besar pasak, DARIPADA KENTANG

Orang Yang Sudah Berkeluarga : Pilih Kontrak Rumah

Ditulis oleh papabonbon di/pada Juni 5, 2007

Kopral Jono baru pindah kerja dan ditugaskan di sebuah kota di pulau lain. Saat itu kopral telah bekerja selama 7 tahun, sudah punya rumah di tempat kerja sebelumnya dan punya anak dan istri. Kopral jono tidak berpretensi ingin segera membeli rumah di tempat kerja baru. Selain tugasnya ada kemungkinan dipindah antar cabang tiap 2-3 tahun, modalnya juga belum cukup. Karena itu kopral jono berpikir praktis saja. Kontrak rumah.

Hal ini tentu berbeda dengan saran mas Anjar yang fokus menasihati pasangan muda untuk segera membeli rumah pertama mereka.

Ada beberapa asumsi di balik pilihan kopral jono.

  1. Beli rumah, berarti akan keluar biaya cicilan perbulan sekitar 2 juta. Jadi setahun akan keluar 24 juta. selain itu Kopral Jono harus punya DP sekitar 30 juta.
  2. Kontrak rumah hanya akan keluar uang antara 5-8 juta [rata rata 450 rb- 700 rb per bulan]. Bandingkan jika harus kost keluarga – alias rumah petak dgn fasilitas AC dengan biaya 1.2 jt per bulan.
  3. Perbandingan diatas, dengan catatan baik kontrak maupun beli rumah akan sama sama mengeluarkan biaya tambahan untuk listrik dan air. Juga bayar retribusi, seperti sampah, iuran RT/RW dan lain lain.
  4. Timbangan dari sisi biaya. Dengan jumlah rupiah 5-8 jt, bisa memilih untuk mendapatkan semua yang diinginkan tentang rumah. [dekat lokasi sekolah bagi anak, dekat ke fasilitas umum - belanja, rumah sakit, wisata, lingkungan nyaman dan teratur, relatif dekat dengan kantor]
  5. Selain itu rumah baru akan menyedot biaya cukup besar untuk renovasi. Biasanya arahnya ke dapur, kamar mandi, pagar dan halaman/taman juga pragola. Besarnya bervariasi dari 20 jt hingga 60 juta. Waktunya juga tentu berariasi, tergantung dompet pemilik rumah alias ketersediaan dana yang bersangkutan.
  6. Timbangan waktu. Jika sudah punya DP 30 jt, tidak punya anak dan perabot hanya sedikit, serta punya cita cita segera punya rumah, tentu lebih menguntungkan kost bulanan. Namun jika memutuskan untuk mencari kenyamanan dengan biaya relatif murah dan dengan cara relatif cepat untuk 1-2 tahun ke depan, pun dengan konstrain barang perabot sudah punya banyak, butuh kenyamanan dan fasilitas dan space yang memadai dan terjamin, tentu lebih afdhol pada acara kontrak mengontrak rumah.
  7. Sayangnya kopral jono bukan orang perbankan. Ceperan info, bagi officer di BI, dapat tunjangan rumah 2 jt per bulan jika tidak menempati rumah dinas. [kalau menempati rumah dinas, 2 jtper bulan itu dicoret dari daftar gajinya], sementara di halaman tetangga, bagi officer di BSM, dapat jatah 12 jt per tahun, level manajer cabang, dapat 15 jt per tahun jika kontrak rumah.

Tips

  • Buat para kontraktor pemula, hati hati dengan rumah bekas dikontrak oleh beberapa anak muda [posko] yang masih pada jomblo dan kontrak barengan atau bekas rumah kontrakan orang marketing/sales. Kondisi terakhir yang bisa dilihat, biasanya rumahnya tidak dirawat dan dan ditinggalkan dalam kondisi acak adul. Ujung ujungnya kita yang harus cuci piring.
  • Lebih baik bayar agak mahal sedikit tapi tidak pusing dengan berbagai masalah di kemudian hari. huahahahahha :D [yg orang sales atau mahasiswa yang ngontrak atau jombloers yg ngontrak barengan bisa pada ngamuk ngamuk nih!]. Contoh masalah biasanya berkisar pada tagihan terakhir listrik, air, atau telepon yang seringkali belum dibayarkan. kadang got mampet, saluran PAM bermasalah, orang lama nakal –> nyantol PLN [apalagi kalau yang nempati dulunya mahasiswa teknik huehehehe, terkadang juga ada tunggakan iuran RT atau ada masalah dengan tetangga sekitar sebelum mereka meninggalkan rumah tersebut.

13 Tanggapan ke “Orang Yang Sudah Berkeluarga : Pilih Kontrak Rumah”

  1. edratna berkata

    Susah juga ya cari kontrakan….
    Ini yang membuat saya tahan di satu kantor sampai pensiun…males pindahnya. Tapi pengalaman jadi kurang dibanding yang mengalami pindah-pindah kantor.

    Terus penginnya tinggal di rumah dinas, soalnya ada yang jaga(satpam), dan anak-anak bebas bermain, dan pagar tak dikunci…tapiii…jadinya saat mau pensiun baru bingung mikir cari rumah. Rumah sekarang cuma sepertiga luasnya dibanding rumah dinas, sebetulnya lingkungan memadai, tapi pagar harus digembok terus…repot deh. Kebayang kalau anak-anak masih kecil…kan jadi ga nyaman, anak-anak butuh punya teman bermain.

  2. papabonbon berkata

    walah, ternyata mbak ratna ini save player juga yah, dulunya … jadi bercermin pada diri sendiri.

  3. Ema Sutiyati berkata

    Ini judul yang aneh dan tak berlogika. Ya, kalau punya dui mah mendingan beli rumah sekalian. Ngapain buang-buang duit di jalanan ngontrak terus.

  4. papabonbon berkata

    1. Hissss, hueueueu, memang sih, sepintas tiak rasional. awalnya, kolom ini dibuat untuk menganggapi tulisan Anjar masalah endorsement bagi keluarga baru untuk segera beli rumah.

    2. nah dari sana ada beberapa asumsi/kondisi tambahan, jadi perlu deeper insight. asumsi tsb sbb :
    - kopral jono kerjaannya kudu pindah pindah lokasi tiap beberapa waktu tertentu
    - kopral jono pernah beli rumah, karena untuk menyesuaikan budget, maka dulu beli rumah yg terjangkau = lokasi tidak strategis, nilai jual kembali rendah, minim fasilitas, jarak ke fasum lumayan jauh.
    - sekarang kopral jono di kerjaan baru, di lokasi baru. ada kemungkinan 2-4 tahun ke depan akan bertualang ke tempat lain. jadi daripada sunk cost, uang terikat di property yg sifatnya non likuid, yah lebih baik “membeli kesempatan” dapat rumah keren, dan fasilitas lumayan nikmat dgn cara sewa.

  5. papabonbon berkata

    aneh juga, kagak ada ambahan komen di jurnal yg ini, tapi kok bisa naik peringkat yah ? :D

  6. marwanto berkata

    Ingin tau lebih banyak tentang perumahan

  7. drg.dondy berkata

    tolong sharingnya donk… aku mau kontrak karena desakan istri, rumah ortu sih besar dan sedikit penghuninya… tapi karena anak udah dua, jadinya istri minta pindah…nah yang jadi masalah…kontrakan ini agak jelek dibadning dengan rumah ortu…nah bagaimana ?

  8. Grousbuhhut berkata

    Sounds like a very interesting concept! Be good to my slippery predecessor Do you want a fresh joke from net? What makes a bowling alley so quiet? You can hear a pin drop.

  9. nda berkata

    Dikontrakan Pavilliun

    - kemanggisan ilir III (daerah binus)
    - 5 kt & 2 km
    - access mobil & motor
    - parkir mobil/motor luas
    - hook/buntu
    - per-tahun/lebih (nego)
    - bukan sisi jalan (tenang/nyaman)
    - secepatnya/segera

    HUB : 081932877817

  10. anita yuniar berkata

    Iya nih, nawarin kontrakan rumah petak di dekat pasar Sumber arta, Kalimalang, Bekasi barat
    1 KT, 1 KM, Ruang tamu, dapur, dan tempat cuci piring, air tanah, listrik 900 watt, luas; 4×12 M.
    Lingkungan asri dan nyaman,Parkir luas, dekat dengan fasum, angkutan umum mudah di jangkau ( bisa jalan kaki).

    HUB;08159997030 dengan Anita

  11. dotcom berkata

    dimana ya cari info rumah petak di jakarta selatan

  12. dede berkata

    dimana ya…cari info rumah petak di sekitar jakarta barat atau pusat??

Tinggalkan Balasan

XHTML: Anda dapat gunakan tag ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>