besar pasak, DARIPADA KENTANG

Arsip untuk Februari, 2007

Itiak Mudo Lado Ijo

Ditulis oleh papabonbon di/pada Februari 23, 2007

Menurut saya makanan paling orgasmic selama petualangan di Sumatera Barat adalah Itiak Mudo Lado Ijo.  Si Bondan dan gerombolan jalansutranya selalu bilang, “Ayo ngetes Itiak Lado Ijo di Ngarai Sianok, masih juara dunia, gak ?”. Setan alas, begitu udah nyobain, emang ini juara dunia tenan.

Catat : foto ini diambil dari http://www.flickr.com/photos/budipru

Udah bebek, empuk, wangi, gurih, pedes pulak. Ndak ada lagi deh, yang lain. :D Pagi ini baru ngobrolin si Itiak Mudo Lado Ijo ini lagi ama bang budi pru, dan alhasil air liur netes netes lagi …. wakakakkaka Coba lihat, di foto itu ada dua piring yang isinya benda berwarna hijau. Itu bebek, porsinya seperempat ekor, gede bok ukurannya, Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam kuliner | 20 Komentar »

Singkarak Bagaikan Lautan

Ditulis oleh papabonbon di/pada Februari 23, 2007

singkarak bagai lautan
lepaskan biduk pandangan

lihatlah warna hijau
dan biru

dan gadis penjual ikan bilis
kemasan kecil harga bikin hati miris

dan gang gang nelayan pendatang
rumah sempit tak beraturan

ku tersadar hatiku menderu
mengetuk hati terasa pilu

masuk lokasi dipalak pengemis
berhenti pun, dikutip pak kumis

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam life | 7 Komentar »

Bioskop di Bukit***gg* ngeri juga .. :p

Ditulis oleh papabonbon di/pada Februari 23, 2007

Ini potret yang papabonbon ambil pertama kali di kota bukit***gg* dan yang pertama kali pula selama perjalanan ini. Potret ini tepatnya, ketika berjalan kaki pagi hari jam delapan pagi, 20 Januari 2007. Dari hotel Diemens [ini dari bahasa belanda, artinya apa yah ?] ke arah pasar atas dan jam Gadang. Foto ini jelas jelas papabonbon jepret karena aneh, unik dan menarik.

buat yang masih ndak percaya dan masih penasaran dengan keajaiban kecil ini, silakan lihat fotonya dari jauh . ada nama gedungnya segala kok ….

Pren, ini kok mengingatkan papabonbon pada para taruna berbaju coklat dan siswa sekolah mahal yang suka petantang petenteng dengan baju pesiar warna biru muda telor asinnya di kota magelang sono. Bukannya apa apa, yang ditonton dan judul judulnya, ndak beda jauh wekekekeehehe :D

For your interest, kota Bukit***gg* adalah kota pariwisata yang tidak punya kehidupan malam, semua sudah closed down pada jam 8 malam. jadi kan aneh, kalau ada bioskop ecek ecek yang bisa bertahan hidup di tengah kota santri ini.

Keanehan ini akhirnya terjawab ketika hal ini ditanyakan pada teman papabonbon [ dia asli kota Solok, jebolan MAPK Padangpanjang, lulusan IAIN Sunan Kalijogo, dan penyandang 2 gelar master, dari IAIN Suka juga dan yang kedua master dan mahasiswa terbaik Universitas Melbourne bidang Hukum Internasional dengan spesialisasi penerapan HAM di negara negara Islam, dan sudah 3 tahun ini jadi bapak dosen tercinta di sebuah PTN di Samarinda.

Jawaban :

  • yang nonton kebanyakan pendatang
  • yang disebut pendatang ini, temasuk juga para santri Sumatra Thawalib dan MAPK Padangpanjang …. :p

Eladhalah, cream de la creamnya juga ikutan toh. Bener bener kasus siswa berseragam coklat dan pelajar berbaju biru terulang kembali. :D

Ditulis dalam life | 6 Komentar »

Air Tenang Menghanyutkan

Ditulis oleh papabonbon di/pada Februari 22, 2007

Orang bilang, air tenang menghanyutkan.  Nampaknya petatah petitih ini ada benarnya.  Bisa dilihat di tepian Danau Singkar**, arah ke kota Sol**, gambar diambil tepatnya pada tanggal 21 Januari 2007, jam 5 sore.

Lho, kok gambar pohon, apa maksudnya.  yah, kalau kita jalan beberapa meter lagi,  hwarakadah, ternyata pemandangannya ganti total.  Hasil akhirnya jadinya gini ….  :p

hwalalalalalalala …..

kalau disenter lagi lebih jelas, dari teluk telukan kecil di sebelah kirinya, jadinya begini ……..  wes ewes, wes …..

wah, kalau udah kayak gini, tinggal nunggu protes dari pemda Sol** aja nih …

Ditulis dalam life | 17 Komentar »

Sate Maranggi

Ditulis oleh papabonbon di/pada Februari 22, 2007

Boeat kamoe buruh pabrik di sekitaran wilajah Karawang, Banjarnegara, Purwakarta ding hehehhe, atau para kernet bus yang sering liwat itu jalan raya Cikampek tentu tidaklah asing dengan nama Sate maranggi yang tersohor.

Sate Maranggi adalah varian langka. bahan dasarnya melulu daging sapi yang gemol gemol, besar dan lembut, dan berbumbu pedas. Sama sekali bukan ciri khas orang Priangan. Barang unik ini menurut saya termasuk makanan enak. [kata orang purwakarta sendiri malah, "Biasa aja tuh !!!", katanya ...:p]. satu lagi promosi saya, sate maranggi adalah ultimate buat orang yang suka rasa pedas, dan crispynya daging sapi. Sate ini hadir setelah melaui proses pengolahan terlebih dahulu. Seperti sate matang, sate maranggi sudah diukep dan dibumbu lebih dahulu. Dan ketika di hadirkan ke kita, dalam kondisi berbumbu manis pedas, maklum masih terbalur dengan bumbu sambal hijau [ulekan cabai ijo itu keliatan banget kok di gambarnya hehehehe]. Oh ya, untuk penguat rasa, paling paling diberikan bumbu kecap secara minimalis oleh sang koki.

Kalau mau lebih kepedasan lagi, bisa minta sate dibakar ulang sebelum dihidangkan.  Tanggung level rasa pedas akan melonjak  naik tiga kali lipat.  Sudah pedes, panas pulak, hueheheheh :)  Suasana makan di lokasi Sate Maranggi asli di pinggir hutan jati menjelang sore, dengan dedaunan jati lebar lebar yang warnanya jadi kuning keemasan, dengan bau panggangan sate sapi yang semerbak sangat orgasmic.  :D

True Story :
Untuk lokasi yang dekat dekat ajah [second choice], Papabonbon biasanya makan sate maranggi di cafe warna wani, daerah sekitaran Kalimalang dekat dekat Cibitung gitu deh. Kalau biasanya ndak minta dibakar ulang, ndilalah, waktu itu kok iseng minta di bakar lagi.

Eh, sudah nunggunya lama, begitu datang dan dimakan, mak gedubrak,”Pedesnya ampun mak, amit amit naudzubillah”. Di tambah lagi dimulai dari teman jalan [kebetulan sesama alumni sekolah mahal seperti yang ppabonbon cerita di blog sebelumnya] yang marah marah karena harus menunggu lama, papabonbon terpancing juga untuk ikut ikut komplain. Dari komplain kecil kecilan, sampai berlanjut dengan bikin acara marah marah, dari alasan ngececer mas mbak cafenya dengan muka masam sambil berkata sinis ,“kok, lama banget sih”, berlanjut sampai, “mas, saya kan cuman minta dibakar ulang, bukan minta yang super pedes kayak gini”. Weks ! papabonbon jadi menyeramkan malu maluin.

Karena malu, sudah bikin keributan, sudah hampir setahun ini papabonbon tidak datang ke sana lagi :)

Sayang juga sih, padahal itu salah satu tempat makan favorit lho … :p  tempatnya enak, cozi, ada indoor dan ourdoornya, tempat main anak, mushollanya enak, di tengah kolam geto …  ada live musicnya pulak.  Asik juga buat tempat mampir bareng teman teman, ada tv gedenya buat makan sambil leha leha lihat acara tivi.

Ditulis dalam kuliner | 5 Komentar »

Adrenalin

Ditulis oleh papabonbon di/pada Februari 22, 2007

Ini foto tahun lalu waktu main ke Villa Kota Bunga [ di Puncak itu lho....]

Adrenalin

Naga naganya sih, si dendek Elsi punya kesukaan dengan aktivitas yang butuh adrenalin tinggi.  Lha woong, naik kuda ini, dia gak mau dipegangin sama sekali.  Sekarang aja kesukaanya panjat panjat dan main gantung gantungan badan.  Semua tempat dicoba, dari meja, kursi komputer, lemari kontainer,  dan semua tempat yang bisa dia naikin.  Bakat buat pull up kayak bokapnya ….  ? :)  wakakkak … !!!

Ditulis dalam Keluarga, life | Leave a Comment »

Susah Amir Komen di Blognya Cece si Lembut Hati

Ditulis oleh papabonbon di/pada Februari 16, 2007

Cece lagi pusing karena dianggap si lembut hati, akhirnya bikin kamuflase lagi, ngomong galak, biar di sangka judes  :) Buktinya bisa dilihat di sini

Berhubung merasa sebel  bingung juga dengan sifat cewek yang aneh sulit ditebak, ngomong A salah, ngomong B salah, papabonbon pengen pasang komentar deh.  Ndilalah susah banget pasang komentar di blog itu.  Ya udah deh, setelah percobaan 5 kali gagal, [uah ganti password bolak balik] ya udah, nyerah, pasang aja deh di sini, paling dibaca juga ama si cece hueheheheh :D

Halo halo ingat tesis “penulis telah mati”nya barthes.

Eniwei, papabonbon pasang judul “cc si lembut hati” sih, karena haeran, sebagai sesama anak TN yg aneh, kok masih heran ngeliat ada anak TN yg temperamental. minimal, nih anak udah punya weltanschaung yg berbeda untuk melihat gimana seseorang harusnya bersikap.

Kalau papabonbon sendiri bisa berprofesi sebagai orang baik sekaligus pribadi yg memuakkan, karena sudah disetting menjadi seperti itu sejak lahir.

Makanya selama di TN juga bisa berprofesi sebagai trouble maker. tak lain tak bukan, karena sudah dikarunia jiwa yanhg liar dan senyum yang memabukkan. :)

Note :

Btw, kalau sudah nulis berbalas balas pantun antar blog gini, skandal jepit lho !  :)

Btw, ini lho yang bikin mau posting reply di blognya cc jadi susah.  keluarnya tulisan korea semua bok.  mampus aku …. :p

Ditulis dalam life, silaturahim | 4 Komentar »

Tidak Ada Tempat Bagi Demokrasi [di hati penggemar wayang]

Ditulis oleh papabonbon di/pada Februari 15, 2007

Di banyak negara Asia, demokrasi tidak jalan.  Macet total, dan institusinya jadi sarang korupsi.  Sebut saja DPR, yang seharusnya mewakili rakyat jelata, justru jadi perompak dan pembegal.  Ini yang sekilas yang akan anda tangkap ketika membaca uneg uneg rekan kita, den mas Kombor dan kang mas Tadjib yang tercinta.

Lha, ndilalah, justru Papabonbon kira justru hal ini wajar. Kejadian ini, umum, dan jamak terjadi. Di banyak negara asia, dan afrika, hal ini sudah ditengarai berkali kali. Terutama terjadi di negara yang sistem sosialnya otoriter, dengan sendirinya, tanpa diharapkan atau diajarkan di sekolah, hal ini akan sangat mudah terjadi.

Foto ini diambil dari site : http://abc.net.au/rn/deakin/pics/anderson.jpg 

Sejak beberapa hari yang lalu, papabonbon membaca buku hadiah jeng H, teman di milis wm. Buku menarik dari pengarang yang juga menarik. Judulnya “Mitologi dan Toleransi Orang Jawa”, pengarangnya Benedict R. Anderson. Buku ini tidak aneh, dan apa yang diutarakan oleh bung Benedict ini juga sesuatu yang kita ketahui secara bawah sadar. Bahwasanya,

  • Orang jawa secara tradisi lama, diajarkan tentang beragam kepribadian dalam wayang. Dari masing masing tokoh wayang, menjadi representasi suatu nilai diri. Dan seringkali, kita mencari idola kita, dalam tokoh tokoh wayang ini.  Perlu diingat, bahwa oom Benedict juga sudah wanti wanti, bercerita bahwa tradisi lama ini sudah bergeser pola pewarisan dan pemaknaannya.
  • Pengenalan etika dengan sistem wayang ini ternyata ada implikasi dalam filsafat etika orang jawa. Bung Anderson memberikan kita insight bahwa dalam kosmologi orang jawa, ada sistem nilai yang berbeda untuk tiap kelas masyarakat. Filsafat etika orang jawa bersifat fungsional. Tidak seketat orang India, karena di negeri kita yang ramai dan beraneka warna ini, orang dengan mudah melakukan migrasi sosial, dari satu peran dan fungsi di masyarakat ke strata sosial yang lain. Pelanggaran nilai ideal yang dipegang dalam kelompok fungsional tertentu ini, dianggap sebagai “tidak pantes”. Dalam dunia nyata, kaum ksatria yang mencuri uang negara[korupsi] untuk kepentingan pribadi, akan dilihat sebagai perilaku yang tidak pantas.
  • Dalam tokoh tokoh wayang, juga terdapat tokoh tokoh dari masing masing kelas, dengan sifat sifat protagonis dan antagonisnya. Filsafat fungsional dan beragamnya karakter dan role model dalam kosmologi wayang ini, membuat orang jawa menyadari akan pluralisme karakter dan pandangan, dan dari sanalah lahir pandangan orang jawa akan sesuatu tatanan yang dianggap harmonis.

Foto cover diambil dari web – http://www.ekuator.web.id/coverbesar/b-mitologi_dan_toleransi_orang_jawa.jpg

Contoh beragamnya karakter dalam wayang misalnya :

  • tokoh Sembadra dan Srikandi. yang satu model gadis lugu, putri lemah gemulai, anak rumahan,  sementara yang lainnya, wanita koleris, pekerja kras, tomboy, yg nyaman dengan gaya bersikap asertif, tegas, ceplas ceplos, uptown girl. :)  mengingatkan saya pada jeng Eci. :)
  • tokoh Gunawan Wibisana dan Kumbakarna. yang satu memegang prinsip superhuman [yg diletakkan diatas wilayah negara, contohnya dalam dunia nyata, seperti penganut paham humanisme, Islam, penganut Kristen garis keras, de el el], sementara tokoh yang satunya, mengambil sikap berpihak pada nasionalisme ketat, gaya Churcill dengan “Right or wrong, my country”.
  • tokoh Kresna dan Durna. Mereka berdua, adalah tokoh sakti dari masing masing pihak pandawa dan kurawa. Kresna itu raja bijak dari sebuah kerajaan kecil, Dwarawati [pak kepala desa kalo jaman sekarang], dan Durna adalah seorang begawan, seorang guru besar, ahli dibidang rohani, seni dan militer.

Tokoh Kresna adalah pengejahwantahan para dewa, Kuasa besar pemelihara Alam, titisan Wisnu. Tokoh kresna sering bersikap seperti nabi Kidhir a.s dan sering memposisikan dirinya dalam aktivitas machiavelian. Membuat Pandawa bisa mengambil keputusan menghabisi semar demi mengakhir paceklik dunia [diakhir kisah Mahabarata], membuat Arjuna dalam kontemplasinya dituntun untuk mengambil nilai nilai filsafat legalisme gaya Chin Shi Huang Ti [bhagawadgita] dan hasilnya adalah Arjuna mengambil keputusan menghabisi saudara sedarahnya sendiri [Kurawa], di sisi lain, bersinis ria, hingga membuat Bima yang kasar dan sedang memancarkan sifat sifat raksasanya harus menelaah lagi dirinya kembali sebagai bagian kecil semesta [lakon dewaruci].

Di saat yang sama, tokoh Durna adalah begawan sakti, satu satunya manusia yang mampu menikah dengan makhluk gaib, bidadari, dan menjadi guru bagi kedua pihak, pandawa dan kurawa. Kekuatan besar, yang tidak bisa lepas dari keduniaan, contoh bagi mereka yang berada dalam jalan penyucian, dan bisa tersandung kerikil kecil kehidupan dengan tiba tiba.

  • pihak Pandawa dan Kurawa. Pihak yang satu memegang ketat nilai nilai kasta ksatria, sementara yang lain merupakan representasi, bagaimana dunia menjadi bergejolak, ketika nilai nilai ksatria diombang-ombingkan oleh anasir anasirnya.
  • tokoh Semar dan Petruk. Semar adalah punakawan, orang biasa, di mana kebijaksaan semesta, jiwa buana terepresentasikan dalam dirinya. Sementara Petruk, yang dkondisikan sebagai anaknya, namun dalam banyak sifat sifat antagonis, tampil asal asalan, elek elekan, oportunistis, harus diikat dalam aturan dan disiplin untuk membuat segala sesuatu berjalan sesuai tatanan.

Yah, tulisan ini dibuat untuk memperingati kawan saya, yang bertekad akan korupsi jika anak anaknya suatu saat nanti ingin sekolah ambil S2 di Amerika. Kosmologi rekan saya ini memang beda dengan kosmologi Jawa.

Kata teman saya [edited version] : “Tuhan Maha Kasih. Dia tidak akan memberikan beban melebihi kemampuan seorang hamba. Dia tahu, bahwa umatnya melakukan sesuatu yang tidak benar, karena terpaksa”.

Kembali ke Laptop,
Beda kosmologi, memang bisa beda kesimpulan, tapi
Beda kosmologi, bisa jadi sama sama korupsi :D

Oh ya, tidak lupa, di dunia wayang tidak ada role model demokrasi, dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat. Setting sosialnya memang demikian, jadi kalau orang Jawa yang pertama tama mempertontonkan kaum ksatria alias birokrat yang korupsi, ya begitulah adanya. Dan kalau para punakawan [yang tiba tiba jadi anggota DPR atau dulu di jaman soviet jadi anggota politbiro].  Yang tiba tiba jadi anggota DPR,  secara mental limbung, kehilangan persepsi dan role model, kehilangan panutan etika, serasa rentan kok tiba tiba serasa jadi ratu [naik ke kelas ksatria] yah sebenarnya ini hal yang sudah bisa diprediksi kan ?

Jadi –> anggota DPR banyak yang limbung, karena gak ada role modelnya di dunia wayang [sebenarnya anggota DPR masuk kelas mana hayooo ?] Apa Brahmana ? atau ksatria/birokrat, sudra/para punokawan ? kaum waisya/pengrajin, petani atau pedagang, atau apa yah …. ?

Papabonbon pikir, selama ndak ada role model baru dalam alam pikir dan setting sosial masyarakat kita, yah selama itu pula institusi DPR akan jadi sarang para perompak :D

Catatan Serius buat PKS : 

Oh ya, sudah ada role model yg dikembangkan untuk gaya permerintahan bersih anti korupsi, yaitu yang dikembangkan oleh rekan rekan PKS, dengan merujuk pada Umar bin Abdul Azis, r.a.  Sekarang tinggal kampanye dan tingkat acceptancenya di masyarakat.  Hiyah ….  ini proyek susah, soalnya umat Islam juga sudah terkenal biang KKN dan ndak profesional sih, jadi ya ……  Apa betul, prakteknya PKS bisa bersih.  [that's the other question].

Update : Kata seorang teman, ” itu kan jualannya aja.. prakteknya?”

Ditulis dalam Politik, life | 12 Komentar »

Kapan Valentin Mulai Komersil ?

Ditulis oleh papabonbon di/pada Februari 15, 2007

Umat Islam Mayoritas orang Indonesia belakangan ini dibiasakan untuk dengan rajinnya menghina dan menghujat tidak ikut ikutan merayakan Perayaan Valentin meskipun orang Asia, termasuk bangsa Mesir, Persia, Jepang dan China merayakan hari kasih sayang sejak dahulu kala. Kalau mau lebih jauh lagi, orang Meksiko, Denmark, Norwegia, Rumania, dan lain lain juga punya acara yang sama. Silakan check di “Perayaan Kasih sayang Di Berbagai Belahan Dunia

Yang lucu, papabonbon diberitahu oleh rekan kita di dunia maya  sora dan anto kalau Vatikan pada tahun 1969 sudah menghilangkan Hari Valentin sebagai hari libur resmi dari kalender.  Namun saat itu masih ada beberapa komunitas lokal yang merayakannya, termasuk sekitar sejuta penganut katolik tradisional.   Berita lengkapnya ada di http://en.wikipedia.org/wiki/Valentine’s_Day#Chaucer.27s_love_birds.  Update info : Lebih jauh dari itu, bahkan ada upaya upaya dari beberapa kalangan di Vatikan sendiri untuk  melenyapkan nama si Valentin ini [untuk selamanya] dari daftar para saint yang resmi dan diakui.  Ada yang mau bikin petisi online nya ?  :)

Seperti biasa, biang kerok perayaan valentin secara besar besaran dan komersil adalah Amerika. Tahun 1847, seorang oknum warga amerika bernama Esther Howland (1828-1904) dari Worcester, Massachusetts melakukan upaya pertama kali pembuatan kartu ucapan valentin secara besar besaran. [Massal, lha wong namanya juga dagang. komersil gitu lho ... kudu economic of scale]. Ayahnya memang memiliki toko stationary yang besar. Bu Howland ini sendiri mendapat inspirasi dari perayaan valentin di Inggris. Untuk memperingati kiprah bu Howland ini, Asosiasi Kartu Ucapan Selamat Amerika [Greeting Card Association] memberikan hadiah tahunan berupa “Esther Howland Award for a Greeting Card Visionary.

Siapa yang menjadi defender pelaksanaan Valentin ?

Sejak pertengahan abad ke 20, perayaan valentin ini mulai berkembang jadi tradisi tukar menukar kartu dan kado. Biasanya berupa bunga atau coklat. Sejak tahun 80an, industri berlian mulai menggarap dan mengkomersialisasi acara perayaan valentin ini secara serius.  Jadi buat penentang acara valentin, yang tidak setuju bukan para pemuka agama kristen.  Melainkan industri kado, industri mainan, industri coklat, industri bunga hias, dan industri berlian.  Tidak lupa departemen store dan cafe cafe di mana mana yang sudah merasakan nikmatnya jualan meningkat dengan membonceng perayaan valentin.

Kembali ke Laptop, ngomong ngomong, minggu kemarin ketika papabonbon menjemput mamabunbun dan dendek Elsi, papabonbon sudah membawakan buket mawar. Lalu tanggal 13 dan 14 Februari kemarin sudah disibukkan dengan tes BPK[tiga hari gak pulang dari kost kostan di Mampang]. Sepertinya sih, akhir minggu ini papabonbon ingin membeli coklat [kejutan], supaya hari minggu jadi makin romantis. Bagaimana dengan hujatan anda ?

Ditulis dalam life | 9 Komentar »

Kena Tilang :p

Ditulis oleh papabonbon di/pada Februari 12, 2007

Terinspirasi dari tulisan acay dan wadehel, papabonbon pikir, perlu juga lah, ikutan meramaikan polemik soalan itu.

Sekitar akhir Januari kemarin, papabonbon dicokok pak Polin. Waktu itu papabonbon sedang berhenti di lampu merah, dekat pertigaan dekat pintu belakang Giant Kota XXX. Pak Polin yang melakukan tilang, mengatakan bahwa papabonbon melewati batas lampu merah. Kendati waktu itu papabonbon sudah berhenti, dan di daerah sana memang tidak ada garis batas jalan untuk berhenti. Mau damai juga ditolak. Waktu itu papabonbon, aslinya memang mau ambil jalan tidak satria dan mendukung korupsi di negeri ini.

Papabonbon : “Damai aja deh pak”.
Pak Polin : “Tidak bisa mas, ini operasi”.
hueheheheh :)

Muter otak lagi, buat lari dari tangung jawab, papabonbon waktu itu protes.

Papabonbon : ” Lha itu pak, banyak yang berhenti juga. Di jalan yang sedang kebagian lampau hijau, malah, seperti biasa banyak yang tidak memakai helm.
Pak Polin        : “Lha itu lho mas. Orang orang di belakang lampu merah semua. Bapak kan pas di batas lampu merahnya. Bapak jangan iri sama orang lain deh.  Kalau melanggar ya kena tilang”.

Dueeng, weleh, merasa tidak diacuhkan. Jadi yah, sudahlah, papabonbon mandah terima. Sekaligus curious, pengen lihat lihat suasana pengadilan, sidang tilang kayak gimana yah suasananya. Waktu mau dibuatkan surat tilang oleh pak polin, papabonbon maunya juga minta form yang langsung bayar denda saja, ndak pakai sidang. Tapi dijawab oleh pak Polin, yang ada hanya form untuk sidang.

[wah, kok beda sama keterangan di Ikastara --> Sekitar Kita --> Chit chat --> Tips and Trick --> Tip Pilih 'Tilang' daripada 'damai' yah .... wehehehehe :) ].

Buat yang bukan member kayaknya gak bisa lihat deh, jadi papabonbon kutipkan di bawah ini.
http://www.ikastara.org/forums/showthread.php?t=1659

Kalo sedang ditilang di jalan oleh polisi apapun, jangan sekali2 damai atau ngasi duit, bilang tilang aja langsung. hasilnya tuh polisi pasti kesel karena gak dapet duit, kedua, ngurusnya gampang kok, dan dendanya resmi….

Tips nya :

1. Kalo anda ditilang di jalan sebenernya ada dua pilihan (saya juga baru tahu), form biru dan form merah.

2. Form biru adalah kalo anda terima kesalahan anda (artinya anda gak perlu berdebat ama hakim). Dgn form ini anda bayar dendanya di BRI yg ditunjuk, abis bayar denda resmi ke BRI, ambil SIM ato STNK yg disita ke kantor Ditlantas POLDA Metro di Pancoran, gedung baru, sebelum Gelael arah Cawang. Disini ada ruang khusus loket Tilang, ruang tunggu nyaman ber-AC, dengan hiburan Satellite TV.

3. Form merah artinya anda gak terima kesalahan anda, dan dikasih kesempatan untuk berdebat ato minta keringanan ama hakim. Biasanya tanggal sidang adalah maksimum 14 hari dari tanggal kejadian, tergantung hari sidang Tilang di PN (Pengadilan Negeri) bersangkutan. Contoh temen saya ditilang di Kuningan, berarti sidang di PN Jaksel, jl ampera, disini sidang tilang setiap selasa.

Nah oleh polisi, barang sitaan (SIM or STNK) akan disetor ke kantor Ditlantas pancoran itu sampai dengan H-1 tanggal sidang. Jadi selama masih di pancoran SIM/STNK itu bisa ditebus tanpa sidang ke PN, cukup ke loket yg gue sebutin tadi, serahin form merah, bayar dendanya, SIM/STNK balik dengan sukses.

Akhirnya hari jum’at tanggal 9 Februari 2007 ini, papabonbon sidang tilang. Di Pengadilan Negeri kota XXX [lokasinya persis di samping kantor Polres Metro kota XXX], di sana kena denda, duit 50 rb melayang deh … Catat sepanjang perjalanan dari tempat parkir, sampai ruang pengadilan banyak banget calo yang menawarkan bantuan. Kalo pake calo 70 rb, mendingan diurus sendiri hueheheheh ….. :) ndak pake pungli kok. Malahan di jendelanya Ruang 27 di Pengadilan kota XXX, tertulis, “Tidak Menerima Pungli”. wekekekeek :)

Papabonbon akhirnya membayar denda 50 rb itu. Sebelumnya sempat lihat di daftar tarif pelanggaran, untuk sepeda motor, yg 20 rb cuman satu doang, [ buat kalo spion gak lengkap, gak pake helm, gitu gitu]. Yang lain dendanya sama semua, rata di angka 50 rb. Kalau sedang kena apes, pakai mobil, truk, dan truk gandeng, tilangnya bisa lebih mahal lagi. Gak bawa sim misale, bawa truk gandeng, bisa kena 350 rb. Tarif resmi.

Kronologi proses bayar denda tilang yang dilalui papabonbon adalah sebagai berikut. Silakan dibandingkan dengan lanjutan tips trik dibawah tersebut. Oh ya, papabonbon membaca terlebih dahulu tips di atas, sehinga percaya diri sebelum datang ke pengadilan, selain itu paginya juga telpon ke abang kelas yang profesinya pak polisi juga. Tanya tanya biar menguasai medan.

Kronologi :

a. Papabonbon sejak awal datang lho ke pengadilan. sambil liat orang yg ngantri, nunggu hakim di ruang sidang yg gelap, buat kasus cerai, pencurian, de el el. Ada juga tuh yg satu ruangan isinya model model gamis dan serban. apa ini kasus teroris yah .. huehehhe ….

b. Tunggu punya tunggu, lha piye, kata bang Sam*** ***rif, katanya sidangnya cepat. Eh udah di pengadilan, nunggu dari pagi sampai jam 11, hakimnya aja belum datang. Mana ini hari jum’at.

c. Ya sudah, masuk ke kantor tilang [sekedar informasi, dari gerbang pengadilan sampai depan kantor tilangnya pengadilan dipenuhi calo yg merangkap tukang parkir, abang becak dan tukang ojek]. Ajaibnya, begitu sudah sampai di lokasi, di kantor tilang di gedung pengadilan negeri ini, suasana enak, hening, dan tenteram. Waktu belum masuk, kesannya angker, karena ditutup rapat, termasuk jendela jendelanya. Di sana ada dua meja penuh tangkepan sim dan stnk.

d. Lembar merah kita diperiksa, trus disebutin biaya tilangnya. Ya udah langsung diambil. Sambil heran sih,

e. Catatan :
1. sayang lembar tilang lom sempat di scan atau di copy
2. waktu disebutin 50 rb [sempet skeptis, kok gak 20 rb yah, kalo gocap kan jadi mahal, ya udah aku sampai lihat daftar tarif, oh ternyata bener kenanya yg 50 rb], ya udah deh bayar. kekekekek …..
3. kok gak pakai acara transfer ke BRI yah ?
4. ternyata begitu kita kena tilang, kita datang aja langsung buat nebus tilang ama bayar denda, beres dan aman kok. gak ada lima menit kalo kita mau. itu aja sih kronologisnya …

dan ini lanjutan tips ‘n tricks, kalau mau membandingkan teori dengan kenyataan [untuk angka, tips trik udah ndak update kayaknya] :

4. H-1 tgl sidang dan seterusnya, SIM/STNK udah dikirim ke pengadilan sesuai daerah perkara, jadi kudu ditebus di PN masing2

5. Kalo pengen hadir sidang, dateng sesuai tanggal sidang yang tertera di surat Tilang ke PN yg ditunjuk. Tapi ini gak di saranin. Kenapa ? karena antreannya luar biasa banyak, kita gak punya kesempatan bertemu hakim, karena sebenarnya sidangnya IN ABSENTIA, dan banyak banget CALO yg nawarin bantuan. Mending enggak deh

6. Lebih baik cuekin aja tanggal sidang, ambil SIM/STNK terserah anda di hari lain, hindari hari sidang tilang biar gak rame, terus langsung tuju Loket khusus Tilang yang ada di masing2 PN. Tunjukin form merahnya, dalam 5 menit SIM/STNK udah di tangan anda dengan bayar denda resmi. Sebelumnya cermati berapa denda resminya, biar gak dilebih2in ama petugasnya. Contoh nih, saya tahu denda masuk jalur cepat (saya naik motor) Rp.15000, petugasnya bilang Rp.25600, dikasi angka 600 seolah2 itu perhitungan rumus2 njelimet, padahal akal2an aja biar ada yg masuk kantong dia. Saya kasi uang bulet 15.000 dia diem aja kok..hehe

7. Udah ngerti kan. jadi intinya : jangan sekali2 damai ama polisi di jalanan, tilang mah tilang aja, pilih prosedur sesuai tips diatas, gak usah sidang kalo gak pengen bete, cuekin calo2 yg nawarin bantuan, bayar denda sesuai tarif resmi. Semua ini demi INDONESIA yg bersih dan berwibawa gemah ripah loh jinawi…hehehehe

PS : berdasarkan pengalaman dan bantuan dari berbagai milis, makanya saya pede ngadepin mereka. Silakan disebar ke temen2, biar gak ada yg diperas ama polisi, calo dll. Merdeka !!

Ditulis dalam life | 33 Komentar »