, temenku itu lolos, tinggal wawancara aja sekarang ini.

  68. tommy berkata

    ada yg tau g??gaji pegawai bkf n setjen..
    banyakan mna..enakan mna..

  69. iuslez berkata

    wahH, intinya Depkeu memang ruarr biasa….
    sykur deh dah pnya “first step”

    smoga Allah ngsih yg terbaiq!!

    The point of All:
    Jangan puas dlm hal berusaha, namun, brsikaplah puas atas hasil yang kita peroleh!!

  70. [...] http://papabonbon.wordpress.com/2007/07/25/wah-depkeu-memang-di-luar-perkiraan/ [...]

  71. lia berkata

    papabonbon, mau tanya kalo di setjen itu work environmentnya seperti apa? saya Alhamdulillah sudah diterima disana, namun karena masih muda dan energic (cieee…) saya agak khawatir dengan work environmentnya (yg kalau buruk takutnya membuat saya demotivasi).. lalu kalau ada info, lulusan tes CPNS yg baru ini, bgtu masuk setjen depkeu masuk ke golongan berapa? dan maaf, kalo boleh tau apakah insentifnya bagus atau tidak? tunjangan apa saja yg didapat?

  72. papabonbon berkata

    setjen orangnya pinter pinter, soale anak sekolah semua. acaranya kan banyak keluar ketemu klien, seminar seminar, yakin deh, semangat dan paling gaul kalo di sana. huehehe …

  73. firelord berkata

    Sama pertanyaan sama @lia, tolong penjelasan tentang setjen selengkapnya papabonbon. Alhamdulillah saya juga ditempatin di setjen, gimana tentang karir ? terus pekerjaannya mbosenin ga ? gimana dengan gaji dan tunjangannya papa ? apakah sama dengan ditjen lain di depkeu atau lebih besar ? berapa kira2 nominal yang diterima untuk s1 golongan 3A ?

  74. lia berkata

    thanks ya papabonbon, senang mendapat masukan demikian. karena sejujurnya masih agak ragu nih.. sekarang kan kerja di swasta dengan jam kerja yg gila, tapi saya enjoy aja karena banyak belajarnya, makanya agak khawatir sama environment di pemerintahan, karena belum pernah tau dalemnya bagaimana. Oya mengacu ke masukan papa, “ketemu klien”, itu maksudnya apa yah pa? memang kalo depkeu, ada klien2 juga seperti di swasta ya, kliennya seperti apa misalnya? (maaf saya benar2 gak paham dan sangat curious).@ firelord, berarti nanti ketemu di setjen juga yahh? mau daftar ulang kapan?

  75. pegasus berkata

    nanya juga nih papa? kalo di dirjen kekayaan negara gimana kerjanya? lulusan S1 fresh berapa kira2 take home pay nya. thx…

  76. tribun berkata

    halo @lia dan @firelord
    perasaan kita sama, sama2 ketakutan dengan environment baru terutama environment pemerintah..
    met kenal en met ketemu..
    mungkin papabonbon bisa ngasi penjelasan lebih lanjut ? :)

  77. lia berkata

    met kenal and met ketemu juga @tribun, semoga kita dapat bekerja sama dengan baik yaa!!

  78. aliyya berkata

    papabonbon..
    saya jga mohon penjelasan tentang DJKN.sbnrnya saya kecewa dgn penempatanan ini(krn saya ditempatkan tidak dikedua pilihan yang saya plh waktu tes),sedihnya..
    bnr2 tdk ada gmbaran ttg DJKN, apakah akan berkembang dsna?atau cuma ngrus utang negara?
    tlg penjelasannya ya papabonbon..krn klo mmg tidak worthed dbndg pkrjaan skrg, sya mau lps sja depkeunya..
    satu lg mkgnkah saya mnta pmndahan ditjen ya?krn kok pnmpatan saya bnr tidak sesuai dgn pilihan, tmn2 sya yg lain ssuai dgn pilihan 1 atau pil 2.thanks

  79. bejoe berkata

    tuh papabonbon banyak pasien yg tanya itu lho..
    tolong d jawab…. qqq…
    gubrak…

  80. bejoe berkata

    justru yang diterima ini diharapkan/dipercaya menjadi agent of change untuk depkeu yg lbh baik.klo yg profesional trus mundur, masak rela pemerintah dipegang org2 yg gk prof…kasian yg bayar pajak,masak uangnya buat gaji peg yg gk prof…ya gk papabonbon…
    masih byar pet to..:)

  81. aliyya berkata

    @bedjoe…
    sapa tau tau ttg depkeu jga, bntuin papabonbon jwb prtnyaan pasien gmn?

  82. firelord berkata

    @lia
    salam kenal…aku lapor ke setjen depkeu besok senen 22/12, ngepasin hari ibu :)

    @tribun
    met kenal juga…:)

    @bejoe;@papabon2
    gimana nie senior2 ? dibutuhkan infonya yang detail yaa ? saya baca di visi misi kok administrasi gitu ya untuk setjen, apa kita disuruh jadi juru ketik ? gaji+tunjangan gimana ?

    @aliyya
    pertama kita syukurin aja deh pemberian Alloh ni…meski tidak cocok dengan pilihan, toh kita sudah diijinkan Alloh untuk lulus tes pns depkeu. Saya juga ga sesuai kok, tapi saya sangat bersyukur :)

  83. Bang Kritikus berkata

    Depkeu paling banyak gajiannya ketimbang lembaga lainnya.

  84. si emon berkata

    Oi bun….
    Maenan di sini lo…
    Lo anggota Dark Kingdom khan..? :D mentang2 dapet depkeunya…
    :p

  85. aliyya berkata

    @firelord alhamdulilah sya brsyukur dgn ksmptan yg Tuhan berikan kpd saya,tdk hnya d depkeu tp tmpt lain jga.krn mmg infrmasi minim ttg djkn mkany sya mncri informasi.bgmana solusiny shgga bsa mnentukan pilihan.

  86. papabonbon berkata

    di setjen banyak ikut seminar dan ngisi seminar juga dan kesempatan ke luar negeri. selain itu enak, bisa di jkt terus, kagak pakai dipindah pindah ke daerah. jadi kagak pakai acara jantungan dipindah ke mana mana :)

  87. Yanto berkata

    Waduh, ada yang tau tidak yang tidak mungkin pindah ke daerah direktorat apa aja?

    KOk kebanyakan pajak sih memang gak ada para senior dari direktorat yang lain. Terus permintaan pegawai paling banyak kan di pajak, apakah didirektorat lain remunerasinya lebih sedikit?

  88. papabonbon berkata

    remunerasi sama saja. hanya di pemeriksa memang sedikit lebih besar, soale mereka jenjang karirnya yah hanya di fungsional saja, selain itu rawan suap dan rawan ketangkap tim disiplin itu .. :p

    kalau cuman beda 500 rb, tapi hidup aman dan kagak stress, kan mendingan di direktorat lain, ya toh ?

    misal pilihan gaji antara 8 jeti vs 8.5 jeti, tapi yg 8 jeti kerjaannya ikut seminar ke luar negeri, sekali sekali jadi pembicara mewakili direktorat, pulang selalu tenggo, kagak terlalu stress diperiksa kiri kanan … :D

  89. kiki berkata

    gimana se kerja di dirjen kekayaan negara, saya tamatan s1 akuntnsi, msuk gol berapa tu pa?
    trus gajinya sama gk dengan yang di bagian pajak, insentifnya sama juga gk? dibalas y….

  90. sanz berkata

    @lia & firelord
    salam kenal, qu jg diterima di setjen wkwkwk..
    lia n firelord udah melapor ya? qu baru mo lapor tgl 30 des ini.
    boleh dong kasi info selanjutnya setelah lapor agendanya apa..? biar bisa bantu qu ngatur rencana bolak balik jakarta-manado… jauh euy..

  91. Bary berkata

    Asslkum.. @lia dan @firelord serta @tribun.. lam kenal, aku juga keterima di setjen nih.. cm tgl5 besok baru laporan.. smoga jd partner yg baik.. mari qt entaskan birokrasi yg buruk di negeri ini.. kasian sodara2 qt yg miskin..
    ingat.. ini cobaan buat qt, bkn anugrah..

  92. lia berkata

    @ semua sahabat2 CPNS Sekjen Depkeu, salam kenal sekali lagi yaa!! senangnya sudah bisa berkomunikasi duluan sama semua. @ Bary, iya semoga kita bisa berkontribusi bagi perubahan yang baik untuk negeri tercinta ini.
    Oya, buat cpns sekjen depkeu, ada yg tau gak kita mulai masuk kapan? sampai saat ini aku belum terima kabar/pemberitahuan nih, kalo waktu daftar ulang terakhir sih katanya kita akan dikirimi surat pemberitahuan resmi lewat pos ke alamat surat masing2 (hmm knapa gak lewat email aja yaa?).
    kalo temen2 yg di djkn dan pajak katanya mulai masuk tgl 7 januari.. ada yg punya info?

  93. Bary berkata

    hehe.. berhubung baru tgl 4 besok aku ke JKT, aku g tau info ap².. tp ktnya temenku, tgl 5 qt dah mulai kerja.. khusus setjen.. tp kurang tau jg pastinya.. klo ada info, bagi² yak..

  94. Bary berkata

    hehe.. berhubung baru tgl 4 besok aku ke JKT, aku g tau info ap².. tp ktnya temenku, tgl 5 qt dah mulai kerja.. khusus setjen.. tp kurang tau jg pastinya.. klo ada info, bagi² yak..

    oya, kalo setjen mungkin g sih ditarok di daerah?? sebagai perwakilan pusat gt..

  95. tribun berkata

    allow, barusan dapet surat dari setjen..
    tanggal 7 disuruh dateng ke gedung dhanapala dengan atasan putih pake dasi, bawahan gelap.

    nah, abis itu disuruh liat penempatan di bagian SDM (tempat melapor) untuk liat penempatan. Sepertinya si langsung aktif..

    Yang lain juga gitu ga yah?

  96. lia berkata

    @ tribun, aku belum dapat suratnya, mungkin dtunggu aja yah. hmm apa semuanya juga dsuruh dtg tgl 7 ato nggak ya?

  97. Rudy berkata

    Meski udah dari tahun 2007, cuma mau menyoroti yg Mas Doytea bilang gaji staf pajak swasta 10 juta per bulan dengan data dari form 1721 A1.

    Tanggapan aye mah secara angka di atas kertas, sangat mungkin kalo penghasilan (“income”) per bulan mencapai 10 juta. Tapi perlu diingat 10 juta itu (angka di row # 7 ato 8 di form 1721 A1) itu mencakup:
    1. basic salary – masuk ke kantong ato istilah umumnya after tax take home pay (THP)
    2. bonus tahunan – after tax THP
    3. insentif – after tax THP
    4. THR – after tax THP
    5. premi asuransi kesehatan yang dibayarkan oleh perusahaan tempat si staf akunting/pajak itu ke lembaga asuransi.
    6. bagian dari premi tunjangan end of service benefit yg dibayarkan ke lembaga DPLK atas nama di pegawai ybs.
    7. dan segala accounting cost allocations items yg dialokasikan ke si pegawai (normal ini mah, aye lagi males ngejelasin. Yg belajar cost accounting, ABC, cost-based costing, dll dsb dkk alm :p mestinya ngerti).

    Nah, dari 7 item ini aja (listnya bisa bertambah banyak kalau si perusahaan itu punya banyak benefit yang ditujukan/dinikmati oleh si pegawai, baik yang sifatnya saat ini ataupun deferred benefit). Jadi dari info 1721 A1 yg dibagi 12 itu, yang masuk ke kantong si pegawai paling (after tax PPh 21) cuma sekitar 5-6 juta aja, plus 6 jutaan setiap mau lebaran. Yg lainnya “penghasilan” di atas kertas ajah…. mungkin begitu…. CMIIW.

  98. Hannie berkata

    hai lia, firelord, tribun, bary, & sanz, salam kenal ^-^
    aku juga masuk setjen depkeu. Senangnya, ternyata banyak juga dari kita di sini yang masuk setjen, iya semoga kita bisa bekerjasama dengan baik.

    Uhm, aku juga lapor ke setjen Senin tgl 22, yang jam 10-11an kira2 waktu itu kita ada ketemuan ga? hehe…

    Btw sampe siang ini aku blum dapet suratnya tuh. Tapi hasil search di web direktorat2 lain, seperti tribun bilang kalo tanggal 7 nanti akan ada Orientasi untuk seluruh cpns depkeu. Barusan sih aku tlp ke depkeu, katanya jg gitu & untuk setjen efektif masuk kerja tgl 8 di unit masing2 (lokasi unitku udah dikasih tau). Ohya, email aku di keupay@gmail.com kalo mo sharing2 ya!

    Good luck!

  99. rendy berkata

    Salam kenal tmn2 smua..
    Almdllh saya ditrm CPNS depkeu unit pajak..
    Saya mau tny kr2 magang brp bln ya trus dpt gaji brp??
    Thk u

  100. Jedi berkata

    to the point aja ya…
    gaji dirjen pengelolaan utang berapa??
    gw baru masuk, ga ada yang ngasi pengarahan tentang gaji…
    Oya, minta infonya sebelum dan sesudah keluar SK CPNS, serta sesudah resmi jadi PNS. Terutama, apakah gaji pegawai baru dirapel?? Kalo iya, berapa bulan?? Berapa dapetnya? Di bawah 1 jt??
    Mohon petunjuknya. segera.
    Thanks a lot.

  101. raihoty berkata

    btw cpns DEPKEU dapet tunjangan ga?kayak TKPKN ato THT lah.

  102. Man_daLa berkata

    oya,. sLm keNaL j9 bwt Pgw Baru dePkeu..
    TrTm y9 PnMptn di Lap BanTeng..
    TrTm sX y9 d dHanaPaLa,
    seKedaR inFo aja niCh..

    kT y9 pgw baRu, sBLm kLr SK CPNS dianggP teNaga HoNoRer duLu,,

    kLo HoNorx /bLn
    D1 800 rb
    D3 850 rb
    S1 900 rb
    tu dikasiH tiaP bLn sesuAi tgL SPMTx/TMT.
    ingT tu jg ada Potonganx, kLo tLt oR aBsen.

    kLO mengeNai gaJi en TKPKN diRapeL dan
    BaRu diKasiH stLh kLuaR SK CPNS.

    hiTunganx sesuai tgL TMTx.
    ingT muLaix tgL 1 bLn tsB, kLo tgL 2 dLL diHitung bLn BeriKutx.

    SK CPNS kLRx pLg cPt MaRet oR pLg LmbT Mei..
    kYkx diCptin, soaLe da PemiLu,
    HasiLx Lmyn bwT beLi LapToP oR mTr..
    pLus tRaktiran..
    hehe..
    aBis tu kT PraJaB..
    kLo SK PNS, kyKx sediKit LebiH Lama.
    gPP bRsaBar ja..

    MaaF kLo da y9 saLah, moHon diKoReksi ye…

  103. rendy berkata

    Bt mba man_dala, thks bgt ya infona…

  104. Antok pribadi berkata

    Jangan bicarakan TKKN saja!!!! Mengapa Anggran di depkeu tidak juga memikirkan nasib HONORER nya yang sampai detik Maret 2009 belum ada lampu hijau dari menkeu???? apakata duniaaaa……jika diabaikan PP yang dibuat pemerintah.?????thank before !

  105. DeIwan berkata

    Mengapa depkeu tidak menaikkan anggaran dan diajukan ke DPR untuk mengangkat HONORER DEPKEU yang berkisar 5.000 yang tersebar di daerah-daerah dan mereka dilimpahkan dan atau dipakai ke daerah setempat????Kasihan Lho!!!! mereka juga pengabdi di kantor pemerintah yang juga punya kontribusi besar buat Depkeu dan mereka kehilangann hkanya sesuai PP 48/2005 jo PP 43/2007 dan belum menemukan keadilan.terimakasih bisa ada yang mendengarkan aspirasi kami yang termarjinalkan.

  106. Usa berkata

    honorer di djp sjk modern uda diberhentikan kan, trs tiap instansi skg berdasar fungsi 1 kntr =83 peg tanpa koordinator pelaksana again lgsg terpisah struktural n fungsional

  107. hahaha berkata

    Hari demi hari hanya itu yang dilakukan 7 wanita itu terus menumpuk harta dan setiap kali mau dicium selalu menghindar dan selalu lolos dari hubungan badan di malam hari. Diam-diam 7 wanita itu sudah merencanakan merampas semua harta 7 pria kampungan itu namun mereka menunggu sampai hartanya sudah terkumpul banyak. Saat 7 wanita itu sedang pergi ke Mall bertemu dengan 1 pria pengangguran lulusan SMU di Indonesia asal Malaysia yang tinggi, atletis dan berwajah tampan dengan rambut agak gondrong. 7 wanita itu langsung tergila-gila dengan 1 pria Malaysia itu dan bersedia dipoligami. Namun pria Malaysia itu memberi syarat agar 7 wanita itu bersedia menguasai semua harta suaminya dan memberikannya kepada pria Malaysia itu. 7 wanita itu sanggup dan merencanakan taktik “Final Solution” dengan meminta suami masing-masing untuk melakukan korupsi besar-besaran terhadap tempat mereka bekerja namun agar aman dari KPK semua harta hasil korupsi termasuk harta yang diperoleh dari hasil kerja kerasnya secara jujur selama ini menjadi atas nama 7 wanita itu dengan hadiah hubungan badan 24 jam penuh non stop setiap hari. Ke 7 pria malang itu bersedia dan akhirnya terkumpul harta puluhan Milliaran rupiah semua atas nama istri. Diam-diam 7 wanita itu menghubungi KPK-Kejakgung menceritakan ulah suaminya dan mengaku sebagai tetangganya. Dalam hitungan hari petugas KPK-Kejakgung langsung menciduk 7 pria itu dan 7 wanita itu sudah kabur bersama pria Malaysia itu. Ketika disidik KPK-Kejakgung 7 pria itu mengaku semua harta hasil korupsinya diatasnamakan kepada istrinya. Tetapi ketika 7 wanita itu dipanggil mereka mengaku tidak kenal dengan 7 pria itu dan petugas KPK-Kejakgung berasumsi bahwa harta hasil korupsinya sudah habis untuk hura-hura akhirnya 7 pria itu menjadi tersangka dan masuk penjara. 7 wanita cantik itu sudah kabur dengan pria Malaysia entah kemana….

  108. hahaha berkata

    Rejeki seseorang tidak tergantung kepandaian dan kerja kerasnya. Contoh perhatikan kisah 1 orang Malaysia bodoh mengalahkan 7 orang Jawa pandai :
    Kisah ini menceritakan tentang 7 orang pemuda pandai selalu juara kelas, meraih nilai tertinggi dan selalu belajar sampai larut malam. 7 orang pemuda pandai itu akhirnya berhasil lulus S1 dengan menjadi wisudawan terbaik di bidangnya bahkan mereka memperoleh beasiswa S2-S3 gratis. 7 orang pemuda itu terdiri dari lulusan fakultas kedokteran yang menjadi dokter spesialis, lulusan fakultas teknik perminyakan yang jadi tenaga ahli di BUMN, lulusan fakultas teknik informasi yang menjadi programmer provider telepon seluler, lulusan Akuntansi yang jadi Akuntan Departemen Keuangan, lulusan fakultas hukum yang jadi pengacara terkenal, lulusan fakultas ekonomi yang jadi Manajer Bank Asing, lulusan fakultas teknik pertambangan yang kerja di perusahaan asing. 7 orang itu memiliki kesamaan : etnis Jawa, wisudawan terbaik, dari universitas paling hebat di Indonesia, dan bekerja dengan penghasilan Rp. 100 Juta perbulan (Menurut survey Human Resources Consulting pekerjaan sebagai dokter, staff ahli minyak BUMN, programmer provider telepon seluler, akuntan departemen keuangan, pengacara, pegawai pertambangan asing dan pegawai Bank asing kerja 1-3 tahun gajinya Rp. 5-10 Juta perbulan, kerja 3-10 tahun gajinya Rp. 10-50 Juta perbulan, kerja diatas 10 tahun gajinya Rp. 50-200 Juta perbulan). 7 orang itu berasal dari daerah sehingga agak kampungan, berkulit hitam legam, pendek, gemuk dan mukanya sangat jelek tapi karena merasa hebat jadi sombong. Suatu saat ke 7 orang itu pergi ke Plaza Ambassador di Jogjakarta dan bertemu 4 wanita Jawa asli mirip Dian Sastrowardoyo, Dhini Aminarti, Agni Pratishta, Ririn Dwi Ariyanti dan 3 wanita Jawa blasteran mirip Nadine Chandrawinata, Luna Maya dan Rianti Cartwright. Berhubung 7 wanita itu berkulit putih cantik seksi dan tinggi, 7 pria itu langsung terpikat dan jatuh hati. Tetapi karena 7 pria itu sangat jelek dan seram maka 7 wanita cantik itu jijik langsung 7 pria kaya pandai tapi agak “ngowoh” mengeluarkan jurus saktinya pamer harta dan jabatan. Akhirnya setelah diancam, 7 wanita cantik itu mau jadi istri tetapi minta uang belanja gila-gilaan beserta rumah dan mobil. Setelah disanggupi akhirnya mereka menikah, tetapi setiap malam 7 pria itu selalu tertidur lelap tanpa sempat menikmati tubuh istrinya. Karena pria Dokter dibelikan PS oleh istrinya dan ketika malam pria Dokter suka bermain PS dan akhirnya tertidur lelap, pria pegawai BUMN selalu diberi susu dicampur obat tidur oleh istrinya, pria programmer dibelikan fasilitas Komputer dan internet oleh istrinya sehingga selalu bermain internet sampai malam dan akhirnya ketiduran, pria akuntan karena sering menghitung angka akhirnya selalu tertidur terkena hipnotis angka dari istrinya yang mantan pesulap, pria pengacara selalu sibuk membaca dokumen kasus sampai malam hingga ketiduran, pria pegawai Bank juga terkena hipnotis tapi agak sadis karena dia dihipnotis agar seolah-olah merasa berhubungan badan dengan istrinya padahal dengan pembantunya dan di kamar pembantu, pria pekerja perusahaan asing pertambangan dibelikan mainan robot, kereta api dan tentara oleh istrinya sehingga selalu bermain sampai malam dan akhirnya tertidur. Hari demi hari hanya itu yang dilakukan 7 wanita itu terus menumpuk harta dan setiap kali mau dicium selalu menghindar dan selalu lolos dari hubungan badan di malam hari. Diam-diam 7 wanita itu sudah merencanakan merampas semua harta 7 pria kampungan itu namun mereka menunggu sampai hartanya sudah terkumpul banyak. Saat 7 wanita itu sedang pergi ke Mall bertemu dengan 1 pria pengangguran lulusan SMU di Indonesia asal Malaysia yang tinggi, atletis dan berwajah tampan dengan rambut agak gondrong. 7 wanita itu langsung tergila-gila dengan 1 pria Malaysia itu dan bersedia dipoligami. Namun pria Malaysia itu memberi syarat agar 7 wanita itu bersedia menguasai semua harta suaminya dan memberikannya kepada pria Malaysia itu. 7 wanita itu sanggup dan merencanakan taktik “Final Solution” dengan meminta suami masing-masing untuk melakukan korupsi besar-besaran terhadap tempat mereka bekerja namun agar aman dari KPK semua harta hasil korupsi termasuk harta yang diperoleh dari hasil kerja kerasnya secara jujur selama ini menjadi atas nama 7 wanita itu dengan hadiah hubungan badan 24 jam penuh non stop setiap hari. Ke 7 pria malang itu bersedia dan akhirnya terkumpul harta puluhan Milliaran rupiah semua atas nama istri. Diam-diam 7 wanita itu menghubungi KPK-Kejakgung menceritakan ulah suaminya dan mengaku sebagai tetangganya. Dalam hitungan hari petugas KPK-Kejakgung langsung menciduk 7 pria itu dan 7 wanita itu sudah kabur bersama pria Malaysia itu. Ketika disidik KPK-Kejakgung 7 pria itu mengaku semua harta hasil korupsinya diatasnamakan kepada istrinya. Tetapi ketika 7 wanita itu dipanggil mereka mengaku tidak kenal dengan 7 pria itu dan petugas KPK-Kejakgung berasumsi bahwa harta hasil korupsinya sudah habis untuk hura-hura akhirnya 7 pria itu menjadi tersangka dan masuk penjara. 7 wanita cantik itu sudah kabur dengan pria Malaysia entah kemana….

  109. Hisam berkata

    Depkeu memang sedang mereformasi Birokrasinya, tapi jangan lupa PNS nya juga direformasi, dan jangan lupa hanya dengan alasan reformasi HONORER DEPKEU diabaikan tanpa menjalankan amanat pemerintah,???siapakah yang bertanggungjawab dengan HONOREER DEPKEU ???pemerintah????atau Depkeu ????,Mohon dikaji secara pikiran ESQ dan ISQ oleh pihak depkeu.terimakasih, semoga Pejabat dieberikan petunjuk ALLAH SWT…aminn

Tinggalkan Balasan

XHTML: Anda dapat gunakan tag ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>